LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
DUET PANAS FINAL PART


__ADS_3

Assalamualaikum wr wb kepada pembaca yang saya hormati, saya selaku author mohon maaf jika terdapat kemiripan nama tokoh tetapi ini memang hasil karya pertama saya dan sekali lagi Semoga kalian meresapi dalam setiap perjalanan Lika liku jalan cinta Ridwan di cerita LAST LOVE FOR WHOM?


jangan lupa komentar, like dan vote nya, terimakasih, maturnuwun,maturnuhun, Xie Xie, thank you, bedankt, ありがとうございます


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kepada Yth pembaca Last Love For Whom? mungkin ada yang bertanya kenapa kok episode Rencana Dirga nya gak dilanjutkan?


untuk itu Author jawab ya.


Silahkan di baca dulu baru mengerti alur ceritanya ya 😊😊


Happy Reading guys 😊


..........................❤️.........................


"yauda ,jangan teriak teriak habis ini ya, tahan nafas aja" jawab Ridwan dingin karena tak ingin kalah dengan Ridwan.


Akhirnya mereka berempat berangkat dengan mobil Lamborghini Aventador milik Ridwan dan Lamborghini Gallardo milik Alvan, suara knalpot dari mobil keduanya sangat nyaring terdengar.


Jalanan siang itu tampak lenggang seperti sirkuit Sepang, mobil sport milik Ridwan pun berjajar menunggu lampu hijau yang akan segera meenyala.....


"Seat belt mu sudah benar Tria?" singkat Ridwan.


"sudah kak, tapi kenapa kok berjejer gini mobilmu dan mobilnya kak Alvan?" Polos Tria.


" istighfar terus ya habis ini" senyum Ridwan ke arah Tria.


"kakak Ridwan kalau tersenyum manis ya" ungkap Tria memandang lekat Ridwan.


"hah apa?" Ridwan mencari Jawaban dari Tria.


"lupakan kak, itu kak Alvan sudah jalan tuh" sambil menunjuk mobil Alvan yang sudah berlalu kencang.


"Sialan, Tttttrrrrriiiiiiaaaaaa!!!!!!!" teriak Ridwan sambil menginjak pedal gas mobilnya segera.


Mobil Lamborghini Gallardo Alvan masih memimpin di depan jauh dari mobil Lamborghini Aventador milik Ridwan, sementara itu Ridwan yang menyusul di belakangnya menginjak pedal gas penuh untuk mengejar mobil Lamborghini Gallardo milik Alvan, terjadi balapan yang sepadan saling mengejar antara Alvan dan Ridwan....


"Astaghfirullah kak, kak Ridwan pelan!!!!" teriak Tria sambil memegang kedua tangannya sambil terus berdoa.


"Uda diem!! ini salahmu sendiri" gerutu Ridwan.


Tria pun hanya bisa beristighfar terus menerus mengingat kecepatan kedua mobil itu saling mendahului hingga akhirnya lampu lalulintas yang berubah warna merah pun menyala dan Alvan pun mengetahui kelemahan mobil Lamborghini Aventador milik Ridwan segera mendahului dari sebelah kanan dan........


Brum Brum Brum Brum (suara knalpot racing Mobil Lamborghini Gallardo milik Alvan mengejek Ridwan)


Ridwan pun kaget melihat lampu merah mengerem laju mobilnya secara mendadak....


CCCIIIITTTTTT (suara ban mobil Lamborghini Aventador Ridwan berbunyi.


"Sialan , ini karena kau Tria!!!" gerutu Ridwan.


"astaghfirullah, nyebut kak nyebut, salahku apa?" suara Tria gemetar ketika Ridwan marah.


"lupakan, telfon mbak mu dan tanyakan posisi nya di mana" ketus Ridwan.


Tria pun menelfon kakaknya dan menanyakan tempat nya berada....


"kak, kak Tria sudah sampai Cafe Dirga,ada Citari juga di sana, kakak yakin ke sana?" cicit Tria.


"ya " singkat Ridwan sambil memacu kendaraannya kembali menuju sebuah Market.


"tunggu sini,jangan keluar, faham!!!???" Ridwan memberikan penekanan.


"iya kak, maafin Tria ya kak" suara Tria memelas.


"Hem" singkat Ridwan.


