
Assalamualaikum wr wb kepada pembaca yang saya hormati, saya selaku author mohon maaf jika terdapat kemiripan nama tokoh tetapi ini memang hasil karya pertama saya dan sekali lagi Semoga kalian meresapi dalam setiap perjalanan Lika liku jalan cinta Ridwan di cerita LAST LOVE FOR WHOM?
jangan lupa komentar, like dan vote nya, terimakasih, maturnuwun,maturnuhun, Xie Xie, thank you, bedankt, ありがとうございます
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..........................❤️.........................
EPISODE SEBELUMNYA
terlambat Wan kamu bilang gitu hahahahahaha sudah saat nya kamu tewas setelah ini, Rian!!!! Ghani!!!!!! bunuh Ridwan segera!!!!" teriak Dirga memanggil dua anak buahnya untuk mencelakai Ridwan dan Alvan.
Ridwan dan Alvan pun bersiap untuk kemungkinan terburuk jika terjadi, Tria pun menangis melihat Dirga mengeluarkan pisau lipat untuk siap menikam Ridwan dan Alvan, Ghani dan Rian pun sudah berada di tempat untuk menyelesaikan perintah Dirga, tiba-tiba...........
"Kalian berdua kenapa diam saja??? habisi dua bocah ingusan itu!!!" Dirga mendorong tubuh Rian dan Ghani bersamaan.
Ridwan pun yang mengenal Ghani pun hanya kaget Yang di rasakan nya, Ghani yang mengetahui bahwa Ridwan menatap nya kini dilema
apakah membantu Dirga untuk memusnahkan Ridwan dan Alvan di satu sisi dia dendam dengan Dirga yang semena-mena terhadap dirinya dan keluarganya.
"Ghan jika lu bantu Dirga, kita bakal mampus kedepannya dan jika nyerang Dirga otomatis kita harus nunggu Si Iqbal juga" ujar Rian panik.
"lu tenang dulu, gua mau bicara dengan Dirga, jangan sampai ada Yaang keluar biar aman semuanya" ujar Ghani bersikap tenang.
Ghani berjalan ke arah Dirga yang sudah siap menikam Ridwan dan Alvan dengan pisau nya.....
"Bos, gua mau bicara, kalau lu mau dengar kan gua bentar bos pasti aman semuanya" Ghani bersuara tenang.
"banyak omong lu Ghani, maksud lu apa hah? lu takut kalau dia anak keluarga besar Mukti yang kekayaannya no 1?lu berdua gak becus!!!" hardik Dirga.
"bukan begitu bos, silahkan lihat di luar Cafe Bos, sudah ada polisi dan anak buah Iqbal Bos, lu gua akui hebat dan kaya tapi lu kalah dalam anak buah" Ghani berjalan ke arah Tria dan Citari dengan segera mengkode mereka berdua untuk menjauh dari tempat Dirga berdiri.
"Iqbal? siapa dia?! dia gak berhak apapun atas kekuasaan gua di Gresik ini!! bunuh dia J*lang!!" Dirga menunjuk Ridwan dengan pisau lipatnya.
__ADS_1
Ridwan yang mendengar ucapan mereka berdua hanya mencerna bahwa Ghani telah di manfaatkan oleh Dirga persis seperti Citari, Ridwan pun menoleh ke arah Alvan yang diam diam mengambil garpu untuk senjata darurat pun tersenyum.
"Dirga Aditya!! kamu dendam sama saya kan? saya punya penawaran khusus buat kamu, kamu bersedia berunding?" tanya Ridwan sambil memberi kode ke Alvan tapi Alvan hanya menggeleng lemah.
"apa penawaran lu hah!!!, lu itu harus mati!! dengan begitu saham keluarga lu jatuh ke tangan Wicaksono dan setelah gua bunuh Alvan maka saham keluarga Alvan jatuh ke gua!!! faham lu t*lol!!" gertak Dirga.
