
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati membaca nya...
...terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
Assalamualaikum wr wb
terimakasih untuk semua reader yang membaca karya pertama saya.
jangan lupa like dan vote ya.
terimakasih banyak para reader❤️❤️❤️❤️
Wassalamu'alaikum wr wb.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"dari anak saya yang salah satu anggota kehormatan dari satuan elite keluarga besar seseorang yang memiliki anak yang bersekolah di sini Wan tapi sampai detik ini anak saya bungkam siapa anak dari pasukan elite tersebut" pak Sony sambil membuka sebungkus rokok untuk di hisap.
"saya boleh minta pak Sony?" pak Dhani meminta izin ke pak Sony.
"ambil saja Dhani,toh kita sudah tidak ada jadwal pembelajaran juga, kalian jangan ikut merokok di sini" tegas pak Sony sambil menatap tajam Ridwan dan Alvan.
"iya pak siap laksanakan" Ridwan dan Alvan bersamaan.
Alvan,Ridwan beserta pak Sony dan pak Dhani berfikir keras siapakah anak pasukan elite yang bersekolah di sekolah SMA Taruna Nusantara.
Dan kenapa harus keluarga Darin yang di incar? ada apa dengan semua ini? dan bagaimana dengan pernikahan Alvan dengan Aryani? apakah semua bisa digagalkan oleh Ridwan?
Tiba-tiba.......
"Assalamualaikum wr wb permisi ada orang di sekolah kah?" suara siswi yang mengetuk pintu ruan Guru.
"ssstttt diam semuanya jangan ada yang bergerak dan berbicara, bapak liat dulu" ujar pak Dhani sambil mematikan rokoknya.
"eh Wan suara itu seperti nya kenal ya?" Alvan membuyarkan lamunan Ridwan.
"eh iya ***, seperti kenal dan familiar banget" Ridwan menoleh keluar jendela ruang BK.
"kalian berdua duduk jangan sampai ada curiga, faham kalian?" pak Sony sedikit berbisik.
"faham pak" Alvan dan Ridwan ketakutan melihat pak Sony yang melotot disertai mulutnya yang mengeluarkan asap rokok seperti iblis Lucifer yang sedang menghadapi Gabriel dalam pertempuran Malaikat.
__ADS_1
Sementara itu pak Dhani berjalan tenang seperti mengecek satu persatu pintu ruangan yang sudah di kunci hingga akhirnya....
"Ada yang bisa saya bantu?" membuyarkan seorang siswi dan seorang siswa yang sedang duduk di depan ruang guru.
"assalamualaikum wr wb pak, saya Ella dan ini kak Diky, kami kesini mau bertemu bapak terkait acara pelepasan kelas 12 besok bulan Juni bapak" Ella mencium tangan pak Dhani di susul dengan Diky.
"kalian berdua panitia kah sampai kesini siang siang seperti ini?" selidik pak Dhani sambil mengambil berkas proposal yang di tangan Diky.
"hemm iya pak Dhani karena kita berdua panitia inti, saya sendiri ketua pelaksana dan Ella Selaku sekretaris panitia" Diky menunduk ketakutan.
"kenapa ketakutan seperti itu? apa saya monster yang harus di takuti?" pak Dhani mem bolak-balik proposal yang di tangannya.
"tidak pak, kita hanya meminta tanda tangan persetujuan dari bapak dan besok kita menghadap bapak Sony Selaku kepala sekolah untuk meminta tanda tangan beliau karena mengingat acara semakin dekat" Ella menjelaskan secara panjang lebar.
"oh begitu, ikut saya dan diam saja setelah sampai,jangan sampai ada yang banyak bicara, faham?!!!!" tegas pak Dhani.
"faham pak dan terimakasih" ucap Diky dan Ella hampir bersamaan.
Pak Dhani, Diky dan Ella berjalan menyusuri koridor sekolah yang sudah sepi dan koridor itu menuju ruang BK, dan wajah Diky bertambah panik ketika melihat tulisan RUANG BK......
"eh Ella kok kita di bawa kesini? ada yang salah dengan kita kah?" Diky berbisik ke Ella.
"Sudah diem aja kak yang penting di tandatangani sama pak Dhani toh di ruang manapun akan di tandatangani kok, santai ya rileks kak Diky" memberikan support ke Diky yang ketakutan.
Cklekc (bunyi ganggang pintu di putar)
Pak Dhani membuka pintu Ruang BK kemudian di susul oleh Diky dan Ella untuk bergegas menyusul pak Dhani masuk.
"Assalamualaikum wr wb, silahkan masuk, duduk di samping mereka berdua dan tunggu setelah saya tandatangani kalian bisa meminta tanda tangan ke pak Sony di sana" sambil menunjuk pak Sony yang sedang menatap tajam ke arah Ella dan Diky.
Alvan dan Ridwan yang menoleh ke arah pak Dhani dengan di susul siswa siswi tersebut hanya mulutnya menganga tak bersuara.
