LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
RENCANA DIRGA ADITYA PART 2


__ADS_3

..........................❀️.........................


bbuuggghh (pukulan mengarah ke perut Rian)


"angkat dia" ujar cowok tersebut


"siap bosss dan bawa kemana nih bosss?" anak buahnya keembbali bertanya.


"bawa ke basecamp kita" tegas cowok itu


Dengan segera cowok itu menelpon bos nya untuk memberikan informasi bahwa ada bakal peristiwa lagi dan bos nya pun dalam telfon nya menyuruh untuk menyekap hingga dia kelar urusan nya nanti.


Setelah hampir 1 jam menunggu kedatangan bos utama mereka semua, Rian sudah siuman dari pingsannya.


"lepas kan gua ******!!!!, Gua bunuh kalian satu persatu!!!" Teriak Rian.


"Hem kau lagi Rian Rian dan Rian, kamu tau kenapa di culik hah?" ujar Adi.


pembaca semuanya masih ingat siapa Adi?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


benar sekali Adi adalah anak buah dari Iqbal dan pasti nanti nya Dirga akan berurusan dengan Iqbal beserta semua anak buah se Gresik, Surabaya dan Sidoarjo.


"lu, ****** lu Adi!!! cuih!" berontak Rian sambil meludah di muka Adi.


"Kenapa kau pindah ke sini? bukankah kau harus tunduk sama bos besar kita?, apa kau tak takut dia tau kalau kau pindah ke Gresik sini Rian?" Adi mengelap ludah Rian tanpa emosi.


"Iqbal tak kan berani menyentuh gua!! karena Gua dilindungi dengan duit banyak asal lu tau *****!!!!! umpat Rian sambil menatap tajam Adi.


"Asal kau tau!!! bos besar ku lebih tajir daripada bos lu si Dirga!!! bos Iqbal anak dari Keluarga besar Wicaksono!!! faham otak kau hah?!!!" Adi menodongkan pistol di pelipis Rian.


Ketegangan terjadi saat Rian menjelekkan Iqbal di depan semua anak buah Iqbal dan semua sudah mengeluarkan senjata mengarahkan ke arah Rian semenjak Adi membidik pelipis kepala Rian.....


"Adi cukup!!!, lepaskan ikatannya, biar saya aja yang ngomong" Tegas Iqbal dari belakang Adi.


"Ingat ini Rian, kalau kau sentuh Bos besar Iqbal, peluru ini akan tembus ke otak kau" bisik Adi di telinga Rian.


"Adi, sudah di lepaskan? nih semua makan dulu, saya minta maaf datang terlambat habis makan dengan keluarga saya" ujar Iqbal sambil menaruh semua kotak nasi.


Iqbal menatap Rian dari ujung kaki sampai ujung rambut Dan Iqbal mengajak untuk berjabat tangan ke Rian, tetapi serentak semua anak buah Iqbal menodong kan senjata ke arah Rian.


"hei hei sudah!! Saya tak apa apa, lanjutkan tuh makanan sudah mau dingin tuh" Iqbal memberi kode untuk menurunkan senjata.


Rian menatap takjub wibawa Iqbal yang begitu besar, hampir seluruh Gank dari Sidoarjo, Surabaya bahkan Gresik bergabung dengan nya dari dulu.


"Nih makan dulu kamu, namamu Rian kan? Anggota gank dari Dirga?" Iqbal menaruh makanan di depan Rian.


"Mau lu apa hah!!! Lu jangan sok akrab sama gua *****!!!!" hardik Rian.


Adi yang mendengar nama Bos nya di hina pun gusar, dengan segera dia mencabut pistol dari sarung pistolnya.

__ADS_1


"kau bisa sopan dikit sama Bos Iqbal hah? apa gua ledakan kepala lu!" Hardik Adi sambil mengarahkan pistol ke pelipis Rian.


"Adi cukup, biar saja dia seperti itu, Uda lanjut makan dulu" Iqbal mengambil pistol di tangan Adi.


.


.


.


.


.


.


