LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
MENCOBA MEMBUKA HATI (KEMBALI)


__ADS_3

...........................❀️.........................


Ridwan yang mendengar nama tersebut langsung menoleh ke arah pintu Cafe tersebut sambil mengamati dua cewek yang sedang berebut untuk memeluk nya.


Prika yang kini kembali bertemu dengan Lidia semakin menghindar, sementara Ghani dan Rian yang menatap kedua cewek itu hanya sekedar mengagumi karena mereka berdua terlihat berebut untuk memeluk Ridwan.


"Kalian berdua kenapa bisa ke sini?" Ridwan membulat kan matanya.


"Kalau aku di beritahu sama Ajeng adiknya Mas Prika, kalau dia bekerja di sebuah Cafe." ujar Lidia sambil menatap Prika.


"Ohh, lha kamu Wulan? jangan bilang ngikutin saya dari rumah." selidik Ridwan.


"Aku sedang jalan jalan mas, suntuk di rumah soalnya tapi ketika melihat nenek sihir ini ke arah Cafe ini serta ada mobil mu ya kesini,hehehehehehe." Wulan tersenyum lebar.


Dua cewek masih berebut pandang ke arah Ridwan tapi Ridwan merasa jengah hanya mendengus kesal, gimana gak kesal karena teringat kembali sebuah pesan untuk membuka hatinya kembali.


Rasanya ingin menghapus semua yang pernah terjadi dengan segala perjalanan yang di lalui tapi mungkin sudah takdirnya untuk menjalani semua yang ada di depan nya.


Ridwan masih belum bisa move on dari Citari tapi sedikit hatinya sudah mulai sembuh karena Tria telah hadir memberikan sedikit semangat untuk kesembuhan lukanya tapi......


"Selamat datang di Cafe Rialdi Wulan dan Lidia, silahkan duduk untuk mencoba untuk menikmati sajian dari Cafe ini." Alvan membuka suara untuk mencairkan suasana.


"Ehh? ini Cafe nya Mas Adi? atau Cafe nya Mas Ridwan atau Cafe nya Mas Alvan? atau.....aaauuuwww" ucapan Wulan terpotong karena jitakan dari Alvan.


"Cafe nya Mas Adi, banyak omong pula kamu, kalian berdua pengunjung pertama jadi silahkan bantu promosi juga." Alvan menatap Lidia dan Wulan bergantian.


Ridwan segera kembali duduk di meja nya sambil Adi dan Alvan mengikuti nya.


Kembali coffelate di sesap Ridwan sedikit berkurang kegundahan hatinya saat ini, asap rokok yang telah kembali berhembus dari Ridwan kini tengah sedikit menghilang.


"Kacau kalau seperti ini terus, lagian aku juga tak bisa untuk tegas pada hati ku sendiri." gumam Ridwan.


Ridwan kembali bangkit dan berjalan ke arah Wulan yang sedang duduk sendiri, Adi yang mengetahui Tuanya itu segera berniat untuk mendampingi nya tapi Alvan mencegah untuk memberi kode agar Ridwan segera menyelesaikan hatinya.


Ridwan langsung duduk di hadapan Wulan yang tengah asyik nya bermain dengan kamera handphone nya.


"Maaf boleh ngobrol sebentar?" Ridwan menyadarkan aktivitas Wulan.


"Oh Mas Ridwan, boleh Mas, ada yang perlu di bicarakan?" Wulan berganti bertanya.


"Pesan minuman dulu dan saya tunggu di meja luar itu." ujar Ridwan sambil menunjuk ke meja luar Cafe.


Wulan segera memesan minuman dan bergegas untuk menyusul Ridwan tapi tangan Alvan segera menghentikan langkahnya.


"Tolong Ridwan, jangan bawa masa lalu mu tentang Tria dan Dirga." ujar Alvan dingin.


Wulan yang mengerti ucapan Alvan hanya menjawab dengan anggukan, Ridwan yang sudah menunggu nya di luar kini berusaha merangkai kata untuk berbicara dengan Wulan nantinya.


"Ada ya Mas Ridwan? mau ngobrol tentang?" Wulan membuka suaranya.


"Gini, kamu kenal Tria sejak?" Ridwan bertanya sambil menatap Wulan.

__ADS_1


"Sejak SMP meskipun kelahiran ku Nganjuk aku bersekolah dari TK sampai SMA di Gresik tapi...." Wulan ragu meneruskan ucapannya.


