LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
SECERCAH HARAPAN PART 2


__ADS_3

..........................❤️.........................


...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...


...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....


...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....


...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati membaca nya...


...terimakasih sudah mampir...


..........................❤️.........................


Assalamualaikum wr wb


terimakasih untuk semua reader yang membaca karya pertama saya.


jangan lupa like dan vote ya.


terimakasih banyak para reader❤️❤️❤️❤️


Wassalamu'alaikum wr wb.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"eh gak jadi bal, di rekaman ini kan kak Aryani menyebutkan kau kakak nya si Alvan malah ke bongkar semua" Ella kembali membatalkan mengirimkan pesan ke Alvan dan Ridwan.


"ye dasar anak kecebong lu,untung aja lu sadar sendiri, yauda biar mereka fokus ujian saja dan kita eksekusi setelah mereka ujian karena pernikahan Alvan dan Aryani itu dua hari setelah Ujian Nasional" membakar rokok nya kembali.


Iqbal dan Ella hanya saling menatap bersama dan tersenyum akan semua hal yang mereka rencanakan setelah dua hari Ujian Nasional berakhir.


Sementara itu keluarga besar Wicaksono lagi sibuk dalam persiapan pernikahan Alvan dengan Aryani.


"le tole (panggilan anak laki laki dalam bahasa Jawa) sini Mama mau ngajak kamu milih jas pernikahan nih" ujar Mama Ira memasuki kamar Alvan.


"aduh mamaku sayang kenapa sih repot repot menyiapkan semuanya sih, Alvan kan harus Ujian Nasional dulu nih besok" ketus Alvan.


"hust gak boleh gitu Tole lagian kamu bakal menikah muda setelah ini kan jadi pernikahan itu harus sakral lho" Mama Ira mengusap lembut rambut Alvan yang masih sibuk membaca bukunya.


"iya sakral sih tapi mama ayah tau Ndak kalau pernikahan ini suatu jebakan oleh keluarga Darin yang di rencanakan oleh Aryani ma? mama percaya tidak hayo?" Alvan cekikikan.


"hust gak boleh berprasangka buruk gitu, mama jewer telinga mu lho" sambil menjewer telinga Alvan.


"ampun ma ampun ma, ma Alvan boleh tanya tapi jawab jujur ya" sambil mengambilkan tempat duduk untuk mama nya.


"apalagi? tapi setelah itu kita pergi ke butik baju untuk pernikahan mu ya" ajak mama menyakinkan.


"ok mama ku sayang, pertanyaan Alvan simpel ma, apa Alvan punya kakak atau adik sebelum ayah dan mama melahirkan Ridwan?" menatap lekat ke mama Ira nya.


"eh kok tanya gitu? apa penting buat kehidupan mu kelak?" wajah mama Ira berpaling ke arah langit langit kamar Alvan.


"kan Alvan cuman tanya ma soalnya Alvan ada yang ganjel ketika Ridwan berbicara tentang kakak nya Alvan waktu di cafe kemarin." ujar Alvan berbohong.

__ADS_1


Mama Ira hanya tersenyum ketika mendengar jawaban itu tetapi dia dan papa Wicaksono harus menyembunyikan itu semua karena belum waktunya untuk Alvan tau tentang kakak kandungnya yang lama menghilang atau di hilangkan oleh kedua orang tua tersebut.


"udah kan pertanyaan mu, yuk kita ke butik untuk membeli jas dan perlengkapan mu untuk menikah, nih papa udah telfon dan udah nunggu di butik lho Le Alvan" sambil mengusap lembut rambut Alvan.


"ok ma bentar lagi turun ya, mama siap siap dulu nanti Alvan nyusul ke butik naik sepeda saja" teriak Alvan yang tak ingin di manja mama nya.


..........................❤️.........................


Author: kalian berdua gua cepet kan ceritanya ya Van Wan.


Alvan dan Ridwan: kenapa Thor? emangnya kalau buat percakapan selama ujian apa gak bisa gitu.


Author: bukanya gak bisa dasar dua manusia aneh.


Ridwan: dih bilang aja kalau Ujian Nasional tidak boleh bersuara kan?jadi lu cepat kan ceritanya Thor


Alvan: bilang aja Author mendengar kata ujian pasti ngeri melihat soal soal ujian nasional kan,hayo ngaku gbs move on dari masa ujian Nasional.


Author: dah diem aja kalian berdua, mau gua hapus nama lu berdua hah?


Alvan dan Ridwan: ampun Thor ampun, author aneh.


..........................❤️.........................


Setelah semua Ujian Nasional di lakukan oleh semua siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara selama seminggu akhirnya Ridwan bisa merasakan kebebasan yang tiada Tara begitu juga Alvan.


