
Assalamualaikum wr wb kepada pembaca yang saya hormati, saya selaku author mohon maaf jika terdapat kemiripan nama tokoh tetapi ini memang hasil karya pertama saya dan sekali lagi Semoga kalian meresapi dalam setiap perjalanan Lika liku jalan cinta Ridwan di cerita LAST LOVE FOR WHOM?
jangan lupa komentar, like dan vote nya, terimakasih, maturnuwun,maturnuhun, Xie Xie, thank you, bedankt, ありがとうございます.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...........................❤️.........................
Malam itu Ridwan terlihat semakin membaik dan Alvan pun melihat sahabatnya yang sudah tersenyum itu tahu karena dia masih memikirkan seorang yang jauh di lubuk hatinya, ya benar Citari lah yang masih dalam otak dan hatinya Ridwan.
" eh curut aku pulang dulu, mobil kau tak bawa dan biar aja mas Iqbal bawa ke rumah mu, bener kan mas?" Ujar Alvan sambil mengedipkan mata sebelah memberi kode ke arah Iqbal.
" wah bener tuh, lu istirahat ya Wan, gua mau cabut dulu, eh nenek lampir Tanti lu kagak pulang? gua kawal lu sampai depan rumah, bahaya cewek bawa mobil malam gini" ujar Iqbal menonyor Tantri di sebelah nya.
" pala kau nenek sihir, yauda gua pulang dulu Wan, cepet sembuh ya, eh tapi lu yang jaga Tria aja lah daripada di jaga mereka berdua yang ada nyawa lu jadi taruhan lagi" Tantri menunjuk ke arah Ghani dan Rian yang sedari tadi ngobrol dengan Ridwan.
"insyaallah kita berdua pulang saja karena besok juga harus ketemu dengan pak Mukti juga untuk mengucapkan terimakasih atas segalanya, makasih ya Wan kamu sungguh besar hati memaafkan kita, kita berdua jaga lu Wan, jangan nolak lu Wan! gua pamit dulu Wan assalamualaikum wr wb" Ghani menyalami Ridwan dengan penuh persahabatan.
"waalaikumsalam wr wb hati hati Ghan dan Rian" ucap mereka serentak.
Sementara itu Alvan yang jahil segera menarik Ria dan Adi bersamaan...
" kalian berdua ikut sebentar temani saya menanyakan untuk kegiatan dokter yang memeriksa Ridwan, sini!" Alvan menarik paksa Ria dan Adi.
Adi dan Ria tau maksud dari Ridwan pun faham dan hanya pasrah...
" Adi naik mobil Tantri ya nanti biar Ria naik mobil ku dan biarkan Tantri dekat dengan Iqbal, santai aja Ria, mas Iqbal uda jinak kok dan aku berharap dia segera cocok dengan mbak mu itu, gimana?" tawar Alvan.
" tapi Tuan Alvan nanti Bos Besar Iqbal marah bagaimana? saya harus bilang gimana?" ucap Adi cepat.
"saya yang jadi tameng mu dan kita pulang ke rumah Ridwan, aku mau minta sesuatu ke Om Mukti dan Tante Inah, jadi nanti Ria dan Tantri kita antar pulang dari rumah Ridwan, faham Di?" Alvan menjelaskan.
" terimakasih Tuan Alvan Dan sebaiknya saya langsung berangkat saja ke rumah Tuan Ridwan agar tidak curiga, bisa minta kunci mobilnya Nona Ria?" Adi menunduk untuk meminta kunci mobilnya Tantri.
"nih mas Adi, mobilnya gak bisa ngebut maklum mobil Fortuner bukan Lamborghini Gallardo milik kak Alvan,heeheheheeheh" Ria tertawa renyah.
Adi pun menerima kuncinya dan bergegas melaju ke rumah Ridwan tanpa di ketahui Iqbal dan Tantri.
Sementara itu di dalam kamar inap Tria hanya ngambek dia DDI tinggal oleh kedua kakaknya....
