
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati membaca nya...
...terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
...Assalamualaikum wr wb para reader,...
...terimakasih telah mampir dan membaca karya pertama ku nih, di episode kali ini mohon bantuannya untuk vote dan like sebagai dukungan dan semangat untuk author....
...Mohon maaf telat update karena hape satu satunya author lagi bermasalah, sekali lagi mohon maaf ya dan selamat membaca....
...terimakasih dan selamat menikmati....
..........................❤️.........................
"iya El iya, santai jangan teriak teriak, Van pegang lukanya dan bantu angkat" Ridwan mengangkat tubuh Iqbal yang sudah mulai melemas.
"oke Wan, Bal tahan ya, gua temani sama Ridwan ke rumah sakit ya" Alvan sedikit panik melihat Iqbal pingsan.
"Yang penting nyawa hidup kakak lu selamat kak Alvan" sahut Ella sambil menatap tajam Alvan.
Alvan yang mendengar kata Kakak seakan tak percaya dengan semua itu tapi dia tak memikirkan apapun hanya ingin Iqbal selamat saat ini.
Dalam benaknya Alvan siapa Rio yang telah menusuk Iqbal dan ada apa dengan semua nya? Ridwan menatap nya penuh dengan tanda tanya kenapa semua sudah terstruktur rapi seperti ini.
Sesampainya di rumah sakit Alvan segera menghubungi orang tuanya untuk menjaga Iqbal dan setelah itu Ridwan mengajak nya ke kantor polisi yang telah menahan Rio, Fahira, Diah dan Citari.
"Van mau ikut ke kantor polisi? mau liat perkembangan kasus ini dan kenapa semua harus di tahan Van?" selidik Ridwan menatap Alvan.
"Ella kuncinya Wan bukan aku Wan" mencengkeram kerah baju Ridwan.
"bukan aku kak kuncinya tetapi kalian berdua dan keluarga kalian berdua lah kuncinya dan Aryani telah keguguran setelah di bawa ke kantor polisi tadi" Ella menunduk sedih.
"hah keguguran? anak yang di kandung Aryani itu anak nya siapa?" Ridwan menatap Ella lekat.
"itu anak dari Rio dan semua bukti sudah di kantor polisi dan setelah ini kita ke kantor polisi biar kalian berdua tahu yang sebenarnya" memandang Alvan dan Ridwan bergantian.
setelah semua selesai administrasi untuk perawatan Iqbal kini Ridwan, Alvan dan Ella bergegas ke kantor polisi Gresik.
dalam perjalanan mereka bertiga hanya diam tak saling mengeluarkan kata, ya mereka semua bertiga lagi memikirkan kondisi yang terjadi di kantor polisi yang telah menangkap Citari kekasih Ridwan.
setelah hampir 20 menit perjalanan menuju kantor polisi Gresik akhirnya Ridwan yang mengetahui saat itu Citari duduk menunggu nya di sebuah ruang interogasi.
"selamat siang saya Ella anak dari Letnan Satu bapak Rianto kesatuan Intel, tolong buka kan ruang interogasi ini" ujar Ella ke petugas penjaga ruang interogasi.
Ridwan dan Alvan shock dengan ucapan Ella yang menyebut nama ayahnya yang ternyata seorang Intel Negara dan berusaha untuk tetap diam sambil menahan amarahnya masing masing.
"Van urus Diah dan Fahira, faham Van?" Ridwan memberikan sedikit semangat ke Alvan.
"kamu hati hati dengan Citari juga, faham kau Wan?" tegas Alvan.
Ridwan masuk ke ruang interogasi di temani oleh Ella dan beberapa anggota dari kepolisian Gresik yang berjaga untuk antisipasi keributan di ruang tersebut.
"kamu gak apa apa apa sayang?" Ridwan memeluk Citari erat.
__ADS_1
"mas,aku minta maaf mas" Isak Citari.
"kamu kenapa ikut terlibat ini semua sayang?" sambil mencium kening Citari.
"aku hanya ingin kamu tak dekat dengan Iqbal mas, aku masih ada rasa sama Iqbal" Isak Citari.
" bukan hanya itu alasan mu Citari, kamu hanya ingin hartanya kak Ridwan, nih kak buktinya semua sudah saya rekam terus tak tulis di kertas ini" Ella menyerahkan semua berkas kertas tersebut di hadapan Ridwan.
