LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
RETAK PART 2


__ADS_3

..........................❤️.........................


...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...


...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....


...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....


...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati dan terimakasih sudah mampir...


..........................❤️.........................


SEBELUMNYA


Ridwan dan Alvan saling mengejar dan tiba tiba.


bruak (menabrak anak di depannya)


"maaf kak tidak liat" ujar siswi itu sambil meringis kesakitan.


Ridwan yang melihat hanya bisa diam seribu bahasa melihat siswi itu berusaha bangkit dari jatuhnya setelah di tabrak Ridwan yang mengejar Alvan.


"kau sih Wan ngejar gak liat orang di depan kau" Alvan yang berada di samping Ridwan hanya meringis sambil tersenyum.


"pala kau tak liat, Uda bentar tak nulungi arek kui" Ridwan berlutut sambil membereskan barang-barang yang di bawa siswi tersebut.


"Maaf saya salah, nih bukunya" sambil menatap siswi tersebut.


"makasih kak, maaf tadi terburu-buru" sambil menerima dan menatap balas tatap Ridwan.


"kau kan, siapa sih, kok lupa aku ***" garuk garuk kepala yang tak gatal.


"Ella kak temannya Citari" sambil berdiri dan menatap Alvan sambil tersenyum.


Alvan yang melihat di senyum i siswi hanya membalas sekilas.


"ada yang terluka Ella?" sambil memeriksa tubuh Ella.


"Modus tingkat jahanam kau Wan" sambil merangkul Ella menatap Ridwan.


"kok main rangkul rangkul kau lucknut, Uda kenal kau sama dia?" sambil menunjuk Alvan.


" Uda dan nanti dia akan memberikan informasi terkait semuanya dalam waktu dekat ini jadi bersiap lah" sambil meninggalkan Ridwan yang terpaku menatap mereka berdua meninggalkannya sendiri.


"Mas Ridwan sayang, kamu kenapa sih kok melamun sendirian? liat apa sih?" tiba tiba Citari datang dan merangkul lengan Ridwan.


"eh tuh kok tadi seperti ada orang ya?" Ridwan pura pura memalingkan jawabannya.


"mana? semua sudah pada pulang kok bilang ada orang sih?, mas Ridwan antar pulang bisa?" Citari merayu dengan manisnya.


"tapi aku hanya bawa helm satu lho, malah nanti ditilang polisi piye toh?" berusaha mencari jawaban.


"aku bawa kok,nih mas yuk pulang" sambil menunjukkan helm nya.


Alvan


Arah jam 12 dari kamu, ajak pulang Citari setelah itu ketemu di cafe Point break alun alun Gresik.

__ADS_1


"apa sih kok main kode kode segala" gerutu Ridwan dalam hati sambil melihat arah 12.


Ridwan speechless menatap arahan yang di berikan Alvan melalui hapenya, ada Iqbal,Ella, Diky dan Alvan sambil melambaikan tangan.


"eh yuk pulang Uda siang pasti dik Citari di cari mama nantinya" sambil merangkul Citari agar tidak melihat ke arah yang dilihatnya.


"eh iya mas, hari ini mama ada arisan di rumah nanti mau bantu kah?"


"aduh nanti di rumah ada jadwal les privat dik Citari soalnya mama marah kalau nilai Ujian Nasional ku jelek nanti, gak apa apa kan?" Ridwan mencari jawaban sekenanya.


"oh les privat, oke deh, semangat sayang, muach" ciuman Citari mendarat mulus di pipi Ridwan.


"hehehehehehe, tak ngambil motor dulu ya dik, tunggu di depan gerbang sekolah" sambil mencari keberadaan Alvan, Iqbal, Diky dan Ella.


"lha kok ngilang ***, kemana mereka semua" Ridwan clingak clinguk di parkiran.


"cari siapa mas Ridwan? tuh motornya di depan mas Ridwan" satpam SMA memecah pencarian Ridwan.


"eh iya pak lupa,hehehehehehe" Ridwan garuk garuk kepala.


Ridwan menaiki motornya dan bergegas untuk menjemput Citari yang menunggu di depan gerbang sekolah.


Ridwan berhenti sejenak dari jauh setelah melihat Citari berkomunikasi dengan seorang wanita yang berumur 30 tahun.


Tak lama perempuan itu melihat Ridwan dan bergegas memalingkan wajah dan menjauh dari Citari.


"Siapa itu dik?" Ridwan membuyarkan Citari yang menerima sebuah kotak dari wanita itu.


"eh mas Ridwan, gak tau ini apaan mas tapi ini titipan mama untuk arisan nanti" Citari tergagap sekaligus kaget melihat Ridwan sudah di sampingnya.


"yuk pulang udah panas nih, motor juga berat dik, bisa naiknya kan?" Ridwan memegang tangan Citari untuk membantunya naik ke motor sport nya.


Citari yang berada di atas motor langsung memeluk punggung Ridwan tanpa di berikan izin terlebih dahulu.


