
Assalamualaikum wr wb kepada pembaca yang saya hormati, saya selaku author mohon maaf jika terdapat kemiripan nama tokoh tetapi ini memang hasil karya pertama saya dan sekali lagi Semoga kalian meresapi dalam setiap perjalanan Lika liku jalan cinta Ridwan di cerita LAST LOVE FOR WHOM?
jangan lupa komentar, like dan vote nya, terimakasih, maturnuwun,maturnuhun, Xie Xie, thank you, bedankt, ありがとうございます
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kepada Yth pembaca Last Love For Whom? mungkin ada yang bertanya kenapa kok episode Rencana Dirga nya gak dilanjutkan?
untuk itu Author jawab ya.
Silahkan di baca dulu baru mengerti alur ceritanya ya 😊😊
Happy Reading guys 😊
..........................❤️.........................
Sudah hampir 3 Minggu Ridwan hanya di rumah, dan bulan besok sudah Juli, Bulan kelahirannya tetapi nampak biasa biasa saja karena tak ada yang spesial sekali pun. Ridwan pun keluar dari kamar nya yang membosankan itu. Dia mendengar seperti suara yang dia kenal tapi dia masa bodoh dengan segalanya.
"eh curut, gak bosan di kamar terus? seperti keong kau" Alvan tiba tiba datang.
"salam dulu atau say hello ngunu, datang datang mengundang kau" Ridwan meminum jus jeruknya.
"hah mengundang? mengundang apa?" Alvan kebingungan.
"mengundang nih...." Ridwan menonyor kepala Alvan.
"Dasar Ridwan *******, nongkrong Wan, tuh ada yang ngajak keluar tuh" Alvan menunjuk ke keluarga besar Hadi.
"dih malas, kau aja yang nongkrong sama mereka" ketus Ridwan.
Ridwan pun berjalan kembali ke ruang kamarnya untuk kembali bermalas-malasan, tiba-tiba.......
"mau kemana mas? tuh ada teman ayah, sana salim dulu sana" perintah ayah Mukti.
"Huft iya iya, setelah itu balik ke kamar ya" ketus Ridwan.
"hahahaha, bapaknya keluar langsung nurut, mampus kau" sambil berjalan di belakang Ridwan.
Ridwan di ikuti Alvan pun berjalan ke arah Om Hadi dan Tante Dewi,.....
"Assalamualaikum wr wb, sehat om?" sambil mencium tangan Om Hadi.
"Waalaikumsalam wr wb, Alhamdulillah sehat, sudah berani keluar kamar nak Ridwan?" tanya om Hadi.
"Alhamdulillah sudah om, ini Tante Dewi ya? assalamualaikum wr wb Te, sehat Te?" Ridwan keemudian mencium tangan Tante Dewi.
"waalaikumsalam wr wb, Alhamdulillah sehat nak Ridwan, Nih ada yang ingin ketemu sama nak Ridwan, katanya rindu" Ujar Tante Dewi sambil mencubit Tria di sampingnya.
"ihhh apa sih Mama, biasa di lebih lebih kan, kita kan cuman teman ya kak Ridwan" Tria memandang lekat Ridwan.
Kedua mata itu bertemu tapi Ridwan hanya tersenyum sekilas.
" udalah Wan, obati tuh hati lagian gak capek kau dengan sakit hatimu itu?" Celetuk Alvan suaranya keras sekali hingga di dengar semua Yaang hadir.
"Pala kau sakit, yauda om Tante mama ayah hemmmm Ridwan balik kamar dulu ya, assalamualaikum wr wb" Ridwan berbalik arah untuk kembali ke kamar.
"Eh kucluk ikut, mau ngomong sesuatu ***" Alvan setengah berlari mengejar Ridwan.
Mereka semua tertawa lebar melihat tingkah dua anak itu saling melindungi sesama sahabat.
"Tante Inah, kak Alvan begitu dekat ya dengan kak Ridwan, saya sangat iri dengan persahabatan mereka berdua" Ucap Ria sopan sementara Tria pun menatap sampai punggung Ridwan menghilang.
"Ya gimana ceritanya ya Nduk (panggilan perempuan Jawa yang masih Lajang), Alvan sahabat Ridwan dari SD hingga SMA, sebenarnya Ridwan juga punya banyak teman tapi sayang mereka semua hanya memandang harta dari Ridwan dan Alvan, maka dari itu kalian berdua kalau dekat dan ngobrol dengan Ridwan atau Alvan pun seperti pinang di belah dua, keluarga besar Wicaksono pun sering kemari tanpa harus membicarakan Bisnis saja tetapi untuk membicarakan masa depan anak kita semua" Mama Inah menjelaskan panjang lebar.
