
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati dan terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
Siang itu Ridwan mengajak Alvan ke rumah dulu untuk membicarakan kegiatan ekstrakurikuler karate yang dalam beberapa bulan akan di lepas oleh mereka bukan karena mereka mengundurkan diri tetapi mereka berdua sudah bersiap untuk Ujian Nasional.
Di rumah Ridwan yang begitu luas dan begitu sejuk karena banyak pohon rindang akan tetapi Ridwan selalu bilang itu rumah orangtuanya bukan rumahnya ke semua teman teman nya.
"Assalamualaikum wr wb Ridwan pulang ma yah, halo" teriak Ridwan di ruang tamu rumah.
"eh curut teriak teriak aja sukanya, lapar Wan ada makanan?" Alvan melepas jas sekolah nya.
" Waalaikumsalam wr wb, eh ada Alvan" sambut ayahnya Ridwan di susul mamanya Ridwan.
"eh Om Mukti dan Tante Inah, apa kabar? seperti nya mau keluar dinas kah?" sambil mencium punggung tangan ayah dan mama nya Ridwan.
" Lho ayah dan ibu kan ikut nanti sore, emang tidak di beritahu kamu Nak Alvan?" Mama Inah bertanya.
" udah tau Tante tapi katanya hanya sehari kan om Tante?"
"sehari gundul mu kui Van, dah tau ayah mama bawa koper itu lebih dari satu hari lah" Ridwan membawa segelas es Intisari.
"eh bentar tak telfon ibu ayah dulu om Tante" sambil menekan nomor dalam telfon nya.
Setelah percakapan dalam telfon tersebut terlihat wajah Alvan yang sedikit senang dan sedikit khawatir karena kalau orang tuanya dan orang tuanya Ridwan dinas luar kota bisa bisa Alvan tidur sendiri di rumah besarnya.
"eh curut, kau tidur sini dan nanti ambil pakaian karate buat besok, faham kau Rut?" sambil mengecek barang bawaan ayah dan mamanya.
"kamu ngapain Wan,sudah lengkap semua barang ayah mama, nih sangu mu,kalau kurang udah tak titipkan pak Komang" Sambil memberikan amplop berisikan uang.
__ADS_1
"Biasa kalau Uda lupa pasti bingung sendiri ayah mama, maka dari itu tak cek ini, amplopnya titip kan bibi aja yah, sangu nya Ridwan masih ada kok" sambil menutup koper ayah mamanya.
Sementara itu ada kegaduhan di luar rumah Ridwan yang sangat ramai dan suara 8 orang Siswa yang berusaha masuk ke rumah Ridwan.
Hingga akhirnya pak Komang Supir ayah dan mama tergesa-gesa masuk rumah dan sedikit panik tentunya.
"Tuan Mukti dan Nyonya Inah di depan ada siswa berandal,mohon untuk tidak keluar dulu" pak Komang dengan sopan nya.
Sementara teriakan teriakan dari luar sangat keras di kompleks perumahan elite Gresik Kota Agung tersebut.
"Woy perebut cewek orang,sini kau keluar Ridwan" salah satu siswa yang berada di luar.
Sementara itu Ridwan dan Alvan hanya saling pandang tak mengerti maksudnya para siswa di luar.
" ada masalah apalagi Van?, masalah Aryani belum beres?"
"Matamu kui, mantan e Aryani ya cuman Dhimas yang di sekolah *** dan aku wes rela ***" emosi Alvan.
"Wan dan nak Alvan, kita berangkat dulu ya lewat garasi belakang karena waktu yang sudah hampir berangkat, assalamualaikum wr wb" pamit ayah dan mama Ridwan.
" paham paham, kita temui terus kita gilas bersama-sama" Alvan menjabat tangan Ridwan.
hingga Pak Ridho satpam rumah Ridwan melarang Ridwan dan Alvan keluar rumah.
"mas Ridwan dan mas Alvan jangan keluar, sebentar lagi satpam komplek perumahan datang, mohon jangan keluar karena mereka membawa sajam.
"pak Ridho tenang nggih, kita gak macam macam kok,tenang ya pak" Ridwan menenangkan pak Ridho.
Mereka berdua melangkah keluar rumah dan di luar rumah sudah menunggu 8 siswa dari SMA Tunas Bangsa.
"he lu namanya Ridwan? sini gua hajar lu" teriak seorang siswa yang belakangan ternyata bernama Adi.
"Wih pakai bahas lu gue segala Van mereka" ledek Ridwan sambil menatap Alvan.
"banyak cakap kau, sini keluar dari pagar kalau berani" teriak Adi yang ternyata anak buah dari Iqbal.
"bentar bentar, kau kan anak buah Iqbal kan?, mana bapak buah kau hah?" ledek Ridwan.
__ADS_1
"lho emang ada bapak buah kah Wan? perasaan mereka kan pernah kau libas semua bersama Iqbal ya?" Alvan menambah kan omongan panas.
" pak Ridho silahkan di buka pagar nya dan saya akan kembali dengan baik baik saja kok, assalamualaikum wr wb" sambil mencium tangan pak Ridho
"pak Ridho, Alvan ikut Ridwan juga ya, assalamualaikum wr wb" Alvan menyusul mencium tangan pak Ridho.
"eh nak Ridwan dan nak Alvan bahaya, astaghfirullah Gusti" pak Ridho cemas.
"bapak di buka dulu pagarnya ya, Ridwan mohon dengan sangat bapak" Ridwan memohon.
Pintu gerbang pun di buka kan pak Ridho dan di teras rumah terlihat Bi Ida dan pak Udin yang berteriak teriak.
"nak Ridwan nak Alvan masuk rumah, Ya Allah Gusti mereka berdua celaka mampus tuh 8 anak pembuat onar" Bi Ida sambil teriak teriak.
Tatapan Iqbal mengisyaratkan tanda bahaya untuk Ridwan dan Alvan akan tetapi Ridwan dan Alvan sudah pasang badan untuk bersiap menerima Serangan dari anak buah dan bapak buah Iqbal.
"eh bapak buah, mau mu apa? siapa yang kau sebut perebut cewek orang hah?" Ridwan memberikan instruksi ke Alvan untuk waspada.
"banyak omong lu Wan, woy hajar mereka berdua" teriak Iqbal menyuruh anak buahnya.
Tetapi dengan santainya Alvan langsung memasang badan untuk Ridwan dan berdiri tepat di depan Ridwan.
"eh curut, kau mau lawan mereka 8 orang sendiri Wan?" Alvan bertanya ke Ridwan.
" bentar lah *** kita tanya maunya apa ***,jangan langsung pasang badan ***" gurau Ridwan sambil berkata sekeras mungkin.
"kalian berdua banyak omong, dasar perebut cewek orang kau Ridwan, hajar mereka berdua" Iqbal menginstruksikan untuk menyerang Ridwan.
Perkelahian pun terjadi dan satpam komplek perumahan hanya mampu melihat tanpa berani membubarkan mereka semua, bukan karena takut tetapi sudah di instruksi kan oleh Ridwan agar tetap tenang.
Perkelahian hampir berlangsung 30 menit dengan tidak sangat seimbang dimana Ridwan dan Alvan di serbu 8 orang, istilah nya main keroyokan tanpa memberikan informasi kesalahan Ridwan apapun dan Ridwan apakah bisa menjadi yang di inginkan kah..........
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................❤️.........................
__ADS_1