Citari datang untuk bertemu kekasih nya dan begitu juga Aryani yang telah keluar ruangan Ujian Nasional segera menemui calon suaminya. (huek author muntah gaes)


"apa kau liat liat dasar kloning an nya kepompong, mau gua kepret lu hah" Alvan menatap Citari sambil menatap tajam.


"eh mas Alvan, maaf mas cuman mau cari mas Ridwan dimana ya?" Citari ketakutan melihat Alvan.


tiba tiba di belakang Alvan Ridwan menepuk bahu Alvan sangat keras dan kemudian...


"apa kau hah anak kepompong larva, kau berani sentuh kekasih ku gua hajar sekalian sampai mampus kau, sini kalau mau" Ridwan memasang kuda kuda Karate nya.


"eh anak kloningan kecoa sini gak takut gua, cewek macam kloningan knalpot RX king aja lu banggain ***" Alvan memasang kuda kuda nya juga.


Alvan kemudian maju dan menabrak tubuh Ridwan dan kemudian mereka berdua mengarahkan tangan nya masing-masing ke arah kera baju musuh di depannya sementara Aryani dan Citari berteriak bersamaan.


"kalian berdua sudah bertengkar nya!!!"Aryani dan Citari berteriak bersamaan.


Tatapan kedua anak manusia tak terlepas meskipun kekasihnya berteriak bagaikan langit yang sedang mengeluarkan petir petir yang menggelegar dan perkelahian mereka berdua tak terelakkan.


Perkelahian tersebut terlihat memukau bagi yang melihatnya tapi tak berlaku bagi pak Dhani dan pak Sony yang melihatnya karena mereka berdua tau itu hanya akal akal an Alvan dan Ridwan .


"kenapa kalian berdua tak melerai Aryani dan ini siapa?" pak Dhani di samping Citari.


"Hem saya Citari pak, kita berdua gak berani melerai pak Dhani, pak Dhani tolong lerai mereka berdua please" Citari memohon.


"gimana mau melerai, Mereke berdua bagaikan tokoh anime kalau gak salah nurito dan Sasije?" pak Dhani berusaha mengingat nama tokoh film anime tersebut.


"Naruto dan Sasuke pak Dhani, aduh tolong mereka kenapa pak Dhani, please" Aryani memohon.


"ogah lihat Ridwan sudah mode kyubi ekor 29 gitu dan Alvan sudah mode amindamaru gitu" pak Dhani mengambil tongkat untuk bersiap siap melempar ke arah Ridwan dan Alvan yang bertarung dengan mode Karate nya.


pluk pluk pluk (bunyi lemparan tongkat)


"eh ada kayu,lu ambil buat senjata lu kecebong" Alvan menyuruh Ridwan yang telah di kunci tepat di lehernya.


"picek matane, piye isok ucul *** nek mbok piting ngene su,rik,***" keluar semua umpatannya.


"oh iya nih Uda tak lepas" Alvan melepaskan kunci an nya ke Alvan.


"eh bentar itu bukan tongkat sembarangan, itu kan tongkat nya pak Dhani ***" Alvan dan Ridwan bersamaan sambil melihat ke arah tongkat itu di lempar.


"halo kalian berdua, ikut bapak ya ,kan sudah berakhir Ujian Nasional nya, sini sini ikut saya" sambil menjewer telinga mereka berdua.


"ampun pak ampun pak, sakit pak" Alvan berteriak kesakitan.


"bengek kau Van,bentar pak masih seru nih kita bertarung" Ridwan berusaha memohon.


"gundul mu seru, kalian semua pulang, termasuk kamu Citari dan Aryani,mau ikut bapak masuk ruang BK juga kalian berdua?" pak Dhani menawarkan ke Citari dan Aryani.


"maaf pak tak perlu repot-repot, Aryani pulang dulu ya, assalamualaikum wr wb" Aryani mencium tangan pak Dhani.


"saya juga pak Dhani,Citari pulang juga kalau gitu" sambil mencium tangan pak Dhani.


Alvan dan Ridwan berjalan sambil di jewer telinga mereka berdua sementara Citari dan Aryani yang telah pulang hanya tersenyum puas melihat mereka berdua telah bertengkar hebat.


..........................❤️.........................

__ADS_1


Sementara itu di ruang BK sudah ada pak Sony dan beberapa guru BK yang bersiap menyambut Alvan dan Ridwan.


"Bu Sapto silahkan pulang biar Ridwan dan Alvan saya yang urus" pak Sony membuka suara sambil berucap ke Bu Sapto guru BK.


"oh iya pak Sony, terimakasih banyak pak Sony, saya pulang dulu, assalamualaikum wr wb" pamit Bu Sapto.


"Waalaikumsalam wr wb hati hati di jalan ya Bu" ucap pak Sony.


Pak Sony segera menyiapkan beberapa pertanyaan untuk Alvan dan Ridwan kenapa harus seperti itu terhadap sahabat nya sendiri.


