
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudahkah kau tanya dirimu
Masihkah ingin mencari cinta
Mungkinkah kau masih merasa
Dirimu tak ada yg miliki
Walau engkau selalu bilang sayang
Selalu bilang cinta pada diriku
Sungguh aku tak ingin dirimu
Bila pergi dan berpaling dariku
Sayangku jangan pernah kau tinggalkan aku
Walau terkadang kau ingin mendua
Ku ingin dirimu selalu ada di sini
Bukan sekedar pelarian cinta
Kekasih mengertilah, aku mencintaimu
Ku jalani panas mentari
Aku rasakan dinginnya malam
Yang ku ingat tentang wajahmu
Selembut badai di hatiku
Kan ku petik bintang-bintang di angkasa biru
Ku persembahkan padamu
Sungguh aku tak ingin dirimu
Bila pergi dan berpaling dariku
Sayangku jangan pernah kau tinggalkan aku
Walau terkadang kau ingin mendua
__ADS_1
Kuingin dirimu selalu ada disini
Bukan sekedar pelarian cinta
Kekasih mengertilah, aku mencintaimu
Could you take my hand, try to walk by my side
Now can you feel my heart, you're the one that I need
Take my hand, gotta walk by my side
Now can you feel my heart, you're the song that I need
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Citari? masa lalu ku? coba ceritakan Van." pinta Ridwan.
"Malas sekali cerita dia, karena ulah dia dan Dirga hingga kamu masuk rumah sakit dua kali dulu." ketus Alvan sambil menatap sinis ke arah Citari dan Dirga.
"Benar itu Tria? saat ini tak ada yang ku percaya hanya kamu yang ku percaya Tria." ucap Ridwan sambil menatap dingin ke arah Tria.
Ruangan kembali sunyi seakan merestui pertemuan dua insan yang dulu saling mengenal, Citari dan Dirga seakan menjadi bagian rahasia indah yang pernah di miliki oleh Ridwan dan Tria.
Ridwan kembali menatap Citari dengan bahasa wajah yang sulit di artikan, hanya dalam mengamati wajah Citari.
"Sial!!!.... ssssaaakkkiiitt!!!!....." Ridwan meracau sambil memegang kepala.
Tria segera berlari memanggil suster tetapi dengan cepat tangan Ridwan menarik tangan Tria.
"Cerita kan semuanya tentang mereka berdua Tria, kumohon." Ridwan memelas.
"Mas, Mas Ridwan istirahat dulu, biar Tria jelaskan ke mereka berdua ya, love you Mas Ridwan." bisik Tria.
Tria segera membaringkan Ridwan untuk beristirahat sambil tetap menatap wajah Dirga dan Citari bergantian, tatapan Tria mengisyaratkan sebuah permintaan persetujuan ke arah Citari dan Dirga.
"Ikut aku keluar kalian berdua, Adi jaga Ridwan, Tria dan Ria ikut juga." pinta Alvan tanpa basa-basi.
"Aku ingin jaga Mas Ridwan aja kak, kakak urus aja mereka berdua." sahut Tria secepat mungkin.
"Masih gak bisa move on? Dirga kayak gini apa hebatnya sih? hingga Ridwan dulu mempertahankan nya?." tatapan nyalang Alvan pindah ke arah Dirga dan Citari bergantian.
Alvan memberikan kode ke kekasihnya Ria untuk mengajak nya keluar dari ruang inap, Ria pun mengerti segera memberikan sedikit pengertian untuk ikut Alvan dan dia.
Rumit? memang terlihat rumit ketika dua jalan cerita cinta Ridwan yang tak pernah berhenti untuk beristirahat sejenak, apakah Ridwan memang tidak bisa tegas dan berprinsip? entahlah.
Sementara Adi yang menjaga Ridwan segera menghubungi teman teman nya untuk mengamankan keadaan Alvan yang sedang berbicara dengan Dirga dan Citari.
__ADS_1
"Jaga mereka bertiga, gua tak ingin Tuan Alvan, Nona Ria dan Nona Tria sampai terluka sedikitpun, paham kalian?!!." tegas Adi.
Ridwan yang mendengar ucapan Adi pun segera merubah posisi untuk duduk.
"Tuan, istirahat saja dulu, Tuan Alvan sedang beli air mineral,Tuan Ridwan butuh apa?." tanya Adi sesopan mungkin.
"Tria mana? kamu itu kalau gak salah Mas Adi kan? nama ku Ridwan, salam kenal Mas Adi." Ridwan mengajak berjabat tangan.
Adi pun menurut menjabat tangan Ridwan sementara Ridwan yang mencari Tria seakan mengingat perkataan Adi barusan.
"Tria kemana Mas? Alvan juga kemana? dua orang tadi kemana juga." Ridwan celingak-celingukan mencari keberadaan mereka semua
Adi yang sedikit panik pun hanya bisa membisu, karena pesan Alvan untuk tetap merahasiakan perbincangan Alvan dengan Dirga dan Citari.
Sementara Alvan, Ria dan Tria yang tengah berbincang dengan Dirga dan Citari pun terlibat saling emosi.
"Asal kau tahu Citari! sampai kapan pun aku pastikan Ridwan melupakan mu selamanya! meskipun kamu pernah menjadi kan Ridwan pelarian cintamu ke Dirga!!!!." bentak Alvan ke arah Citari.
Sementara dari jauh sosok wanita tengah tersenyum puas, berkat rencananya mampu membuat Ridwan kembali bingung dan bertanya-tanya tentang masa lalunya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Apakah Citari menyadari tindakan nya? siapakah wanita yang tengah tersenyum tersebut? apakah Ridwan kuat mengingat semuanya?