LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
MUNAJAT CINTA


__ADS_3

Hah? mas Ridwan sudah ingat semuanya?." tanya Tria.


"Ya, aku ingat semuanya, tentang masa lalu ku, maaf tengah membuat mu cemburu " Ridwan memeluk Tria erat.


"Tapi......." ucapan Wulan terputus, semua menatap ke arah Wulan yang tengah kebingungan.


Wulan kembali tenang dan kemudian dia berbicara dengan tenang.....


"Biar aku cerita kan semuanya dari awal Mas Ridwan, mungkin saja kamu masih lupa satu hal, aku memang tak ingin merebut kamu dari Tria tetapi andai saja Tria tahu sakit hatiku saat itu." Isak Wulan sambil menatap tajam Tria.


"Sakit hati? sakit hati karena apa?" tanya Ridwan yang kembali menatap Wulan dan Tria bergantian.


"Huft.... lupakan Mas, Mas Ridwan sudah sepantasnya dengan Tria, dan kamu Tria maafkan aku yang dulu masih sakit hati hingga sampai detik ini, aku sudah memaafkan kisah mu dengan Dirga, bahagia kamu dengan Mas Ridwan." ucap Wulan sambil memeluk tubuh Tria.


"Dirga? Jangan bilang Dirga yang telah......" ucapan Ridwan terputus.


"Bro, udah jangan di paksa mengingat semuanya, sekarang kamu istirahat biar aku yang temani kau." ucap Alvan sambil menuntun tubuh Ridwan untuk kembali ke brankas tempat tidur nya.


Tria yang tengah di peluk Wulan kini semakin faham dengan sakit hati sahabat nya, sakit hati yang tak pernah sembuh dari hati sahabatnya itu.


"Maaf kan aku Lan, aku benar benar minta maaf, segini sakit hatimu saat Dirga bersamaku saat itu." isak Tria.


"Sudah Tria, bukan aku saja yang menginginkan Mas Ridwan, ada Lydia juga yang berusaha mendapatkan hati nya, ingat aku memaafkan mu tapi jangan harap kamu bisa memiliki nya." sinis Wulan.


Alvan yang sedikit mendengar kata kata Wulan hanya tersenyum simpul sambil menatap sahabatnya yang tengah memejamkan matanya.


"Cukup Wulan! kau tak pernah tau bagaimana Ridwan menjalani kisah cinta nya dari SMA dulu!, ikut aku keluar!!." bentak Alvan sambil menarik tangan Wulan.

__ADS_1


Ria menatap kekasihnya hanya bisa geleng geleng kepala sambil tersenyum ke arah nya.


"Apa kau senyum senyum? tak cium kau, mau?." ucap Alvan sambil melotot ke arah Ria.


"Selesaikan semuanya setelah itu urus tuh sahabat mu, Tria sini ikut kakak." Ria menarik saudara kembar nya itu untuk duduk di samping nya.


Alvan mendengus kesal mendengar kekasih nya yang cuek terhadap nya, dengan segera dia menarik tangan Wulan untuk segera keluar dari Kawar inap Ridwan.


Iqbal yang tengah menatap drama percintaan antara Wulan, Tria dan Ridwan hanya menggeleng pelan, sementara Tantri hanya tersenyum melihat mereka semua yang tengah di landa rasa cemas.


Terkadang cinta datang dengan sendirinya dan pergi dengan sendirinya pula begitu juga Ridwan yang tengah mencari apa itu arti memiliki.


Mungkin benar adanya ketika Tuhan mengirimkan kekasih yang baik hati yang selalu mencintai apa adanya itu selalu di uji entah dari segi apapun.


Alvan kembali masuk ke dalam kamar inap Ridwan sambil menekuk wajah nya, Ria yang memandangnya hanya tersenyum karena merasa ada yang harus segera di selesaikan.


"Tampaknya Wulan tak kan melepas Ridwan untuk mu Tria." ucap Alvan sambil mengambil air soda di dekat nya.


Iqbal yang mendengar ucapan Tria segera bernyanyi untuk menghibur calon adik iparnya.


Malam ini ku sendiri


Tak ada yang menemani


Seperti malam, malam


Yang sudah, sudah

__ADS_1


Hati ini selalu sepi


Tak ada yang menghiasi


Seperti cinta ini


Yang s'lalu pupus


Tuhan, kirimkanlah aku


Kekasih yang baik hati


Yang mencintai aku


Apa adanya


Mawar ini semakin layu


Tak ada yang memiliki


Seperti aku ini


Semakin pupus


"Nih anak Uda tau ada yang sakit malah nyanyi, ayo pulang aja kalau gitu." ajak Tantri.


"Dahlah baper tuh anak orang Mas Iqbal." sahut Alvan.

__ADS_1


Tria yang mendengar hanya menghela nafas panjang sambil tetap tersenyum ke arah Ridwan.


"Jika memang takdir mempertemukan kita untuk menjadikan ikatan cinta maka aku yang akan berusaha kali ini Mas Ridwan." ucap dalam hati Tria.


__ADS_2