Ridwan pun turun ke dalam market dan langsung menuju stand ice cream untuk membeli kan ice cream ke Tria.


"rasa kesukaannya apa ya?" Ridwan bingung sambil memilih ice cream.


"yauda deh beli semua rasa , repot juga nanti kalau gak mau" ujar Ridwan sambil mengambil keranjang belanja untuk ice cream yang jumlahnya hampir 48 rasa itu.


Setelah membayar di kasir dengan uang nya dia bergegas kembali ke mobil sambil membuka pintu penumpang.


"nih ice cream nya" Ridwan menyerahkan ke ice cream ke arah Tria.


Tria pun melongo melihat ice cream begitu banyaknya dan melihat sekilas Ridwan masuk ke bangku kemudinya.

__ADS_1


"kak kok banyak? gak habis nih" ujar Tria sambil membuka salah satu ice cream favorit nya.


"ya simpan aja" ketus Ridwan.


"ya leleh Ice cream nya, nih kak" balas Tria sambil membuka ice cream untuk Ridwan.


"lihat saya mengemudi? " singkat Ridwan.


"yauda tak suapi ya kak, ayo aaakkk" Tria memberikan kode untuk Ridwan.


"ogah, sini aku makan sendiri"Sambil mrebut ice cream dari tangan Tria.


Tria pun diam dan kembali menikmati ice cream nya kembali....


Ridwan dan Tria pun sudah sampai di depan Cafe milik keluarga besar Dirga tersebut.....


"Kak Ridwan, ingat pesanku? harus apa kak?" tanya Tria.


"harus mesra" singkat Ridwan.


"ya benar, seratus buat kakak, dah sana bukakan pintu buatku kan harus mesra" pinta Tria.


Ridwan pun menyerah dengan keadaan saat ini apalagi dia ingat perjanjian dengan Alvan tadi jika kalah harus mencium Tria di depan Citari dan Dirga....


"mampus, sial banget hari ini" gerutu Ridwan dalam hati.


Ridwan pun membuka kan pintu penumpang dan mengulurkan tangannya untuk Tria...


"Makasih sayang" ucap Tria.


"dih najis" ketus Ridwan.


"eits ingat perjanjian,kita mulai dari sekarang" Tria mengedipkan matanya genit.


"dih genit sekali kamu sini" Ridwan memberikan kode untuk Tria maju.


"apa sayang?" tanya Tria.


Ridwan pun mencium pipi Tria tepat di depan Dirga dan Citari yang sedang duduk melihat nya di lantai dua Cafe dan terlihat jelas oleh Alvan dan Ria, Ria yang melihat itu pun langsung beranjak untuk menghampiri Ridwan dan Tria tapi di cegah oleh Alvan....


"kak ini kan gak ada dalam persetujuan kita!!" protes Tria sambil mengelap pipinya yang telah di cium Ridwan.


"lha katanya harus mesra, itu kan mesra" ketus Ridwan.


"iya tapi bukan muhrim kita!!" ketus Tria.


"lha kita pegangan tangan pun belum muhrim, apa kita batalkan?" pinta Ridwan.


Tria dan Ridwan pun sama sama terdiam sambil merasa kikuk dalam hatinya masing masing, mereka berdua pun ikut berbaur dengan Ria dan Alvan yang sudah datang 20 menit lebih awal.


"sudah ku lakukan Van" ketus Ridwan.


"ya gak bisa lah, lakukan sampai pulang dari sini" Alvan meledek.


"saya yang nyuruh kak Alvan untuk taruhan balapan, kenapa? mau protes? sini maju kak Ridwan" ujar Ria sambil memasang kuda-kuda nya.


"jadi ini ulah kalian berdua kak Ridwan mencium ku?" Tria memekik kaget.


"ya itung itung Ridwan membuka hatinya untuk cewek lainya termasuk kamu" Alvan menjelaskan.


"pala kau membuka hati,nih kepala pakai dan fungsi kan semestinya" Ridwan menonyor kepala Alvan.


Alvan dan Ria pun tertawa penuh kemenangan mengerjai Ridwan dan Tria, karena mereka berdua ingin melihat Ridwan sembuh dari luka hatinya dan Tria sembuh karena luka hatinya pula, tiba tiba.......


