
..........................β€οΈ.........................
Sementara itu Tria menangis melihat Ridwan yang berusaha menolong nya tadi begitu juga Citari, mereka menatap Ridwan yang lemah sambil mengeluarkan doa untuk keselamatan Ridwan....
"Woi, kau bisaa nyetir kagak!! cepat!!" hardik Alvan yang kalut dengan keadaan Ridwan.
"kalian berdua ngapain hanya nangis!!! liat kan kau Citari? karena ulah mu sahabat ku seperti ini lagi!!!!" Alvan mengumpat ke arah Citari.
Citari hanya menangis mencoba membangun kan Ridwan...
Mobil Ambulance itu pun di bukakan jalan oleh dua mobil sport milik Ridwan dan Alvan yang di kendarai oleh Iqbal dan Adi hingga mau tidak mau pengguna jalan minggir untuk membuka kan jalan untuk mereka.
Ambulance pun tiba hampir 10 menit lamanya dan Ridwan pun di larikan langsung ke arah IGD.
"suster saya ikut masuk" pinta Citari.
"kau mau apa?!!! sahabat ku celaka gara gara kau!!!! ingat gara gara kau!!!" Alvan hampir mencekik Citari tapi di halangi Iqbal.
"dek, wes!!! biar di proses dia nanti!!" sambil merangkul Alvan.
"kau membela nya juga mas!!! kau masih suka Citari bilang!!!" ucap Alvan sambil mengarahkan tinjunya tepat di perut Iqbal.
Iqbal yang terjatuh pun segera mungkin untuk mencegah Adi untuk meredam amarahnya karena melihatnya di pukul Alvan.
Cklelck (bunyi kenop pintu IGD terbuka)
"Keluarga korban apa yang golongan darah A? korban kehabisan darah dan stok darah rumah sakit ini tinggal 2 kantong Sementara korban butuh 4 kantong" Suster itu berdiri di depan Alvan
Tiba tiba Citari dan Tria serta Ria maju ke depan untuk menawarkan diri mendonorkan darahnya, namun suster itu menggeleng karena minimal pendonor usia 17 tahun ke atas.
"Sus darah adik saya golongan darah A kan? tapi resus nya apa? Saya resus O positif" jawab Iqbal sambil membuyarkan kerumunan di depan Suster tersebut.
"untuk korban golongan darah A resus positif juga jadi bisa untuk transfusi darah, silahkan masuk dan isi formulir kesediaan nya, sementara itu tolong urus administrasi korban dulu ya" ujar suster tersebut.
Sementara Iqbal masuk ruang IGD untuk transfusi darah datang
dua keluarga besar sambil menangis memberondong tatapan tajam ke satu orang, ya orang itu adalah Citari...
__ADS_1
Tria yang mengerti perasaan Citari pun menghampiri nya....
"Kita berdoa untuk Kak Ridwan ya jangan merasa bersalah juga" Tria memberi semangat.
"makasih ya, oh ya luka mu itu sudah mendingan kah?" ujar Citari sambil menunjuk luka sayat yang di berikan ke tangan Tria.
"Alhamdulillah sudah mendingan, jangan di ambil hati mereka semua ya" Tria tersenyum tulus ke arah Citari.
"Mas Ridwan pasti senang dan bahagia memiliki mu Tria apalagi kalian berdua juga cocok kok" Citari menatap pintu IGD dengan tatapan kosong.
"Hem gimana ya jelasin nya ya? intinya gini deh Citari, aku dan kak Ridwan hanya berpura pura pacaran dan tunangan kok karena kak Ridwan juga hanya ingin sendiri dulu" Tria mengambil tangan Citari untuk menenangkan hati Citari.
" aku juga bakal nikah dengan Dirga kok Tria itu sudah kehendak ku juga tapi aku akan melepas mas Ridwan setelah dia duduk di bangku kuliah nya"
Tria pun memandang Citari lekat, Tria tau jika Dirga bukan jodoh nya begitu juga Ridwan, mereka berdua terdiam sambil menatap lekat pintu IGD tersebut yang terbuka dan keluarlah Iqbal sambil tersenyum bahagia...
"Alhamdulillah Ridwan sudah di ruang inap pah nda" ujar Iqbal sambil mencium punggung tangan ayah dan ibu nya serta orang tua Ridwan.
"Suwun mas, suwun wes menyelematkan Ridwan" Alvan memeluk Iqbal erat.
"makasih ya nak Iqbal, om dan Tante akan menunggu Ridwan sampai sadar ya kecuali kamu Citari" tunjuk Mama Inah ke arah Citari.
Citari yang di tunjuk pun hanya terdiam tanpa bisa bersuara sedikit pun, dia mengerti jika posisi nya sekarang dia serba salah....
"Nih minum dulu, ntar Lu jaga Ridwan setelah Ini Mukti dan Tante Inah pulang, sekarang ikut gua dengan Alvan ke kantin" ujar Iqbal sambil memberikan minum.
Mereka berdua pun berjalan canggung, Iqbal yang hanya sesekali melirik Citari pun terlihat berfikir keras untuk berbicara dengan nya nanti....
