LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
RENCANA DIRGA ADITYA PART 3


__ADS_3

Assalamualaikum wr wb kepada pembaca yang saya hormati, saya selaku author mohon maaf jika terdapat kemiripan nama tokoh tetapi ini memang hasil karya pertama saya dan sekali lagi Semoga kalian meresapi dalam setiap perjalanan Lika liku jalan cinta Ridwan di cerita LAST LOVE FOR WHOM?


jangan lupa komentar, like dan vote nya, terimakasih, maturnuwun,maturnuhun, Xie Xie, thank you, bedankt, ありがとうございます


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..........................❤️.........................


...POV...


...RIDWAN dan CITARI...


Sabtu yang cerah di Minggu awal bulan Juni di mana baru saja Siswa Siswi SMA Taruna Nusantara mengadakan seremonial kelulusan setelah Mengahadapi 3 tahun serta menghadapi Ujian Nasional 2010, kini tiba saat nya Ridwan pamit ke Citari untuk berangkat kuliah meskipun dia sebenarnya tak ingin datang untuk berpamitan karena mengingat mereka berdua belum ada kata putus,end,selesai dalam cerita mereka, bukan karena Ridwan menggantung kan Citari tetapi Citari pun tetap sayang dan cinta dengan Ridwan akan tetapi Citari akan menjadi tunangan Dirga Aditya.


Sabtu Pagi Ridwan mengajak Alvan untuk menemani bertemu Citari karena pastinya akan ada Dirga untuk mendampingi Citari dalam pertemuan bersamanya nanti.


"Yakin ketemu di sini Van?" Ridwan menoleh kanan kiri tempatnya berdiri.


"katanya Di suruh cari Cafe yang sepi, ini kan Cafe sepi Ridwan bin Mukti, ngajak ribut aja kau Wan, subhanallah " Alvan mengangkat kedua tangannya sambil gemas melihat Ridwan.


"iya sih, yauda pesan sana, tak hubungi Citari dulu" Ridwan mengambil handphone nya Dan membuka pola kunci sambil tersenyum melihat wajah Citari dan dirinya sedang tersenyum bersama.


Ridwan menekan nomor Citari untuk segera menghubungi nya .....


"assalamualaikum wr wb dik, aku sudah di Cafe Nol Derajat daerah Kebomas, cepat ya, makasih, assalamualaikum wr wb" Ridwan langsung menutup handphone nya.


" eh Tengkorak tempur, tumben kau ngajak aku ***, emang Dirga ikut?" ucap Alvan sambil duduk di samping Ridwan.


"pikir aja lah, kan dia tunangan Citari dan hari ini aku tegas kan untuk putus dengan Citari Van" Ridwan menunduk agar tak terlihat air matanya jatuh.


"dih nangis, sabuk hitam strip dua merah karate masih nangis, Uda kita di Surabaya beli cewek aja buat hatimu" Alvan mencoba menghibur Ridwan.


"dah malas bahas cewek, bagi rokok Van" sambil merebut rokok dari tangan Alvan.


"sabar Wan, semua itu butuh proses termasuk luka hati mu nantinya, tenang masih ada aku kok" Alvan menaikturunkan alisnya.


"jijik *** cih najis" sambil meniup kan asap rokok ke arah muka Alvan.


Mereka berdua tertawa dan akhirnya Citari datang dengan Dirga, benar aja tuh Cowok gak punya malu.


"Assalamualaikum wr wb,Uda lama nunggu mas Ridwan dan Mas Alvan?" salam Citari membuyarkan tawa mereka berdua.


"lumayanlah hampir 6 jam, hahahahaahaahaaaha" ledek Alvan.


"Duduk sini saja sayang di samping ku" Dirga menarik tangan Citari untuk segera duduk ke arah dirinya.


"Van bisa kau bawa Dirga untuk kamu ajak ngomong?" bisik Ridwan.


"oh oke oke, sabar ya, sudah di bawa rekaman dari dari si Ahmad?" lirih Alvan.


"Uda aman, Dah sono bahwa Dirga bentar" pinta Ridwan.