" kak Tantri aku ikut pulang Napa? lagian kak Ridwan sudah enakan juga" Tria memelas.
"udah gede mau kelas 12 juga, kamu jaga Ridwan sendirian gak berani tapi jaga masa laluku yang pura pura bunuh diri aja di tunggu sampai nangis-nangis, kalau lu gak mau kakak telfon mama, mau di marahi mama? " anacan Tantri.
"tapi kak, kak Ridwan kan sudah enak an dan kak Ridwan juga ingin sendiri, bener kan kak?" ucap Tria sambil menatap Ridwan untuk mengiyakan.
"Dik Tantri, sudah jangan di paksa, biar dia pulang, lagian saya sudah sehat juga kok" ucap Ridwan sambil meminum air putih dari nakas nya.
" piye curut? sudah turutin saja Tantri jangan nolak bisa bisa di sihir lu nanti" ujar Iqbal mengejek Tantri.
Tiba tiba.......
dddrrrrrreeeettttttt (suara handphone Tantri dan Iqbal bergetar bersamaan)
__ADS_1
Tantri dan Iqbal yang menerima pesan tersebut langsung saling bertatapan dan.....
"AAAAAlllllvvvvvvvvaaaaaaaannnnn, RRRRRRRRiiiiiiiaaaaaaa mati Kelian berdua!!!!" Tantri dan Iqbal bersamaan.
"lho kok bareng?tumben ya kak Ridwan" ujar Tria menatap Ridwan.
"Alvan ngerjain mereka, dah kalau mau pulang ikut mereka saja dik" ucap Ridwan cuek karena tau itu kerjaan Alvan yang usil.
"Wan gua pulang dulu, assalamualaikum wr wb, bye" sahut Iqbal sambil menyalami Ridwan.
" ati ati mas, bawa Tantri juga, aku tahu kamu di kerjain Alvan kok, jangan debat, kurangi berkelahi nya dengan Tantri" senyum Ridwan merekah menahan tawanya.
" dik, lu jaga kak Ridwan dan gak usah protes, faham!!!!!" ancam Tantri sambil menatap tajam Tria.
"eehhh i-iya kak, hati hati jangan bertengkar terus nanti jodoh loh sama kak Iqbal" celetuk Tria.
"bodoh amat sama dia!!!" ucap Iqbal Tantri bersamaan menunjuk ke arah lawannya.
mereka berdua pun segera adu mulut dan keluar dari kamar inap Ridwan....
"lucu ya mereka dik, semoga mereka berjodoh ya" Ridwan menatap pintu yang tertutup rapat.
"amin kak, eh maem lagi yuk kak, kakak mau apa? biar adik yang belikan" ujar Tria sambil membereskan barang-barang yang di bawa Iqbal, Ghani dan Rian tadi.
" Uda malem di sini saja, bentar tak panggil seseorang" ujar Ridwan sambil menekan bel kamar yang gunanya pun dia gak tau.
Kemudian tiga suster pun berlarian masuk ke kamar Ridwan dengan tergesa-gesa.....
"ada Tuan Ridwan? Apakah kondisi nya drop kembali?" ujar suster yang paling depan.
Ridwan dan Tria pun melongo melihat tiga suster masuk dengan tergesa-gesa....
"Saya baik baik saja Sus, kenapa lari lari gitu? ada apa toh?" ujar Ridwan tanpa bersalah.
"tadi ada tanda bel dari ruang tuan jadi kita bertiga langsung berlari karena takut dengan keadaan Tuan Ridwan" sahut Suster kedua yang segera memeriksa selang infus Ridwan.
"lho ini? jadi ini buat panggilan darurat toh? tak kira room servis Sus, maaf ya Suster, maaf banget" ujar Ridwan meminta maaf.
"itu tombol darurat tuan jadi jangan di tekan kalau tidak darurat" ujar suster kedua sambil memeriksa luka pinggang Ridwan.
