
Hal tersebut membuat Yudi emosi dan akan menempuh segala cara untuk mendapatkan Tria sementara Lidia menatap Ridwan sambil mengangguk sendu di ikuti bulir air mata nya terjatuh.
Cinta Lidia memiliki Ridwan kini terhalang tembok pertunangan dengan Tria hingga dia sedikit sesak memikirkan itu semua. Sementara Vita yang mengetahui Lidia terjatuh kembali karena yang namanya cinta hanya bisa menggegam erat tangan Lidia untuk menenangkan nya, sayup terdengar sebuah lagu mewakili perasaan Lidia saat ini mungkin untuk Yudi juga.
SEBUAH RASA
By Agnes Monica
Aku dihadapkan pilihan
Antara benar dan salah
Aku mencintai kamu
Sangat mencintai
Kamu berjalan bersamanya
Selama kamu denganku
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa
Cinta
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah cintamu?
Kita berawal karena cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah cintamu?
Kita berawal karena cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah egomu?
Kita berawal karena cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri
Kamu dihadapkan pilihan
Antara aku dan dia
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa
Cinta.
Netra Lidia menatap sendu ke arah Ridwan seakan ingin memeluknya tapi Ridwan sudah memiliki Tria untuk di hatinya. bukan Lidia yang terlambat untuk datang mengetuk hati Ridwan tapi apa pantas waktu yang salah? entahlah.
" Lu ingat Yud, jangan deketin Nyonya Tria karena dia bakal hilang dari tatapan mu itu, ingat Yudi, Lu kalau mau celaka kan Tuan Ridwan harus pikir pikir juga, faham lu?." Adi menonyor kepala Yudi.
" B-baik Bos Adi, yauda saya pamit dulu, selamat Tria, maaf kali ini kamu memang sama dia." ujar Yudi santai.
Lidia dan Vita pun bergegas pergi untuk meninggalkan Ridwan dan kekasihnya beserta sahabat nya di Cafe tersebut tanpa sepatah kata pun di bibir Lidia, kelu rasanya mengingat semua yang barusan terjadi.
" Mas, yuk belanja sekarang, sudah habis semua kan?." selidik Tria sambil menatap Ridwan yang menghabiskan kopi nya.
" Bentar, aku mau ngomong sesuatu dan kalian saksinya semua." Alvan mengeluarkan cincin dalam kotak perhiasan.
__ADS_1
Ridwan yang mengerti maksud Alvan langsung mengangguk setuju dan Adi pun segera berdiri untuk menambah kopi untuk nya.
" Ria, boleh aku memiliki hatimu untuk saat ini dan selamanya? aku hanya ingin kamu tahu jika aku mengagumi mu sejak saat kamu datang dalam hidupku." Alvan mengeluarkan kata romantis nya ke hadapan Ria.
" Kak Alvan jangan gitu, malu di lihat banyak orang itu lho, iya aku terima tapi awas jangan sakiti hati ku, lagian kenapa sekarang ungkapin semuanya?." Ria menatap cincin yang melingkar anggun di jari manisnya.
" Karena kamu spesial Ria tapi bukan spesial pakai telor, aku sungguh mencintai mu Ria." Alvan berusaha memeluk Ria tapi tangan Ridwan membatasi pergerakan Alvan.
" Mau ngapain? main peluk aja, langsung minta ke orangtuanya kalau berani sana jangan asal nyatakan cinta aja kau, dasar Tokek tempur." Ridwan menonyor kepala Alvan.
" Segera aku buktikan ucapan mu Ridwan bin Mukti, jangan panggil Alvan bin Wicaksono kalau hanya meminta Ria untuk menjadi istriku kelak." Alvan menepuk nepuk dadanya dengan penuh bangga.
Semuanya tertawa melihat tingkah Alvan dan Adi pun memberikan kode telah selesai meminum habis kopinya ke arah Ridwan. akhirnya mereka berlima berjalan menuju pusat pembelanjaan di kawasan Tunjungan Plasa Surabaya.