"di makan saja Rian, lagian kamu salah masuk rumah juga, ngapain ke Gresik segala? ada urusan keji apalagi Dirga?" selidik Iqbal kemudian.


"Bukan urusan lu ****!!! gua mau ngapain di sini lu ngapain ngurus?!! " gertak Rian melotot ke arah Iqbal.


"dengar Rian, saya sudah baik baik bertanya ke kamu dan kamu jawab nya begitu kasar, sudah siap hancur kah kamu?, asal kau ingat!!! Gresik Sidoarjo dan Surabaya daerah kekuasaan ku!!!, faham kau Rian?" Iqbal mengeluarkan type pistol Magnum nya ke arah Dagu Rian.


Rian yang merasa ngeri itu pun hanya menelan ludahnya dan rasanya pahit......


"kamu gak jujur silahkan tapi awas,kau kulihat sampai melukai orang terdekat ku akan ku kejar kau sampai ke neraka" Iqbal menarik pelatuk pistol nya dan cklelck (suara pelatuk pistol itu ketarik dan ternyata kosong tanpa amunisi).


Adi dan anak buahnya pun yang melihat adegan tersebut hanya bisa menelan ludah berharap Rian mati seketika tetapi sayang sekali, selongsong peluru tak keluar dari pistol Magnum milik Bos besar mereka.


"kenapa? takut ya manis?? kalau takut beritahu alasan mu kesini atau kamu akan seperti itu.....dor dor dor" Iqbal melepas kan tembakan ke arah papan bidik tepat di belakang kepala Rian.


Rian pun yang ketakutan hanya bisa keringat dingin meskipun dia tidak di ikat tapi dia memberontak pun sia sia baginya karena semua anak buah Iqbal memakai senjata api Legal.


Rian pun tertunduk menangis sambil menatap Iqbal dan Adi bergantian kemudian dia......


"boleh minta minum?" ujar Rian yang sekarang nyalinya sudah ciut dan menghilang entah kemana.


"nih dan makan, karena kamu berada di tempat yang aman" Iqbal memberi kan segelas air putih dan makanan untuk Rian.


"Terimakasih Bal dan setelah ini gua ceritakan semuanya asal satu hal yang aku inginkan,lu bisa bantu gua?" pinta Rian.


Rian pun mengangguk mantap, kali ini dia ingin berdiri untuk membasmi Dirga yang sok dengan mengandalkan uang semata, sementara itu Iqbal menatap Rian dengan penuh waspada kemudian dia menarik Adi untuk ikut dengan nya dengan membawa dua anak buah nya .


"Ada yang bisa kita bantu Bos Iqbal?" takzim Adi.


"Di, sudah beberapa kali panggil saja Iqbal atau bang, faham Di? Iqbal mengeluarkan rokok nya kemudian di nyalakan rokok itu oleh anak buah Adi.


"makasih bro, Di tugas mu ikutin kemanapun Rian berada dengan menyuruh anak buah kamu, faham? " Iqbal menatap Adi meminta jawaban.


"kenapa harus di ikuti dia bang? kenapa tidak kita habisi saja sekalian dengan Dirga bang?" Adi menatap ke arah dalam gedung untuk memastikan Rian tidak kabur.


"aku curiga Dirga melakukan misi lagi terhadap orang yang menghalanginya Di, faham kau Di?" Iqbal menatap Adi tajam.


"siap bang, silahkan masuk karena Rian sudah hampir selesai makan bang" ajak Adi untuk kembali masuk.


Rian pun melihat Iqbal datang langsung menundukkan kepala untuk bersiap menceritakan semuanya.


"gila nih orang, wibawa nya besar juga" batin Rian dalam hati.


"kenapa? butuh rokok? nih ambil" Iqbal memberikan sebungkus rokok untuk Rian.


"makasih Bal, gua mau cerita asal ada satu hal permintaan gua yang harus lu penuhi" Rian menghembuskan asap rokoknya perlahan.


"apapun kecuali keluarga, orang terdekat ku dan orang kepercayaan ku, kamu minta wilayah?" tanya Iqbal sambil mengambil rokok sebatang.


