LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
TRIA IFADAH DEWI


__ADS_3

...........................❀️.........................


Ridwan yang tengah di suapi bubur tersebut hanya menatap kosong seakan dia ingin berbicara sesuatu.


"Dik Tria, bisa minta tolong tinggikan senderan kepala saya, capek berbaring terus" pinta Ridwan.


"segini aja kak, jangan terlalu tinggi, lagi buburnya?" ujar Tria sambil bersiap menyuapi Ridwan.


"Uda dik ,kenyang lho mau makan ayam goreng ada?aduh" sahut Ridwan sambil mencoba bangkit duduk tegap.


"di bilang keras kepala sih kak? nih makan atau kamu tak masuk kan ICU lagi!?" ancam Tria.


"silahkan yang rindu nanti kamu, yang ingin ketemu ya kamu juga, weeekkk" Ridwan menjulurkan lidahnya mengejek Tria.


" Iya kalau aku rindu kenapa? masalah? kan kakak mencuri hatiku dari pandangan pertama kita di rumah makan itu" ujar Tria malu malu.


Ridwan yang mendengar itu pun langsung hanya tersenyum, "Tuhan apalagi ini makhluk mu coba? jinak jinak merpati banget sih Dia Tuhan?" hati Ridwan ngomel gak jelas.


"udah kak jangan tersenyum gitu, aku tambah cinta loh sama kakak" celoteh Tria.


Ridwan pun hanya tersenyum lagi sambil berkata dalam hati "nih anak belum tau kalau Ridwan sudah mendingan baper nih anak orang".


Sementara itu di Teras market terlihat Ghani, Rian dan Alvan sudah duduk bersama untuk menghindari pukulan dari Adi akhirnya Alvan berbicara ke Adi.


" Adi mereka dalam pengawasan kepolisian dan saya jaminannya, mereka berhak memiliki kesempatan kedua juga di dunia, bukankah Tuhan maha pemaaf? kenapa manusia tidak bisa memaafkan Adi?" Alvan menatap Adi yang penuh amarah ke Ghani dan Rian.


"Maaf Tuan, mereka berdua telah memukul Tuan Ridwan hingga babak belur tapi kenapa Tuan Alvan membebaskan nya?" ujar Adi yang sudah berdiri di antara Iqbal dan Tantri.

__ADS_1


Sementara Ria yang faham maksud dari Alvan menyahut....


"Karena Ghani dan Rian anak buah Dirga yang kini di penjara kemudian Ghani melakukan pemukulan terhadap kak Ridwan itu agar tidak menimbulkan sebuah kecurigaan ke Dirga, benar begitu kak Alvan?" ujar Ria sambil menatap Alvan.


" ya cerdas sekali, lagian mereka berdua tak liat memukul Ridwan hanya menggunakan sedikit tenaga mereka dan ini ada hubungannya dengan kau mas Iqbal selaku Bos Besar dari tiga wilayah besar Jawa Timur, kau tau kan mereka anak buah lu yang dulu pernah ikut andil dalam pengeroyokan ku dan Ridwan beserta Adi tapi kenapa kok kau dendam dengan mereka berdua? apa ada alasan selain perkara Rio dan Aryani dulu kah?" ujar Alvan sambil memainkan rokoknya di tangan.


Iqbal yang sekarang kini tersudut dengan kebenaran Alvan ceritakan hanya bisa tersenyum simpul.....


"ini lah yang aku suka dengan otak nya adik ku Yaang cerdas sekali, jawaban mu benar semua, karena Dirga dan keluarga Rio akan mengancam keselamatan keluarga kita dan keluarga Ridwan dik, dan aku sudah ketemu mereka untuk tidak menyentuh mu dan Ridwan tapi sayang dia memukul Ridwan juga" Iqbal menatap tajam Ghani dan Rian sambil mengeraskan geraham nya.


"Maaf Bal, gua hanya ingin Dirga tidak curiga dan Ghani pun teman Ridwan dan Alvan tapi Ghani hanya sebatas kenal karena dia Pondaag sekolah saat satu sekolah dengan Ridwan dan Alvan dulu" ujar Rian sambil membakar rokoknya.