" Mau beli apa dulu? bahan makanan atau buku buku?." Ridwan menawarkan ke Tria.
" Bahan makanan aja dulu mas, kak Ria, aku duluan ya mau belanja kebutuhan dapur sama mas Ridwan, ketemu lagi di stand buah ya kak." ucap Tria sambil mengambil keranjang belanja.
Ria dan Tria membagi tugas belanja kebutuhan dapur sementara Ridwan hanya mengikuti Tria dari belakang sambil berbicara dengan Adi tentang bisnis tentunya.
" Kapan kamu punya waktu Di untuk cari tempat bisnisnya? jangan lama lama biar greget kamu punya bisnis juga, faham?." Ridwan membuka percakapan nya.
" Maaf Tuan Ridwan, untuk itu masih saya pikirkan juga dan pasti saya kan menerima ajakan Tuan Ridwan, Tuan permisi saya juga harus berbelanja untuk adik adik saya." Adi menunduk hormat ke arah Ridwan.
" yauda sini dompet mu, ikut saya saja." Ridwan meminta dompet Adi.
" Maaf Tuan, biar saya sendiri untuk membayar semuanya." Adi terlihat ragu untuk menyerahkan dompetnya.
" Sini! sudah sana belanja atau tak laporkan Mas Iqbal kalau kau gak nurut, ambil yang kamu mau Adi jangan sungkan, kamu sudah saya anggap keluarga ku dan keluarga nya Alvan, faham kamu Adi?." Ridwan merebut dompet Adi sambil menepuk bahunya.
" Terimakasih banyak Tuan Ridwan, saya pamit terlebih dahulu dan saya tunggu di stand buah juga, permisi Tuan Ridwan.". Adi beranjak pergi.
Ridwan pun tersenyum melihat Adi yang bergegas mengambil keranjang belanja untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya, sementara Tria sudah memasukkan semua kebutuhan yang telah di catat oleh assisten rumah tangga nya.
" Tuh ada ikan, gak beli juga sayang?." Ridwan menunjuk ikan gurame segar.
" Kalau itu besok antar pasar ikan aja biar murah mas, mahal itu lho harganya." Tria beranjak pergi dari stand ikan.
" mbak, ikan gurame nya lima ekor yang jumbo dan bersihkan juga ya." Ridwan langsung memesan gurame untuk Tria.
" baik mas, mohon di tunggu, dikemas pakai Es batu atau hanya plastik mas?." pelayan itu menawarkan opsi.
" totalnya enam ratu tujuh delapan ribu mas, gesek ya, silahkan masukkan PIN nya." pelayan kasir menyodorkan alat Electronic Data Capture untuk memasukkan PIN black card milik Ridwan.
Tria hanya geleng-geleng melihat Ridwan yang begitu tahu jika Tria ingin makan ikan gurame, Tria pun tersenyum bahagia melihat ikan gurame yang telah kemas dalam kotak ice nya.
" Oh ya nanti saya ambil aja ya soalnya ini masih belanja juga ke atas, bisa kan?." Ridwan menatap box ikan di depannya.
" oh tentu bisa mas,kita taruh di lemari pendingin terlebih dahulu kalau begitu, terimakasih dan selamat berbelanja kembali." pelayan memberikan senyum ramah ke Tria dan Ridwan.
Dari kejauhan Lidia, Vita dan Yudi pun mengamati Ridwan dan Tria yang begitu mesra membuat Lidia ingin mengharap kan sebuah rasa memiliki Ridwan di perlukan nya, Rasa itu seakan menyeruak keluar menjadi dendam untuk memiliki hati Ridwan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apakah Lidia berhasil mendapatkan hati Ridwan dari Tria? mungkinkah dia bersanding dengan Ridwan?
Tunggu kelanjutannya yaππ
...........................β€οΈ.........................
terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak ππππππ.
..........................β€οΈ.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπππ.
__ADS_1