"gua gak tertarik wilayah bal, semua sudah tunduk ke lu, gua hanya kasih kabar saja....nih pesan dan foto orang yang gua incar" sahut Rian sambil memberikan handphone nya.


Iqbal dan Adi pun melihat sekilas foto tersebut dan isi text dar pesan Dirga Aditya, Adi pun langsung mendidih darahnya hingga mencabut pistol dari sarung pistolnya kemudian menodong tepat di pelipis Rian.


"kau mau apakan tuh anak? ada urusan apa Dirga dengan anak itu? jawab!! atau kepalamu meledak sekarang!!!" ancam Adi.


Suasana kembali tegang karena semua anak buah Adi ikut menodong kan pistol ke arah Rian bersamaan.


"Adi!! Semua!!!!! taruh kembali!! biar saya yang tanya!!! faham??" Tegas Iqbal.


"Maaf bang" sahut mereka serentak.


"Oke oke, tampak nya kalian kenal dengan dua anak ini, kalau boleh tau mereka siapa lu Bal?" tanya Rian penuh menyelidik.

__ADS_1


"Kau dan anak buah lu sentuh dua anak tersebut aku pastikan kepala mu hilang dari tempatnya" Geram Iqbal.


"oke oke,gua paham, asal lu tau, anak ini telah merebut tunangan Dirga" ujar Rian sambil menunjuk foto Ridwan dalam ponsel.


"siapa nama tunangan Dirga? " Iqbal kembali menatap tajam Rian.


"Citari Safitri dan dia namanya Ridwan, apakah kamu mengenal mereka berdua?" Rian menyelidik.


"itu bukan urusan mu dan saya ceritakan asal kamu bisa saya percaya atau tidak? tau sendiri kamu jika saya tidak percaya makan akan berujung dengan kematian bagi yang mengingkari kepercayaan saya, faham kau Rian?" Iqbal menaikan alisnya untuk memberikan kesempatan berfikir Rian.


" oke ,gua percaya lu bal tapi permintaan gua satu, gua ajak Ghani untuk bergabung dengan lu untuk menghancurkan Dirga, deal?" Rian memberi tangannya untuk mengajak berjabat tangan.


"oke deal, asal kamu tau Ghani melakukan ini semua karena orangtuanya di bantu Dirga, benar begitu Rian?" Iqbal menjabat tangan Rian sangat erat untuk memastikan bahwa Rian tidak berkhianat.


"Ya benar sekali ternyata Bos besar sekelas kamu pantas menyandang nama tersebut Bal" senyum Rian mengembang.


"kamu yakin Citari bertunangan dengan Dirga? Dan kamu tau siapa nama dua anak yang di incar Dirga Aditya Bos kau?" Iqbal memberikan sedikit penekanan intonasi nya.


"Ya karena Tadi siang Dirga sudaha mengkordinir untuk membantai itu anak dalam Juli terakhir nanti, jelaskan siapa dua anak itu" Rian mencoba mencari jawaban dari kedua bola mata Iqbal.


"ini yang pertama adalah adik kandung ku namanya Alvan dan ini Sahabat sejati nya namanya Ridwan Kekasih Citari dan asal kamu tau Mereka berdua lecet sedikit saja karena ulah Dirga dan anak buah mu, kau yang mati di tangan ku" ancam Iqbal.


"jadi benar kamu sudah menjadi anak keluarga besar Wicaksono yang kekayaannya di Atas Keluarga besar Rendra papanya Dirga" Rian hanya tersenyum melihat Iqbal yang menatapnya tajam.


"Sekali lagi itu bukan urusan kamu, dan harta tidak selamanya tinggal di dekat manusia Rian, tugas ku hanya melindungi Alvan dan Ridwan, jelaskan rencana Dirga Aditya Bos mu itu membunuh Ridwan" pinta Iqbal dengan sedikit tekanan.


