
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati membaca nya...
...terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
...POV...
...ARYANI, CITARI, ELLA dan Fahira...
..........................❤️.........................
Siang itu Aryani akan berbicara banyak tentang alasan nya kenapa dia ingin menjerat Alvan dan Ridwan sementara Ella yang sibuk mencari colokan untuk hapenya.
"eh lu mau ngeces hape? di situ aja" tunjuk Aryani di sudut ruangan yang lumayan dekat dengan mereka berdua.
"makasih kak Aryani" sambil memasang sesuatu di hape Aryani.
"ok gua ceritain semua kenapa aku ingin jebak dua manusia bodoh yaitu Alvan dan Ridwan, faham?" Aryani menatap meminta persetujuan.
"faham" serentak Mereka semua.
Siang itu di Yogyakarta saat Aryani tau Alvan menolak nya untuk di ajak enak enak dengannya, padahal dia melihat body tubuhnya bagaikan biola tak berdawai dan mulut mulus bagaikan porselen di tumbuh i lumut yang begitu licin serta warna kulitnya bagaikan buah bengkoang yang siap untuk di buat rujak an.
Aryani berjalan menyusuri jalanan Malioboro untuk melepaskan penatnya tentang Alvan yang harus dalam pelukannya.
Tiba tiba
Bruak......
"maaf, nih barang barangnya neng" Pria itu berdiri dan memberikan barang barang Aryani.
"punya mata di pakai dong, sembarangan tabrak orang, mau gua timpuk lu hah?" Aryani melotot ke arah Pria itu.
"saya kan sudah minta maaf kenapa anda nyolot?" Pria itu melotot ke arah Aryani.
"Dih jijik mata kau, malas urusan sama orang yang tak berkelas" sombong Aryani.
Pria itu tersenyum jahat sambil melihat Aryani yang pergi meninggalkan nya sendiri.
"liat aja nanti pasti akan tunduk kau ke dalam pelukan ku" ucap Pria misterius itu.
Aryani yang lengah tak tau jika dia di ikuti oleh pria misterius itu tetapi apa daya dia hanya sibuk untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau.
Hingga suatu saat di sebuah cafe yang tidak begitu jauh dari hotelnya Aryani menginap.
"Halo nona manis kita bertemu kembali, Sudika kita berkenalan terlebih dahulu? kamu terlihat seperti patah hati nyonya" pria itu membuyarkan lamunan Aryani.
"kau lagi!!!, kenapa kau membuntuti ku? ada masalah apa kau?" ketus Aryani.
Pria itu tersenyum simpul dan langsung duduk di sebelah Aryani.
"Patah hati ternyata dirimu nona manis" pria itu tersenyum lebar ke arah Aryani.
"iya lagi patah hati, aku ingin melampiaskan ke dia juga tapi tak tau caranya" Wajah Aryani di tekuk sedih.
"Sudika aku menemani mu malam ini?" pria itu mencoba mengambil hati Aryani.
Aryani tertawa lepas dan menikmati gombalan gombalan pria itu hingga suatu Aryani menginginkan untuk mengundang nya di kamar hotelnya.
"silahkan ikut ke kamar hotel ku" ajak Aryani.
"panggil saja nama saya Rio nona manis" Rio kembali mengenal kan dirinya.
" oh ya Rio silahkan ikut ke kamar hotel saya, mungkin kita bersenang-senang malam ini" ujar Aryani yang sudah terbuai gombalan Rio.
Rio yang mengetahui hal tersebut merasa dirinya sangat senang dan langsung menghempaskan ciuman nya bertubi tubi ke arah Aryani sementara itu Aryani yang menerima sentuhan itu menerima nya dengan senang hati dan melupakan Alvan sesaat.
Paginya Aryani bangun tanpa sehelai apapun di tubuhnya dan Rio yang sudah menikmati tubuh Aryani hanya tersenyum.
"sudah puas kan sayang?" Rio mencium tengkuk leher Aryani.
"Kenapa harus sampai seperti ini?" Isak Aryani.
"sudah jangan nangis nanti kamu akan dapat yang lebih dari ini" Rio mencium kening Aryani.
__ADS_1
"aku gak ingin sama kamu aku ingin sama seseorang yang aku cintai" Isak tangis Aryani sambil membenahi selimut nya.
"aku melakukan ini sesuai perhitungan ku dengan cermat Aryani dan dengan inilah aku dapat memusnahkan dua orang besar yang berada di Gresik dan orang itu di dekatmu" Rio memasang wajah sinis nya.
"apa hubungannya dengan ku?, ini hanya kebetulan semata Rio!!!" jerit Aryani.
"kamu kenal dengan keluarga Mukti dan Wicaksono kan?" sambil memegang dagu Aryani.
Aryani yang mendengar nama tersebut hanya sempat bertanya dalam hati nya.
"nih ponsel mu dan benar kamu kekasih Alvan Dwi Wicaksono dan teman dari Ridwan Mukti Ali, kamu kenal mereka berdua kan? dan bukannya kamu tergila gila dengan Alvan? tapi sayang sekali kamu di tolak, hahahaha" tawa Rio keras.
