LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
SANDIWARA WULAN


__ADS_3

...........................❤️.........................


Perasaan benci Wulan ke Tria pun muncul hingga akhirnya dia menyiapkan rencana untuk merebut Ridwan dari Tria.


"Oh jadi Lu sudah meracuni Mas Ridwan?, emangnya Lu belum cerita kalau Lu dulu meninggalkan Mas Ridwan untuk mengejar Danis ke luar negeri?" culas Wulan sambil meninggikan suaranya.


"Maksudnya apa kamu bilang gitu Wulan!, kamu gak berhak bilang itu di depan Mas Ridwan!, Mas Ridwan masih dalam tahap pemulihan!, pergi dari sini atau Tria panggil keamanan untuk mengusir mu dari sini!" ancam Tria tak mau kalah.


Ridwan yang mendengar ucapan Wulan mengerenyitkan dahinya seakan-akan mengingat nama Danis.


Sementara keributan tengah terjadi antara Wulan dengan Tria, Alvan dan Adi tengah berlari kecil untuk melerai mereka berdua.


"Mas Adi, telfon Mas Iqbal segera!" pinta Alvan sambil memberikan ponselnya ke Adi.


Alvan yang telah sampai di antara Wulan dan Tria pun segera mendorong kursi roda Ridwan untuk menjauh sambil memberi isyarat ke Ridwan untuk tetap diam.


Kini Ridwan kembali ke kamar inapnya di susul oleh Tria dan Wulan yang sedari tadi masih adu mulut. Adi yang ingin menengahi perdebatan mereka berdua hanya bisa menunggu Bos Besar nya datang.


Ridwan yang tengah duduk di ruang inapnya tersebut ingin sekali bertanya tentang semuanya yang tengah terjadi , sementara Alvan yang tengah mengusap kasar rambut nya sambil menatap ke arah Tria dan Wulan hanya bisa menyesal dengan kedatangan Wulan yang tidak di sangka.


"Kamu kenapa datang sepagi ini? apa yang membuat mu datang kesini lagi?" Alvan membuka percakapan nya.


"Hanya memastikan Mas Ridwan mengetahui hal yang sebenarnya, bukan begitu Tria?" ucap Wulan sambil menatap tajam Tria.


Ridwan yang tenga mendengar ucapan Wulan sedikit tertarik dengan ucapan Wulan.


"Hal apa yang kalian berdua tutupi? aku siap untuk mendengar semuanya meskipun sakit." tutur Ridwan berusaha tegar.


'Wan, belum saatnya kamu tahu semuanya dan belum waktunya kamu mengetahui semuanya." Alvan berjalan ke arah Ridwan.


"Kenapa? ada yang salah dengan masa lalu ku?" pungkas Ridwan.


"Bukan benar atau salah Wan, ini untuk kesehatan mu juga." timpal Alvan tak mau kalah.


"Kesehatan ku? kalau benar Tria calon istriku kenapa dia harus menutupi semuanya? dan siapa perempuan itu?" tanya Ridwan sambil menunjuk Wulan.


Wulan yang merasa di tunjuk itu pun berjalan santai ke arah Ridwan, dia sudah menyiapkan semuanya dengan matang dan dengan sangat licik untuk meruntuhkan hati Tria.


"Boleh Wulan cerita semuanya Mas?" pinta Wulan.

__ADS_1


Akhirnya Wulan merangkai kata penuh muslihat sambil tersenyum sinis ke arah Tria.


Wulan mulai bercerita tentang bualanya sambil bersandiwara menitikkan air matanya.


"Mas kau  jaaaaahhhhhaaaattttt!!." Teriak nya sambil memukul-mukul dada bidang nya cowok tersebut.


"Dik saya dan dia tidak pernah melakukan apapun." pasrah di pukul pukul dadanya.


Sakura tersebut hanya bisa tersenyum


Ketika Dia tumbang dalam pertempuran untuk mendapatkan hatinya kembali, sedih? Mungkin juga bisa di kongkrit kan hancur tanpa bisa kembali utuh, mungkin perpisahan bukanlah duka meskipun luka terlalu banyak untuk mengucapkan awal pertemuan pasti akan menjadi perpisahan hebat.


"Mas sama dia saja, Aku saja yang mundur." Isak tangisnya pecah.


"Tapi? Kamu penantian ku dari dulu !!!." Sambil mengguncangkan bahunya.


"Mas kita mungkin bisa merasakan kerinduan yang begitu hangat saat pertama kali menjalin kasih saat itu tapi saat ini aku sunyi untuk menerima mu kembali." tangisnya pecah di bahuku.


"dik andai saja waktu bisa di putar kembali saat itu aku ingin bertemu dengan mu terlebih dahulu." sambil mencium kening cewek pendek itu.


