
Assalamualaikum wr wb
Salam sejahtera bagi semuanya
Sedikit informasi untuk cerita bagian tokoh Citari awal cerita hingga pertunangan Tria dengan Ridwan pun cerita tambahan yang akan melengkapi bagi Ridwan yang selalu muncul.
Tetap enjoy ya dan puzzle cerita cinta Ridwan akan tau dalam serial Tetralogi Cinta
Terimakasih dan selamat membaca
...........................β€οΈ.........................
Sementara itu Ridwan hanya menatap Lidia yang menangis dan ingin rasanya dia memeluk dan menenangkan Lidia juga tapi dia masih ada hati yang di jaga, ya di kota Gresik ada sebuah hati yang menunggu Ridwan sukses setelah kuliah, tapi apakah Allah SWT menggariskan agar Ridwan dan Tria bersama dalam satu kesatuan yang di sebut cinta abadi? entahlah, tapi Ridwan saat ini melihat Lidia menangis ingin membuat dia tersenyum kembali.
Alvan yang semenjak tadi hanya duduk di sekitar Vita menatap Ridwan yang sedikit memberikan perhatian ke Lidia pun hanya tersenyum tipis, dia keemudian menarik Ridwan untuk mengajak berbicara.
" Wan, kalau kamu dekat dengan Lidia, kamu tak ubah nya dengan mantan kau, ingat cincin yang kamu kalung kan itu, kau sudah bertunangan Wan! tapi kenapa kau harus dekat dengan Lidia? mau jadi playboy?." cibir Alvan.
" Ndak bakal jadi playboy, aku hanya ingin ada yang nyata untuk menemani ku saat ini, realistis dikit lah! emang kau tau kalau Tria bisa jaga hati? apa kau tau juga kalau Tria gak bakal seperti Citari? kau di posisi ku gimana? apa saran mu?." Tegas Ridwan sambil memegang cincin pertunangan nya dengan Tria.
" Ya bingung juga sih, Secara saat ini juga kita lagi kuliah, Boleh tanya?." tanya Alvan.
" Apalagi? kau jangan sampai bertanya tentang perasaan Tria saat ini jika melihat aku sedikit care ke Lidia, faham kau!?." ketus Ridwan.
" Ndak bakal tanya seperti itu, apakah Kamu ingin memiliki Lidia juga Wan? atau hanya sekedar singgah lalu pergi meninggalkan luka?." Alvan tersenyum jahat.
" Mungkin tapi lihat waktu aja sih, lagian kau bahas Citari dan Tria terus dari kemarin, males liat muka kau jadinya ***!." sambil menonyor kepala Alvan.
" Yauda maaflah ***, Aku gak dukung kau sama siapapun yang terpenting kau nyaman, faham? dan ingat kita di sini juga kuliah bukan main main, faham kau?." Alvan beranjak pergi ke arah Lidia dan Vita.
Ridwan termenung dan ingat akan pertunangan nya dengan Tria yang kini masih di Gresik sana tapi apakah dia bisa menjaga hatinya juga? atau kah hanya sekedar permainan pertunangan mereka berdua?
" Hei, kok ngelamun Lu? mikir Lidia? deketin saja tak ada yang marah juga." ujar Vita sambil berdiri di samping Ridwan.
" Bukan urusan kau, faham kau!??, hanya membuat nya sembuh dari luka hatinya dan tak lebih itu saja." Ridwan beranjak pergi tapi.....
" Makasih ya, Semoga kita bisa berteman." Lidia kini berdiri tepat di depan Ridwan.
" Semoga saja, jangan berharap yang lebih ke hati seseorang Pria apalagi seperti kekasih mu tadi." lirih Ridwan.
" oke, nama mu Ridwan Setya Mukti kan?, Uda terkenal nama mu karena ketaajiran mu, saya pulang dulu." Lidia mengangguk dan beranjak pergi.
Kini keduanya hanya bisa berjalan menjauh tanpa ada rasa sedikit pun yang bisa menggoyahkan hati Ridwan meskipun dia memiliki Tria.
" Wan, balik yuk dah Maghrib, belum sholat pula kita." gerutu Alvan seraya melihat handphone nya.
" Ya habis ini kita ke rumah dan makan, kau yang nyetir, nih." Ridwan melempar kan kunci Lamborghini Aventador nya.
Kini Ridwan dan Alvan telah berada dalam mobil, Ridwan mengambil buku kumpulan puisinya dan menulis untuk hari itu setelah bertemu Lidia.
Hatinya yang hilang tanpa harus memiliki .
Tanpa kata kata untuk menyapa.
Aku datang saat hatimu tersakiti.
Tapi saat ini tak ingin lagi mencinta.
Tatap mu ingin ku miliki dalam angan.
Karena ingin ku rengkuh dalam lamunan.
__ADS_1
*Serpihan nafas mu hanya tinggal angan.
Di balut malam yang di hiasi rembulan.
Surabaya 10 September 2010*.
Alvan hanya melihat sekilas sahabat nya menggores kan pena dalam buku kumpulan puisinya, dia tau persis Ridwan sangat mahir dalam menggores kan kata menjadi barisan puisi yang indah tapi sayang nantinya akan menjadi luka untuk Ridwan sendiri.
" Wan, langsung balik (pulang) atau nongkrong lagi ?, bau bau mu Gegana (gelisah galau merana) tuh" celoteh Alvan.
" Your head Gegana, dah pulang aja lagian males, besok berangkat bareng ya" sambung Ridwan.