"Oh gitu ya Te, eh Dik Tria segera minta izin ke Tante Inah, katanya mau ngajak Ridwan keluar" Ria membuyarkan adik kembarnya tersebut.
"Lho nduk Tria mau ngajak Ridwan kemana? biar Tante yang bilang, maaf ya Nduk , anak Tante yang satu itu unik kalau sama cewek jadi biar mama nya saja yang bertindak" Mama Inah menegaskan lagi.
"oh iya Tante, Maturnuwun sangat" Tria tampah memerah pipinya.
Pikiran pembaca pasti memandang Ridwan tak tertarik kan? nah baca dulu ya, insyaallah akan ada cerita "Tetralogi Cinta". vote nya dan komentar nya serta like nya ya nanti author beri puisi yang bikin kalian bucin sendiri deh....😊😊😊
Sementara itu pak Hadi dan Ayah Mukti sudah berbicara masalah kerjasama bisnis antara keluarga besar Mukti - Wicaksono dengan keluarga besar Hadi untuk menutup akses bisnis kotor yang di lakukan salah satu rekan bisnis mereka berdua.
" Terimakasih bapak Mukti saya sangat berterimakasih untuk bantuan dari bapak dan keluarga besar Wicaksono" ujar paka Hadi penuh takzim.
__ADS_1
"Santai saja bapak, sesama manusia kita harus saling membantu asal demi kebaikan bukan kah Allah SWT itu akan senang jika umatnya saling membantu untuk memerangi kebathilan? , bukankah bisnis keluarga mereka menghancurkan bisnis orang lain dengan caranya yang tidak saling menguntungkan?" ujar Ayah Mukti lebar dan panjang.
"ngomong ngomong saling menguntungkan nih bapak, saya mohon maaf jika kesini membawa kedua anak kembar saya, bukan bermaksud untuk perjodohan dan apapun tapi kita murni kerjasama bisnis ya bapak" pak Hadi membakar rokok nya dan menawarkan ke ayah Mukti.
"makasih bapak Hadi, mari kita masuk" ayah Mukti memberikan jalan untuk pak Hadi.
"mari bapak Mukti" sahut pak Hadi sambil memberi tabik hormat.
Kedua orangtua itu berjalan masuk ke ruang tamu....
"Lho sayang, kemana Istrinya pak Mukti?" ujar pajak Hadi sambil mencium kening istrinya.
"ish ish malu tuh pah,Nona Inah masih manggil nak Ridwan" Sambil melipat rapi jas suaminya.
"Lho jadi keluar nduk Tria sama tole Ridwan? titip anak om ya" ujar ayah Mukti membuyarkan lamunan Tria yang memandang tangga berharap Ridwan turun.
"eh iya Om, tapi Tria hanya ingin kak Ridwan menikmati udara segar om tidak lebih" ujar Tria.
"iya bener tidak lebih tapi pipi mu itu yang pengen lebih, hahaahahaahaaaha" celetuk Ria sambil mencubit pipi Tria.
Semua orang yang di ruang tamu itu tertawa renyah melihat Tria yang kedua pipinya bersemu merah dan terhenti seketika saat mendengar.....
"Aduh itu sudah di tunggu lho Le (Tole atau Le Panggilan anak laki laki dalam bahasa Jawa), Ndang cepat!!!!" Teriak mama Inah sambil menjewer Ridwan dan Alvan bersamaan.
"Ampun ma, iya Ridwan turun nih, kau sih Van malah mendebat mama ku, mampus kau kena jewer kan" Ridwan meringis kesakitan.
"kau juga ngapain nolak keluar kamar ***, lagian kau juga yang mandi lama tadi, nih rasakan" Alvan menonyor kepala Ridwan.
"kalian berdua mau mama tendang 360° hah? gini gini mama masih bisa tendangan itu" Tangan mama Inah tetap menjewer telinga Alvan dan Ridwan.
"ampun Sensei Inah" ujar mereka berdua bersamaan.
Mama Inah pun melepaskan ketika suaminya melihatnya...
"salah mereka sendiri lho sayang, jadi mama keluar kan jiwiran maut" Ujar Mama Inah.