"oke, kita duel tangan kosong tapi dengan syarat, kamu lepaskan Tria, Ria dan Citari, gimana? deal?" ujar Ridwan sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Oke, bagus juga syarat mu tapi......gua butuh dia untuk turun dan kita bertarung di bawah" Dirga langsung mengalungkan pisau nya di leher Tria yang telah menangis.
Ria pun kaget melihat adik nya Tria kini berada dalam bahaya dan berusaha untuk menyelamatkan nyawanya tapi sayang Alvan menggenggam tangan Ria untuk menyakinkan bahwa Ridwan akan menyelematkan Tria dan Citari.
Ridwan pun turun ke lantai dasar dan memberi kan instruksi ke semua aparat dan anak buah Iqbal untuk menurunkan senjata api mereka semua.
"Tolong!!! semua turun kan senjata api kalian!!! dan biarkan Dirga bertarung dengan ku!!!" teriak Ridwan sambil membuka jaket Hoodie nya.
"Bagus dan cantik sekali lu Ridwan tapi maaf gua kasih hadiah sedikit buat mantanku tercinta,Sssreeeettttt (bunyi goresan pisau yang menyayat baju Tria tepat di lengan nya sebelah kanan), itu kenangan dariku sayang, sekarang kau bisa lari ke pelukan kekasih mu sana!!! hahaahahaahaaaha" Tria pun menangis sambil menahan perih luka sayatan itu.
"A*Jing kau Dirga!!!!!, Tria!!!" Ridwan memeluk Tria yang meringis kesakitan.
Ria dan Alvan pun berlari ke arah Ridwan yang sedang memeluk Tria, sementara itu Alvan melihat kakaknya si Iqbal sudah berdiri tepat di seberang jalan.
"Ria tolong bawa ke tenaga medis itu" Alvan menunjuk sebuah mobil polisi.
"Van, ada rencana?" Ridwan bertanya serius ke Alvan.
"tak da, cuman nunggu Citari di lepas tuh orang juga baru kita 2 lawan 3, berani kau?" Alvan terlihat santai sambil membakar rokok nya.
"C*uk i malah rokok an, Iki genting Van!!" suara Ridwan sedikit keras.
"sama sama gentingnya saat dia bersama Ghani dan temannya itu, coba negosiasi lagi biar Citari di lepas oleh nya" Alvan menatap seorang laki laki di samping Ghani.
"nih, buat apa kau ice cream lawan dia curut?!!!" gerutu Alvan sambil memberikan ice cream nya.
"diem, berisik amat kau tokek rica rica" ketus Ridwan.
Dirga yang emosi karena di permainkan Ridwan, dia langsung mendorong Citari hingga jatuh tersungkur.
"Bbbiiiiaaaddddaaabbbb kau!!!" Ridwan berlari arah Dirga yang bersiap menikamnya sewaktu-waktu.
Bbbbuuuuuaaaakzzzzzzz (sebuah tendangan melesat ke dada Ridwan)
"jangan lu kau sentuh Bos besar gua pecundang, cuih" Ghani memasang wajah garang nya.
"Kau berubah Ghan, kau tunggu perbuatan mu sebentar lagi!!!" ujar Ridwan yang jatuh tersungkur menatap Ghani dengan penuh amarah.
Semua berubah tegang kembali, terlihat Ridwan berdiri kembali untuk membersihkan darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Van!!! kau siap bermain lagi? cukup lah 2 lawan 3" Ridwan memasang kuda kuda Karate nya.
" boleh juga lah Wan, kau dua orang aku satu orang" spontan Alvan.
"Hem, kau pilih 3 cacing tanah tuh, sisan nya aku" ujar Ridwan sambil melakukan pemanasan.
Sementara itu Iqbal dan Ella yang sudah siap menyergap dan memborgol Dirga dengan pasal pemerasan dan penipuan kinerja bisnis tersebut hanya bisa menggelengkan kepala.
__ADS_1
"kakak kelas lu aneh, sudah enak ada polisi eh kok malah di ajak berkelahi tangan kosong segala" gerutu Iqbal.
"lu kakaknya juga aneh kenapa bisa mau dengan kelakuan sahabat adik lu sih" omel Ella.
