
...........................❤️.........................
Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta
Resah di dada mu dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata
Begitu pula rindu
Antar pulau dan seorang petualang yang gila
Seperti penjahat dan kebaikan di halang ruang dan undang-undang
Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya
Atau senyummu dinding di antara aku dan ketidak waras-an
Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur
Apa kabar hari ini?
Lihat tanda tanya itu
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi
by Aan Mansyur
...........................❤️.........................
Tiga bulan berlalu sangat cepat, tiga bulan berganti memberi semua hari hari nya untuk memberikan panggilan Tria dan Ria untuk segera berangkat untuk kuliah di Eropa.
Mungkin terdengar sedih Ridwan harus berpisah dengan Tria, Ridwan menatap lekat fotonya dengan Tria, seakan mencari kebenaran hari itu juga.
Rumah terdengar suara canda tawa untuk melepas keberangkatan Tria dan Ria, mereka berdua sudah pasti di dampingi keluarga besar Mukti dan keluarga besar Hadi.
Dengan malas yang teramat, Ridwan segera membanting pintu kamar mandi untuk segera bersiap mengantarkan tunangannya ke Bandara Ir Juanda Surabaya.
Alvan yang sedari tadi bersenda gurau dengan Ria kekasih nya pun hanya menatap ke arah Ridwan seolah-olah mencari sebuah jawaban dari tingkah laku sahabat nya itu.
"Mas Alvan liat Mas Ridwan?, kok dia belum keluar dari kamarnya ya daritadi?." suara Tria membuyarkan Alvan.
"Baru selesai mandi juga dia, kalian berdua yakin dengan keputusan ini?." tanya Alvan.
"Yakin lah, toh nanti kita juga pulang untuk mas Ridwan juga kok." ujar Tria sambil mengoleskan mentega ke roti untuk Ridwan.
"Kamu menghindari untuk menyembuhkan luka dari Ridwan?, kenapa harus menghindari untuk menyembuhkan hati Ridwan? bukan kah harus saling mengobati ya?." Alvan meneguk kopi nya yang mulai dingin.
"Tria bingung juga mau darimana untuk menyembuhkan lukanya mas Ridwan? tapi Tria memulai nya darimana coba? mungkin perlu juga untuk memberi mas Ridwan untuk membuka hati juga." pasrah Tria.
"Yauda terserah kamu, Saya hanya bisa jaga Ridwan fisik nya bukan hatinya karena itu pilihan dia dan semoga kamu dan Ridwan berjodoh juga nantinya." Alvan menatap Tria serius.
"Semoga ya Kak Alvan, oh ya nanti ada Wulan juga yang akan mendampingi Mas Ridwan untuk ku." Tria sedikit murung.
__ADS_1
Ridwan yang melihat kekasihnya itu langsung memeluk tubuh Tria dari belakang sambil sedikit berbicara lirih ke arah telinga Tria.
"Maaf ya, hatiku masih belum sembuh untuk menerima mu." lirih Ridwan.
"Mas Ridwan, jangan meminta maaf, Tria yang salah karena belum bisa mengobati luka itu dari hati Mas Ridwan." ujar Tria sambil berbalik arah.
Wulan yang melihat adegan dua sejoli yang belum bisa bersatu pun hanya tersenyum sinis.
Wulan sudah sedikit menaruh hati untuk Ridwan meskipun Tria sahabat nya sudah menjadi tunangan Ridwan.
"Aku yang akan menyembuhkan luka itu Tria,bukan kamu maupun siapapun karena kamu dulu juga merebut hati Dirga dari ku." batin Wulan sambil menatap Ridwan dan Tria yang sedang berpelukan.
Semuanya sudah bersiap siap untuk keberangkatan Tria dan Ria bersama kedua orang tuanya dan ke-dua orang tua Ridwan.
Semua tampak sepi tanpa ada kata sepatah kata pun yang keluar dalam mobil masing masing.
Ridwan dan Tria berada dalam satu mobil Lamborghini Aventador milik Ridwan.
Begitu juga Alvan yang satu mobil Lamborghini Gallardo bersama Ria kekasihnya.
"Aku pelan pelan aja ya dik, ingin menikmati waktu dengan mu sebelum kamu jauh di sana." Ridwan memecah keheningan.
"Mas, Tria boleh bertanya dan minta satu hal setelah mas Ridwan menjawab?." pinta Tria.
Ridwan mengangguk setuju sambil tetap fokus menyetir mobil nya sambil menatap Tria.
