
...........................❤️.........................
" Tantri jangan memaksakan kehendak adik lu dengan Ridwan!!! lu egois nenek lampir!!" sarkas Iqbal.
" bodo amat, lu aja yang oon, lu aja yang hanya bisa pakai otak lu tapi hati lu gak punya, dasar kakek lampir!!!, lepaskan tangan ku dasar mesum!!!!!!" Tantri berteriak keras agar Iqbal melepaskan tangannya.
Mereka semua hanya menggeleng melihat mereka berdua perang mulut bahkan Iqbal di pukul Tantri pun Iqbal hanya diam tanpa membalas, Ridwan kembali memandang liontin yang di genggamannya di ikuti Tria yang memandang foto Dirga di handphone nya....
" Ma, Yah, Ridwan tak bisa menerima cincin pertunangan ini, maaf dan maaf karena aku tak ingin memaksakan dua hati untuk yang masih saling mengobati." Sendu Ridwan.
Semua menatap lekat Ridwan, hanya Alvan yang berjalan ke arah Ridwan, Alvan mengerti perasaan Ridwan yang ingin sendiri.
" Simpan aja cincin itu Wan, simpan untuk yang tepat di hatimu bukan hanya di ucapan mu saja." Alvan seraya memeluk lekat sahabat nya itu.
Berbicara tentang perasaan tak akan ada yang bisa menebak karena zat itu hanya bisa terasa jika dua insan saling melengkapi satu sama lain bukan menyakiti dan bukan juga berdusta.
Tria pun berjalan ke arah Ridwan yang masih di pelukan Alvan seakan memberikan jawaban.
" Kak Ridwan, aku siap untuk bertunangan dengan mu tapi dengan syarat." suara berat Tria.
Semua menoleh ke arah Tria yang sedang menggenggam cincin itu berharap untuk segera meneruskan ucapannya.
" Apa syaratnya? kamu tahu kan kita sama sama terluka dan kenapa kamu ingin bertunangan?." sahut Ridwan segera.
" Kita bertunangan saling menyembuhkan dan saling memiliki serta aku siap nanti jika Kak Ridwan tidak meneruskan pertunangan ini pun aku menerima, tapi izin kan Tria saling mengobati luka kita kak" sendu Tria.
Ridwan hanya menatap langit-langit ruang inapnya, hati nya kalut, resah karena dia tak ingin menyakiti Tria.
" Ehem ehem , Sudah drama pertunangan nya? Ayah sudah ngomong juga dengan Papa Hadi, kalau kalian tidak jodoh kita semua tidak akan malu juga, benar begitu Bapak Hadi?." Suara Ayah Mukti seakan meminta jawaban segera.
" Ya benar, nak Ridwan dan Nduk Tria sama sama sembuhkan luka kalian, kita lakukan pertunangan ini karena kita berdua melihat kalian cocok tapi konsekuensi nya kalau gagal ya tidak apa-apa toh jodoh itu sudah digariskan oleh Allah SWT juga." ujar papa Hadi berdiri di antara Ridwan dan Tria.
__ADS_1
Ridwan hanya menunduk begitu juga Tria, mereka berdua hanya mengangguk lemah.
Mama Inah, Bunda Dewi, Ria, Tantri, Alvan, Iqbal dan Adi pun langsung bangkit untuk mohon izin ke kantin karena mereka memberi kan waktu untuk Ridwan dan Tria, yang tersisa hanya Ayah Mukti dan Papa Hadi.
" Wan, Ayah kasih waktu 1 jam untuk kalian berdua saling ngobrol dan saling berfikir juga, cukup sekali kamu sakit hati, Mari Calon Besan" ujar Ayah Mukti sambil mengajak Papa Hadi.
Ruangan kini tinggal Tria dan Ridwan yang saling diam, sunyi hanya terdengar denting jam dan Tria pun berinisiatif untuk berjalan ke arah ranjang Ridwan.
" Istirahat kak Ridwan, jangan di pikirkan, maaf tadi ucapan ku terlalu frontal." Tria membenarkan selimut untuk menutupi tubuh Ridwan yang telah berbaring.
" Makasih dik, boleh tanya? tapi jawab jujur dan jelaskan sejelas mungkin pertanyaan saya, bisa?." pinta Ridwan.
" Insyaallah kak, Tria akan jawab jujur dan sejelas mungkin ke kakak Ridwan" Tria tersenyum ke arah Ridwan.
" Yang pertama ketika jawaban saya naantinya menerima pertunangan ini apakah kamu siap dengan konsekuensi nya? yang kedua kita bukan zaman Isabella yang harus di jodohkan segala kan? yang ketiga jika nanti saya lupa akan pertunangan ini karena saya mencintai seseorang yang ingin saya perjuangkan tetapi nantinya saya juga mencintai mu, apa yang lakukan serta keinginan mu seperti apa?." Ridwan menutup pertanyaan yang begitu memaksa.
" Kak, Tria jawab semua langsung ya, kita memang bukan di zaman Isabella tapi kita hanya ingin membahagiakan orang tua kita juga, Tria tau kalau kak Ridwan masih terluka dan Tria juga terluka kak tapi jangan sampai orang tua kita terluka meskipun naantinya entah kak Ridwan atau Tria yang bakal tersakiti, jika nanti kak Ridwan dan Tria bertunangan tetapi di tengah jalan entah Tria atau kak Ridwan Yang memiliki perasaan sayang dan cinta ke orang tersebut, maaf kak, kita bukan yang mengatur jalan hidup kita sendiri semuanya sudah ada yang mengatur kak, jadi pertanyaan kakak yang terakhir Tria akan berserah diri kepada Allah SWT saja kak dan tak pernah berharap selain kepadanya." sendu Tria.
