LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
KEMBALI DI UJI FINAL PART


__ADS_3

Setelah turun Ridwan kaget hingga menunjuk tamunya spontan.....


"kau anak setan ngapain di sini??" Ridwan menahan emosi nya.


"oh lu di sini , sini kenal kan kekasih ku Citari Safitri serta ini keluarga besar gua dan keluarga besar Citari ingin mengundang Keluarga Besar Mukti untuk ke acara tunangan gua dengan Citari serta lu ngapain di sini anak orang miskin? lu numpang tidur?" ejek Dirga dengan bangga nya.


Sementara itu orang tua Ridwan cuman tersenyum melihat dua anak yang lagi tunjuk menunjuk tetapi raut Mama Inah terlihat sedikit emosi melihat anaknya si Ridwan di bilang anak orang miskin tetapi berhasil di tahan oleh Suami nya.


"oh kalian mau tunangan toh, emang Citari Uda cerita ke kamu hah anak songong" tantang Ridwan.


"Ngapain cerita tentang lu, di sini gua mau kenalin ke lu nama panjang gua, gua Dirga Aditya di panggil Dirga dan ini Papa Rendra dan ini bunda Yuli gua, dan lu kan miskin ngapain di sini?" Sarkas Dirga.


"Hai dik Citari, Uda kamu jelasin kalau kita belum putus kah? atau kamu mau mengulang kembali seperti dulu?" Ridwan menatap Citari lekat.


"Maaf, tolong jauhi tunangan anak saya karena kamu anak orang miskin jadi tidak pantas bersanding dengan Citari dari keluarga kaya juga" sarkas bunda Yuli.


"Maaf apa saya tidak salah dengar Tante? keluarga besar Rendra itu punya hutang ya ke keluarga besar Mukti?" Rendra mengucapkan dengan tenangnya tapi menusuk dengan intonasi nya.


"maaf bapak Mukti kalau boleh tau ini siapa ya? bisa di jelaskan?" pinta papa Rendra.


"oh iya bapak, perkenalkan dia Ridwan dan dia....." Ayah Mukti terputus karena suara teriakan tamu dari teras rumahnya dan tentunya keluarga besar Mukti sudah paham dengan pemilik suara tersebut.


Sementara itu Alvan yang setengah jadi edan nya hingga tidak perduli dengan tamu yang. sedang mengobrol.


"Assalamualaikum wr wb, woi Ridwan curut kau di mana curut woi" teriak Alvan tanpa di sadari olehnya ada tamu di rumah mewahnya Ridwan.


"Waalaikumsalam wr wb, ngapain *** teriak teriak, sini tak kenalin calon tunangannya Dirga ***" Clutak Ridwan.


"eh ada Tante Inah dan om Mukti, sehat om Tante?" Alvan beranjak meninggalkan Ridwan untuk Salim mencium tangan mama Inah dan ayah Mukti.


"Alhamdulillah sehat semua nak Alvan, mau keluar toh? lain kali jangan teriak teriak ya,ada tamu kehormatan soalnya nih" sahut ayah Mukti.


setelah berbasa-basi dengan orangtuanya Ridwan, Alvan melonjak kaget melihat Dirga dan Citari datang bersama ke rumahnya Ridwan.


"Eh kau Dirga kan? ngapain bawa Citari segala?" ketus Alvan sambil bersiap menyerang Dirga.


"dia tunangan Dirga Van, dah biarin aja lah, jadi ngopi?" Sergah Ridwan.


"jadilah curut, Ndang ganti ***" ketus Alvan matanya melirik tajam ke arah Dirga.


Sementara itu Dirga dan keluarganya bertanya tanya Siapa Ridwan sebenarnya dan Citari hanya menunduk menyembunyikan mukanya yang bersemu merah.


"Ma yah Ridwan, mandi ya mau ngopi sama Alvan" pamit Ridwan.


"jangan pulang malam mas, nanti mama suruh kunci tuh gerbang" sahut mama Inah.


Sementara Ridwan berjalan menuju kamarnya untuk bergegas mandi dan berganti pakaian lain hal nya wajah Dirga dan bunda Yuli terlihat pucat setelah mendengar percakapan Ridwan dengan Mama Inah barusan.


