
...........................β€οΈ.........................
ROMANCE
Sayang duduk manis sini
Sayang bibirmu candu bagiku
Sayang aku melangkah untukmu
Tapi kenapa kau pergi dalam sepi
Semua terserah padamu
Aku begini adanya
Ku hormati keputusan mu
Apapun yang kamu inginkan aku hanya diam tanpa kata.
Meskipun itu palsu
Di dalam hatimu
Luka darimu
Kan membeku
Sakit Hatiku
Merasuk tubuhku
Yang ingin memilikimu
Dalam hidup dan mati ku
^^^Surabaya 25 Juli 2011^^^
...........................β€οΈ.........................
Pagi itu Ridwan mengantar Tria ke Gresik untuk kembali bersekolah, selama dalam perjalanan Tria tertidur dan membuat Ridwan mengagumi wajah manis Tria.
" Semoga tadi malam memantapkan hatiku untuk hubungan kita ya sayang, dan semoga kamu juga bisa melupakan masa lalu mu" tangan Ridwan mengelus pipi Tria.
" ehm, kak eh mas, kenapa? kok gak fokus nyetir gitu?" Tria terbangun dari tidurnya dan membenarkan duduknya.
" bentar lagi nyampai, mau tak antar di mana?" tanya Ridwan sambil kembali fokus mengendarai Lamborghini Aventador nya.
" Di sini, tepat di sini ya mas, jangan pernah palsu di dalam hatimu." Tria menunjuk dada Ridwan yang mengarah ke jantung nya.
" iya iya, kamu siap untuk nikah? kalau siap tak siapkan semuanya sayang." Ridwan mengecup punggung tangan Tria.
" Mas Ridwan kalau yakin aku yakin tapi.....Hem gimana ya?" Tria terlihat ragu ragu.
" Tapi apa? takut dengan siapa? Alvan? Mas Iqbal?." Ridwan menatap Tria.
" Bunda Dewi kalau aku nikah suruh punya anak mas tapi aku kan ingin kuliah dulu dan bertemu sahabat ku yang dari Nganjuk itu mas" Tria merengek seperti anak kecil.
" uluh uluh punya anak aja di permasalahkan, yauda kamu kuliah dulu aja sambil nunggu kamu ketemu sahabat mu siapa namanya? laki laki?." selidik Ridwan.
" Perempuan mas, namanya Endah Wulandari, Mas cemburu ya kalau aku punya sahabat laki laki?." Tria tersenyum penuh arti.
" Ndak juga kan jodoh, Rezeki dan Kematian itu rahasia dari Allah SWT ngapain harus takut juga, kalau kamu dan aku nya setia kenapa harus berpisah? meskipun badai itu pasti ada kok" ujar Ridwan sambil menggenggam tangan Tria.
__ADS_1
" iya sih mas, eh mas itu kan kak Alvan ya? kok dia ke arah sekolah ku? apa ngantar kak Ria?." Tria menatap sebuah mobil Lamborghini Gallardo di samping mobilnya Ridwan.
" iya itu Alvan dan Alvan mungkin tertarik dengan Ria kakakmu tapi dia ingin liat aku bahagia karena dia satu satunya sahabat yang paling mengerti keadaanku juga sayang." ujar Ridwan sambil menginjak gas untuk mengajak balapan.
" Mas, gak usah balapan, gak enak di liat orang juga" Tria merajuk.
" huft yauda nurut aku, tuh makan siang mu , sudah tak siapkan saat kamu mandi pagi tadi, di habis kan jangan telat makan." Ridwan menunjuk pada sebuah tempat makan di dalam dasbor mobilnya.
" iya mas, mas juga kuliah yang rajin ya, Hem mas Ridwan masuk ke halaman sekolah saja nanti putar balik di halaman sekolah saja." pinta Tria yang sudah bersiap siap untuk turun dari mobil.
" Yakin? yauda ikut aja dah kemauan calon bidadari ku ini." gombal Ridwan.
" Maaf ya mas, soalnya aku takut sama Yudi yang satu Minggu yang lalu nyatakan cinta tapi tak tolak kok karena aku yakin sama mas Ridwan." ucap Tria sambil mengemasi bukunya.
" Yudi? yauda nanti tak tunggu toh aku masuk jam 10.30 juga jadi agak nyantai sayang, yang terpenting jangan pernah berubah ya, aku sudah menemukan sayang ku ke kamu" Ridwan mencium kepala Tria yang bersandar di lengannya.
Ridwan mungkin sangat bahagia tapi dia masih risih ketika ada sebuah nama yang mencoba mendapatkan hati Tria. mobil Ridwan berjalan memasuki sekolah Tria yang notabenenya sekolah untuk kalangan menengah dan hanya beberapa mobil yang bertipe mobil keluarga.
Semua siswa siswi heboh dengan kedatangan dua mobil Lamborghini milik Ridwan yang mengantarkan Tria dan Alvan mengantarkan Ria.
" jangan turun dulu, biar tak bukakan pintunya." pinta Ridwan yang memarkir mobilnya di tengah lapangan.
" mas kok di tengah lapangan gini sih, tuh di sana sekalian putar balik." pinta Tria.
" Oh oke oke, Uda lengkap semua sayang?." tanya Ridwan.
" Sudah mas Ridwan ku sayang." Tria mencoba untuk romantis.
Ridwan membuka pintu nya untuk turun dan membuka kan pintu untuk Tria di tengah gerombolan siswa siswi yang mengepung nya.
" Silahkan sayang, ngapain sih mereka?." ujar Ridwan sambil meraih tangan Tria untuk turun dari mobilnya.
" Gak tau mas, makasih ya, jangan lupa kuliah yang rajin jaga hati dan mata juga." Tria memandang lekat Ridwan.
