LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
PENGORBANAN TRIA


__ADS_3

...........................❀️........................


Dua bulan telah berlalu, ketertarikan Lidia ke Ridwan semakin menjadi jadi dengan penyebaran rumor tentang mereka, tapi dasar Ridwan yang tidak ambil pusing karena rumor tersebut begitu juga Alvan juga menikmati cinta nya dengan Ria.


" Wan, kau santai amat menghadapi rumor itu, kau gak risih gitu?." ujar Alvan sambil menyeruput kopi nya.


" ngapain coba? biar saja rumor itu toh nantinya kau tau Van tujuan ku tentang rumor itu, besok ikut ke Ruang Badan eksekutif mahasiswa universitas yuk." Ridwan mengecek berkas untuk pendaftaran Presiden BEMU.


" Serius kamu mau maju ketua BEMU Wan? Yakin kau bisa menghandle kuliah mu? ingat kuliah juga Wan dan ingat Tria juga yang ingin kuliah di Inggris kelak, kau gak ingin mendampingi nya ke Inggris gitu?." Alvan membantu mengecek berkas Ridwan yang berada di sampingnya.


" Santai, ikut organisasi tidak sejelek yang di pikirkan juga dan biar Tria kuliah di Inggris tanpa aku pun dia harus tetap maju demi calon anak anak nya nanti." sahut Ridwan sambil membakar rokok nya.


Ridwan menatap ke arah lalu lalang mahasiswa yang tengah di joglo fakultas bahasa dan seni tersebut sedangkan Alvan memasukkan berkas ke map dan menyerahkan ke Ridwan.


Dua pasang mata yang telah memperhatikan Ridwan yang tengah menikmati rokok dan kopi berniat untuk bergabung dengannya, Vita yang sedari dulu ingin berdampingan dengan Alvan hanya bisa menahan rasa itu dengan penuh harap.


Lidia dan Vita berjalan ke arah Ridwan dan Alvan tanpa memperdulikan status Ridwan yang sudah bertunangan dengan Tria. sambil menatap Ridwan dengan penuh tulus sayang tapi Ridwan tak mengerti hati Lidia yang bertepuk sebelah tangan itu, sakit ya?.


" Wan, Gimana kabarnya? Alvan juga sehat kan?." Lidia membuka percakapan sambil menatap sendu ke Ridwan.


" Alhamdulillah, tumben sekali mau kesini, kamu sehat? Oh ya ada apa nih?." Ridwan menatap Lidia dan Vita bergantian.


" Lihat kalian berdua seolah olah tak ada yang menemani jadi kita ke sini, boleh kita duduk?." tanya Lidia sambil menunjuk bangku yang kosong di sebelah Ridwan.


" Ya duduk saja." pendek Ridwan.


" Wan, jangan jadi Ridwan yang dingin kenapa, aku tau kamu sudah bertunangan tapi jangan cuek dengan ku." rengek Lidia.


Netra Ridwan menatap lekat Lidia mencoba untuk mencari keinginan Lidia, sementara Vita menatap Alvan yang sedari tadi memainkan game di handphone nya, Ridwan merasa kan hati Lidia yang merindukan apa itu cinta dalam hatinya Lidia.


" huft, Lidia, aku cuman ingin menjaga apa yang harus aku jaga dan tak ingin menyakiti siapapun." Ridwan membakar kembali rokok nya.


" Wan, jangan salah paham, aku hanya ingin kita berteman bukan menjadi pasangan kekasih yang menjalin kasih dan cinta, kenapa kamu selalu menghindar?."


" Yauda, kita berteman, apa yang harus di lakukan saat berteman dengan lawan jenis? jujur aja aku cuman punya sahabat yaitu Alvan dan mas Iqbal serta Adi, Ghani, Rian, kalaupun berteman dengan lawan jenis tak tahu apa yang harus di lakukan." Ridwan menatap kosong kopi di depannya.


Tatapan Lidia berusaha tabah mendengar perkataan Ridwan yang begitu polosnya, Alvan yang mengerti ucapan Lidia mengarah untuk menarik perhatian Ridwan hanya tersenyum ke arah Ridwan yang tengah kebingungan.