Alvan berjalan ke arah Dirga setelah itu Alvan memberikan bisikan ke Dirga yang menatap tajam ke arah Ridwan, tidak beberapa lama akhirnya Dirga pun menurut untuk pergi.


"Uda pesen minum dik?" Ridwan membuyarkan lamunan Citari yang sedari tadi menatap nya lekat.


"eehm Uda mas, mau ngomongin apa?" tangan Citari mencoba menggenggam tangan Ridwan.


"maaf, gak enak sama Dirga dik, Kamu kenapa berbohong ke aku tentang semuanya?" Ridwan membuka topik percakapan.


"bohong gimana toh mas?, sini toh tangannya" Citari merajuk berharap tangan Ridwan dapat di genggamannya.


"Nih liat dan dengarkan ya" Ridwan memberikan handycam yang berisi rekaman Video CCTV rumah nya.


"Lho mas? dapat darimana? aku bisa jelasin mas" Citari melihat video dalam handycam tersebut.


"Boleh mas tanya?, kenapa bohong tentang hutang keluarga mu dari ku? apa karena kamu masih gak enak karena kejadian kamu dan mas Iqbal?" Ridwan menatap Citari sendu.


Keduanya hanya terdiam dan hanya bisa berkomunikasi melalui tatapan mata yang mengisyaratkan bahwa Citari dan Ridwan masih sama sama suka .


"kamu jujur ke mas ya, Kamu jujur berapa utang mu ke keluarga Dirga pasti tak bantu dik, apa kamu gak mau aku bantu keluarga mu?" Ridwan mencoba tegar menatap Citari.


"mas ,aku cerita ya dan ini aku gak nutup nutupin semuanya, setelah itu mas boleh bilang aku pembohong, pendusta dan sebagainya, boleh adik cerita?" tangan Citari menyentuh pipi Ridwan untuk meminta persetujuan.


"silahkan tapi jangan ada yang kamu tutupi lagi" pinta Ridwan.


"oke, dengerin baik baik mas dan maaf sebelumnya adik bukan nya sok dewasa ke mas Ridwan tapi cerita hutang ayah ku mulai muncul semenjak aku duduk di sekolah dasar dan berlanjut sampai sekarang, Ayah ku pinjam ke orangtuanya Dirga itu untuk membangun bisnis nya papaku mas dan saat orang tuaku sudah cukup untuk mengembalikan hutang semuanya ke keluarganya Dirga di tolak karena Dirga ingin memiliki aku mas dan posisi ku saat itu telah menyakiti mu mas, aku ingin menyembuhkan luka mu tapi rasanya sulit, kamu terlalu dingin terlalu kaku ke aku mas!! aku juga butuh perhatian meskipun aku salah, hiks hiks hiks hiks" tangis Citari pecah.


Selingan author ngajak ribut


Semua pemeran: Author kenapa kau bikin cewek mengakui kesalahannya segala? bukankah cowok selalu salah harusnya Thor?


Author: Mumpung di dunia novel saja cewek Wanita mengakui kesalahannya itung itung kalau selalu marah gak jelas yang kena laki kalau gak gitu cari topik untuk ngajak ribut, dah lanjutkan lagi mumpung cewek mengakui kesalahannya, apa mau dibuat cewek selalu benar ceritanya?


Semua pemeran: yauda Thor kita nurut aja, mumpung wanita bisa mengakui kesalahannya


Author: dasar cerewet semua, gua banting nih laptop protes melulu.


"oh kamu ngaku salah, baguslah tapi ada yang satu harus kamu ingat dik Citari, luka cinta dan sayang itu sebuah rahasia indah jika ada yang mampu mengobati nya tapi akan tetap membekas kecuali ada pengganti dari luka itu, kamu tau matahari pun mengalah kepada senja untuk menjadi indah saat dia tenggelam di ufuk barat hanya karena apa kamu tau dik? Karena malam dengan rela nya mengambil alih matahari, itulah makna mengobati dik seperti matahari yang tak ingin terluka karena senja mengambil alih dirinya yang begitu indah tapi hanya sesaat dan senja itu kamu dik" Ridwan berusaha menenangkan diri dan hatinya kembali di depan orang yang dia sayang.