"Karena Dirga? apa karena Tria merebut Dirga dari kamu?" Ridwan langsung bertanya ke intinya.


"Ya bener itu, ku kira Wulan bisa menjaga persahabatan dengan tidak merebut hati Dirga dari ku tapi nyatanya dia mengagumi hingga bertukar pesan setiap malam." tangan Wulan tergenggam erat menandakan sedikit emosi.


"Terus kamu ingin saya jadi pacarmu? tanpa ada rasa maupun hati untuk mu?" kembali lagi Ridwan bertanya tanpa basa basi.


"Sebenarnya tidak Mas, aku bukan Tria yang suka merebut pasangan orang lain tapi aku sedikit membencinya kali ini."


"Kalau benci terus mau di apakan? toh Dirga juga sudah bertunangan dengan Citari mantan ku dulu, boleh saya merokok?" pinta Ridwan.


"Silahkan Mas, berarti benar berita saat itu? berarti Citari itu mantan Mas Ridwan?" Wulan sedikit bertanya dengan hati-hati.


"Ya benar tapi mau gimana lagi, terus kamu masih ingin mengejar Dirga?" Ridwan menghembuskan asap rokok nya perlahan.


"Ya bagaimana lagi kalau ingin mengejar ya aku sudah tidak memiliki perasaan ke Dirga juga sih." ucap Wulan sedikit kikuk.


Ridwan menghela nafas panjang mengikuti hembusan angin sore hari, tak terasa Wulan yang menatap nya hanya termangu.


"Kalau anak perempuan itu benar namanya Lidia?" Wulan membuka suaranya.


"Ya benar, dia mantan dari Mas Prika yang. sedang bekerja di Cafe nya Mas Adi." ucap Ridwan sambil menyesap coffelate nya yang mulai dingin.


"Oh, terus benar Mas Ridwan sudah bertunangan dengan Tria? kenap tidak langsung menikah saja kalau begitu?"


Ridwan yang mendengar pertanyaan dari Wulan hanya sedikit merasa ada yang aneh dengan perasaannya, perasaannya tak sekuat dulu ketika mendapat tambatan hati ke Citari.


"Karena belum cinta saja, masih ingin sembuh juga." balas Ridwan.


"Karena hati itu tak bisa di paksa untuk mencintai, biar saja mengalir seperti air, jadi benar kamu dan Tria memiliki mantan yang sama?" Ridwan kembali menatap manik mata Wulan lekat.


"Ya benar Mas, yang di cari Dirga hanya kepuasan untuk bercinta saja bukan hati." ujar Wulan sambil menunduk lesu.


"Sudah lupakan semuanya, itu masa lalu kan?, sekarang saya tanya, kamu di sini hanya kuliah saja atau ingin di sambi bekerja juga?" Ridwan berusaha mengganti topik pembicaraan.


"Inginnya juga kuliah sambil kerja tapi mana ada yang mau tempat kerja menerima ku." Wulan menyesap es sirup di depannya.


"Bekerja di sini, besok serahkan lamaran kerja mu ke Mas Adi tapi kalau kamu mau karena seperti nya Cafe ini bakalan ramai nanti." ucap Ridwan sambil menyantap puding coklat.


"Iya Mas siap, jangan di ambil hati karena sikap dan sifat ku yang ingin balas dendam ke Tria itu kelihatan seperti mengejar kamu ya Mas, karena aku tahu Tria sudah bertunangan ternyata dan aku sekarang ikhlas atas semuanya yang telah terjadi." Wulan menyodorkan tangannya untuk meminta maaf.


"Santai saja Wulan, hati saya juga masih beku dan masih kosong juga kok, yauda semoga saat kerja nanti nyaman ya." Ridwan menyudahi pembicaraan saat Alvan menuju ke arahnya.


Alvan yang tengah di samping Ridwan kemudian berbisik lirih di telinga nya.


"Perang dunia antara Lidia dengan Kekasih Mas Prika." bisik Alvan.


"Ya udah nanti duduk kan mereka semua, sekarang bawa Wulan menemui Mas Adi untuk bekerja sebagai kasir Van." Ridwan bergegas berdiri untuk masuk ke dalam Cafe.


Ridwan tak ingin memaksakan siapapun untuk membuat kembali hatinya tersentuh karena saat ini hatinya mungkin sudah membeku.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...........................❀️.........................


terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š.

__ADS_1


..........................❀️.........................


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.


__ADS_2