LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
ARYANI DIBALIK RAHASIA WULAN DAN TRIA (?)


__ADS_3

...****************...


...POV ALVAN,CITARI DAN DIRGA...


Mereka, Alvan, Ria, Tria, Citari dan Dirga saling memasang wajah untuk menetralisir keadaan mereka semua tak terkecuali Tria yang sedikit iri melihat kecantikan Citari yang pernah menjadi bagian masa lalunya Ridwan.


Koridor rumah sakit menjadi saksi pertemuan kedua antara Citari dengan Tria, seakan-akan saling mengagumi mereka berdua .


"Apa aku cemburu? rasanya Kak Citari sempurna begitu kenapa manjadi bagian masa lalunya Mas Ridwan?." ucap Tria dalam hati.


Ria yang menatap adiknya seakan faham arti tatapan Tria ke arah Citari, Ria pun menatap Dirga yang merupakan bagian masa lalu Tria yang sempat membuat Tria trauma dengan laki laki.


"Kalian berdua kenapa kesini ? bukankah kalian berdua segera menikah? apakah kamu Citari masih ada rasa dengan Ridwan?." selidik Alvan.


"Hah? aku masih ada rasa dengan Mas Ridwan? maaf aku dan Dirga akan segera menikah, jadi Mas Ridwan hanya bagian masa laluku juga, aku dan Dirga di suruh kesini oleh Kak Aryani." ungkap Citari.


"Aryani? ngapain tuh nenek sihir menyuruh mu?." Alvan terlihat sedikit emosional.


"Sabar Mas Alvan sabar, jangan terbawa emosi dulu, nih minum." ucap Ria sambil menyodorkan air mineral ke arah Alvan.


Alvan pun menenggak setengah isi dari air mineral pemberian Ria, Ria yang memandang Alvan minum pun tersenyum sambil membelai lembut rambut Alvan.


"Kak Ria tau tempat kalau mesrah ke Kak Alvan." gerutu Tria.


"Emang kamu aja yang bisa mesrah ke Kak Ridwan? Uda dengerin penjelasan mereka berdua aja dulu yuk." ujar Ria setenang mungkin.


Ria mencoba tetap tenang ketika mendengar nama Aryani, nama yang pernah di ucapkan Alvan, Aryani yang dulu pernah singgah ke hati Alvan tetapi memiliki niat buruk untuk keluarga besar Alvan pun harus menghilang dari permukaan bumi sementara, tetapi kenapa sekarang dia muncul kembali saat kondisi saat ini.


"Apa yang di ketahui Aryani tentang keadaan Ridwan dan dia tahu dari siapa?." Alvan membuka suara beratnya.


"Dia tahu dari Wulan, kalau ndak salah Wulan itu mantannya Dirga juga kan? dan kalau gak salah lagi Tria juga mantannya Dirga setelah sama Wulan,tetapi kenapa Wulan dendam sama Tria?." Citari seakan-akan menerka alur cerita calon suaminya sambil menatap sinis ke arah Tria.


"Saya yang namanya Tria dan kamu Citari mantan dari Mas Ridwan, kita pernah bertemu kan? dan terimakasih telah menjadikan Dirga calon suamimu." suara Tria bergetar hebat.


Alvan sedikit tertawa kecil melihat dua orang spesial milik Ridwan, satu yang pernah hadir dan satu nya yang telah terlupakan sesaat bagi Ridwan.


Tatapan nya mengarah ke Dirga, tepat mengarah ke netra Dirga yang tengah memandang Tria.


"Ngapain mandangin Tria? jaga hati mu Dirga, cukup kamu melukai dua wanita." lugas Alvan.


"Maaf, aku hanya ingin meluruskan semuanya detik ini juga, untuk Tria, aku mohon maaf sebesar-besarnya karena dulu pernah menyakiti mu akan tetapi tidak ada yang bisa menahan semuanya Tria...." ucapan Dirga terputus seakan tak sanggup meneruskan.


"Karena Mas Dirga tak memiliki prinsip untuk bertahan satu hati." ucap Tria cepat.


"Jaga omongan lu Tria! asal lu tau! Dirga jatuh cinta ke gua karena gua tau yang di mau Dirga." sengit Citari.


Tatapan Citari dan Tria saling sengit, seakan membuat percikan listrik di tatapan mereka berdua.


"Sudah, percuma kalian bertengkar, ini permasalahan nya kalian di adu domba oleh Wulan dan Aryani, kenapa saling bertengkar untuk hal yang tak pasti juga?." Alvan menengahi Tria dan Citari.


"Lagi pula kenapa Wulan masih dendam ke Tria? apa masalah Tria dengannya coba?." Ria membuka suaranya sambil mengaduk jus alpukat di depannya.


"Karena Wulan berfikiran kalau Tria merebut ku dari Wulan, masih ada dendam untuk memiliki Ridwan untuknya semata." Dirga menjawab cepat pertanyaan Ria.


Semua memandang Dirga seakan tak percaya, begitu Tria langsung menundukkan kepalanya, bayangan masa lalunya kembali berputar.


Tria membuang kasar nafas nya, seakan rasa sesak di dadanya bertambah, Dirga yang pernah membuat nya jatuh hati akan tetapi sikap nya tidak bisa di tolerir.


"Terus? kamu mendukung untuk merusak kembali ingatan Ridwan terhadap Tria? apa kamu gak mikir Dirga? kamu pernah membuat Tria sampai hampir trauma akibat tindakan asusila mu ke dia!!." teriak Ria sambil menunjuk ke arah wajah Dirga.

