LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
PERPISAHAN TERMANIS


__ADS_3

Biarkan waktu teruslah berputar


Mencintai kamu penuh rasa sabar


Meski sakit hati ini kau tinggalkan


Ku ikhlas tuk bertahan


Cintaku padamu begitu besar


Namun kau tak pernah bisa merasakan


Meski sakit hati ini kau tinggalkan


Ku ikhlas tuk bertahan


Kau meninggalkanku tanpa perasaan


Hingga ku jatuhkan air mata


Kekecewaan ku sungguh tak berarah


Biarkan ku harus bertahan


Jangan pernah kau coba untuk berubah


Tak relakan yang indah hilanglah sudah


Jangan pernah kau coba untuk berubah


Tak relakan yang indah hilanglah sudah


Ternyata kamu masih ada, kamu bagian masa lalunya Alvan sahabat ku kan? bersiaplah pergi ke akhirat.....klick." Ridwan menarik revolver milik Adi dan bersiap melepaskan timah panas ke arah Aryani.


Semua tak mampu bergerak, Aryani berkeringat dingin menatap pistol di tangan Ridwan mengarah tepat ke jantung nya.


"Selamat tinggal Aryani.........." ucap Ridwan.


Aryani segera menutup matanya, membayangkan peluru menerjang dan menembus jantungnya.


"Kenapa? takut? masih ada rasa takut itu ternyata, Van apa benar dia bagian dari rencana Wulan untuk membuat ku hilang ingatan total?." ucap Ridwan sambil memasang wajah bengis nya.


"Kok tahu kau Wan?." ujar Alvan sambil tersenyum sinis menatap Aryani.


Ridwan menatap tajam ke arah Aryani seakan-akan meminta penjelasan detail tentang rencananya.

__ADS_1


Aryani yang merasa dirinya terpojok pun seakan mengerti memang harus waktunya bercerita semuanya tanpa di tutupi secuil pun.


"Oke oke, gua ceritain semuanya tapi tolong jangan sakiti gua." pinta Aryani.


Ridwan dan Alvan mengangguk seakan-akan memberikan tanda setuju ke arah Aryani, Aryani segera menceritakan semuanya yang di rencanakan oleh Wulan terhadap Ridwan.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Sebulan telah berlalu......


Seorang laki-laki berjalan gontai sambil menatap gadis di depannya, siapa laki laki itu? apakah laki-laki tak pantas untuk bertarung dengan perasaan nya sendiri? bertarung untuk mendapat cinta terakhir untuk nya?


Hati dan Perasaan Ridwan bingung antara dua wanita tersebut karena Ridwan tak ingin menyakiti kembali seperti Mantanya Di SMA dulu yang telah memilih laki-laki lain.


"Mas Ridwan, jika memang Wulan dan Mbak Lidia menjadi penghalang kisah cinta kita, lebih baik aku mundur untuk melepaskan semua kenangan kita." Tria berujar sangat dingin sambil menatap sahabatnya.


"Apakah kamu tak cukup merebut Dirga dariku dulu?" sinis Wulan sambil memeluk Ridwan.


"Wulan! kamu siapa! kamu tak ada dalam hatiku saat itu, saat sebelum aku...." ucapan Ridwan terputus karena merasakan sakit yang teramat hebat di kepalanya.


Ridwan, Laki laki yang telah kecelakaan itu pun hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya, dia kehilangan ingatannya.


"Wulan, lepaskan." pinta Ridwan.


"Mas Ridwan memilih ku kan?." tanya Wulan.


"Maaf, aku lebih baik menjalin hubungan dengan Tria, aku sudah ingat semuanya Wulan." ujar Ridwan sambil memegang erat kedua bahu Wulan.


Ridwan berjalan ke arah Tria , dia yakin dengan pilihan nya, yakin dengan apa yang di pilih nya saat ini, sementara Tria tersenyum manis saat Ridwan mendekat ke arahnya.


"Mas? kenapa harus terus terang langsung?." lirih Tria.


"Gak apa apa dik, boleh ku peluk?." pinta Ridwan.


"Malu Mas, jangan di sini." pinta Tria memohon.


Ridwan segera memeluk Tria erat, menaruh kepalanya di ceruk leher Tria, tenang dan damai yang di rasa Ridwan.


"Biarkan seperti ini dulu Tria, aku hanya ingin butuh ketenangan." pinta Ridwan.


Wulan yang melihat adegan Tria yang tengah di peluk pun segera melepas pelukan Ridwan ke Tria.


"Mas Ridwan! kamu lebih memilih dia daripada aku? aku salah apa ke kamu?." tanya Wulan.


"Wulan, aku tak ingin memiliki wanita yang hanya ingin melampiaskan masa lalunya." jelas Ridwan.

__ADS_1


"Maksudnya?." mata Wulan membulat.


"Kamu hanya ingin bersamaku karena ingin membalas dendam mu ke Tria karena dulu Tria kamu sebut perebut Dirga dari mu, benar begitu kan Wulan?." Ridwan membuang nafas kasar.


"Tapi? aku hanya mencintai mu Mas Ridwan, tak ada yang lain hiks hiks." tangis Wulan pecah.


"Wulan, terkadang apa yang ingin di miliki tak perlu di sesali jika harus memang di lepaskan." ucap Ridwan menenangkan Wulan.


Wulan yang menangis di dada Ridwan seakan mengerti kata kata dari Ridwan, dia memandang lekat Ridwan, tatapan matanya mengisyaratkan sebuah pertanyaan besar untuk nya.


"Apakah memang tak ada yang bisa mengerti keadaan hati ku saat ini?." lirih Wulan sambil mengusap air matanya.


"Bukan tak ada yang mengerti, tetapi caramu kurang tepat Wulan, belajar lah dari yang sudah terjadi." timpal Ridwan.


"Tria, maafin aku ya, bahagia lah dengan Mas Ridwan." ucap Wulan sambil menatap Tria.


Tria segera memeluk sahabatnya itu, tak terbesit pun untuk membencinya karena dia dan Ridwan pun masih dalam tahap saling mengenal satu sama lain.


cinta ku pernah memilih


dia yang sangat aku impikan


namun kini dia telah pergi


kau hadir dalam hatiku


sungguh aku menyadari


takkan mampu mengganti dirinya


bukan aku tak menginginkan


mengisi ruang hatimu


from heart to heart kau memohon kepadaku


demi kasih yang selalu kau berikan


lumpuhkan hingga diriku menyerah


tempatkanlah aku di sisimu


kini sudah kau dapatkan


aku untuk pendamping dirimu

__ADS_1


aku hanya mengharapkanmu


mengerti kekuranganku


__ADS_2