Kini mereka berdua hanya berbicara dalam diam seakan-akan waktu saat itu yang bisa menjawab dan memutuskan pertunangan hari itu dan saat itu juga, beberapa detik kemudian....
" Ya emang kalau kita terbiasa untuk saling menyembuhkan dan memberi semangat ya akan sembuh juga kan kak? kakak percaya dengan firman Allah SWT yang berbunyi seperti ini Innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqụla lahụ kun fa yakụn yang artinyaSesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia, kalau Gusti Allah SWT bilang kita gak jodoh meskipun sudah menikah pun akan berpisah tetapi jika Gusti Allah SWT bilang kita jodoh meskipun naantinya aku ada yang ingin memiliki dan kakak Ridwan juga cinta mati ke seseorang pun ya kita akan bersama juga kan.?" Tria tersenyum menatap Ridwan.
" Kamu gak bakal akan kecewa nanti jika naantinya kamu jatuh hati ke saya tapi saya menyakiti hati mu dengan posisi kita bertunangan pun kamu tetap bertahan dengan sakit mu itu?" polos Ridwan sambil memakan roti yang di ambil dari nakas di dekat nya.
" kalau Tria balik pertanyaan nya kakak, kakak jawab apa? ingat lho kak, kakak itu laki laki yang merupakan calon imam keluarga jadi harus punya prrinsip dan tanggung jawab juga jangan mentang-mentang laki laki menang milih dan wanita hanya bisa mengiyakan dan menolak, apa jawaban kakak?" tantang Tria.
" uhuk uhuk, maaf bisa ambilkan minum?" Ridwan tersedak mendengar pernyataan Tria.
" nih kak, kenapa kak? kakak bisa jawab? jangan egois karena kita tersakiti dan jangan juga lemah karena tersakiti" Tria menyerah kan segelas air minum ke Ridwan sambil berceloteh.
" jawaban saya satu Tria jika kamu bertanya seperti itu, saya akan memperjuangkan perasaan ku meskipun gagal sekalipun tapi saya kembali yakin akan kehendak Allah SWT, jadi intinya kamu siap kita bertunangan meskipun naantinya kita berdua memiliki perasaan yang tak terbalas?" Ridwan menanti jawaban Tria.
__ADS_1
" Siap saja menerima pertunangan ini asal kita saling menjaga kesucian diri masing masing dan saling memberikan kesembuhan untuk luka masing-masing." Tria menatap lekat Ridwan.
" Saya juga tau batas juga, tak mungkin sampai meniduri kalau belum sah sebagai istri." Ridwan bersungut-sungut sambil menimang nimang kotak cincin pertunangannya dengan Tria.
Keduanya kini saling diam setelah saling bertanya dengan semua yang akan terjadi selama pertunangannya nanti, kembali hening dengan perasaan masing masing tanpa mereka sadari semua sudah hadir kembali dalam ruang inap tersebut dan hanya memandang Ridwan yang menatap lekat Tria untuk mencari hati nya yang akan diperjuangkan nantinya di dalam hati Tria.
" Hem Hem sudah saling pandang nya? sudah dapat jawaban nya? jangan lama lama nanti nyesel kalian berdua." ucapan Alvan membuyarkan Ridwan dan Tria.
" lha semua tadi lewat mana? kok gak kedengaran suara pintu terbuka ya?." kikuk Tria sambil mencari tempat untuk menjauh dari Ridwan.
" gimana Tole Ridwan? kalau bilang batal ya kita semuanya bakal menerima juga, apa jawaban mu selaku laki laki calon imam nantinya,?" Ayah Mukti sudah berdiri di antara Ridwan dan Tria.
Ridwan akhirnya mengangguk dan mengulurkan tangan nya untuk meminta Tria mengulurkan tangannya juga.
" Alhamdulillah" serentak mereka semua.
Alvan pun tersenyum menatap sahabatnya bertunangan dan berharap untuk tidak terluka lagi nantinya si Ridwan Setya Mukti karena cinta dan hati ke seorang perempuan.
" Semoga kita bisa saling menyembuhkan bukan menyakiti" ujar Ridwan sambil menatap cincin yang di pasang kan ke jari manis Tria.
" Semoga juga kakak juga sembuh hatinya dan saling mengingatkan ya kakak" balas Tria sambil memasangkan cincin pertunangan ke jari manis Ridwan.
" Alhamdulillah, kini biarkan ayah jelaskan kalian berdua nantinya bakalan menikah setelah kalian lulus kuliah S2 bagi Ridwan dan lulus kedokteran bagi Tria, faham kalian berdua? cukup lama kan untuk menyakinkan kalau kalian berdua emang jodoh." tegas Ayah Mukti.
Mereka berdua hanya mengangguk dengan perasaan masing masing yang tak menentu, entah bahagia atau masih ragu tapi mereka berdua sepakat untuk saling mengobati dan memberi semangat satu sama lain serta membuat ke dua orangtua mereka bahagia dengan pilihan mereka berdua.
Halo teman-teman maaf baru update ya, seharian badan Author demam dan baru agak sehat juga, untuk part selanjutnya apakah Ridwan sembuh hatinya? atau kah bakal akan terjadi serangan hati dari wanita lainya? dan untuk part selanjutnya kita balik ke Lidia ya.
...........................❤️.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....
__ADS_1
..........................❤️.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.