__ADS_1


Mendengar teriakkan dari Ria bodyguard yang tengah mengawal Alvan, Tria dan Citari langsung memegang Dirga bersiap untuk mengeksekusi dengan bogem mentah.


"Stop!! lepaskan dia! biar dia berbicara terlebih dahulu jangan di pukul, faham? lepaskan!." tegas Alvan.


"Siap Tuan Alvan, lepaskan dia!." ucap kepala bodyguard.


Dirga yang menatap bodyguard Alvan pun hanya menelan ludah dengan kasarnya, dia membayangkan jika bogeman mengarah ke wajahnya bahkan ke perutnya.


"Silahkan cerita kan semuanya dulu baru kita temukan titik terang itu." pinta Alvan.


"Semuanya? tanpa ada yang aku lewati kan?." tanya Dirga.


"Hem, jelaskan semuanya! awas kau bohong, tak penggal burung kau! paham?." tegas Alvan kembali.


"Saat itu Wulan pernah berkata jika Tria telah mengagumi ku akan tetapi saat itu aku yang sudah mulai bosan dengan Wulan, aku pun berani bermain api dengan Wulan tapi kenapa hatiku merasa ada yang aneh ketika Wulan berkata jika aku lah yang mengambil kegadisannya.....plaaakkkkk" cerita Dirga terputus karena tamparan dari Tria mendarat tepat pelipis kepala Dirga.


"Hei wanita ******, kenapa kau pukul calon suamiku...." Citari berusaha membalas tamparan ke arah Tria tetapi dengan sigap bodyguard Alvan menahan tindakan Citari.


"Lanjutkan saja, jika memang kamu pantas menerimanya rasakan juga Dirga dan untuk kamu Citari jangan pernah membuat keributan dengan ku, paham?." ancam Alvan sambil menatap tajam ke wajah Citari.


Suasana kembali tegang, Dirga hanya manggut-manggut mengerti dengan keadaannya.....


"Setelah mengambil kegadisan Wulan aku pun semakin ingin meninggalkan Wulan dan beralih dengan Tria, tapi tidak semudah itu aku memiliki Tria seperti aku memiliki Wulan." suara Dirga bergetar.


"Maksudnya kamu bilang seperti itu? kamu hanya ingin mengambil kesucian nya Tria?!." hardik Alvan.


"Sebenarnya tidak ingin tetapi karena hasutan dari Wulan, hasutan nya jika aku mampu merenggut kesucian Tria maka aku akan menguasai harta warisan keluarga nya....plakkkk." sebua tamparan kembali mendarat ke pipi Dirga dari Tria.


"Seburuk itu kah aku di matanya Wulan dan kamu Mas Dirga?, salahku apa jika dekat dengan mu saat itu?." Tria kembali berniat menampar Dirga tetapi segera Alvan menarik tangan Tria.


"Lanjutkan cerita mu, biar semua paham dan apa yang harus kita semua lakukan." ucap datar Alvan.


"Oh begitu toh cerita nya, atas dasar apa mereka berdua melakukan nya?." tanya Alvan segera.


"Wulan ingin mendapatkan Ridwan beserta kekayaan nya sementara Aryani ingin menghancurkan keluarga besar mu mas Alvan." Dirga memasang mimik wajah serius.


Alvan segera tersenyum mendengar kalimat terakhir dari Dirga, dia segera menyusun sebuah rencana untuk menjatuhkan Aryani.


"Berarti Aryani sebentar lagi kesini?." tanya Alvan.


Dirga segera mengangguk mantap dan Tria hanya memasang wajah malas ke arah Citari tetapi semua akan harus berhasil menjatuhkan Wulan dan Aryani.


...****************...


Kembali ke kantin rumah sakit yang sedikit ricuh........


"Ya!! sangat benar Alvan, karena dia, karena Ridwan lah gua gak jadi menikah dengan lu!!!." teriak Aryani histeris.


"Tidak semudah itu Aryani!!!." teriak Iqbal di belakang Aryani yang sedang berkacak pinggang.


Iqbal yang di hubungi Ria terkait ada Aryani dan Dirga pun segera menyusul dengan segera ke rumah sakit.


"Tidak semudah itu pulguso, kamu harus melangkahi mayat ku dulu sebelum menyentuh Ridwan, faham kau!." ancam Alvan.


Keadaan kantin rumah sakit yang awal mulanya tenang kini menjadi runyam, karena bodyguard dari Aryani dan Alvan saling bersiaga.


Di tambah kedatangan Adi membawa pasukan untuk mengatasi kericuhan yang bakal terjadi.


"Lu Aryani!! kenapa kesini!! ini juga Dirga dan Citari!!! mau buat onar apalagi!!!." bentak Iqbal sambil menunjuk ke wajah Aryani dan Dirga bergantian.

__ADS_1


Iqbal memegang pelipis nya, mengurutnya pelan.


"Pusing Mas? Uda santai aja, wanita ****** seperti itu pantas dapat pelajaran dariku Mas Iqbal." cengir Tantri sambil menaik turunkan alisnya.


Tantri segera berjalan menuju Aryani yang sedang adu mulut dengan Alvan, sementara Tria yang tak mau ambil pusing pun segera masuk ke kamar inap Ridwan.


Ria yang mengetahui gerakan kakak nya tersebut segera menenangkan Alvan untuk menjauh dari Aryani.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bagaimana episode berikutnya? tetap ikuti ya alur cerita nya..... terimakasih.....salam sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2