
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati dan terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
Bulan Mei pun datang dengan cepat sehingga Ridwan dan Alvan beserta siswa siswi kelas 12 di SMA Taruna Nusantara bersiap siap untuk Ujian Nasional dengan menyambut nya lebih semangat.
Sementara Alvan dan Ridwan saling tidak menyapa dan Aryani semakin terlihat persis orang yang mengandung anak dalam perut nya tetapi yang menyadari hanya Alvan,Ridwan dan Sahabat nya.
"Selamat Pagi sayang ku mas Ridwan, nih nasi goreng buatan ku nanti semangat ya belajar nya besok Senin sudah ujian lho" Citari memberikan senyuman genitnya ke Ridwan.
"Terimakasih dik Citari, Besok semingguan Ujian Nasional jaga kesehatan ya dan tetep semangat berlatih nya" Ridwan mengacak-acak rambut Citari sambil tersenyum.
"udah mas , ada teman mu itu lho malu" Citari menatap Alvan.
"siapa? aku cuman punya kamu kok lagian si Alvan kan juga mau nikah ngapain di urus" tatap sinis Alvan.
"Uda jangan gitu, gitu juga sahabat mu mas, yauda tak tinggal dulu ya kelas.
Alvan dan Ridwan hanya saling menatap tetapi mereka tau jika di kelas dan di sekolah mereka berdua tidak percaya pada siapapun.
Citari berlari ke kelas 12 IPA dan di belakang nya sudah ada Diah,Ella dan Fahira, sementara itu Rino dan Diky masih mencari keberadaan kekasihnya tersebut.
"Diky sudah ku jelaskan berapa kali ke kamu, aku ingin membantu mas Ridwan dan mas Alvan kenapa kamu tak pernah percaya" Rino sambil berjalan di samping Diky.
"apa sih, ngomong apa kamu? membantu apa ke mas Ridwan dan mas Alvan?" ketus Diky.
"nih baca SMS ku dengan Fahira kamu bakal tau dan ini rekaman waktu di cafe dengan mereka berempat" Rino memberikan foto CCTV ke Diky.
"jujur aku gak tau maksud mu dan untuk apa ini semua Rin?" polos Diky melihat semua foto itu.
"mbak Aryani dan adiknya serta Citari ingin menghancurkan keluarga mas Ridwan dan mas Alvan kemudian pacar ku si Diah mendapatkan uang dari Citari juga" Rino menjelaskan tanpa berhenti.
"biarkan saja lah toh gak ada efeknya dengan kita juga" enteng Diky.
"Benar gak ada efeknya tapi nyawa mas Ridwan dan mas Alvan dalam bahaya Diky!!!!" Rino sambil menatap tajam Diky.
"mangkanya temukan aku dengan mas Ridwan dan mas Alvan biar kamu paham juga, aku hanya ingin Diah dan pacar mu Fahira tidak kenapa kenapa" lanjut Rino.
"yauda nanti pulang sekolah tak SMS kamu, kita cari Fahira dan Diah dulu saja" santai Diky.
..........................❤️.........................
...POV...
...CITARI, ELLA, DIAH DAN FAHIRA...
Dalam ruang kelas 12 IPA Citari, Diah, Fahira dan Ella menemui seorang yang sangat penting untuk melakukan hal yang sudah di rencanakan mereka semua.
"Gimana perkembangan nya Citari ku yang manis?" antusias gadis itu.
"sudah berpisah mereka berdua dan terlihat Ridwan memandang Alvan dengan tidak suka" Sinis Citari.
"Bagus tapi ini nanti hubungan mu dengan Ridwan akan berakhir,apakah kamu bersedia?" gadis itu memberikan tatapan tajam.
"Sangat bersedia demi menghancurkan keluarga Alvan dan menjauhkan Iqbal dari Alvan" Citari mendengus kesal.
"untuk kamu Diah nih upahmu telah berhasil memantau Iqbal sampai detik ini" menyerahkan amplop berisikan uang ke arah Diah.
"makasih dan untuk selanjutnya eksekusi untuk melenyapkan Ridwan dan Alvan kapan? karena kita punya anggota baru yang sangat di percaya" ujar Diah penuh semangat sambil memajukan Ella dan Fahira.
"untuk melenyapkan mereka berdua tunggu setelah Ujian Nasional berakhir dan heemmm oh ini Ella dan Fahira yang kalian ceritakan. dan untuk Diky dan Rino mereka berpihak ke siapa?" gadis itu menatap Citari dan Diah bergantian.