" oh kalau begitu bisa minta tolong sus? ini dik Tria belum makan jadi bisa di belikan sesuatu gitu? kasihan dia sus, cewek jangan keluar malam malam apalagi ini rumah sakit juga kan, bisa kan sus? pinta Ridwan ke arah tiga suster tersebut.
" perhatian banget Tuan Ridwan dengan kekasih nya, yauda saya juga mau keluar, titip apa saja mbak?" suster ketiga berjalan ke arah Tria yang melongo melihat kelakuan Ridwan yang membantunya untuk mencari makanan untuk nya.
" wah terimakasih banyak mbak, langgeng ya sama Tuan Ridwan, kita keluar dulu, selamat malam"
Kemudian Tiga Suster tersebut telah keluar untuk pamit dan Ridwan tertawa terpingkal-pingkal melihat dirinya yang usil ke suster tersebut.
"kak jangan gitu lagi kasihan mereka lho, usil banget jadi anak, tak cium lho nanti" ujar Tria sambil menatap Ridwan.
"sini cium, sini" bahas Ridwan sambil menunjuk bibirnya.
" dih mesum, dah mau mandi dulu, istirahat jangan banyak gerak, kakak juga harus segera kuliah kan" sahut Tria.
Ridwan pun mengangguk dan segera menidurkan tubuhnya yang sedikit lelah karena di kunjungi sahabat sahabat nya tadi.
...........................❤️.........................
Alvan, Adi, Ria yang sudah berada di rumah Ridwan pun terlihat tertawa lebar karena mengerjai Iqbal yang pulang dengan Tantri sementara Tantri pun hanya merenggut tidak mau tau dengan Iqbal yang di mobil tadi memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
"kalian semua ada apa kok terlihat sedikit murung gitu?" ujar Mama Inah membuka percakapan.
"nak Iqbal kenapa kok keliatan nya emosi gitu? coba ceritakan tapi eh ini kan Ria, kamu Tantri terus Tria nya mana?" ujar Ayah Mukti sambil membakar rokok nya.
" saya di kerjain Alvan Om, Tria di rumah sakit jaga Ridwan karena biiar mereka berdua saling mengenal Om" ujar Iqbal penuh sopan.
"terus kedatangan kalian ramai ramai kesini ada apa? terus Ghani dan Rian sudah beres nak Alvan? ingat Ayah mu dan saya tak ingin punya musuh sedikit pun karena apa? karena mencari musuh itu sangat mudah tetapi mencari sahabat dan teman itu susah, paham kalian semua?" ujar Ayah Mukti memberi sedikit wejangan.
" Alhamdulillah Rian dan Ghani beres Om dan mereka mau untuk kuliah dan rencana saya kesini mau memberi saran mungkin bisa berguna juga, itung itung saya ingin melihat Ridwan kembali tersenyum penuh bahagia Om Mukti dan Tante Inah" Alvan membuka percakapan dengan sangat hati hati dan sopan.
"kalau nak Alvan bilang ingin mengembalikan Citari ke Ridwan saya akan sangat menolak keras karena dia Ridwan hampir kehilangan nyawa" Mama Inah kelihatan geram.
" Sayang, gak boleh gitu, ingat kita tidak boleh dendam, sudah jangan di ambil hati ingat kita berdua hanya ingin Ridwan dan Ahmad bahagia sayang" ujar Ayah Mukti sambil mengelus ngelus pipi mama Inah.
"Om ingat kita semua jomblo di sini Om Tante, rencana saya ingin Ridwan dan Tria bertunangan itupun kalau Ridwan setuju begitu juga dengan Tria, menurut Tantri dan Ria apa Tria sering membicarakan Ridwan ke kalian berdua?" Alvan menatap Tantri dan Ria.
" jangan tanya nenek Lampir Tantri dik, dia sok tau tentang perasaan, dia aja nenek lampir pasti gak punya hati tuh" Iqbal mengejek Tantri.
"jaga tuh omongan kakek lampir,gua sumpal tuh mulut " ketus Tantri.