"jadi mas menyalahkan waktu? jadi mas tidak bisa memilih antara dia dan aku?." buliran bening turun di sudut matanya.


"mas dulu awal bertemu kamu berjanji tak ada yang selain aku kan? tapi?." tersenyum pahit sambil menatap wajah laki laki itu.


Jauh hari sebelum kejadian di atas, sebuah pertengkaran hebat menghiasi dua insan yang menjalin kasih hampir tiga tahun lamanya dan itu bukan waktu yang sebentar untuk saling mengenal antara dua insan tersebut.


terkadang cinta sulit di pahami tetapi terkadang juga cinta itu menimbulkan sebuah pertengkaran dalam sebuah hubungan.


"Kenapa kamu mengkhianati aku hah?" Teriaknya sambil memegang dada cowok tersebut.


"Kita sudah putus dan kenapa harus di kembalikan kaca hubungan kita yang sudah pecah itu?" Tandas cowok tersebut.


"Hei kamu ya kita sudah jalan dua tahun dalam menjalin semua ini" sambil melempar cincin couple nya di depan cowok tersebut.


"Kita sudah selesai, cerita cinta kita sudah selesai karena dia menginginkan kamu" cowok itu mengambil cincin tersebut.


"Enak ya jadi cowok, memainkan hati seenaknya sendiri" sambil menitik kan air mata.


"Sudah kamu jangan nangis lagi, ini tempat umum juga" cowok itu sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Kasih satu alasan kenapa kamu memilih dia daripada aku." sambil menatap cowok itu lekat lekat.


"Perlu kah? Bukanya kamu sendiri sudah sering merasakannya sendiri dalam hatimu?." Cowok itu mengambil rokok dan Sambil memegang Zippo kesayangan nya.


"Perlu dan sangat perlu, kasih alasannya biar nanti keluargaku dan keluargamu juka tahu kenapa kita putus." sambil meminum air mineral di dekatnya.


"Yang pertama kamu terlalu mengekang aku dalam hal pertama merokok, kedua aku ikut organisasi mahasiswa segitu banyak nya kamu kekang juga....." cowok itu Belum selesai bicara.


"Oh itu oke kita lihat nanti siapa yang bertahan untuk kamu, aku atau dia!" Tekan cewek itu.


"jangan pernah mengancam untuk kesekian kalinya" jawab sinis cowok itu.


"aku atau dia yang akan menang untuk kamu kelak dan aku tidak akan pernah melepaskan mu dari hidup ku" jawabannya dengan mendorong dada bidang cowok tersebut.


"aku tau kamu dan dia gak ada yang salah dalam pertemuan kita tapi kita harus menyalahkan siapa? waktu?" sambil mematik api untuk menyulut sebatang rokok nya.


"kamu tak pernah tahu akan terimakasih, kamu hanya mempermainkan aku, karir organisasi hingga pekerjaan mu melonjak tajam karena turut andil dari diriku juga" emosi cewek tersebut meluap.


"kamu bisa tenang dulu? kenapa harus emosi? apakah kamu tidak ingin aku jelaskan kenapa aku harus rasakan sepenting itukah cintamu ke aku? aku ingin cinta yang mengakhiri semuanya karena aku sudah gak kuat akan semua aturan mu" seru laki laki itu.


"aku atur kamu karena kita nantinya menjalin ke jenjang yang serius tapi...." mulut cewek itu terdiam karena jari telunjuk laki laki menempel di bibir nya.


"biarkan cinta dan cerita yang berbicara bukan kamu" senyumnya simpul sambil meninggalkan cewek tersebut .


Wulan menyudahi cerita panjang yang sengaja di buat untuk meruntuhkan hati Ridwan, dia bercerita tentang sisi buruk Tria.


"Dan karena Danis pula dia rela meninggalkan kamu, aku yang dari dulu memiliki hatimu bukan Tria Mas!" pekik Wulan sambil bersandiwara menangis.


Alvan yang mengetahui sandiwara Wulan hanya mendengus kesal sesekali dia melirik jam tangannya untuk menantikan kedatangan Iqbal kakaknya untuk membuat Ridwan tersadar.


Semua yang berada di ruangan itu hanya bisa menelan ludah nya kasar kecuali Wulan yang tersenyum akan kemenangan.


...........................❤️.........................


Maaf Author habis isolasi di rumah sakit dan selamat menikmati cerita nya lagi.


Terimakasih untuk semua pembaca, kunjungi juga ya novel terbaru berjudul CINTA UNTUK SENJA, tetap stay on terus ya, jangan lupa vote ya 😊


..........................❤️.........................

__ADS_1


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.


__ADS_2