" udah kalian berdua mau minta maaf ke Ridwan atau tak kembalikan ke penjara lagi? kemudian kalian bertaubat ke Tuhan kalian masing masing juga, gak baik bro membantu orang untuk kejahatan meskipun itu berkaitan dengan uang, kedudukan dan persahabatan, setelah ini kalian mau kembali ke lembah hitam atau kuliah? kalau kuliah nanti tak bilang keluarga besar Mukti dan keluarga besar ku juga karena mas Iqbal setelah ini ngurus perusahaan papa juga" Alvan menjelaskan secara panjang lebar dan terperinci.


" kita hanya meminta maaf ke Ridwan saja Van dan tidak berniat kembali ke dunia preman juga, untuk tawaran mu nanti biar berjalan seperti air saja" ujar Rian sambil menatap Ghani yang mengangguk setuju.


"eh sudah lama kita di sini yuk balik ke kamar Ridwan kasihan mereka berdua juga" ajak Ria yang sudah beranjak terlebih dahulu.


Setelah hampir 8 menit berjalan ke arah kamar Ridwan, mereka semua langsung beranjak masuk untuk bertemu dengan Ridwan yang bersenda gurau kecil dengan Tria.


" lha kok kau sudah cekikikan macam Kunti Wan?, oh ya lupa yang jaga kan bidadari surga ya?" celetuk Alvan menuju Ridwan untuk menyalami Ridwan.


" tunggu sembuh baru tak ajar kau, ngapain mereka berdua kesini? Uda di urus semuanya Van?" Ridwan menatap Ghani dan Rian.


Rian dan Ghani pun berjalan ke arah Ridwan tapi segera Adi menghadang mereka berdua.


"angkat tangan kalian, gua mau periksa kalian berdua!!" tegas Adi.

__ADS_1


Ridwan pun menatap Adi dengan seksama kemudian ke arah Ghani Daan Rian.


" eh bentar bentar, bukan kah kalian bertiga yang mengeroyok ku saat itu? kenapa kok berubah gini kalian berdua?" Ridwan menatap mereka bertiga seakan mencari jawaban.


"benar sekali Tuan Ridwan kita bertiga yang mengancam nyawa Tuan saat itu tapi akhirnya saya sadar dan membantu Bos Besar Iqbal untuk mengorek informasi dari mereka berdua yang telah bekerja untuk Dirga" ujar Adi menunduk.


"semuanya sudah berlalu, kalian bertiga sudah saya maafkan terlebih kamu berdua siapa namanya?" Ridwan menunjuk ke arah Ghani dan Rian.


" Wan, gua Ghani dan gua minta maaf kemarin telah memukul mu di depan Dirga, sekali lagi gua minta maaf Ridwan" ujar Ghani sambil menggenggam tangan Ridwan.


" gua Rian Wan , gua juga minta maaf Wan karena gua lu sampai masuk ke rumah sakit dua kali" Rian meminta maaf sepenuh hati.


"Dah kalian sudah ya ikut yang gak bener, kalian Uda di beritahu Alvan tentang penawaran darinya terkait kuliah?, santai aja saya maafkan kalian berdua jadi gak ada dendam lagian bentar lagi sembuh kok saya kan sudah ada bidadari surga ku di sini" ujar Ridwan sambil menatap Tria yang duduk di samping nya.


"Alhamdulillah Wan, lu dapat dia, titip dia Wan karena gua bosen liat dia nangis terus saat sama cowoknya dulu" ujar Rian keemudian.


"oh dia yang mau mengganti kan dirinya di hatimu toh Wan, tapi saran saja sih biar dia fokus sekolah dulu dan lu fokus kuliah dI bawah pengawasan Adi, Rian dan Ghani, jangan nolak kalian berdua Ridwan Alvan dan Ghani dan Rian titip mereka berdua ya, kalian bertiga kuliah bareng Alvan dan Ridwan cuman beda jurusan, faham?!!!" tegas Iqbal.


Mereka semua pun tertawa melihat Adi, Rian dan Ghani yang terlihat ketakutan dengan Iqbal sementara Tria hanya memandang Ridwan penuh hati dan memberikan benih benih cinta untuk nya semata tapi Ridwan hanya menanggapi nya sebagai biasa saja karena hatinya masih ingin sendiri.


Apakah Tria Ifadah Dewi Mampun mencairkan hati Ridwan? kenapa Ridwan hanya menggantungkan perasaan cewek? apa sesakit itu kah di khianati cewek?


yuk komentar,like dan vote nya yuk biar author kembali berpuisi karena saat ini author juga patah hati juga 😊😊😊


...........................❀️.........................


...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š....

__ADS_1


..........................❀️.........................


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.


__ADS_2