"Halah sudah, mereka berdua anak cupu yang tak tau apa apa" senyum Diah penuh kebencian.
"ok saya faham dan untuk Ella dan Fahira tugas kalian berdua amankan Diky selaku kekasih kau sendiri Fahira dan Ella kamu pantau Alvan lebih dalam, faham kalian berdua?" tegas cewek itu.
"siap laksanakan" Ella dan Fahira bersamaan.
Siapakah gadis yang di temui mereka semua? dan apa hubungannya Alvan dengan Iqbal beserta Ridwan yang harus di musnahkan? bukan Citari mencintai Ridwan sebegitu kuatnya?
Sementara Ella hanya tersenyum melihat mereka semua bertingkah karena menganggap sudah bakal menang.
__ADS_1
"eh yauda kita balik dulu ke kelas nanti kita kumpul di rumahnya Citari saja,gimana?" Diah membuka suara.
"bolehlah di rumah Citari tapi kamu bisa gak Ella?" tanya cewek misterius itu ke Ella.
"bisa kok, tapi izin ortu dulu ya" ucap Ella menatap cewek misterius itu.
"yauda kita balik dulu sudah mau ganti jam pelajaran juga, bye" Citari melambaikan tangan ke arah cewek misterius itu.
Citari, Diah, Fahira dan Ella berjalan santai ke arah kelas mereka tetapi tiba tiba Ella berhenti.
"kenap lu El? ada masalah? kok megang perut gitu?" Diah yang disampingnya melihat Ella yang memegang perutnya.
" bisa antar dan tungguin di toilet kagak? perutku tiba tiba mules nih" sambil memegang perutnya.
"Oalah yauda yuk temenin Ella di toilet dekat kantin saja" Citari memberikan ide.
Ella segera bergegas masuk ke toilet dan Diah Fahira dan Citari memesan camilan untuk menunggu Ella.
"Ella kalau kebelet buang air seperti itu ya, lucu" Citari tertawa lepas.
"ih jijik kau Citari, nih dah makan saja" Fahira menaruh kentang goreng dan klepon di depan mereka.
"makasih Fahira sayang" Citari dan Diah bersamaan.
" ih jijik kali kalian" Fahira bergidik ngeri.
"hahahaha" Citari dan Diah tertawa lepas.
Sementara di dalam toilet, Ella mengeluarkan hape dan mengirim pesan suara ke Alvan,Iqbal, Ridwan dan Diky secara bersamaan.
Ella
ini bukti hari ini dan di dengar kan secara pelan pelan.
Iqbal
gila kau El dan tetap hati hati
Diky
kau bersama mereka hah? ini Rino mulai was- was dengan mas Ridwan serta mas Alvan.
Ridwan
Alvan
itu suara seperti nya gua kenal guys
Ella
Uda jangan kirim pesan lagi dan pesan segera hapus semua, paham kalian?
Iqbal
paham komandan
Diky
siap Ndan
Ridwan
Laksanakan Ndan
Alvan
86 menuju di baca Ndan
Ella menghembus kan nafas lega dan segera di hapus pesan dan tidak lupa untuk menyimpan semua di kartu memori nya dan mengeluarkan memori eksternal dari hapenya.
"woi sini El, nongkrong dulu napa jangan terburu buru ke kelas" panggil Diah.
"maaf lama soalnya perutku sakit banget tadi, maklum sudah gak setor 2 hari,hahahaha" tawa Ella.
"gila lu El,jijik aku membayangkan nya" Citari sambil geleng geleng.
Mereka berempat duduk sambil tertawa lepas sambil menunggu bel pergantian pelajaran selesai.
..........................❤️.........................
__ADS_1
Sementara di kelas Alvan dan Ridwan sudah memulai untuk melancarkan aksinya untuk terlihat tidak saling bersahabat lagi.
"eh curut pinjam pulpen, jangan songong gua bantai juga kau" Alvan menarik pulpen Ridwan paksa.
"******* kau Van, kau jangan seenaknya sendiri ******* kau,nih makan" sebuah pukulan mendarat di perut Alvan.
"dasar ****** kau Wan, nih makan pukulan gua" Alvan kembali membalas pukulan nya.
Kericuhan itu membuat teman teman Alvan dan Ridwan ada yang ingin melerai tapi pada gak berani takut kena tendang maupun pukul, ada juga yang merekam dan mengirim ke sosial media mereka.
Hingga akhirnya berita perkelahian Alvan dan Ridwan tersebar luas dan begitu cepat.