"apa hubungannya mereka dengan kamu?" ujar Aryani singkat.
"balas kan dendam ku ke mereka melalui kamu dan asal kamu tau bahwa Iqbal bukan kakak dari kedua orang tua mu" Rio mendekati Aryani yang tanpa busana.
"stop jangan kesini lagi!!" Aryani berteriak.
"Iqbal kakak angkat lu kan? dan Iqbal itu hanya anak pungut untuk keluarga mu, hahahahahaha" Rio tertawa lepas kembali.
"Hah? apakah itu benar dan apa buktinya?" Aryani seakan tak percaya.
"nih baca dan pahami surat dari panti asuhan kakak lu di adopsi" Rio melempar kan dokumen ke arah Aryani.
Aryani menangkap dokumen tersebut dan hanya menganga kaget tanpa bisa bersuara.
"kakak mu anak dari seorang kaya raya no 2 di Gresik dan no 1 nya adalah Keluarga besar Mukti" Rio menatap tajam Aryani.
"maksudnya? kak Iqbal anak dari Wicaksono? apakah kamu main main? dan apa hubungannya dengan kau rusak aku?" protes Aryani.
"bodoh ya kau, kau menikah dengan Alvan maka harta nya dapat kami gunakan dan syukur syukur kamu hamil dari aku,hahahahahahah" Rio tertawa nyaring.
"kenapa niatmu busuk seperti ini Rio?dan kenapa kamu menodai ku?" tangis Aryani kembali pecah.
"coba ingat dari awal keberangkatan mu di Surabaya sampai sini kamu saya ikutin karena apa kamu tau?" Rio menatap tajam ke arah Aryani.
"Karena aku di antar kak Iqbal dan apakah itu menyangkut ini semua?" Aryani berusaha mencerna semuanya.
"ya dan bersyukur ada aku di sana melihat kakak mu dan ingat tujuan ku untuk menghancurkan keluarga besar Mukti dan Wicaksono akan segera tersalurkan, hahahahahaha" wajah iblis Rio menatap Aryani.
"ada apa kau sampai ingin mencelakakan mereka semua?, apa kamu sudah siap menanggung semuanya?" sinis Aryani.
"ya aku siap karena aku sudah tak memiliki apa apa dan siapapun di dunia ini karena Mukti dan Wicaksono telah membatalkan kontrak kerjasama dengan keluarga ku, keluarga ku terkenal dengan Prasetyo Group yang saat itu langsung frustasi melihat kerjasama di batalkan oleh kedua keluarga sok kaya tersebut" Rio menatap kosong ke arah jendela kamar.
"karena kamu orang yang mencintai Alvan dan sudah di percaya sama keluarga besar Alvan untuk menjadi kekasihnya Alvan tetapi Alvan menolak mu mentah mentah" Rio mengucap datar.
"oh aku paham maksud mu, dengan aku menikahi Alvan maka secara tidak langsung tercoreng nama keluarga besar Wicaksono? bukan begitu?" Aryani tersenyum jahat.
"ya benar sekali tetapi harus pintar pintar nya kamu karena Iqbal juga anak kandung Wicaksono yang dulu pernah di titipkan di panti asuhan" mencium Aryani dengan ganas.
"cukup, tapi kalau aku hamil gimana?lagian aku masih sekolah!!" Aryani melepaskan ciuman Rio.
"bentar lagi kan lulus dan kamu akan menikah dengan Alvan setelah itu keluarga Wicaksono hancur di susul dengan keluarga Mukti yang akan menjodohkan dengan adikmu dan itu sudah tak atur dengan papa mu sayang" Rio menindih tubuh Aryani.
Akhirnya mereka berdua melakukan pergumulan hebat bagaikan ayam yang sedang kawin dengan pasangan nya.
.
.
.
.
Aryani telah selesai dengan cerita kemudian dia melihat Citari, Fahira, Diah dan Ella dalam keadaan mulut menganga seakan mereka semua tak percaya dengan cerita Aryani.
"woy kalian semua kenapa?" sambil mengusap muka Citari, Fahira, Diah dan Ella bergantian.
"itu mbak Aryani beneran mengandung anak Rio?" suara Citari parau.
"ya bener sekali tapi sebentar lagi bapak anak ini adalah Alvan dari keluarga Wicaksono, hahahahahahah" Aryani tertawa puas sambil mengelus perutnya.
"Terus apa selanjutnya yang kita lakukan mbak Aryani?" takzim Ella menatap Aryani.
"kalian semua hanya menunggu ini semua karena gua bakal menikah sebentar lagi" sambil mengajak pelukan bersama.
Mereka berempat larut dalam kegembiraan masing masing karena menganggap usaha mereka berhasil tetapi Ella hanya beranjak dan menuju ke hapenya dan berpura pura mengangkat telfon.
"waalaikumsalam wr wb gimana pa? oh iya pa habis ini pulang kok" sambil menatap menyakinkan Citari, Aryani,Fahira dan Diah.
"siapa El? bokap lu? mau pulang?" Citari memandang Ella.