__ADS_1


"Mas Ridwan mau putus? mas mau menyudahi cerita kita? tega ya kau mas" wajah Citari nangis di pelukan Ridwan.


Sementara itu Alvan yang selalu mengawal Dirga untuk jaga jarak meskipun Citari dekat dengan Ridwan.


"hei hei mau kemana? gua tonjok muke lu, mau? sini kau oseng-oseng cumi-cumi" Alvan menghadang laju Dirga berjalan ke arah Ridwan dan Citari.


"bentar lagi mampus lu Wan,liat aja tanggal mainnya"lirih Dirga sambil menatap tajam ke arah Ridwan.


"Van titip Krengsengan Kadal itu ya, jangan suruh gerak,aku masih berduaan dengan kekasihnya" teriak Ridwan sambil balas menatap tajam ke arah Dirga.


"oke Curut Sawah, nikmati aja mumpung belum nikah tuh anak dengan oseng oseng cumi nih" Alvan meledek Dirga yang wajahnya terbakar api cemburu.


Citari masih menangis di pelukan Ridwan tetapi Ridwan tidak bisa menjalani semuanya lagi karena dusta dari Citari, dia hanya menghela nafas panjang terus menerus untuk menenangkan dirinya sendiri agar tidak merasa simpati kembali untuk Citari.


"dik hatiku dan diriku mau minta maaf, sayang ku Citari maaf kan kita harus putus"ucap Ridwan kemudian mendekap Citari lebih erat.


Berat rasanya untuk ungkapkan kata tersebut untuk orang yang kita sayang untuk meninggalkan bekas luka yang dalam untuk kedua hati karena tak ada lagi kecocokan untuk saling mengisinya.


"dik, kalau nangis nangis aja, mungkin membuat mu lega, aku hanya ingin ngomong satu hal lagi, Dik Citari mulai detik ini coba buka hatimu untuk Dirga karena kamu harus melawan hatimu yang mungkin masih memiliki rasa sayang dan cinta ke diriku dik tapi sayang sekali ya dik, kamu dan aku tidak bisa menjadi rangkaian kata yaitu kita karena aku dan kamu hanya ikatan yang terlepas karena aku yang terlalu cuek ke kamu dan kamu tak pernah berterus terang ke aku, mas minta maaf ya, jaga diri baik baik dengan tunangan mu, cintai dia seperti kamu mencintai aku dik, hargai dia seperti kamu dulu menghargai ku karena Cerita kita Uda selesai tetapi kamu tetap tak anggap sebagai adik kok" Ridwan menatap lembut mata Citari yang masih berlinang air mata.


"mas, maaf ya , Citari minta maaf mas jika Citari akan mencoba membuka hati untuk Dirga tapi mas Ridwan tetap boleh tak panggil sayang kan?" pinta Citari.


"boleh asal tau kadar dan keadaan serta tempat nya juga ya, kamu pasti bisa membuka hati untuk Dirga, semangat!!!" Ridwan tersenyum meskipun ada sedikit air mata nya yang keluar di ujung kelopak matanya.


Ridwan memberikan kode ke Alvan untuk meninggalkan tempat karena saat ini dia ingin menyendiri dalam kesunyian patah hati nya hari ini.


"Uda kelar? kalau Uda pulang Wan" Alvan menarik Ridwan yang berjalan ke arah Dirga.


"Dirga, titip dan jaga Citari, saya dan dia sudah selesai jadi tak perlu cemas kamu untuk bertunangan dengannya dan menikah dengan nya kelak, jaga ya" Ridwan menjabat tangan Dirga yang seakan enggan di ajak berjabat tangan.


Ridwan dan Alvan berjalan menjauh dari Dirga dan Citari yang masih saling menenangkan.


"Sampai jumpa Maret ku yang pernah menghiasi duniaku dan hariku mungkin ini waktunya kita berpisah dan selamat untuk kamu agar bisa membuka hati ke orang yang mencintai mu" Ridwan berkata lirih.


"Wan Uda, yok pulang, Uda mau sore, bubuk siang jangan lupa mik cucu sambil tiduran ya nanti" Alvan mencoba menghibur tetapi sia sia belaka.