"kalian berdua kenapa? kok seperti melihat setan di siang bolong?" pak Dhani menatap tajam ke Ridwan dan Alvan.
"Ella Diky ngapain kesini kalian berdua?!!!" Alvan sedikit berteriak dan menghampiri Mereke berdua.
"lho kok di sini mas Ridwan dan mas Alvan?" Ella menjabat tangan Ridwan dan Alvan bergantian disusul Diky.
"eh sudah kenal dengan mereka?" pak Dhani yang sudah fokus menandatangani proposal pelepasan siswa siswi kelas 12.
Ella dan Diky yang belum tau apa apa hanya langsung duduk dan tidak sengaja melihat lembaran foto yang pernah di lihat nya dan di miliki nya juga.
"oh itu hobi saya terbaru untuk foto foto, namanya apa? fotofemografi?" asal pak Dhani.
"fotografi pak Dhani" ketus Ridwan.
"oh ya sebangsa itu lah Wan" jawab pak Dhani sekenanya.
Bukan namanya Ella jika mengambil foto-foto tersebut dengan hapenya sebelum di serahkan dan hal itu di liat Alvan Ridwan hanya biasa saja bagi mereka.
"kalian kena masalah lagi Kak Ridwan? mau sampai kapan kalian main drama berkelahi?" Ella membuka percakapan tanpa menghiraukan pak Dhani dan pak Sony.
Alvan yang mendengar langsung melotot memberikan kode untuk diam dan di susul tendangan ke kaki Diky untuk menyuruh Ella diam.
"eh mas, kenapa kaki Diky di tendang tendang? ada masalah?" Diky menatap Alvan.
Pak Sony dan pak Dhani yang mendengar ucapan Ella langsung bergabung ke arah mereka.
"kalian berdua tau masalah mereka berdua?" pak Sony membuka percakapan.
Ella yang keceplosan pun langsung terdiam begitu juga Diky sementara pak Dhani yang sudah menandatangani proposal berbicara dengan di iringi menutup pintu BK.
"kalau tidak jujur saya dan pak Sony akan membatalkan acara OSIS kalian" pak Dhani sedikit tegas suaranya.
"kalian ragu dengan kita berdua? kalian kalau ragu salah orang kalian" pak Sony membuka suaranya.
"Ella Diky, pak Sony dan pak Dhani di pihak Alvan dan aku juga kok" Ridwan membuka suaranya sambil menatap Ella dan Diky.
"Uda cerita kan saja El jangan di tutupi segala karena pak Dhani sangat percaya ke kita dan kita percaya ke pak Dhani" Alvan menambah ucapan Ridwan.
"kalian berdua tau darimana kalau pak Dhani dan pak Sony bukan musuh?" Ella menatap tajam ke arah Ridwan dan Alvan bergantian.
"Biar saya jelaskan saja,agar cepat faham" pak Sony pun membuka suaranya dan mulai bercerita semuanya.
"jadi gini, Ridwan dan Alvan sudah membangun sekolah ini dari kelas 10 dengan prestasi mereka berdua dan Saya sendiri pun adalah Saudara ipar dari ayah nya Ridwan yang bernama Mukti itu, setelah itu kejadian Ridwan sering berkelahi dengan Alvan yang saya kenal betul mereka berdua adalah sahabat dari lama kemudian saya cari kebenaran nya dengan pak Dhani melalui Ridwan dan Alvan yang sering keluar masuk ruang BK karena perkelahian mereka berdua dan sampai akhirnya Ridwan mengaku ketika Alvan akan di nikah kan dua hari setelah Ujian Nasional, akhirnya saya mencari informasi dari ayah Alvan yang merupakan rekan bisnis adik ipar saya Mukti itu dan ketika kita bertemu semuanya terpecahkan dan saya berjanji untuk menjaga Alvan dan Ridwan dari upaya pembunuhan berencana oleh keluarga besar Darin, saya sendiri mengerti jika Alvan terpaksa menikah dengan Aryani demi keselamatan ayahnya tetapi ada apa dengan Aryani dengan pembalasan dendam ke keluarga Wicaksono yaitu keluarga Alvan, hingga akhirnya anak saya memberikan informasi seperti ini bahwa Darin telah menampar anak nya bernam Iqbal" sambil menyerahkan foto tadi kemudian membakar rokoknya sambil mengambil nafas yang berat.
"panjang sekali pak Sony cerita nya ya persis dongen sebelum tidur" celetuk Ridwan.
"gundul mu dongeng sebelum tidur Wan,kau juga terancam kepet" Alvan menonyor kepala Ridwan pelan.
__ADS_1
"Selama aku bernafas dan menghancurkan mereka kenapa tidak aku hancurkan?" Ridwan dengan entengnya.
Ella yang daritadi mencerna perkataan pak Sony dan menatap lekat mata pak Sony hanya menghela nafas panjang dan......