"Oh ini kekasih baru mu itu, lumayan juga Lu dapat yang tajir juga" ucap Dirga pedas.


"diem kamu Dirga" Tria mencoba menghampiri Dirga untuk menampar Dirga tapi di cegah oleh Ridwan.


"Sayang, Uda biarkan, si Dirga kan mau nikah juga, eh ada dik Citari, kenal kan ini Tria calon istriku " sambil menatap Citari lekat.


"Selamat ya mas, mas Ridwan sudah bisa move on ya" ucap Citari terdengar bergetar nada nya.


"oh jelas bisa move on lah sahabat ku gitu loh, lha kamu Dirga kenapa panas liat Ridwan dan Tria? kamu masih Cinta sama Tria? sadar diri lah kau bekicot tempur" ledek Alvan sambil menatap tajam Dirga.


"meja kasir nya mana ya sayang?" Ridwan memeluk rapat tubuh Tria.


Author be like "Ridwan totalitas sekali di suruh mesra ke Tria"


Ridwan be like "lha kan kau sendiri Thor yang nulis naskahnya"


Author be like "ya tapi jangan segitunya juga buaya darat"


Ridwan be like "tenang cintaku bukan dia kok Thor"


Author be like " suka suka gua lah, gua yang nulis lu kok ngatur?"


Ridwan be like "Thor cukup Thor, lanjutkan lagi Thor"


Tria pun memerah pipinya setelah perlakuan Ridwan ke dirinya...


"sayang kok gak ngomong sih,Mmmuaccch" bibir Ridwan mendarat tepat di pipi Tria yang merah merona.


"ih sayang malu dilihat Dirga dan Citari mantan mu tuh" Tria menunjuk Citari yang melongo melihat perlakuan Ridwan ke Tria.


Citari pun menyadari begini sakitnya mas Ridwan saat itu ketika dirinya menduakan nya dengan mas Iqbal dan begini sakitnya melihat mas Ridwan mencium di depannya.


"Mas Ridwan, di sebelah sana kasirnya dan bisakah kita ngomong berdua?" pinta Citari.


"maaf ya, kalau bisa semuanya ikut biar tidak cemburu kekasihku ini, bener Ndak sayang?, Mmmuaccch" Ridwan kembali mencium pipi Tria.


"Sayang sudah nanti di lanjutkan lagi di kamar ya" tangan Tria mengelus pipi Ridwan.

__ADS_1


"oke sayang, nanti berapa ronde sayang? 3?4? atau sampai shubuh?" Ridwan mengedipkan sebelah matanya.


"hei nikah dulu baru mikir gitu Dasar Monyet Bau, Kadal tempur, Muka Monyet, Kecoa Got, Babi Bunting, Dinosaurus, Brontosaurus, Kirek!”ucap Alvan sambil menonyor kepala Ridwan.


Dirga terlihat sangat emosi melihat kemesraan Tria sang Mantanya bermesraan dengan Ridwan sang mantan Citari...


"yauda kita pesan dulu ya dik Citari,tunggu di atas aja" pinta Ridwan sambil menatap Citari yang sedari tadi menunduk.


Ridwan pun menggandeng erat tangan Tria untuk menuju memesan beberapa camilan dan minuman, setelah itu Ridwan mengajak Alvan dan Ria untuk beranjak ke lantai dua guna bergabung dengan Dirga dan Citari sambil tetap menggandeng erat Tria....


"eh Ria, kau lihat mereka? serasi ya? tapi sayang hanya hari ini saja bisa lihat Ridwan mesra ke cewek" ujar Alvan di depan Ria.


"emang nya kak Ridwan hanya mesra ke cewek nya? bukan ke semua cewek?" tanya Ria kembali.


"hahahahahahah Ridwan bukan Playboy cap badak yang ada rasa mentol mentol nya gitu" kelakar Alvan.


"Semoga aja Tria bisa move on, lagian kak Ridwan juga belum bisa membuka hati nya lagi, oh ya kak Aryani jadi di penjara? ku dengar rumor nya" selidik Ria menatap Alvan.


"ya benar tapi aku hanya ingin sendiri dulu setelah Aryani berkhianat ke aku dan Ridwan yang memberikan semangat untuk move on tapi ya gitu kita sama sama ingin sendiri dulu karena prinsip kita saat sini sahabat selamanya, kasihan Ridwan kalau kamu tau kisah cinta nya dengan Citari" Alvan menjelaskan sambil membakar rokok nya.