..........................❤️.........................


FLASHBACK OFF


Sepulang dari rumah makan pun Ridwan langsung pulang sendiri tanpa harus menunggu kedua orangtuanya, dia masuk ke kamarnya setelah seharian bergelut dengan acara super padat mulai dari perpisahan sekolah sampai dengan acara pengenalan anak keluarga besar Pak Hadi pula yang berusaha mengenal kan anak anak nya untuk Ridwan dan Alvan serta mas Iqbal.


"lagian siapa suruh mengenal kan anak perempuan di depan ku,pasti mereka terdiam lah melihat tingkah ku yang sableng ini" gumam Ridwan sambil beranjak untuk melepaskan baju nya.


Dia berjalan mengarah ke arah meja belajarnya dan melihat sebuah CD yang di kasihkan Ahmad pagi tadi, dia mengambil dan melihat hanya sekilas.


"Film apa sih nih?, kulihat sambil makan cemilan aja ah tapi mandi air dingin dulu enak seperti nya" seraya mengambil handuk sendiri.


Sementara itu ayah Mukti dan Mama Inah telah datang dengan membawa Alvan serta dua anak keluarga Hadi ke rumah untuk mengenalkan Ridwan lebih dekat dengan Tria, serta Alvan yang memang di suruh papa Wicaksono untuk segera mencari kekasih lagi tapi dasar Ridwan dan Alvan yang tetap dingin terhadap cewek.


Ridwan segera turun ke bawah untuk mengambil camilan hanya memakai handuk sampai di perut dengan posisi badan keliatan perut kotak kotaknya macam Spongebob dan alangkah terkejutnya ada cewek yang pernah di lihat tapi dia berfikir mungkin anaknya tamunya mama Inah.


"dasar mesum, hih tolong ada orang mesum!!!!" teriak Tria yang melihat Ridwan hanya menggunakan handuk sebatas perut.


Sontak teriakan Tria berhasil membuat Penghuni rumah Keluarga Besar Mukti pun mengarah ke teriakan Tria sambil membawa senjata seadanya.


Sementara Alvan dan Ria yang ngobrol berdua pun kaget segera berlari untuk menolong Tria.


"mana orang mesum itu hah?" Alvan mengangkat tongkat baseball Yaang di bawa dari ruang tamu.


"Siapa yang mesum? lagian kenapa kesini kamu?" datar Ridwan sambil mengambil Es coklat dan roti bakar di Piring.


"Oalah itu den Ridwan neng, maklum kebiasaan seperti ini" ujar bi Ida ke arah Tria.


"hih kok bisa pakai handuk saja keluar kamar hah?" Tria mendelik ke arah Ridwan.


"lho suka suka ku, rumah ayah Dan mama ku kenapa kau sewot?" Ridwan kembali dingin.


"itu Ridwan kok bukan siapa-siapa, ajak adik mu ke sini" pinta Alvan ke arah Ria.


"oh iya kak Alvan" Ria segera menarik tangan Tria untuk bergabung dengan mereka berdua.


sementara itu ayah Mukti yang tau kalau Ridwan lah pembuat onar hanya tersenyum.


"jangan sering gitu, itu cewek polos lagian kamu mas pakai handuk turun ke bawah pula" ujar ayah Mukti menepuk bahu Ridwan.


"fiuh lagi lagi salah yauda Ridwan tak ke atas aja nanti aja bergabung nya" Ridwan berlalu meninggalkan ruang dapur untuk kembali ke kamar.


Ridwan segera memutar kaset pemberian Ahmad sambil tersenyum sendiri mengingat Ahmad yang iseng dengan ulahnya tersebut, setelah hampir 12 menit mencermati segala adegan yang di dalamnya dan berusaha untuk menahan emosi nya ketika Citari telah akan bertunangan dengan Dirga. dia hanya tertunduk lemas ketika melihat alur rekaman CCTV, tiba tiba dia melemparkan semua barang-barang di kamarnya seperti orang kesurupan.


"dasar wanita ****** tak tau diri ******" teriak Ridwan.


Ahmad yang tau mas nya berteriak dia memenangkan mama dan ayah nya serta meminta bantuan ke Alvan untuk menenangkan mas Nya itu.