" Wan, cuman ngingetin saja, Tria yang ada di hatimu jangan sampai lepas sebelum kau menyesal, aku baik dulu, assalamualaikum wr wb." ucap Alvan sambil memasukkan handphone ke dalam tas nya.


" oke tak ikut balik sisan nek ngunu, oh ya Lid, aku pikirkan ya kita bisa berteman atau Ndak, bye, assalamualaikum wr wb." Ridwan beranjak untuk meninggalkan Lidia dan Vita yang menatap ketus ke arah Ridwan.


Lidia menatap kepergian Ridwan seakan-akan tak rela nama Tria masih membekas dalam telinga nya, ingin rasanya menyingkirkan Tria untuk selamanya dari kehidupan Ridwan, ingin rasanya memeluk Ridwan untuk hanya dia semata.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dua wanita seumuran sedang tengah berbincang dengan Iqbal beserta Tantri serta Ria, kedatangan Wulan sahabat dekat Tria dari Nganjuk pun membuat Tria ingin menitipkan pesan untuk nya nanti.


" Lan Wulan, Uda punya planning lulus SMA kemana?." ucapan Tria seakan menarik Wulan untuk menjawab.

__ADS_1


" Rencana kuliah sih tapi gak tahu lagi, emang lu serius mau ke Inggris? terus tunangan lu gimana? Lu yakin sama dia?." Wulan mengaduk es kopi di depannya.


" Mungkin ini sedikit gila, maka dari itu aku mau nitip pesan ke kamu juga dan di saksikan dengan kak Ria, kak Tantri serta tunangan nya kak Iqbal, tapi kira kira kalian semua mau ndak?."


Netra Tantri yang teduh menatap Tria seakan menjawab kegundahan hati adik angkatnya tersebut tetapi berbeda dengan tunangannya si Iqbal seorang Bos Besar yang memiliki banyak anak buah sementara Ria hanya bisa menghela nafas panjang mendengar adik kembarnya itu.


" Yauda, apa yang harus gua lakukan untuk sahabat ku yang paling baik ini?." Wulan membuyarkan lamunan Ria dan Tantri.


" Aku ingin kamu nanti jaga Mas Ridwan tunangan ku Lan karena ada seorang wanita yang tak ingin aku bersama nya, kamu bisa kan?." Tria menggenggam erat tangan Wulan untuk mendapatkan jawaban.


" Hanya itu?, oke deh tapi kak Tantri serta kak Ria setuju ndak nih? takut nya Ndak setuju kan sama saja." tukas Wulan sambil menatap Ria dan Tantri berganti an.


" Kita berdua setuju setuju saja asal kamu tenang saat kuliah di sana naantinya dik." sahut Ria dengan senyuman.


" Tapi, dia gak seperti Dirga mantan lu kan? kalau seperti mantan lu ogah gua, wajah mesum dan sok cool pula, dih jijik." seloroh Wulan sambil menunjuk Tria.


" Insyaallah sangat beda, dia hanya mudah untuk jatuh cinta karena aku masih belum sembuh luka hatinya Lan dan aku kan mencoba menyembuhkan lukanya tapi permintaan Ortunya ke aku untuk kuliah di luar negeri karena untuk menguji hati mas Ridwan." Tria menunduk menyembunyikan bulir air matanya.


" Lu kenapa gak menikah muda saja sih, bukanya malah enak ya?." sahut Wulan.


" Aku sudah siap, dua keluarga sudah sangat berharap untuk pernikahan muda kita tapi mas Ridwan masih trauma dengan percintaan Lan, aku juga gak boleh egois meskipun aku sudah cinta ke mas Ridwan." Tria menyenderkan kepalanya ke bahu Wulan.


" oh gitu, terus Dirga lu taruh mana ? jangan bilang Dirga masih ngejar Lu Tria." Wulan menyelidik sambil menatap lekat Tria.


" Dirga sudah sama mantannya mas Ridwan dan itu yang kamu bongkar dengan kak Tantri, maka dari itu nanti beneran titip mas Ridwan ku ya Wulan." Tria memelas.


Terus?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terus lanjut ke episode berikutnya ya guys, selamat penasaran.....


...........................❀️.........................


terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š.


..........................❀️.........................


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.

__ADS_1


__ADS_2