LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
RAHASIA INDAH (?)


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terbayangkan berjumpa dengan dirimu


Menjadi awal kisah kita berdua


Terlanjur jauh sudah ku jatuh hati padamu


Tanpa ku pikir lagi nyatanya ku salah


Mengapa tak katakan


Kau telah berdua


Mengapa berdusta


Tuk raih cintaku


Mestinya kau jujur padaku


Tulus padaku mungkin ku tak membalas


Ku tak mau berbagi cinta dengannya


Karena ku tak ingin ada yang terluka


Biarlah yang lalu menjadi


Sebuah rahasia indah kita berdua…


Dia yang pantas dapatkan cinta darimu


Karena dia yang pertama mencintaimu


Kini berakhir sudah kepada keputusanku


Meskipun itu perih ku rela kau pergi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara derap langkah kaki terdengar mendekat ke arah ruang inap Ridwan, bukan dua kaki yang melangkah tetapi empat langkah kaki yang semakin mendekat ke arah ruang inap Ridwan.


"Assalamualaikum wr wb Mas Ridwan, gimana kabarnya?." ucap seorang wanita yang di dampingi oleh laki lakinya.


Alvan pun menoleh ke arah sumber suara yang di kenal nya, sementara Tria menjatuhkan sendok yang di pegang nya karena menatap laki laki itu.


Ridwan menatap ke arah sumber suara wanita tersebut, sementara Alvan yang telah bersiap untuk mengusir kedua tamu itu bersiap menghubungi Adi dan beberapa bodyguard untuk membantunya.


Ya wanita itu Citari dan laki laki itu Dirga, dua masa lalu yang pernah hadir dalam hidup Ridwan dan Tria tetapi saat ini Ridwan tak mengingat siapa itu Citari.

__ADS_1


Bayangan kenangan Tria seakan muncul kembali saat Dirga muncul di depannya akan tetapi Ridwan dengan wajah polosnya dia menatap lekat Citari yang berjalan ke arah nya.


"Mau apa kalian berdua?." ujar Alvan menghentikan langkah Citari.


"Mau jenguk Mas Ridwan sekalian mau ngasih undangan pernikahan ku dengan Dirga." enteng Citari.


Ridwan menatap Tria setelah mendengar nama Dirga sambil tersenyum dia menatap lembut wajah Tria yang seakan-akan ketakutan.


"Sudah itu masa lalu mu, tak ada yang perlu di takuti juga kan." lembut Ridwan.


"Aku takut Mas Ridwan, masih trauma dengan perlakuan nya ke aku dulu." Tria sedikit terisak.


Ridwan menggenggam tangan Tria, mencoba memberikan ketenangan meskipun hanya sebatas genggaman tangan.


"Minggir Mas Alvan, ini anak masih sama saja seperti dulu." ucap Citari sambil terus melangkah ke arah Ridwan.


"Cepat lakukan yang perlu kamu lakukan! lekas pergi dari sini!." tegas Alvan.


"Van sudah, biarkan dia ngomong, oh ini yang namanya Dirga, Ridwan......" ucap Ridwan sambil mengulurkan tangan nya untuk mengajak berjabat tangan.


"Dirga, gimana kesehatan nya Mas?." ucap Dirga ramah.


"Alhamdulillah baik, oh ya ini siapa nama nya calon mu?." sahut Ridwan sambil tetap menggenggam tangan Tria.


Citari yang mendengar ucapan Ridwan pun terbelalak kaget sementara Dirga pun menatap heran ke arah Tria seakan mencari jawaban atas kondisi Ridwan.


"Kamu lupa nama ku Mas Ridwan? kamu kena benturan apa sih?." ketus Citari.


"Dia masa lalu mu Wan, dia yang bernama Citari, dia yang pernah menyakiti mu saat dulu." ucap Alvan datar.


"Citari? masa lalu ku? coba ceritakan Van." pinta Ridwan.


"Malas sekali cerita dia, karena ulah dia dan Dirga hingga kamu masuk rumah sakit dua kali dulu." ketus Alvan sambil menatap sinis ke arah Citari dan Dirga.


"Benar itu Tria? saat ini tak ada yang ku percaya hanya kamu yang ku percaya Tria." ucap Ridwan sambil menatap dingin ke arah Tria.


Ruangan kembali sunyi seakan merestui pertemuan dua insan yang dulu saling mengenal, Citari dan Dirga seakan menjadi bagian rahasia indah yang pernah di miliki oleh Ridwan dan Tria.


Author yang gemas pun bernyanyi untuk mereka berempat yang berjudul............


Jadi Aku Sebentar Saja


Telah lama kau tinggalkan ku


Sempat sia-siakan aku


Pergi jauh titipkan perih


Tak sedikitpun peduli

__ADS_1


Seandainya kamu merasakan


Jadi aku sebentar saja


Takkan sanggup hatimu terima


Sakit ini begitu parah


Pergi jauh titipkan perih


Tak sedikitpun peduli


Seandainya kamu merasakan


Jadi aku sebentar saja


Takkan sanggup hatimu terima


Sakit ini begitu parah


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2