"eh iya nih ada guru les privat yang di undang bokap gua ke rumah, padahal gua masih ingin main di sini" pura pura kecewa dalam wajahnya.
__ADS_1
"sudah nurut aja sama bokap lu El daripada lu gak boleh keluar keluar rumah lagi?" Aryani memberikan pelukan hangat.
"makasih kak Aryani, makasih semuanya, eh Diah antar pulang dong" rengek Ella.
"yauda kita pulang aja semua yuk" Citari meminta persetujuan ke lainya.
"ok dah kita pulang semua, selamat istirahat mama muda" ucap Diah dan Fahira sambil mengelus perut Aryani.
Mereka semua berpelukan dan mengucapkan selamat dan salam untuk mengundurkan diri.
..........................❤️.........................
Setelah pertemuan tersebut Ella menghubungi Iqbal untuk memberikan informasi pertemuan penting di suatu tempat yang sudah di steril kan oleh Ella dan Iqbal.
Ella dengan mudah menyiapkan tempat untuk pertemuan penting karena keluarga nya Anggota sejenis aparatur Negara yang sangat berperan penting untuk keamanan dan itu di manfaatkan dengan baik oleh Ella.
Ella
gua tunggu di cafe bukit Randu kak Iqbal, penting!!!
Iqbal
sekarang? dan harus ada Ridwan dan Alvan Ndak?
****Ella****
Ndak usah lu dulu baru mereka berdua karena gua dapat informasi sangat penting untuk lu.
Iqbal
ok meluncur cafe bukit randu.
Ella yang sudah hampir 68 menit menunggu Iqbal hanya berdecak kesal sambil melihat semua dokumen yang berhasil di curi dari rumah Aryani tadi ya dengan cara di foto diam diam.
Iqbal datang dan langsung di sambut pelayan cafe kemudian pelayan cafe tersebut mengantarkan Ella di sebuah tempat yang hanya ada beberapa anak buah ayahnya yang berjaga demi Ella.
"yakin di sini?" Iqbal melihat sekitar sambil memasang waspada.
"Uda sini aja, mereka anak buah bokap gua yang melindungi gua, nih baca" sambil memberikan dokumen tersebut.
"Ternyata semua sudah di rencanakan oleh keluarga besar Darin nya Aryani dan keluarga besar Prasetyo Group nya Rio" Iqbal membuka suara nya sambil tak terasa air matanya keluar.
"lu kakaknya Alvan bal, dan lu harus jaga adik lu yaitu kak Alvan, faham?" Ella menatap tajam Iqbal.
"apakah Alvan tau semuanya ini El?" Iqbal bertanya tanya sambil memegang kepalanya.
" sama sekali tak tau bal, santai aja biar lu, kak Alvan dan kak Ridwan ujian tapi boleh tau kenapa kamu masih kelas 12? bukankah harusnya lu Uda lulus tahun kemarin?" sambil menunjuk kan tahun kelahiran Iqbal.
"Gua bandel di sekolah dan gak naik kelas 1 kali di SMA gua El jadi itu sebabnya" sambil membakar rokok nya.
"oh, kenapa gak di bakar? gak bawa korek kah?" Ella memberikan kode ke anak buah bokap nya.
"iya nih tapi, eh.....makasih." Iqbal menatap tubuh kekar di sampingnya sedang menyalakan sebuah korek untuk nya.
"sudah percaya lu bal? dan lu gak usah tau gua siapa dan kenapa gua ikut campur masalah lu,kak Alvan dan kak Ridwan, gua hanya ngincar Rio yang ada dalam rekaman ini" sambil memberikan hape nya yang telah merekam percakapan tadi siang.
"Rio? apakah Rio yang dulu pernah bekerjasama dengan ayah nya pak Darin kah?" sambil memasang telinga nya lekat lekat ke suara perekam tersebut.
"ya sejenis iblis dalam dunia bisnis di negeri kita bal, dah ya setelah ini gua mau undang kak Alvan dan kak Ridwan, simpan tuh kertas agar tidak menarik mereka berdua" tegas Ella.
"ok siap komandan" memberi hormat ke arah Ella.
"eh gak jadi bal, di rekaman ini kan kak Aryani menyebutkan kau kakak nya si Alvan malah ke bongkar semua" Ella kembali membatalkan mengirimkan pesan ke Alvan dan Ridwan.
"ye dasar anak kecebong lu,untung aja lu sadar sendiri, yauda biar mereka fokus ujian saja dan kita eksekusi setelah mereka ujian karena pernikahan Alvan dan Aryani itu dua hari setelah Ujian Nasional" membakar rokok nya kembali.
Iqbal dan Ella hanya saling menatap bersama dan tersenyum akan semua hal yang mereka rencanakan setelah dua hari Ujian Nasional berakhir.
..........................❤️.........................
Assalamualaikum wr wb
terimakasih untuk semua reader yang membaca karya pertama saya.
jangan lupa like dan vote ya.
terimakasih banyak para reader❤️❤️❤️❤️
Wassalamu'alaikum wr wb
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
__ADS_1
..........................❤️.........................