"mas Alvan, bisa minta tolong tenangkan mas ku?" pinta Ahmad


"video opo toh kui dik? (video apa itu dik?) " sambil melihat ke arah kamar Ridwan.


"Tante om Tria bantu juga ya, tampaknya Kak Ridwan tau tentang Dirga juga" pinta Tria memohon restu untuk menemani Ridwan ke ayah dan mama Ridwan.


"kamu kenal Dirga nduk?" mama Inah bertanya ke arah Tria.


"maaf om Tante ,Dirga mantan saya dan saya di putuskan karena Dirga akan bertunangan dengan gadis pilihan orang tuanya" senyum Tria agak memaksa.


"Oalah gitu, yauda bantu nak Alvan tenangkan Ridwan ya soal nya kita semua masih bingung dengan keinginan Ridwan juga" ayah Mukti menatap Ria dan Tria bergantian.


"yauda om Tante kita berdua mau bantu tenang kan kak Ridwan dulu" Tria seakan meminta restu.


"saran dari Tante saja nduk,, Ridwan keras kepalanya besar jadi ambil hatinya kalau bisa ya dan jangan dekat dekat ketika Alvan menenangkan Ridwan ya nduk" ujar Mama Inah sambil berlalu.


"kenapa te kok bisa gitu bilangnya?" tanya Tria lagi.


"nduk liat aja ya pasti tau jawabannya" senyum mama Inah yang sudah masuk kamarnya untuk beristirahat.


Sementara itu Alvan terlihat sudah mendekati Ridwan yang tengah emosional, dia mematikan rekaman video yang di lihatnya, tetapi na"as satu tendangan 360° mengarah ke Alvan.


"eits tak kena, mau komite kau Wan hah? sini maju" Alvan memasang kuda kuda Karate nya.


"banyak omong kau!!!! " Ridwan menyerang bertubi-tubi Alvan.


Serangan Ridwan tak ada hasil sama sekali hanya capek dan lelah dia dapat hingga akhirnya.

__ADS_1


bbbbrrrruuuuuaakkkk (suara Ridwan terlempar oleh Alvan)


"kak Alvan cukup!" sergah Tria yang sudah di depan Alvan.


"biarkan dulu Ridwan gini, kamu minggir" pinta Alvan.


"kalian berdua percuma saling serang gak jelas" Ria menghela tubuh Alvan untuk berhenti menyerang Ridwan.


"dik Tria ambil kotak obat untuk obati tuh kak Ridwan" Ria menyuruh adiknya.


"iya kak" Tria mengambil kotak obat dan berlari kearah Ridwan tanpa rasa takut sekalipun.


Tria menatap luka robek di lengan Ridwan dan hanya mampu tersenyum melihat kebodohan Ridwan menghancurkan segala barang di kamar nya.


"permisi kak, saya obati lukanya" pinta Tria.


"gak usah" pendek Ridwan.


"Uda daripada kak Ridwan di banting sama kak Ria atlet Judo lho dia kak" sambil menunjuk Ria yang tengah melihat Ridwan dan Tria.


"sini biar aku saja yang ngobatinnya sendiri" Alvan menarik obat luka dari tangan Tria.


"asli nya kakak kenal Dirga kan? kenapa harus bohong? " ujar Tria sambil membereskan barang-barang yang pecah karena ulah Ridwan.


"bukan urusan mu" pendek Ridwan.


Ridwan berjalan ke arah Alvan dan Ria, tapi Alvan menyambutnya dengan satu sindiran.


"Uda tenang, kita selesaikan ya Wan jangan kayak anak kecil gitu" Alvan memberikan sebatang rokok untuk Ridwan dan membakar kan untuk Ridwan.


"Uda ya Wan jad Hulk nya malu sama umur juga Wan, uda gede kok ngamuk an" ledek Alvan sambil berlalu ke arah balkon kamarnya Ridwan.


Ridwan hanya termenung melihat aksinya memporak-porandakan kamarnya keemudian dia menghampiri Tria.


"Uda biarkan saja,tuh ada bi Ida mau membereskan,tolong ceritakan tentang Dirga" sambil menatap Tria.


