
Assalamualaikum wr wb kepada pembaca yang saya hormati, saya selaku author mohon maaf jika terdapat kemiripan nama tokoh tetapi ini memang hasil karya pertama saya dan sekali lagi Semoga kalian meresapi dalam setiap perjalanan Lika liku jalan cinta Ridwan di cerita LAST LOVE FOR WHOM?
jangan lupa komentar, like dan vote nya, terimakasih, maturnuwun,maturnuhun, Xie Xie, thank you, bedankt, ありがとうございます.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...........................❤️.........................
Setelah semua keluarga Dika pulang, kini mereka kembali berangsur normal dengan kegiatanya masing tak terkecuali Adi yang kini di suruh mencari orang kepercayaan untuk menjaga Ridwan dan Alvan.
"Adi kemari duduk sini, saya ingin bicara" suara tegas ayah Mukti membuat semua yang hadir menghentikan aktivitas nya masing masing.
" saya Tuan Besar Mukti, ada yang bisa saya bantu?" Adi menunduk memberi hormat.
"bisa carikan Pelindung untuk di dekat Alvan dan Ridwan? saya tak ingin ketika kuliah nanti Ridwan nyawanya terancam kembali" suara ayah Mukti kembali tegas.
" Baik Tuan Besar, beri waktu saya 2 hari untuk memberi kan nama dan orangnya" Adi tetap menunduk ke arah bawah.
" Good job Adi, kamu biar jadi pelindung Iqbal ya karena saya tak ingin dia nanti main mata dengan wanita lain selain kekasih hatinya nanti" papa Wicaksono ikut nimbrung.
Alvan dan Ridwan yang sedari tadi hanya diam pun menoleh ke arah ayah Mukti dan papa Wicaksono bersamaan.
"oh ya Tria, terimakasih banyak atas semuanya tadi malam dan bagaimana menjaga seorang Ridwan yang begitu keras kepalanya?" ayah Mukti pun berjalan ke arah Tria yang duduk di samping isterinya.
"Alhamdulillah Om tidak sulit karena kak Ridwan berantusias untuk kembali sehat, benar begitu kak Ridwan?" Tria menatap Ridwan untuk mencari jawaban tersebut.
Ridwan hanya mengangguk untuk memberikan jawaban tersebut dan kembali di sibukkan melihat liontin yang di berikan oleh Citari.
"anak ku Ridwan Setya Mukti, Ayah mu dan Om Hadi sudah berunding terkait keinginan dari mama mu tercinta dan Tante Dewi, terkait suatu hal, tapi sebelumnya ayah tanya Dan jawab sejujurnya, bisa?" ayah Mukti memasang wajah serius di ikuti semua yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1
" bisa asal tidak suruh Ridwan keluar negeri untuk kuliah" sahut Ridwan asal.
"bukan itu mas, tapi ini" ayah Mukti memberikan kotak perhiasan yang isinya cincin pertunangan.
"maksudnya ayah gimana sih? ayah mau tunangan sama om Hadi?" polos Ridwan di ikuti gelak tawa semua yang hadir.
" gile kau Wan, ini bukan permintaan ayah dan om Hadi, benar begitu bapak Hadi yang terhormat? ini permintaan mama mu dan Tante Dewi agar kau sembuh dari luka hatimu yang mendayu-dayu sakit karena cinta ingat!!!! karena cinta!!!! mereka berdua ingin kamu Ridwan dan kamu Tria!!! untuk bertunangan, faham kalian berdua?" ujar ayah Mukti di ikuti mama Inah yang berjalan bersama dengan Tante Dewi.
" Tria sini dekat Tante" mama Inah memanggil Tria untuk mendekatinya dan Tante Dewi.
"Iya Tante" Tria berkata lembut.
" nak Tria mau bertunangan dengan anak Tante? " pinta Mama Inah.
" bentar sayang, tak jelaskan dulu biar clear semuanya tidak ada salah paham lagi" ayah Mukti meminta mama Inah untuk berhenti.
"jadi gini mas, kamu tak usah khawatir apakah keluarga besar Tria itu murni ingin kamu dan Tria bertunangan? atau hanya untuk memajukan bisnis masing masing keluarga tapi ini murni untuk kesembuhan hatimu, sayang sekali ayah hanya bisa sinis ke kamu karena apa? ayah mu ini tak pernah sakit hati ketika jatuh cinta bahkan mama mu sendiri lah yang mengejar ayah mu yang tampan ini ,hehehehehehe peace ya sayang" ujar ayah Mukti sedikit meringis saat mama Inah menatap tajam ayah Mukti.