Rian pun menceritakan detail semua rencana Dirga dengan meminta bantuan ke kekuasaan dari Iqbal karena Dirga hanya butiran debu untuk Iqbal yang seorang Bos dari tiga wilayah kota besar Jawa Timur.


"oke berarti intinya Ghani harus segera bertemu dengan ku secepatnya dan ini handphone untuk mu agar bisa menghubungi ku dengan cepat dan jangan lupa bawa Anggota kepercayaan mu, ingat anggota kepercayaan mu!!!" Iqbal memberikan sebuah handphone yang sudah terpasang alat sadap dan pelacak.


"Sudah terpasang semuanya bal? gua memastikan agar gua dan Ghani aman di tangan lu dan anak buah lu, kita kerjasama untuk kehancuran Dirga" sinis Rian menyebut nama Dirga.


"sudah semua dan ingat!! bawa Ghani untuk bertemu dengan ku secepatnya" pinta Iqbal.


"oke gua balik dulu untuk memberi tahu Ghani juga, makasih Attas kerjasamanya" Rian menjabat tangan Iqbal erat.


"sama sama, hati hati di jalan" sahut Iqbal.


Rian keluar dari basecamp Iqbal diikuti dengan perasaan ingin menghancurkan Dirga secepatnya.


"Adi ikuti dia dan bawa anggota 3 dan jangan terlihat mencolok dihadapan anak buah Dirga , faham?" sambil menatap tajam Adi orang kepercayaan nya.


"siap bang Iqbal, terimakasih Sudah percaya saya untuk tugas ini, saya mohon pamit dulu, assalamualaikum wr wb" pamit Adi penuh takzim.


Sementara itu di sebuah Cafe Gress style duduk seorang cowok yang menunggu kedatangan seseorang sahabat nya hampir satu jam lebih tiga puluh menit.


"lambat benar Rian, suruh pengawasan saja hampir tidak muncul Sampai detik ini" keluh Ghani sambil menatap jam tangannya.


"Bro ,dah lama menunggu? nih jadwal Ridwan incaran lu sudah gua ikuti hampir seharian Ini tapi ada syaratnya" Rian membuyarkan lamunan Ghani Yang kesal.


" pakai syarat segala, cepat katakan apa syarat nya" pinta Ghani lirih.


Akhirnya Rian pun terpaksa menceritakan semuanya bermula dia berhasil diculik oleh Bos besar Iqbal dan anak buahnya hingga menceritakan siapa Ridwan dan Alvan tersebut ke Ghani tanpa di tambah atau dikurangi sedikit pun.


"Hah jadi target kita benar Ridwan Anak pertama dari keluarga besar Mukti dan Alvan anak kedua dari keluarga Wicaksono Rian? berarti Dirga bertemu dengan lawan yang salah, gimana masuk kan mu " Ghani meminta memasukkan ke Rian.


"pertama lu harus ketemu Iqbal langsung dan beritahu konsep mu itu untuk mengakhiri Ridwan karena Alvan juga adik kandung Iqbal Ghan" tegas Rian.


" Aku usahakan untuk bertemu Iqbal karena bagaimanapun juga Iqbal bukan orang biasa dia memiliki ribuan anak buah juga di tiga kota besar" ujar Ghani sambil meminum kopinya yang hampir habis.


"Besok ketemu Iqbal baru ketemu Dirga, bagaimana?" pinta Rian.


"jangan, kita temui Dirga dulu untuk mengetahui keinginan nya untuk mencelakakan Ridwan" sahut Ghani penuh mantap


Kedua anak Adam itu berkumpul untuk besendaa gurau Dan tidak menyadari mereka di ikuti oleh anak buah Iqbal dari tadi, Ghani yang dari tadi berfikir keras ingin lepas dari Dirga. jalan satu-satunya adalah bergabung dengan Iqbal mau tidak mau sekalipun karena Iqbal bakal melindungi Ridwan dan Alvan.


To Be Continued......


..........................❀️.........................


...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š....


...jangan lupa like, vote dan komentarnya ya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....


..........................❀️.........................


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.

__ADS_1


__ADS_2