"maaf Jeng Inah itu anak nya jeng Inah dengan Tuan Mukti?" Tutur sopan di lantun kan bunda Yuli.


"iya Bu, maklum anak pertama dan memang gitu sifatnya, oh ya ngomong ngomong Citari sudah putus sama mass Ridwan?" mama Inah menatap tajam ke arah Citari.


"Hem bentar Tante, Alvan mau cerita boleh? kejadian tadi siang di sekolah menyangkut Ridwan dengan Dirga anak macam **** ini Tante" Alvan menunjuk Dirga.


"ceritakan semua Alvan dan saya juga tau kalau keluarga besar mu akan diundang untuk hadir ke acara pertunangan Dirga dengan Citari" ayah Mukti pun menyahut cepat.


Akhirnya Alvan menceritakan secara detail tanpa diberi tambahan pengurangan bahkan perkalian sekali pun dalam cerita nya (POV DIRGA CITARI)

__ADS_1


"intinya gini Tante, Ridwan di anggap Dirga sudah putus dengan Citari serta Dirga sendiri songong nya minta ampun" Alvan melirik Dirga.


"oh begitu, jadi Dirga secara tidak langsung mencemarkan nama baik anak saya di depan umum, bagaimana jika saya dan keluarga besar Wicaksono membatalkan proyek anda bapak Rendra yang terhormat?" ancam ayah Mukti.


"Yah!!!! Uda jangan seperti dulu!! yang salah itu anak nya bukan keluarga nya!!!" suara Ridwan menggelegar.


Semua orang menoleh ke arah Ridwan yang berjalan memakai setelan kaos polo dan celana jeans, Citari hanya mengagumi tanpa bisa menyentuh kekasihnya tersebut karena dia tahu hatinya Ridwan sakit yang kesekian kalinya karena ulah nya.


"Wuih bekicot tempur udah tampan aja nih, mau kemana tuan muda Ridwan?" Alvan menghambur ke arah Ridwan mengajak tos persahabatan.


"ndiasmu bekicot tempur, belum pulang mereka?" selidik Ridwan menatap tamu ayah dan mamanya.


"belum tuh mungkin mereka bingung liat tampang mu tak ada tampang anak orang kaya ***" ujar Alvan sambil menonyor kepala Ridwan.


"tonyor terus Van,tonyor lagi sini, ancuk i" gerutu Ridwan sambil berjalan mengarah ayah dan mamanya untuk pamit pergi ngopi.


Ridwan menatap mata Citari sekilas untuk mencari kembali cintanya dulu tapi hanya senyuman yang di dapatkan Ridwan.


"ma yah, Ridwan berangkat ngopi dulu, assalamualaikum wr wb" sambil mengkode ayahnya untuk meminta uang buat ngopi.


"Sini duduk dulu,biar di jelaskan sama Citari tentang semuanya" ujar' ayah Ridwan sambil membakar cerutu nya.


"ayah mama aja yang ngelurusin ini semua ya, Ridwan capek ma yah kalau urusan hati melulu" Senyum paksa Ridwan.


Sementara itu Alvan langsung duduk di antara Dirga dan Citari.


"Wan, bukane aku ikut campur ya, kamu belum jelas hubungan mu sama Citari itu bagaimana dan besok bulan Juni kita sudah lulus kemudian Juli kamu sudah mulai masuk Ospek Kuliah, emang tuh hati kuat kalau di anggurin terus?" celutak Alvan.


"eh Alvan belalang tempur, lama lama kau tak kirim ke medan pertempuran kau, diem aja lah" gerutu Ridwan.


"kau cemburu sebenarnya Wan,bukannya aku sombong ya dan ikut campur juga, selesai kan terserah kau mau putus atau kagak sama Citari terserah kau karena apa? karena wanita itu butuh kepastian juga" cerocos Alvan.


"lha laki laki juga butuh pembuktian saat tersakiti Van, jadi ya gak bisa juga wanita serba menang sendiri, auw ampun ma sakit" Ridwan meringis kesakitan saat di jiwit mama nya tepat di pinggang nya.


"yauda berangkat ngopi sana, biar ayah urus semua,kamu tinggal beres saja mas" tegas ayah Mukti.


"sangu yah, 300 rb ya, hehehehehehe" Ridwan meringis meminta uang untuk ngopi.