__ADS_1
"hust nak Tantri jangan gitu, perempuan itu harus kalem lho jangan gitu ya, Ria dan Tantri nanti bilang ke ayah mama ya,ini surat untuk mereka ya dan Saya pinjam Adi untuk beli sesuatu untuk besok, boleh nak Iqbal?" pinta Mama Inah sambil menatap Iqbal.
" silahkan Tante, nanti saya temani karena saya juga ada urusan dengan gank nya Dirga yang buat rusuh barusan" geram Iqbal yang telah melihat pesan dari handphone nya.
" nak Iqbal, ingat perlakukan dengan manusiawi mereka, om dan Tante sudah ikhlas tentang pengeroyokan mereka terhadap Ridwan di cafe Dirga tapi yang bisa membebaskan Dirga cuman Ridwan, bukan begitu Sayang?" ayah Mukti menatap mama Inah dan hanya jawaban anggukan dan senyum ikhlas dari mereka berdua.
" Maaf Tuan besar Mukti dan Nyonya Besar Inah, saya berharap Dirga tak pantas menerima pengampunan dari Tuan Ridwan karena Dirga dan keluarganya sudah membuat Tuan Ridwan hampir meregang nyawa, saya pastikan Dirga keluar dari penjara akan saya habisi dengan atau tanpa Bos Besar Iqbal Tuan besar" ucap Adi penuh emosional mendengar nama Dirga.
" Adi, jangan gitu lebih baik setelah ini beli ini sesuai pesanan dalam kertas tersebut dan pikir kan kembali untuk berkuliah karena saya ingin kalian bertiga, kamu, Ghani dan Rian menjadi sarjana dan merubah image keluarga kalian, faham?!!" tegas ayah Mukti.
" maaf Tuan Besar saya emosi, siap laksanakan Tuan" tabik hormat dari Adi.
"Yasuda om Tante kita semua pamit pulang dulu, saya dan dik Ria pulang dulu ya, assalamualaikum wr wb" ujar Tantri sambil pamit.
" waalaikumsalam wr wb, nak Tantri bareng nak Iqbal dan nak Alvan dengan nak Ria kemudian biar Adi nanti sama Iqbal langsung mencari barang sesuai pesanan saya, jangan lupa surat itu kasihkan orang tua kalian ya nak Tantri, jangan bantah Tante, faham kalian semua!!" tegas mama Inah sedikit memberi tekanan.
Tantri pun ketakutan mendengar suara Mama Inah karena mengingat Mama Inah adalah seorang Sensei karate dan tak ingin dia DDI tendang hingga jatuh.
Akhirnya mereka semua pamit untuk mengantar Tantri Dan Ria, sesampainya Iqbal Dan Tantri satu mobil dengan Iqbal, Tantri pun melihat kertas yang di buka Iqbal dan......
"Cincin emas putih seberat 5 gram satu pasang" Tantri dan Iqbal bersamaan.
" eh Tantri kita gencatan senjata dulu oke? gua mau ngomong bisa?" pinta Iqbal sambil menatap Tantri lembut.
" Bisa asal jangan buat emosi saja lu ke gua" ujar Tantri sambil melihat amplop ditangannya.
" kalau ini cincin berarti itu?" ujar Iqbal menunjuk amplop yang di pegang Tantri.
" jelas perjodohan Ridwan dengan Dik Tria kak Iqbal" pendek Tantri.
Mereka berdua tersenyum penuh arti tentang pesan malam itu dan berharap pagi cepat datang untuk membuat Ridwan Dan Tria tersenyum bahagia atas semuanya......
Sementara itu Ayah Mukti telah menelpon Rekan bisnisnya yaitu keluarga Wicaksono terkait acara besok dan akhirnya kedua keluarga besar tersebut sepakat atas acara besok....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Siapakah yang bertunangan ya?apakah Ridwan menerima Pertunangan/Perjodohan tersebut? apakah Ridwan atau orang lain yang bertunangan untuk besok ya guys? komentar nya dong guys, 😊
kalian luar biasa guys.
...........................❤️.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....
__ADS_1
..........................❤️.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.