"apa kita sergap dari belakang ya Dirga" pinta Iqbal memberikan saran.
"pala kau liat mereka berlima mau adu jotos dengan tangan kosong gitu" Ella menatap Iqbal dengan memberi informasi tentang pistol yang di pinggang Dirga.
"mampus tuh dua bocah di tangan Dirga" geram Iqbal.
Perkelahian pun terjadi tidak imbang antara dua orang lawan 3 orang, sementara gank dan anak buah Dirga pun sudah dilucuti oleh anak buah Iqbal dengan mudahnya.
Posisi Dirga pun di ujung kemenangan dengan tersungkur nya Ridwan dan Alvan, sementara Ghani dan Rian menatap Ridwan dan Alvan yang babak belur itu pun bersiap menerima akibatnya sebentar lagi.
Iqbal emosi melihat adiknya dan sahabatnya telah babak belur tapi dia ingat perkataan adik nya "selama gua dan Ridwan masih bernafas jangan bantu kita berdua" kata kata tersebut seakan berhembus kencang di telinga nya Iqbal.
Dirga yang merasa di atas angin pun lupa sekitarnya, dia mencengkeram kerah baju Ridwan hingga berdiri kembali, Ridwan yang sudah lemah pun tersentak kaget ketika melihat pistol mengarah ke Dirga dan dirinya........
"Dirga!!!!! awasss!!!" Ridwan mendorong jatuh Dirga hingga akhirnya...
Dor dor dor (suara 3 tembakan menembus bahu serta pinggang Ridwan)
Alvan yang menyadari sahabat nya tertembak itu pun langsung bangkit dan berlari ke arah tubuh Ridwan yang bersimbah darah...
"Medis!!!!!! cepat sini G**Lok" Alvan sambil menekan pinggang Ridwan yang bersimbah darah.
Iqbal yang terpaku melihat pelaku penembakan itu adalah Rendra, ya Rendra adalah ayah dari Dirga dan adik kandung pemilik perusahaan Keluarga Rio.
Secepat kilat pasukan elite yang di komando oleh Ella pun langsung melucuti senjata Rendra dan Iqbal pun menyuruh semua anggota nya untuk menangkap Rian, Ghani dan Dirga, Dirga yang terlihat syok melihat ayahnya yang berniat membunuhnya hanya bisa pasrah di gelandang polisi.
"Mampus kau anak Mukti k*parat!!!!! bentar lagi saham ayah mu jatuh, hhahaahahaahaaahaahaha" teriak Rendra seperti kerasukan.
Ridwan yang sudah berbaring dengan pertolongan pertama nya pun terlihat merintih sambil menatap Dirga yang di amankan anak buah Iqbal.....
"Jangan sakiti Dirga ttttoooollllllooooonggg..." suara Ridwan terhenti....
Citari menangis di sebelah Ridwan sementara itu Tria hanya terdiam melihat Ridwan yang bersimbah darah.
"Bawa cepat ke rumah sakit!!!! Aldi!!!! bawa mobil ku dan mobil Ridwan!!" Alvan menggendong Ridwan untuk di larikan ke rumah sakit.
Sementara itu Tria menangis melihat Ridwan yang berusaha menolong nya tadi begitu juga Citari, mereka menatap Ridwan yang lemah sambil mengeluarkan doa untuk keselamatan Ridwan....
"Woi, kau bisaa nyetir kagak!! cepat!!" hardik Alvan yang kalut dengan keadaan Ridwan.
"kalian berdua ngapain hanya nangis!!! liat kan kau Citari? karena ulah mu sahabat ku seperti ini lagi!!!!" Alvan mengumpat ke arah Citari.
Citari hanya menangis mencoba membangun kan Ridwan...
Ridwan kini tengah berjuang antara hidup mati dan Apakah bisa Ridwan bertahan? apakah Ridwan bisa untuk berjuang di hidup nya sekali lagi? atau kah Ridwan akan terbujur kaku?
...........................❤️.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....
...jangan lupa like, vote dan komentarnya ya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
__ADS_1
..........................❤️.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.