"eh Citari ini kan mas Ridwan dan mas Alvan kenapa berkelahi?" ucap Fahira sambil menunjukkan sebuah video di sosmed nya.
"Akhirnya mereka berkelahi juga,hahahaha" Citari tertawa jahat.
Sementara itu Ella, Fahira dan Diah melihat video itu juga tertawa akan tetapi Ella berbicara dalam hatinya.
"Bagus mas Ridwan dan mas Alvan kita sudah melakukan aksi kita" Hati Ella bergemuruh.
Keributan di kelas Alvan dan Ridwan mengundang guru BK dan Pak Dhani Waka Kesiswaan tentunya, hingga akhirnya mereka berdua di seret ke ruang BK.
"kalian berdua kenapa tiba tiba berubah? bukan kah kalian berdua bersahabat lama?" pak Dhani duduk di tengah tengah Alvan dan Ridwan yang adu jotos di kelas tadi.
"Kita hanya bergurau pak Dhani" ucap Ridwan datar.
"pala kau gurau Wan, kau mukul duluan tadi" Alvan berdiri menantang Ridwan.
"apa kau hah? mau bogem lagi kau hah?" Ridwan menantang balik dan mengerti kode dari Alvan untuk berakting kembali.
"Cukup!!! kalian berdua mau ujian kenapa haru ribut! pakai acara jotos jotosan segala!" pak Dhani tampak frustasi.
"wajah Alvan itu pak Dhani pakai acara mengundang segala" Ridwan kembali duduk.
"hah? mengundang? mengundang apa maksudnya Wan?" pak Dhani bingung.
"mengundang pukulan karena wajahnya persis ****** kelaparan yang mencari tulang" ledek Ridwan sarkas.
"eh ******* sini kau, kau minjami pulpen aja kagak mau kau, sini kita tarung kembali, misi pak Dhani mau baku hantam dulu sama anak ****** itu" Alvan berjalan mengarah Ridwan.
"Ridwan dan Alvan stop!!!! kalian berdua bisa berdamai ? atau bapak skorsing kalian berdua biar tidak ujian?" pak Dhani sudah emosi sambil membawa surat skorsing.
"jangan pak, Wan damai yuk kita lanjutkan setelah Ujian Nasional saja baku pukul nya" Alvan mengulurkan tangan.
"ok habis Ujian Nasional berakhir kita baku hantam lagi curut" sambil tersenyum sinis ke Alvan.
"hei kalian berdua!!! damai seterusnya gak bisa?" pak Dhani menatap Alvan dan Ridwan bergantian.
"ok kita damai tapi awas kau ganggu aku lagi curut" Ridwan menatap Alvan tajam.
"ok Wan kita sudahi persahabatan kita, bye" Alvan pamit ke pak Dhani.
Pak Dhani yang terlihat masih emosi segera mengambil air minum dan menyuruh duduk Ridwan yang sedang berdiri.
"kalian berdua ada apa? rebutan cewek? atau ada masalah?" pak Dhani menatap serius ke arah Ridwan.
Ridwan yang mendengar perkataan pak Dhani hanya menoleh kanan kiri berharap tidak ada selain dia dan pak Dhani.
"Saya dan Alvan sedang dalam bahaya bapak dan nyawa Alvan yang lebih berbahaya, pak Dhani jangan beritahu siapa siapa ya" Ridwan tersenyum ke arah pak Dhani.
" Ada apa sebenarnya? jawab jujur dan saya akan jaga rahasia kamu dan Alvan" pinta pak Dhani.
"maaf pak karena jawaban itu akan terungkap setelah Ujian Nasional nanti, saya permisi dulu pak Dhani, assalamualaikum wr wb" sambil mencium tangan pak Dhani.
Sebuah misteri yang mungkin sulit di cerna kenapa murid SMA sudah melakukan hal itu semua, siapakah Ella dan siapakah Iqbal sesungguhnya?
Apakah Ridwan dan Alvan bisa menemukan jawabannya setelah Ujian Nasional nanti? dan apakah motif Citari di balik semua ini?
Sementara itu apa motif Diky dan Rino tiba tiba membantu Ridwan dan Alvan untuk menemukan jawaban ini?
To be continued.....
Tetap tunggu kelanjutannya ya guys karena semakin banyak cerita Ridwan dan Alvan yang begitu menarik, jangan lupa koreksinya oke dan vote nya.
terimakasih............
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
__ADS_1
..........................❤️.........................