" Tria masuk dulu ya mas, assalamualaikum wr wb." Tria mencium tangan Ridwan.
" waalaikumsalam wr wb, sayang....." ucapan Ridwan terputus karena Tria bergegas pergi dengan membawa jaket hoodie nya.
Ridwan hanya pasrah melihat jaket hoodie nya di pakai Tria yang berjalan menjauh darinya, sementara itu Alvan tersenyum melihat Ridwan yang menemukan cinta sejatinya kelak, tiba-tiba......
Bbbbuuuuuaaaakzzzzzzz (sebuah pukulan mendarat di pipi Ridwan yang tengah melihat Tria berjalan)
" Cih kau rupanya yang merebut Tria dari gua!!! lu pikir anak siapa hah? modal mobil Lamborghini Aventador saja sudah gaya." ucap seorang laki laki yang menyerang.
Alvan yang mengetahui segera berlari menghampiri Ridwan yang sudah jatuh tersungkur untuk menolong nya, dan dua orang satpam sekolah serta siswa siswi segera menghampiri tempat Ridwan terjatuh tak terkecuali Tria yang berlari untuk membantu Ridwan bangun.
" kau pikir siapa? seenaknya kau pukul dia hah?." Tria berteriak di depan cowok tersebut.
" Cih..., ternyata dia yang merebut hatimu darinya, gua selaku sobat nya merasa heran sama lu Tria!! lu sia sia in dia hanya untuk seonggok sampah ini!." laki laki itu menatap tajam Tria.
Ria yang daritadi mengetahui bahwa lelaki itu pernah di hajar nya langsung berdiri di depan Tria untuk melindungi adiknya itu.
" mau apa lu? Uda bosen hidup lu? asal lu tau, laki laki yang kau pukul itu tunangan Tria!!! dan lu baru saja berurusan dengan orang yang salah, bilang ke sobat lu, jangan ganggu Tria lagi atau lu dan sobat lu semua hilang tinggal nama!!." hardik Ria sambil mencengkram kerah baju laki-laki tersebut.
Ridwan yang sudah berdiri pun hanya tersenyum sambil menghampiri Ria dan laki laki tersebut.
" Ria, Uda lepaskan, dia gak salah, kenalkan saya Ridwan tunangan dan sekaligus calon suaminya Tria, jika ada yang tak terima kalau saya tunangan Tria ini nomor saya." Ridwan memberikan nomor telefon nya untuk laki laki yang telah memukul nya.
" Lu beruntung!! karena teman gua gak ada dan asal lu tau teman gua itu suka Tria dan dia kenal dengan Bang Iqbal yang Bos Besar dari tiga wilayah!! lu ketemu Bang Iqbal hancur tuh muka lu!!" ujar laki laki tersebut sambil menunjuk muka Ridwan.
Semua seakan menahan tawa tak terkecuali Ridwan ketika mendengar nama Iqbal yang adiknya berada tepat di sampingnya Ridwan.
" Kau tau Mas Iqbal? emang sejago apa cowok yang mendekati Tria itu? kok mau ya mas Iqbal membantu cecunguk macam kau dan teman kau, asal kau tau kalau mas Iqbal itu...." ucapan Alvan terpotong ketika Ridwan menarik Alvan untuk menjauh dari kerumunan Siswa dan Siswi tersebut.
__ADS_1
" ingat Van , kita Uda janji gak bakal rusuh lagi, dan diem tuh mulut toa kau." Ridwan menonyor kepala Alvan.
Tria yang berjalan di belakang Ridwan pun segera memeluk erat seakan dia tak mau melihat kekasihnya itu pergi.
" eh, Uda masuk Sana, belajar yang rajin, kan kamu calon ibu dari anak anak kita nanti." Ridwan menatap lekat Tria.
" Mas Uda gombal nya itu berdarah lho bibir nya, ini kok baru sadar kalau lebam gini, kamu habis berantem sama siapa mas?" selidik Tria mengusap lembut darah yang keluar dari bibirnya Ridwan sambil menatap luka lebam yang di dapat Ridwan setelah berantem dengan Prika mantan Lidia.
" Ini? ini tadi pagi habis berkelahi sama pintu kamar mandi sayang, dah masuk sana." Ridwan menepis pertanyaan Tria tentang luka lebamnya kemarin.
" jangan dusta mas, dosa lho, yauda selamat kuliah calon imam ku, nih semangat dari ku." Tria mengecup pipi Ridwan tanpa rasa ragu. sedikit pun.
Ridwan termangu merasakan ciuman di pipi nya, dia teringat dengan Lidia juga, siapa yang harus di pertahankan dan di tinggal kan?
" makasih sayang, yauda aku berangkat assalamualaikum wr wb." Ridwan memeluk erat Tria keemudian melepaskan pelukan untuk melihat Tria tersenyum melihat Tria yang menjauh melangkah untuk masuk ke kelas.
Sementara laki laki itu sudah di bawa ke ruang BK sekolah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Alvan yang melihat Ridwan tersenyum ke arah Tria berjalan....
" Wan, ingat, kamu harus jauh dari cewek siapapun karena kamu harus menghargai perasaan Tria juga." sambut Alvan sambil meninju pelan bahu Ridwan.
Ridwan pun mengangguk seakan mengerti apa yang di maksud Alvan, memang cinta dan sayang itu datang dan pergi tanpa kabar sedikit pun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***siapakah Yudi? dan Siapa kah laki laki yang di maksud kenal dekat dengan Iqbal? apakah Ridwan berhasil menjaga hati Tria? atau Tria yang terjerat dengan cinta dari Ridwan nantinya?
penasaran? ikuti terus ya πππ***
...........................β€οΈ.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak ππππππ....
..........................β€οΈ.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπππ.
__ADS_1