"maaf ya pak Hadi dan Ibu Dewi, maklum istri saya dulu Karateka sabuk Hitam Strip 3 merah jadi sampai sekarang masih lebih bahaya,hahahaahaahaaha" ucap ayah Mukti sambil memeluk istrinya tersebut.
Pak Hadi, Ibu Dewi, Ria pun terkaget mendengar penjelasan dari pak Mukti kecuali Tria yang memandang Ridwan takjub tak berkedip sedikit pun ......
"Liatnya dik biasa aja nanti jatuh cinta tau rasa kau" Ria sambil menepuk pipi Tria pelan.
"liat apaan sih kak Ria, Tria lagi liatin tuh" tunjuk Tria asal.
Semua pun menoleh ke arah fotot yang diI tunjuk Tria...
"Oh itu foto ku waktu menang juara umum kemarin, mau foto sama aku? sini" ujar Ridwan sekenanya.
Semua tertawa melihat Tria yang mati langkah dan bersemu merah pipi nya....
"Uda siap tuh Ridwan, ngobrol dulu sana biar enak nanti mau kemana dan naik apa" sahut Alvan menarik lengan Ridwan dan Tria bersamaan.
"Nda papa Ria ikut ngobrol sama mereka ya" pinta Ria ke ayah dan ibu nya.
Mereka berdua pun mengangguk memberikan jawaban.....
"Oh ya silahkan makan siang dulu bapak Hadi dan ibu Dewi, kita makan bersama dulu biar anak anak keluar nongkrong" ajak ayah Mukti ke pak Hadi dan ibu Dewi.
"Wah merepotkan sekali kita ke keluarga bapak Mukti, nanti dulu aja bapak,kita ngobrol-ngobrol dulu saja" ujar pak Hadi sambil membakar rokoknya.
"kita makan bersama atau saya yang membawa meja makan ke sini bapak?" ayah Mukti beranjak menuju pak Hadi.
"wah iya iya bapak kita makan bersama, ayo sayang kita makan, gak enak sama pak Mukti dan Nyonya Inah" pak Hadi sambil mengajak isterinya untuk beranjak ke ruang makan.
Sementara itu Ridwan, Alvan, Tria serta Ria sudah berada di teras rumah....
"mau ngapain sih? ngobrol di dalam kan bisa" ketus Ridwan.
"kak ini ada hubungannya dengan Dirga!" tegas Tria.
"terus? mana peduli saya sama Dirga?" pendek Ridwan.
"aku mau minta tolong sekali ini aja" Pinta Tria.
"apa?" Ridwan membuka mode dingin nya.
"pura pura jadi pacar ku sebentar saja, bisa kan?" Tria memohon ke arah Ridwan.
"untung nya buat aku apa? buat memanasi Dirga dengan Citari? gitu?" Ridwan menatap lekat Tria.
"Kakak Ridwan nurut aja dan ikuti apa yang Tria lakukan, faham? oke kalau paham bagus kak Ridwan" sahut Tria menepuk nepuk pipi Ridwan.
"gila kau, tanya tanya sendiri lha di jawab sendiri ,dasar cewek sinting" celoteh Ridwan.
Alvan dan Ria yang melihat perdebatan itu hanya tersenyum kecil....
"yauda izin kita ke ayah mama mu dulu baru berangkat" ajak Tria sambil menarik tangan Ridwan.
Ridwan pun pasrah di tarik Tria menuju ke arah ruang Tamu....
"bunda papa, di mana kalian?" teriak Tria sambil menggenggam tangan Ridwan dengan tak sadarnya.
"duh anak bunda kenapa teriak teriak?" ujar ibu Dewi.
"lho Wan, tangan tangan mu kui lho" ujar Alvan di sebelah Ridwan.
Ridwan dan Tria pun serentak melepaskan tangan nya bersama an......
__ADS_1
"bukan muhrim, dih dih kau jatuh cinta kepadaku baru tau rasa kau" ujar Ridwan sinis.
"dih siapa yang mau jatuh cinta sama Freezer kulkas macam kakak" gerutu Tria sambil pipinya merona.
" yang sopan sama cewek,jangan gitu kamu" ayah Ridwan menepuk bahu Ridwan.
"Yah aku mau keluar, minta sangu ya yah ma, please" Ridwan memohon.
"nih bawa" ayah Mukti mengeluarkan kartu Gesek dan di berikan ke Ridwan.