"nih 500 rb, naik motor nya Alvan kan?" ujar Mama Inah sambil memberi kan uang setelah di kasih kode suaminya.


"iya ma, sekalian nanti beli peralatan untuk Kuliah juga, makasih mama sayang" Ridwan menciumi mama dan ayah nya bergantian.


Akhir nya mereka berdua langsung cabut tanpa pamit ke keluarga besar Rendra beserta anaknya Dirga dan Citari, mungkin Ridwan masih sakit hati karena ulah Citari juga atau entahlah.


Dirga hanya duduk lemas ketika Alvan menceritakan semuanya tentang Citari dari awal bertemu Ridwan hingga tragedi pernikahan dirinya dengan Aryani.


"maaf ya Tante Yuli dan om Rendra, Ridwan selalu tidak membawa nama keluarga besar nya karena apa? keluarga besar Mukti dan keluarga besar Wicaksono dari saya sangat berperan penting untuk wilayah Gresik, Surabaya dan Sidoarjo,maaf saya terlalu sombong membawa keluarga besar saya tetapi saya belajar dari Ridwan bahwa Harta dan kekayaan itu titipan dari Allah SWT" Alvan menjelaskan panjang lebar.


"Kemudian kenapa nak Citari mau saja di tunangkan dengan Dirga Van? apakah kamu mengetahui nya?" ujar ayah Mukti bijak.


"kalau itu saya tidak tau menahu om, mungkin Citari yang memberikan ruang hati untuk Dirga? atau Dirga sendiri yang ingin sama Citari" celutak Alvan.


"oh begitu, mungkin nak Dirga atau nak Citari ingin berbicara menjelaskan ini semua? saya kasihan liat anak saya hanya bisa tersenyum kecut ketika di tanya kabarnya Citari, seolah-olah hubungan Ridwan dan Citari baik baik saja" tegas ayah Mukti.


Semuanya hanya terdiam dan merutuki kesalahan berbicara tanpa ada beban tadi, Dirga meneguk air sirup yang di hidangkan bersiap siap untuk berbicara.


"mohon maaf om Tante, saya jelas kan, Citari tidak membuka hati nya untuk saya tetapi saya yang merasa kasihan melihat Citari yang tidak mendapat kan kembali hati dari Ridwan" suara Dirga mantap dan tegas.

__ADS_1


"yang sopan dikit kau, Ridwan kakak kelas kau,seenak jidat kau panggil Ridwan saja, gua banting lu" Ketus Alvan.


"Van sudah, biar saja, terus kenapa kamu bersikeras mendapatkan hati nya Citari nak Dirga? padahal kamu tau Ridwan anak saya belum putus dengan nak Citari" ujar ayah Mukti mencoba menenangkan keadaan Alvan.


"saya minta maaf secara pribadi om Tante, yang pertama saya melihat mas Ridwan di sekolah terlihat seperti anak anak yang kurang berada dan yang kedua ayah Rendra dan bunda Yuli adalah teman SMA orang tuanya Citari juga" Dirga menjelaskan sedetail mungkin.


"jadi Ridwan seperti anak biasa saja disekolah gitu? terus kalau terlihat seperti anak biasa di sepele kan gitu nak Dirga? kamu tau sekolah mu sekolah nya Citari itu yang memiliki yayasan siapa?" tanya ayah Mukti kek arah Dirga.


"Dirga asal kau tau sekolah dana yayasan Taruna Nusantara itu milik keluarga besar Mukti dan nama lengkap ayah nya Ridwan itu Mukti Adit Nusantara, jangan seenak jidat mu kalau menghina dan asal kamu tau juga Citari dan Dirga, Ridwan meskipun sekolah di yayasan keluarga nya tetap biasa saja dan bahkan mengukir prestasi untuk sekolah nya" Alvan menonyor kepala Dirga.


"Van kok di buka berita tersebut? tak bilang papa mu habis ini" ancam ayah Mukti.


"ampun om, saya sudah kehabisan akal juga menghadapi anak-anak di sekolah yang songong terhadap Ridwan" Alvan sambil mengatupkan kedua tangan nya untuk meminta maaf.


"Lho pa nda, Jadi itu sekolah milik mas Ridwan?" Dirga berusaha mencari jawaban dari kedua orangtuanya.