Ridwan yang mengetahui lembar percakapan dalam kertas tersebut segera membacanya, seketika dia melotot ketika ada tulisan Iqbal adalah anak pertama dari keluarga Wicaksono.
"ini bener El ? Iqbal anak dari keluarga Wicaksono?" dahi Ridwan berkerut bertanya tanya.
"bener kak dan ini semua sudah di tutupi oleh keluarga Wicaksono setelah kejadian kak Iqbal melakukan pengeroyokan ke kak Ridwan dan kak Alvan sementara itu, ini percakapan Citari dengan kak Iqbal yang di penjara saat itu dengan artian Citari sudah tau bahwa kak Iqbal anak dari keluarga Wicaksono dan Citari ingin memberikan semuanya untuk kamu setelah pernikahan kak Alvan dan Kak Aryani tetapi di tolak sama kak Iqbal, benar begitu Citari?" Ella menatap tajam Citari.
"itu benar semua kah sayang? kamu ingin apa dariku? kenapa kamu gak bilang?" Ridwan menggenggam tangan Citari.
tiba-tiba dari luar ruangan Alvan datang dan langsung hilang kendali marah tak jelas ke arah Citari, Diah dan Fahira.
"Dasar wanita ****** kalian bertiga, Wan Citari masih ingin dengan Iqbal dan Iqbal mas ku Wan, mas ku Wan!!!!!" teriak Alvan.
"Van duduk, kamu tau dari Rio? mana anak nya ? " Ridwan memeluk Alvan untuk tidak menyerang Citari dan dua teman nya.
"di ruang sebelah" singkat Alvan.
"El bawa Rio kemari tolong ya" senyum getir Ridwan mengembang.
"baik kak" ucap Ella sambil mengajak anggota yang berjaga untuk mengambil Rio dari ruang sebelah.
"orang tua mu juga harus mengurus ini semua Van, kamu faham Van?" Ridwan menatap Alvan.
"papa dan bunda sudah di rumah sakit untuk jaga mas Iqbal Wan nanti sore baru ke sini" singkat Alvan.
Rio yang baru saja datang kemudian tersenyum sinis ke arah Alvan dan Ridwan, sementara Ridwan dan Alvan hanya bertatapan saling memberikan kode masing masing, tiba tiba......
" datang itu ucapakan salam terlebih dahulu jangan tersenyum sinis begitu,faham kau anak ******" bentak Ridwan
"itu masih seperempat dari gua dan Ridwan kalau mau mode Hokage sini maju kau" bentak Alvan yang tubuh nya sudah di tahan untuk tidak melakukan kontak pukulan kembali ke Rio
"cuih anak dan papa sama sama ********, gua hancurkan keluarga lu berdua karena keluarga besar kalian berdua sombong!!! makasih Alvan untuk Aryani nya yang telah gua ambil mahkota nya dan bukan lu yang ambil, hahahahahahah" ledek Rio.
"Van Uda sabar lagian kau kan Uda gak cinta sama Aryani juga kan?" menenangkan Alvan.
"ini siapa yang mau cerita atau langsung semuanya cerita? dan kenapa kamu dan kamu ikut campur masalah ini hah?!" bentak Ridwan sambil menunjuk Fahira dan Diah.
Citari berjalan ke arah Ridwan kemudian memeluk nya sangat erat tetapi Ridwan tak bergeming dari emosi nya hanya air matanya yang terjatuh mewakili perasaan nya saat ini.
"kamu kenapa melakukan ini semua Citari? apakah cinta itu di ukur dari materi dan kekayaan saja? kenapa kamu ingin dengan ku jika kamu ingin harta ku saja? berikan alasan mu Citari.
"aku khilaf mas, aku hanya memandang mu karena harta dan prestasi mu saja bukan hatimu mas" Isak tangis Citari pecah.
"Citari, tak ada niat menyakiti mu tetapi pantas nya kamu mencintai yang mencintai mu juga Citari bukan aku tetapi bila berat melupakan aku,pelan pelan saja Citari" melepaskan pelukan Citari.
"Mas, Citari,aku dan Fahira hanya terbuai akan nafsu mas Ridwan" Diah membuka suara.
"alasan utamanya apa kalian bertiga terbuai dengan membantu Aryani serta Rio untuk mencelakakan aku dan Ridwan?" Alvan sedikit melunak.