"harus ada kak Ria ya biar lengkap" pinta Tria.


"oke" pendek Ridwan.


Ridwan dan Tria pun berjalan beriringan menuju Ria dan Alvan yang tengah asyik berbincang.


"kak Ria , Tria boleh cerita tentang Dirga?" Tria memandang lekat kakaknya itu .


"untuk Ridwan kamu cerita nya?" Ria menatap Ridwan tajam.


"iya kak, lagian aku sudah mendingan mendengar nama Dirga" cicit Tria.


Tria pun menceritakan semua tentang Dirga dari perkenalan hingga akhirnya Dirga pindah sekolah untuk bersama dengan tunangannya Yang tak lain adalah kekasih Ridwan yaitu Citari.


"jadi kamu mantan pacar Dirga?" tanya Ridwan pendek


"iya kak, tapi kak Ria tau kalau Dirga menyembunyikan berita pertunangan nya dengan kekasih kak Ridwan itu dan akhirnya aku yang mengakhiri semuanya dengan Dirga" senyum Tria mengembang.


"Kalau boleh tau Tantri, Ria dan Tria bisa di kelas 11 bersamaan gimana ceritanya?" Alvan membuka suaranya.


"kak Tantri, anak angkat papa kak Alvan dan perbedaan cuman di bulan kelahiran juga" Ria membuka suaranya.


"hah anak angkat? kalian tak cemburu gitu?" Alvan kembali bertanya.


"tak ada kata cemburu bagi persaudaraan kak dan papa sendiri pun adil ke semua anak anaknya" lanjut Ria.


"kak, saya minta maaf ya, sebenarnya papa ingin kita bertunangan tapi saya yang gak mau karena masih menata hati juga setelah Dirga pergi" Tria menundukkan kepala nya.


"iya aku sudah tau kok tapi yauda lagian siapa juga mau di tunangkan segala" tegas Ridwan.


Mereka berdua pun berbicara seperti adik dan kakak bukan seperti calon kekasih yang bersiap untuk bertunangan.hampir dua jam Ria dan Tria menemani Ridwan dan Alvan untuk ngobrol dan akhirnya mereka undur diri untuk pulang ke rumah.


Setelah mengantar tamunya untuk pulang Ridwan kembali ke kamar nya yang sudah rapi kembali dan menatap Alvan yang sudah memegang CD berisi rekaman CCTV tersebut.


"ini tak buat file dan kamu tinggal beres, faham kamu?" ucap Alvan sambil menatap tajam Ridwan.


"yauda besok aku ketemu Citari Van, thanks ya" Ridwan menepuk bahu Alvan.


Mereka berdua tertawa lepas sambil berbicara tentang semua yang mereka alami barusan.


Perkenalkan Tokoh Tambahan



Nama. : Tantri Dewi Ifyani


Anak Angkat sekaligus anak pertama dari Pak Hadi Tjahyono dan Ibu Dewi Fatma, saudara Tria dan Ria serta Atlet Judo di sekolah nya


Kelahiran: 19 September 1992



Nama: Tria Ifadah Dewi


Anak ketiga dari keluarga Hadi dan ibu Dewi Fatma saudara kembar Ria.



Nama. : Ria Ifadah Dewi


Anak kedua dari Pak Hadi Tjahyono dan Ibu Dewi Fatma dan saudara kembar dari Tria terlihat kalem tetapi Ria Atlet Judi di sekolah nya


Kelahiran: 23 Agustus 1994


Apakah Tria akan berkaitan erat dengan perjalanan cinta Ridwan beserta semua alur cerita cinta Ridwan yang begitu rumit


Kalian semua pembaca punya pandangan ke siapa Ridwan bakal Bucin akut karena Ada empat cewek yang telah menaklukkan hati dingin seorang Ridwan Mukti, Apakah Lidia? apakah Wulan? atau kah Tria nantinya yang mampu menyembuhkan hati Ridwan?


komentarnya ya gaes ya .....


..........................❤️.........................


...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....


...jangan lupa like, vote dan komentarnya ya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....

__ADS_1


..........................❤️.........................


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.


__ADS_2