"assalamualaikum wr wb pak, nih mereka berdua yang saya ceritakan kemarin" pak Dhani menatap pak Sony sambil mendudukkan Alvan dan Ridwan.


"pak Dhani minta tolong tutup pintunya dan usahakan tidak ada yang mendengar dan jangan lupa matikan CCTV nya juga beserta alat perekam suara ruangan BK ini" tegas pak Sony penuh wibawa.


"siap pak Sony" sambil bergegas keluar dan menyuruh semua murid bubar kemudian mematikan semua CCTV BK dan perekam suara di ruang BK.


Pak Dhani segera bergegas kembali ke ruang BK untuk mendengarkan penjelasan dari Alvan dan Ridwan.


"assalamualaikum wr wb sudah semua bapak dan maaf agak lama" pak Dhani sembari duduk di samping pak Sony.


"ceritakan kalian berdua kenapa seperti ini" pak Sony membuka suaranya dengan berat.


"kamu atau aku yang cerita Wan?" Alvan menawarkan ke Ridwan.


"kamu saja Van, aku sudah cerita banyak ke pak Dhani juga kok masalah ini dan kenapa kita harus berpura-pura berkelahi di depan Citari dan Aryani" sambil memberikan air putih ke Alvan.


"thank Wan dan maaf telah melibatkan mu dalam masalah ini Wan" sambil menjabat tangan Ridwan.


"sudah cerita saja Van lagian dua hari lagi kamu menikah dengan kuntilanak Aryani itu" Ridwan dengan enteng nya berbicara.


"lho lho lho kok ada kata menikah begini, ceritakan ke bapak nak Ridwan dan nak Alvan" pak Sony membuka suaranya.


"sebelumnya bapak dengerin rekaman suara ini dan saya berharap sangat untuk membantu kita bapak Sony" Ridwan menyerahkan hape nya dan memutar suara yang di kirim dari Ella.


Pak Dhani dan pak Sony mendengar kan dengan teliti setiap pembicaraan dalam rekaman tersebut.


"oh kalian di jebak oleh keluarga besar Darin


dan Iqbal ikut andil di semua ini?" pak Dhani memberikan senyuman ke arah Ridwan.


"bukan kah Iqbal telah memukul mu Ridwan dan kenapa dia tiba tiba membantu Alvan dan kamu Ridwan?" pak Dhani menyelidik.


"Karena sya yakin Iqbal selaku kakak Aryani bukan type anak yang jahat bapak tetapi karena dia hanya tertekan oleh suatu hal di keluarganya" ucap datar Alvan.


"oh seperti ini kah contoh nya?" pak Dhani sambil memberi kan sebuah 5 lembar foto yang menggambarkan Iqbal di tampar oleh pak Darin di tempat umum.


"seperti ini juga kah Alvan?" pak Sony memberikan rekaman yang berisikan percakapan sebelum tamparan dari pak Darin ke Iqbal.


"kenapa kok ada kata kata bahwa mas Iqbal bukan anak ku ya Wan, aku kok curiga ya Wan" Alvan menatap Ridwan.


Mereka berempat hanya berpikir keras sambil melihat dan memutar berulang ulang percakapan dalam hape pak Sony.


"pak Sony dapat percakapan ini dari siapa?" selidik Ridwan.


"dari anak saya yang salah satu anggota kehormatan dari satuan elite keluarga besar seseorang yang memiliki anak yang bersekolah di sini Wan tapi sampai detik ini anak saya bungkam siapa anak dari pasukan elite tersebut" pak Sony sambil membuka sebungkus rokok untuk di hisap.


"saya boleh minta pak Sony?" pak Dhani meminta izin ke pak Sony.


"ambil saja Dhani,toh kita sudah tidak ada jadwal pembelajaran juga, kalian jangan ikut merokok di sini" tegas pak Sony sambil menatap tajam Ridwan dan Alvan.


"iya pak siap laksanakan" Ridwan dan Alvan bersamaan.


Alvan,Ridwan beserta pak Sony dan pak Dhani berfikir keras siapakah anak pasukan elite yang bersekolah di sekolah SMA Taruna Nusantara.


Dan kenapa harus keluarga Darin yang di incar? ada apa dengan semua ini?


To be continued..........


..........................❤️.........................


Assalamualaikum wr wb


terimakasih sudah mau mampir dan membaca cerita karya awal saya teman teman.


jangan lupa ya vote dan like nya untuk membuat author bersemangat untuk memberikan puzzle puzzle cerita cinta yang team pernah berujung ini.


jangan lupa komentar dan vote nya ya gaes terimakasih gaes.


wassalamu'alaikum wr wb.


..........................❤️.........................

__ADS_1


...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....


..........................❤️.........................


__ADS_2