"gini ceritanya mas Alvan dan mas Ridwan, mbak Aryani bilang ke kita bertiga tentang mas Ridwan, jadi setelah kuliah mas Ridwan bakal di jodohkan dengan keluarga besarnya juga kemudian mbak Aryani merayu ke Citari untuk melakukan hal terlarang dengan mas Ridwan dengan begitu ikatan Citari dan mas Ridwan akan selama nya tetapi dengan syarat mbak Aryani menikah dengan mas Alvan, untuk komunikasi Rio dan Aryani kita hanya tau kalau anak yang di perutnya mbak Aryani itu anak nya Rio, kita semua menutupi ini karena hanya ingin mendapatkan uang dari mbak Aryani mas Alvan dan mas Ridwan" Fahira sesenggukan.
"terus kenapa kamu Diah tidak bilang ke Ridwan kalau aku punya mas? kamu kan sudah tau dari Aryani kan? dan kalian tau? Sekarang Aryani keguguran dan dia di rawat satu rumah sakit dengan mas Iqbal, kenapa kalian bisu semua?" emosi Alvan.
"maaf mas, Rio yang mengancam kita bertiga untuk tidak memberikan informasi itu karena saat itu mas Ridwan lagi di rawat di rumah sakit juga" Diah menjawab seketika.
" di ancam katamu? terus kamu Citari, kamu pilih Iqbal atau sahabat ku Ridwan?" Alvan menatap tajam Citari.
__ADS_1
"Van sudah, biarkan aku lepas semua ini,aku lelah harus selalu mengalah Van" Ridwan tertunduk lesu.
"kamu tenang Wan, mas Iqbal sudah tertolong begitu juga Aryani, dan pak polisi biarkan mereka tiga cewek ini bebas bersyarat tetapi untuk Aryani dan Rio tolong di proses ya, Ella makasih atas semuanya" Alvan tersenyum getir melihat Ella.
Ridwan berjalan gontai keluar kantor polisi sementara Alvan mengurus pembebasan Citari, Diah dan Fahira. hati Ridwan hancur merasakan ini semua, rasanya tak ingin kembali merasakan cinta dari kaum hawa.
Ridwan menstop sebuah taksi....
"pak tolong ke arah cafe Point break alun alun Gresik ya"
"siap mas"
kemudian dia mengeluarkan kertas dan pulpen, hanya terdiam dalam sepi di temani hingar bingar suara kendaraan. Ridwan termenung seribu bahasa mengingat pengakuan dari Citari semuanya tadi.
"mas, maaf sudah sampai" sopir taksi membuyarkan lamunan Ridwan.
"oh ya pak maaf, ini uang nya dan ambil kembaliannya, makasih ya pak" senyum Ridwan yang di paksakan.
"makasih kembali mas tapi kalau boleh saran sebelum mas nya turun, mas nya terlihat banyak masalah dan usahakan jangan sering selalu mengalah dalam urusan hati ya mas" ucap sopir tersebut.
"makasih saran nya bapak, hati hati ya pak" Ridwan keluar dari taksi.
Ridwan berjalan gontai menuju cafe yang di tuju nya, hatinya kembali terusik dengan kata kata sopir taksi tadi, apakah benar di selalu mengalah ke Citari? apakah Citari tak pernah selalu berfikir akan hatinya?
..........................❤️.........................
RASA
Hingar bingar penyesalan untuk mencintaimu
Apakah aku terabaikan oleh cintamu?
Yang bisa mati tanpamu?
Apakah perlu aku memberikan kesempatan untuk dirimu?
Rasa kecewa ketika melihat dirimu mencintai nya
Dan andai saja semua akan berputar untuk terluka
Aku akan datang untuk menghapusnya
Tetapi maaf aku tak memiliki kesempatan kedua.
By Khibban NurCahyo
..........................❤️.........................
...Assalamualaikum wr wb...
...terimakasih sudah mau mampir dan membaca cerita karya awal saya teman teman....
...jangan lupa ya vote dan like nya untuk membuat author bersemangat untuk memberikan puzzle puzzle cerita cinta yang team pernah berujung ini....
...jangan lupa komentar dan vote nya ya gaes terimakasih gaes....
...wassalamu'alaikum wr wb....
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................❤️.........................
__ADS_1