"saya percaya ucapan bapak karena saya mendengar dari Citari, kak Aryani serta Diah bahwa bapak selalu memanggil kak Ridwan dan kak Alvan ketika berkelahi dan mereka bertiga bangga dengan menceritakan itu semua" ucap Ella datar.
"maka dari itu, saya selaku kerabat dekat Ridwan harus bertanggung jawab atas semua yang di lakukan Ridwan di sekolah, boleh tau nama kalian siapa?" pak Sony membakar rokok nya kembali yang mati akibat cerita panjangnya tadi.
"saya Ella bapak dan ini kak Diky, kita berdua merencanakan sesuatu tapi kita semua main rapi kok" senyuman Ella mengembang.
"saya mengerti juga kalian sebenarnya melindungi Ridwan dan Alvan dari jauh tapi kira kira kapan eksekusi nya?nih dah selesai tinggal tanda tangan pak Sony" pak Dhani menyerahkan proposal kegiatan OSIS tersebut.
"terimakasih bapak dan untuk eksekusi nya insyaallah ketika ijab Qabul pernikahan kak Alvan dan semua sudah saya atur rapi dengan kak Iqbal beserta Diky, jadi kalau mau ikut bergabung silahkan tapi jangan sampai tercium orang orang licik" Ella menggeleng pelan.
"maksudnya licik El?" suara Alvan ikut menimbrung.
"saya percaya ke Iqbal, Diky,pak Sony dan pak Dhani serta kalian berdua kak,tetapi saya percaya sama kak Aryani kekasih kak alvan" Ella menyeka air matanya.
"maksudnya gimana dengan Aryani?apa Aryani anak yang berbahaya?" Ridwan memandang Diky sekolah mencari jawaban.
"Aryani menyebarkan jika pernikahannya nanti ada 2 korban yang harus mati oleh Aryani" air mata Ella jatuh.
"siapa dua korban itu El?" Diky memeluk bahu Ella.
"Kak Ridwan dan Kak Alvan harus mati karena keluarga besar Mukti dan Wicaksono telah membatalkan kerjasama bisnis dengan keluarga besar Darin" Ella memeluk Diky sambil menangis.
"terus kenapa lu nangis oon, kita yang di incar lu yang nangis" ceplos Ridwan.
"Keluarga kalian berdua nanti akan musnah semua kak saat acara pernikahan berlangsung!!! padahal aku sudah menaruh hati ke Ahmad lho kak Ridwan, huhuhuhuhu" Ella sesenggukan.
"dasar celeng,monyet,kutu kumpret" celoteh Ridwan.
"Wan itu mulut atau pedal rem?" tanya Alvan sambil melotot.
"Uda Uda kita semua harus bekerjasama dan nanti kamu akan mendapatkan Ahmad sebagai kekasih mu kok" Diky menenangkan Ella.
"makasih support nya kak Diky" pandang Ella ke arah Diky.
"Diky oh Diky, ingat kau Uda ada Fahira lho jangan sampai jatuh hati ***" Alvan menunjuk Diky tepat ke arah dahi Diky.
"siapa juga jatuh hati sama adik sepupu dari ibu ku mas Alvan" senyum Diky.
"lho kalian sebenarnya kakak adik? dan Fahira, Citari dan Diah udah tau?" Ridwan menatap lekat Diky.
"udah tapi mereka cuek bebek ya gimana lagi? lagian Fahira juga tak cemburu karena dia juga punya selingkuhan kok" Diky tersenyum pahit.
"Uda itu gampang kalau cewek mudah di dapat asal kau punya prestasi dan otak encer kaum hawa akan melihat kau,faham kau Diky?" tegas Ridwan.
"siap kakak Ipar" hormat Diky ke arah Ridwan.
"kakak ipar matamu kui, punya Adek ipar macam kau serasa ingin menjadikan samsak hidup, mau jadi samsak hidup?" tegas Ridwan.
"siap jika Ella nanti menyakiti Ahmad" sambil tersenyum sinis ke arah Ella.
"hahahahahahah" tawa semuanya.
Mereka semua ingin rencana mereka berhasil mematahkan rencana busuk Aryani yang begitu ingin membunuh keluarga besar Mukti dan keluarga besar Wicaksono.
Apakah secercah harapan itu akan berhasil?dan apakah Alvan bisa terlepas dari Aryani beserta jebakan nya yang telah hamil dari orang lain yaitu Rio?
To be continued......
..........................❤️.........................
...Assalamualaikum wr wb...
...terimakasih sudah mau mampir dan membaca cerita karya awal saya teman teman....
...jangan lupa ya vote dan like nya untuk membuat author bersemangat untuk memberikan puzzle puzzle cerita cinta yang team pernah berujung ini....
...jangan lupa komentar dan vote nya ya gaes terimakasih gaes....
...wassalamu'alaikum wr wb....
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................❤️.........................
__ADS_1