"sama dengan Tria, Tria aja dulu hampir di setubuhi sama Dirga tapi berhasil di gagal kan sama kak Tantri, beruntung aku tahu kalau kak Tantri menggagalkan rencana Dirga saat itu ke Tria kalau dulu Dirga sampai merenggut mahkota Tria pasti ku hancurkan tuh masa depannya dengan lemparan kosotogare (tekhnik lemparan Judo)" Ria berubah garang.


"sabar ya dik Ria, semoga Ridwan bisa membuka hatinya kembali, aku tau Ridwan itu tulus ke orang yang di cintai nya tapi ya gitu sekali gagal percintaan nya langsung mode dingin nya keluar" Alvan menambah kan.


Ridwan dan Tria duduk di depan Dirga dan Citari untuk membahas semuanya dan Alvan dan Ria duduk di belakang Dirga dan Citari berjaga jaga ketika Dirga menyerang Ridwan dan Tria karena Alvan tau dari wajahnya Dirga yang penuh emosi saat melihat Ridwan yang hanya berpura-pura mesra ke Tria...


"Kenapa kok mau ngobrol lagi sih sayang dengan mereka?" rengek Tria ke arah Ridwan.


"Biar aja sayang mereka kan setelah ini bertunangan jadi mungkin ada yang di sampaikan" Ridwan membuka rokok nya kemudian mengambil satu untuk di bakar.


"Tria kamu yakin dengan Ridwan? bukankah dia itu playboy?" celetuk Dirga sambil menunjuk Ridwan tepat di mukanya.


"Santai bro, ngomong pelan bro, kan kau Uda punya Citari kenapa ungkit Tria kekasih ku?" Ridwan menghembuskan asap rokok nya di muka Dirga.


"jangan buat aku emosional kau Wan, ingat di sini wilayah gua, lu berempat bisa ku bunuh di sini juga dan saat ini juga!!" gertak Dirga.


"Kalau cemburu bilang Bro, kamu Uda punya Citari kan? kenapa ingin merebut Tria dariku? kalau kamu masih cinta Tria ya jangan tinggalkan Tria apalagi mengkhianati dia dengan cara bertunangan diam diam dengan Citari" ucapan Ridwan tenang tapi menusuk.


"Gua ingin Citari dan Tria juga apa hak nya lu hah? lu gak pantas untuk Citari maupun Tria karena Lu hanya bisa menyia-nyiakan Citari yang berusaha membuka hati buat lu" suara Dirga lantang penuh kemenangan.


"hah buka hati? kau pikir saya gak tau? kalau semisal keluarga Citari tidak punya hutang ke keluarga mu pasti gak akan terjadi pertunangan mu dengan dia bro, dan lu gak berhak tau alasan ku dingin ke Citari biar Citari yang jelaskan ke kamu" Ridwan menatap lekat Dirga yang penuh emosi.


Sementara itu Alvan melihat sekilas sebuah mobil yang di kenalnya dan Alvan tau itu adalah mobil.......


"terlambat Wan kamu bilang gitu hahahahahaha sudah saat nya kamu tewas setelah ini, Rian!!!! Ghani!!!!!! bunuh Ridwan segera!!!!" teriak Dirga memanggil dua anak buahnya untuk mencelakai Ridwan dan Alvan.


Ridwan dan Alvan pun bersiap untuk kemungkinan terburuk jika terjadi, Tria pun menangis melihat Dirga mengeluarkan pisau lipat untuk siap menikam Ridwan dan Alvan, Ghani dan Rian pun sudah berada di tempat untuk menyelesaikan perintah Dirga, tiba-tiba...........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......


halo pembaca semuanya yang saya hormati, jika berminat tinggalkan komentar nya dan like ya, oh ya bagi yang belum vote bisa vote ya agar Author bisa memberikan cerita dan menghibur kalian semua.


Cerita ini akan bersambung di RENCANA DIRGA FINAL PART ya, tetap ikuti terus, terimakasih 😊🙏🙏🙏


...........................❤️.........................


...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....


...jangan lupa like, vote dan komentarnya ya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....


..........................❤️.........................

__ADS_1


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.


__ADS_2