"Mas Ridwan, jika nantinya mas Ridwan tetap tidak bisa bersama ku apakah hati ku masih boleh memiliki mu?." tanya Tria.
"Kalau kamu takut kehilangan ku kenapa kamu memutuskan untuk pergi kuliah ke luar negeri? kenapa kita tidak bisa saling mengobati luka kita bersama? Kamu mau kita menikah tanpa ada cinta dan sayang Tria?." Ridwan bertanya balik ke arah Tria sambil tersenyum.
"Wulan? cerita kan alasan Tria dan apa permintaan mu untuk ku?." Ridwan terlihat sedikit gusar.
"Tria hanya ingin mas Ridwan mendapatkan kebahagiaan dengan Wulan sahabat ku karena dulu aku telah merebut Dirga darinya mas dan aku sangat menyesal karena Dirga juga memilih wanita lain yaitu....." ucapan Tria terpotong.
"Citari? dan alasan itu kamu tidak bisa menyembuhkan luka ku dari Citari?, Sedikit egois kita ya Tria tapi aku hanya ingin satu wanita yang bisa menyembuhkan luka hatiku, itu saja." wajah Ridwan terlihat ragu untuk mengucapkan kata kata tersebut.
Ucapan Ridwan begitu menusuk hati Tria, Tria hanya menghela nafas panjang dalam setiap perjalanan menuju bandara.
Hal itu telah di sembunyikan darinya ke siapapun agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan Wulan sahabat nya .
"Apa alasan mu memberikan Wulan sahabat mu itu menyembuhkan luka ku?, apa kamu berhutang budi ke dia? apa karena aku tidak bisa melupakan Citari? dan siapa saja yang tahu rencana mu ini?." pertanyaan Ridwan seakan menusuk hati Tria.
"Karena cinta itu tak ada logika mas, dan Wulan berhak mendapatkan hati mu bukan aku sebenarnya dan tidak ada siapapun yang tahu ini semua hanya kita berdua." ucap Tria mantap.
Keheningan kembali ketika jawaban Tria meluncur, Ridwan hanya pasrah ketika mendengar jawaban Tria.
Semuanya sudah berada dalam bandara Juanda Surabaya yang terlihat sedikit lenggang.
Mereka semua terlihat saling merengkuh untuk sekedar melepas kan rindu nantinya.
Keberangkatan Tria dan Ria semakin dekat dan membuat Ridwan sedikit gusar melihat itu semua.
__ADS_1
"Wan, Uda jangan berat melepaskan Tria, masih ada aku, Ghani, Rian dan Adi juga, kamu gak sendirian di tinggal kekasih mu Wan." Alvan berusaha menenangkan Ridwan.
"Ringan sekali tuh mulut, aku juga masih bimbang dengan jodoh ku kelak Wan, terlalu sakit mengingat semuanya." ucap Ridwan sambil mendorong troli milik ayahnya dan ibunya.
"Sudah waktunya kamu sedikit ikhlas Wan, antar Tria untuk menemukan jawaban atas hatimu itu begitu juga kamu yang sebentar lagi akan merasa apa itu memiliki." Alvan mendorong tubuh Ridwan untuk melepas troli yang di dorongnya.
Dua sahabat itu saling menatap dan memberikan semangat untuk menjalani semuanya.
"kejar dan ucapkan yang perlu di ucapkan, kamu akan mengerti suatu saat nanti apa arti memiliki itu." tegas Alvan.
Ridwan mengangguk dan bergegas berlari ke arah Tria yang sedari tadi menunggu Ridwan.
Ridwan dan Tria kembali saling memandang dan menatap, waktu seakan berhenti untuk sekejap.
Ridwan menatap lekat Tria keemudian mendekat kan tubuh nya untuk memeluk Tria.
"Semoga saja tapi sedikit banyak aku sudah merasakan hatimu untukku tapi biarlah waktu yang menjawab semuanya, I Love You Tria." Ridwan mendekap erat Tria.
"I Love you too mas Ridwan, Tria berangkat dulu ya, assalamualaikum wr wb." Tria melepaskan dekapan Ridwan sambil menyembunyikan bulir air mata nya.
Waktu seakan-akan menjawab dua insan yang tengah memiliki perasaan.
Tapi tidak akan pernah terjawab karena tanda tanya itu (?).
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...........................❤️.........................
terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊.
__ADS_1
..........................❤️.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.