" Insyaallah ya Wan, besok kuliah sampai jam 5 sore juga, eh kok ada mobil itu ya?." ujar Alvan sambil melihat sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah mereka berdua.
" Tria, Ria dan Tantri tuh, Mas Iqbal juga ada tuh mobil nya, langsung masuk kan saja mobilnya biar gak keluar lagi" Ridwan memberikan perintah.
" Siap Raden Ridwan Setya Mukti, hamba masukkan mobilnya" canda Alvan.
Ridwan yang telah turun dari bangku penumpang pun langsung di sambut si Paijo asisten rumah tangganya.
" Maaf Tuan Muda Ridwan mau makan terlebih dahulu atau berendam mandi dulu?." Paijo memberikan tabik hormat.
Ridwan ingin memiliki asisten rumah tangga laki laki meskipun di rumahnya ada Rian, Adi dan Ghani yang memang menjaga Ridwan sekaligus kuliah.
" Mau mandi dulu Mas, Tria datang lagi? terus Rian, Adi serta Ghani sudah balik?." Ridwan seraya berjalan menuju ruang tamu.
" Maaf Tuan untuk Nyonya Muda Tria sudah menunggu Tuan Ridwan dari tiga jam yang lalu, Bang Adi, bang Ghani dan bang Rian masih ada tugas dari Tuan Iqbal" Paijo sambil berjalan di belakang Ridwan.
" Hah tiga jam? kenapa gak telfon sih? katanya ingin saling menyembuhkan luka tapi kenapa gak ada kabar?." gerutunya dalam hati.
" Maaf Tuan Ridwan, Tuan mau mandi atau makan malam?." Paijo kini menyadarkan Ridwan yang menatap Tria di ruang tamu.
" Terimakasih kembali Tuan Ridwan, Tuan Ridwan majikan saya yang paling baik, saya sediakan kopi kesukaan Tuan Ridwan nggih." Paijo menwarkan secangkir kopi untuk Ridwan.
" Terimakasih mas Paijo, oh ya nanti suruh Alvan langsung ke lantai dua saja mas, aku masih mau nemuin Tria." Ridwan sambil meminum sedikit kopi nya.
" nggih Tuan Ridwan, saya permisi dulu, Selamat Malam." hormat Paijo.
Ridwan berjalan ke arah ruang tamu untuk menemui Tria tunangannya, tiba tiba......
" Assalamualaikum wr wb kak, kakak mandi dulu ya, Aku nginap sini kok, jadi kita bisa berduaan deh." Tria bermanja-manja di lengan Ridwan.
" Waalaikumsalam wr wb, Besok kan masih Sabtu, apa sekolah libur?." Ridwan berjalan ke arah kamar nya untuk bersiap mandi di ikuti Tria.
" Besok libur kak, ada acara MOS (Masa Orientasi Siswa), besok jalan jalan yuk, kita ke Cafe Bunda Dewi." Tria memeluk Ridwan lekat.
" Hem , kamu ikut ke kamar mandi ngapain? mau mandi juga?." Wajah Ridwan mendekat ke arah wajah Tria.
" eh, maaf kak, yauda mandi dulu sana." Tria berusaha menjauh kan wajah Ridwan dari wajahnya yang kini hampir bersentuhan.
" Kamu rindu? kenapa gak jujur? apa kamu ingin melakukannya dik?." Ridwan memegang tengkuk leher Tria berusaha untuk memajukan nya kembali.
" Tapi kak, kita kan......." ucapan Tria terputus ketika Ridwan mendekat kan bibir mungil nya ke arah bibir Ridwan.
" Ada semut tuh di pipi kamu, semut sampai menyukai kamu pasti kamu manis." Ridwan menggombal.
Tria tersipu malu mendengar kata kata Ridwan tapi dia menatap sebuah kalung di leher Ridwan.
" Kak, kenapa di buat kalung cincin pertunangan kita? kenapa gak di pasang?." Tria memegang kalung itu.
" Ini, aku hanya...." putus ucapan Ridwan yang hanya menyisakan sebuah pertanyaan bagi Tria.
__ADS_1
" Aku tau kak, kakak malu kan punya tunangan jelek seperti ku?." sendu Tria.
Ridwan kini berbohong untuk menyembunyikan alasannya ke Tria, apakah gadis itu sudah memiliki perasaan untuk nya? kenapa hal sekecil itu di besarkan oleh Tria? apakah berbeda arti ketika cincin pertunangan di kalung kan dengan di taruh di jari manis?
Semua pertanyaan itu muncul di kepala Ridwan, dia seolah olah bodoh untuk menjawabnya.
" Yauda kak, yang penting tetap jaga hati ku ya kak, Yauda mandi dulu sana kak." Tria tersenyum pulas ke arah Ridwan.
Ridwan kini berjalan gontai mendengar ucapan Tria untuk menjaga hati nya tapi dia belum yakin untuk menjaga hatinya itu dari Wanita lainya nanti, apakah dia harus berbohong terus ke Tria untuk mengelabui tunangannya tersebut atau membiarkan akan terbuka dengan sendirinya?.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo teman-teman maaf baru update ya, Author minta maaf karena hanya bisa update perhari satu episode saja karena masih kurang segar bugar, tetap jaga kondisi ya kawan kawan, happy reading π
...........................β€οΈ.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak ππππππ....
..........................β€οΈ.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπππ.
__ADS_1