"duh berat nih,udah motor kayak gini langsung main peluk aja" geleng Ridwan.


"yuk mas,aku sudah siap" Citari terlihat manja.


Motor Ridwan melaju di keramaian jalan kota Gresik yang begitu padat tapi tidak namanya Ridwan kalau tidak meliuk liuk menyalip kanan kiri begitu cekatannya.


"dik Citari senang?" teriak Ridwan sambil tetap konsentrasi mengendarai motornya.


"hah apa kak? jenang? gak mau jenang kak?" teriak Citari di jok belakang Ridwan sambil terus memeluk.


"hah jenang? mana ada jenang dik?" Ridwan berteriak kembali.


Citari tak membalas ternyata dia tertidur di belakang punggung Ridwan, waktu yang di tempuh dari sekolah ke rumah Citari hampir 35 menit.


"dik Citari, halo sayang ku Citari, udah sampai nih, mau sampai kapan tidur di punggungku" Ridwan men standar samping motornya sambil mengelus pipi Citari.


"eh Uda sampai toh, maaf mas Ridwan aku terlelap, makasih ya, mau mampir?" Citari menawarkan.


"Ndak dik mau les nanti, assalamualaikum wr wb aku pulang dulu,muach" cium kening Citari.


"waalaikumsalam wr wb jangan ngebut ya, love you mas Ridwan" wajah Citari bersemu merah.


Setelah agak jauh dari rumah Citari dia membuka Hape nya dan menghubungi Alvan.

__ADS_1


" eh curut kau di mana? jadi gak Iki ***?"


"jadi,segera merapat, area 86 sudah netral, ganti" ujar Alvan dari seberang sana.


"picek 86 matane, oke meluncur ke TKP hahahaha" sambil menutup hape nya dan memasuk kan kembali ke celana.


..........................❤️.........................


Sementara di cafe Point break alun alun Gresik Alvan, Iqbal, Ella dan Diky berkumpul sambil menunggu Ridwan yang perjalanan ke cafe tersebut.


"kau yakin kah El apa yang kamu dapat itu bisa di tanggung jawab kan?" Alvan sambil membakar rokok nya.


"yakin kak, gua yakin 100000000% karena Diky selaku saudara gua membantu ini semua" Ella sambil mengaduk es fanta susu nya.


"bentar bentar, kau bilang Diky ini saudara mu? apakah Fahira pacar dia tak curiga? Fahira kan berada di circle nya Citari dan Citari...??" Alvan seakan akan tak percaya.


"Mas Alvan santai semua tak akan terbongkar jika kita main aman seperti mereka" Diky menanggapi santai.


"terus kau Bal, perkembangan cewek yang memberi bingkisan ke Citari itu tadi apa isinya?" Alvan berbalik menatap Iqbal.


"sebuah kado cantik untuk Citari dari seorang yang jauh di Yogya sana Van, nih buktinya" sambil memberikan nota pengiriman barang.


Alvan melihat nota Itu semua tersenyum dan menatap Diky dan Ella bersamaan.


"kalian cek darimana hadiah itu dari Yogyakarta bagian daerah mana, bisa gak kalian?" sambil memberikan nota ke Ella dan Diky.


"siap, besok hasilnya saya berikan mas Alvan" mengambil rokok dan kemudian membakar nya.


"kasihan kak Ridwan kalau dia hanya diam saja tanpa tau yang sebenarnya" Ella bersuara lirih.


"Ridwan ketika tidak ada bukti dia tak akan percaya dan Ella tetep dekat Citari agar tidak curiga, oke Ella" mengangkat tangan mengajak tos.


..........................❤️.........................


Ridwan yang sudah sampai parkiran cafe Point break alun alun Gresik menghubungi Alvan.


" eh curut kau dimana? motor lu kagak ada ***" Ridwan menggerutu.


Tanpa ada jawaban tiba tiba Alvan keluar dan memberikan kode untuk memarkirkan motornya Ridwan untuk di taruh belakang cafe.


Ridwan menurut saja ke Alvan setelah itu dia di arahkan oleh pelayan cafe untuk masuk ke sebuah tempat yang benar benar tersembunyi.


"makasih mas dan mau pesen es Bubble gum dan roti bakar" sambil menatap nanar ke arah Iqbal, Diky dan Ella.


" biasa aja *** tatapan mu mengundang" Alvan memberikan rokok ke arah Ridwan.


"mengundang apa ***" mengambil satu batang dan membakar nya.


"mengundang pukulan, hahahaha" jawab Diky, Iqbal dan Alvan bersamaan.


"yauda jelaskan kenapa aku harus ada disini dan kenapa ada Iqbal,Ella dan Diky segala Van"


Alvan tersenyum dan menceritakan semuanya serta memberikan bukti yang sangat kuat.


to be continued.........


..........................❤️.........................

__ADS_1


...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....


..........................❤️.........................


__ADS_2