"makasih yah, yauda tak ambil kunci motor dulu ya" Ridwan beranjak dari tempat ayahnya.
"siapa suruh pakai motor, tuh mobil sport mu pakai biar Alvan pakai motor sama Ria" mama Inah langsung nimbrung.
"hah? pakai mobil? yauda iya pakai mobil" gerutu Ridwan.
"nah kan nyonya Dewi dan Tuan Hadi, Ridwan kalau sama saya langsung nurut" mama Inah menggandeng tangan ibu Dewi.
"iya bener juga ya Nya, nurut langsung, semoga anak anak saya nanti juga nurut sama suaminya kelak" ujar ibu Dewi sambil berjalan berdampingan mama Inah.
Alvan dan Ria tersenyum karena usahanya mereka berdua mendekat kan Ridwan dengan Tria hampir berhasil.....
"Mama ayah berangkat dulu ya, Tante om Ridwan berangkat dulu, assalamualaikum wr wb" ujar Ridwan sambil mencium tangan dari ayahnya sampai Tante Dewi.
Alvan, Ria dan Tria pun mengikuti yang di lakukan Ridwan...
"Jangan ngebut bawa anak orang" sahut mama Inah keemudian.
Ridwan pun mengangguk di ikuti Alvan...
Mereka berempat pun beranjak ke luar teras kecuali Ridwan yang berjalan ke arah garasi mobilnya berada.
"halo Baby lama gak naik kamu, kamu siap untuk memacu adrenalin?" lirih Ridwan sambil memegang kemudi Lamborghini nya.
Brum Brum Brum (Lamborghini Aventador Ridwan keluar dari garasinya)
"kau naik apa curut?" teriak Ridwan di tengah suara bising knalpot Lamborghini nya.
"nih liat, jangan lupa kau Curut" ucap Alvan sambil berjalan ke arah mobilnya.
"gila tuh anak bawa Lamborghini Gallardo nya juga, menarik nih" senyum simpul Ridwan.
Tria pun mengetuk kaca Lamborghini Aventador milik Ridwan....
"kenapa?" singkat Ridwan.
"cara masuk nya gimana?" Tria kebingungan.
"bentar,tunggu situ" dingin Ridwan.
Ridwan segera turun dari kemudi nya dan keluar untuk membuka kan pintu untuk Tria.
"silahkan masuk manis, gini aja gak bisa buka, gimana cara mu membuka hati Dirga kembali?" ketus Ridwan.
"makasih kak" cicit Tria.
mereka berdua canggung di dalam mobil....
"lho kenapa gak berangkat kak?" tegur Tria.
"seat belt mu pakai" ujar Ridwan dingin.
"oh iya, tapi kita beli ice cream dulu ya" pinta Tria.
"oke" singkat Ridwan.
Alvan pun turun dari mobilnya untuk berbicara sebentar....
"Wan biasanya ya seperti dulu,sudah lama nih gak uji adrenalin, setelah itu kita ikut kamu, oke wan?" Alvan mengajak tos Ridwan.
"Taruhan apa kalau kalah?" tantang Ridwan.
"aku kalah, aku cium Ria meskipun nanti di banting tapi kamu kalah cium Tria di depan Dirga dan Citari, deal?" Alvan mengulurkan tangannya.
"oke deal, lagian kamu salah orang curut got,hahahahaha" tawa Ridwan pecah tetapi wajah Tria di sampingnya memerah menahan ucapan Alvan.
"yauda panasi tuh mesin, setelah itu kita berangkat" pinta Alvan.
Ridwan pun menoleh ke Tria, dia hanya sebatas melihat dan tak tertarik sedikit pun dengan cewek berjilbab di sampingnya itu.....
"kita ke cafe mana?" suara Ridwan membuyarkan lamunan Tria.
"Di cafenya Dirga jalan Moestopo dekat pasar Gresik modern kak" Tria merapikan jilbab nya dan mengoleskan sedikit lipstik merah jambu nya.
"yauda ,jangan teriak teriak habis ini ya, tahan nafas aja" jawab Ridwan dingin karena tak ingin kalah dengan Ridwan.
Akhirnya mereka berempat berangkat dengan mobil Lamborghini Aventador milik Ridwan dan Lamborghini Gallardo milik Alvan, suara knalpot dari mobil keduanya sangat nyaring terdengar.
Bersambung.......
...........................❤️.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....
...jangan lupa like, vote dan komentarnya ya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................❤️.........................
__ADS_1
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.