Sementara itu di kantin, Alvan yang berbicara dengan Adi pun merasa muak ketika melihat Citari berjalan ke arah nya di ikuti Iqbal di samping nya....
"Van jangan seperti anak kecil, selesaikan sekarang juga" Iqbal menyuruh Alvan untuk duduk kembali.
"Ada apa mas ngajak dia? dia di dekat Ridwan bikin sial terus mas" Alvan mendelik ke arah Citari.
" Yauda gua yang tengahi, Van maaf kalau hasil penyidikan kasus Dirga tidak ada keterlibatan Citari itu yang pertama dan yang kedua Tria tak akan pernah di jodohkan oleh Ridwan karena Om Mukti menolak dari sini lu paham kagak Van?" Iqbal membakar rokoknya.
"ya benar Citari gak salah tapi ini murni dendam keluarga besar Rio dan sudah di setting dari lama tapi....." suara Alvan terputus melihat Citari menatap nya.
__ADS_1
"Aku sembuhkan luka mas Ridwan meskipun aku tetap menikah dengan Dirga" ucap Citari sambil tertunduk.
"pertanyaan ku satu ke kamu Citari, yakin Ridwan tidak jatuh cinta lagi ke kamu?" ujar Alvan berusaha sebijak mungkin.
"yakin dan aku yang akan memutuskan bulan Agustus besok dan akan fokus untuk satu tujuan hati dan hidup saja" Citari menjawab tanpa ragu.
"bagus itu dan semoga keluarga besar Mukti tidak menuntut banyak ke keluarga Rendra selaku calon mertua mu" sinis Alvan.
" Terus lu nya yakin Dirga gak di penjara? apa lu yakin setelah ini kamu akan kuat mendapat sindiran hebat di sekolah keluarga besar Mukti? kalau lu gak kuat mau pindah sekolah gitu?" ketus Iqbal.
" eh Citari boleh tanya?" sahut Alvan pendek
" apa mas Alvan?" Citari menoleh ke arah Alvan.
" motivasi kau apa dari awal kau sakiti Ridwan hingga kau berbohong ke Ridwan saat ini? kau aja masih mencintai mas Iqbal meskipun DDI penjara dulu, benar? yang kedua perjodohan kau dan Dirga bukanya itu ketika mas Iqbal sudah bebas dan Ridwan bersikap dingin ke kamu? itu semua jelaskan ke aku" Alvan menatap sesekali ke Iqbal dan menoleh ke Citari.
Iqbal hanya memberikan tanda setuju ke Citari untuk membuka semuanya karena sudah saat semua terbuka untuk menuntaskan semuanya.
" dari awal memang gak Jujur ke mas Ridwan tentang perasaan ku yang suka dan ingin memiliki ke mas Iqbal dari SMP sampai mas Ridwan menyatakan cintanya ke aku pun masih berharap mas Iqbal hingga aku bertemu mas Iqbal di depan rumah sakit di mana mass Ridwan di rawat sebenarnya sudah tau aku mas Alvan tapi rasaku ke mas Iqbal saat itu masih ada hingga di penjara pun aku berani mencium bibirnya mas Iqbal pun berharap bisa mengobati luka ku yang rindu dengan mas Iqbal tapi aku menyadari dan mulai jatuh cinta dengan mas Iqbal setelah kejadian mas Iqbal dan kejadian penjebakan mas Alvan saat itu, dari situ aku mulai mencintai mas Ridwan dan ingin memperbaiki dari Nol tapi Ortunya Dirga meminta ku untuk menerima pertunangan dengan Dirga karena keluarga ku punya hutang banyak meskipun sudah ada niatan untuk membayarnya, aku bener bener nyesel saat tau Tria yang begitu cantik dan manis telah merebut kan hati mas Ridwan tapi semuanya tak bisa terulang lagi" Citari menyudahi ceritanya sambil mengelap air matanya dengan tisu.
" sampai sekarang pun kau masih cinta dan punya rasa dengan mas ku Iqbal hah?" Alvan mengerenyitkan dahinya.
" Ndak semua Uda terganti dengan mas Ridwan tapi aku sadar diri kok aku salah dan aku akan pamit untuk menjelaskan semua ke mas Ridwan nantinya" ujar Citari sambil mencoba tersenyum.
"syukurlah kalau sudah tak ada hati tapi jangan kembali ke Ridwan juga kasihan tuh anak di sakiti melulu seharusnya kan cowok menyakiti wanita kenapa ini wanita yang menyakiti cowok?" gusar Alvan.
" karena mas Ridwan First there was the one who challenged (Pertama ada yang menantang), ya mas Ridwan berusaha mencuri hati ku dengan menantang dia menolak semua cewek yang mendekati nya kemudian aku menganggap mas Ridwan You could be my unintended (Anda bisa menjadi saya yang tidak diinginkan)" tangis Citari pecah di pundak Iqbal.
Ya benar apa yang di namakan perasaan, terkadang senang tapi terkadang sakit, adakah hal yang bisa menyakiti Ridwan setelah Citari? apakah Ridwan bisaa menemukan cinta sejati dan cinta terakhir nya?
...........................β€οΈ.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak ππππππ....
..........................β€οΈ.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπππ.
__ADS_1