"Uda pak Rendra jangan di jawab dan DI teruskan biar Dirga dan Citari jadi saksi saat pelepasan kelas 12 besok, oh ya nama orang tuamu siapa nak Citari? mungkin om kenal" ayah Mukti memandang ke arah Citari.


"eehm...... ayah saya namanya ayah Dika om dan mama saya namanya Safitri om" Citari terbata bata.


"oh Dika dan Safitri, adik kelas mu tuh sayang" ayah Mukti menoleh ke arah mama Inah.


"Oalah anak nya Safitri, nanti salam saja dari ketua kenshusei Inah, Fitri faham kok" ujar Mama Inah ke arah Citari.


"maaf Tante, Tante tadi bilang kenshusei.? ossh Salam dari junior mu ini Tante" Alvan menghormat ke arah mama Inah.


"aduh malah kebuka semua" ayah Mukti mengusap wajah nya yang tertawa kecil.


"Kalau papa dan bundanya Dirga ini temanya ayah nya Ridwan saat SMA dan kuliah dulu, benar begitu pak Rendra dan Bu Yuli?" mama Inah menatap bergantian ke arah orangtuanya Dirga


Mereke berdua mengangguk membenarkan mama Inah, kini Citari dan Dirga serta Alvan tau tentang Ridwan yang darahnya mengalir ikatan karate murni dari mama Inah sendiri ternyata.


"maaf Tante Ridwan sudah datang sebaiknya kita hentikan percakapan ini karena tau sendiri Ridwan kecewa dengan yang namanya cinta kan" Alvan membuyarkan lamunan mereka semua.


Ridwan dan meminta pamit untuk ngopi dengan Alvan, Akhir nya mereka berdua langsung cabut tanpa pamit ke keluarga besar Rendra beserta anaknya Dirga dan Citari, mungkin Ridwan masih sakit hati karena ulah Citari juga atau entahlah.


"okay pak Rendra dan ibu Yuli serta nak Dirga dan nak Citari silahkan di minum lagi teh nya" ayah Mukti mempersilahkan tamunya.


"om Tante saya mau cerita keinginan saya ke mas Ridwan boleh?" Citari meminta persetujuan dari ayah Mukti dan Mama Inah.


"silahkan saja nak" ujar Mama Inah santai.


"saya hanya ingin kembali ke mas Ridwan meskipun sudah tau semuanya tentang mas Ridwan beserta keluarganya yang berperan sangat penting dan luas tapi ini urusan hati saya dengan mas Ridwan juga, ayah dan ibu saya tidak tau kalau Ridwan anak dari om dan Tante dan saya tetap akan bertunangan dengan Dirga karena ayah ibu saya punya utang ke keluarga besar mereka om Tante, hati saya sebenarnya masih ingin dengan mas Ridwan tetapi saya tidak bisa menolak untuk perjodohan ini juga" Citari menghapus air mata nya yang sudah keluar.


"dan untuk mas Dirga beri aku waktu untuk memberikan semangat ke mas Ridwan karena apa? karena aku tak ingin menyakiti mas Ridwan kembali dan tugasmu mas Dirga buat aku nyaman dan buat aku mencintaimu mas" lanjut Citari menatap Dirga.


Semuanya yang berada di ruang tamu hanya bisa diam tanpa berkata apa-apa karena dalam urusan bisnis pun bisa saja ayah Mukti membayar hutang orangtuanya Citari ke orangtuanya Dirga tetapi nanti berlanjut dengan perasaan Ridwan juga.


"yauda, om minta tolong, sembuhkan Ridwan tetapi jangan pakai cinta lagi ya" pinta ayah Mukti.


"iya om, saya sembuhkan luka mas Ridwan terlebih dahulu ya om" ujar Citari.


Sementara itu Ahmad yang sedari tadi mendengarkan dari perekam CCTV rumah hanya menghela nafas panjang kemudian bergumam....


"kasihan mas Ridwan Gusti, semoga dia mendapatkan kekasih yang mampu membuat hati nya kembali tersenyum, kamu beda mas Ridwan karena kamu sering membuat keluarga kita tersenyum dan tertawa tetapi kamu sendiri sedang jatuh mas" lirih Ahmad sambil menatap foto Ahmad dan Ridwan semasa kecil dulu.


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

__ADS_1


__ADS_2