"jadi maksud kalian semua datang ke sini untuk pertunangan ku dengan Tria? maaf yah ma Ridwan ingin sembuh dulu, Ridwan tak ingin membuat pelarian cinta ke Tria nanti yang akan sakit Tria juga, maaf Om Hadi dan Tante Dewi bukanya Ridwan menolak Tria yang sangat baik luar dalam nya tapi Ridwan ingin sendiri dulu" ucap Ridwan lemas.
Melihat hal itu, Tria sege berdiri di samping Ridwan untuk membantu Ridwan berbicara....
" Pah nda, maaf kan Tria yang mungkin papa dan bunda menganggap Tria durhaka tetapi....." ucapan Tria terputus.
"tetapi kenapa nduk? gak apa-apa bilang saja,toh papa dan bunda mu juga orang yang demokrasi kok jadi jujur saja gih" papa Hadi membuka suaranya.
"maaf Om Mukti dan Tante Inah, Tria minta maaf, Tria juga masih ingin sendiri karena masih ada rasa sedikit tentang Dirga" ucap Tria bergetar.
Tantri yang mendengar nama Dirga di sebut langsung berjalan ke arah Tria.....
" lucu sekali lu dik!!! Tria yang bejat itu mau lu pertahankan?!! asal lu tau dik, kalau kakak datang terlambat waktu itu!!! kau sudah di tampar oleh Dirga anak setan itu!! lu dan Ridwan hanya sama sama sakit dan sembuhkan dengan cara kalian selalu bersama, jangan sampai kakak datang ke Dirga untuk membunuhnya, faham lu dik!!!" tegas Tantri sambil menunjuk ke arah muka Tria.
" tapi pah, Dirga itu anak setan!!! dia berencana menampar dik Tria untung Tantri datang tepat waktu kalau tidak? pasti sudah di lecehkan Tria, lu kapan sih dik sembuh? kapan liat lu bahagia dik? " sarkas Tantri.
" dik Tantri sudah cukup jangan di paksa Tria, mungkin benar juga dik Ridwan menolak bukan hanya ingin sendiri tapi masih takut Dan trauma dengan perasaan" ujar Iqbal lembut.
" lu diem deh kakek lampir!!! lu tau apa tentang Dirga? lu tau apa tentang perasaan?!!" ujar Tantri penuh emosi.
Semuanya terdiam, waktu seakan berhenti dalam sekejap saat kedua orang tersebut kembali bersitegang, hingga akhir nya......
" Yah, ma, om dan Tante, Ridwan ingin sembuh dan bertunangan dengan Tria dengan syarat" Ridwan membuka suaranya.
"apa syaratnya? kita akan pegang syaratnya* suara ayah Mukti tegas.
" Yang pertama Tria biar sembuh luka hatinya, yang kedua biarkan Ridwan fokus kuliah terlebih dahulu dan yang terakhir jika benar Tria tulang rusukku yang hilang maka dia dan aku akan bertemu meskipun banyak cobaan lagi nantinya* Ridwan berkata setegas mungkin.
Semua mengangguk tanda setuju kecuali dua orang manusia yang masih dengan perang dingin nya yaitu Iqbal dan Tria.
*Yauda Om Hadi pegang ucapan mu asal Tria benar benar menjaga dirinya untuk suaminya kelak" tegas om Hadi.
Ridwan Dan Tria pun hanya saling menatap tanpa ada suara yang keluar dari bibir mereka berdua hingga akhirnya terdengar ucapan yang sangat mencekam.....
" Tantri jangan memaksakan kehendak adik lu dengan Ridwan!!! lu egois nenek lampir!!" sarkas Iqbal.
" bodo amat, lu aja yang oon, lu aja yang hanya bisa pakai otak lu tapi hati lu gak punya, dasar kakek lampir!!!, lepaskan tangan ku dasar mesum!!!!!!" Tantri berteriak keras agar Iqbal melepaskan tangannya.
__ADS_1
Mereka semua hanya menggeleng melihat mereka berdua perang mulut bahkan Iqbal di pukul Tantri pun Iqbal hanya diam tanpa membalas, Ridwan kembali memandang liontin yang di genggamannya di ikuti Tria yang memandang foto Dirga di handphone nya....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued........
***Siapakah T itu? apakah Ridwan mau melamar Tria untuk menjadi pasangan hidupnya? apakah Tria mampu melupakan Dirga??
apakah pembaca tahu siapa T tersebut? padahal Ridwan memiliki rasa ke Tria meskipun kecil begitu Tria yang memiliki rasa ke Ridwan?
penasaran????? tinggalkan vote, komentar serta like nya ya readers.😊😊😊😊***
...........................❤️.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....
__ADS_1
..........................❤️.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.