
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati membaca nya...
...terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
Assalamualaikum wr wb para reader, terimakasih telah mampir dan membaca karya pertama ku nih, di episode kali ini mohon bantuannya untuk vote dan like sebagai dukungan dan semangat untuk author.
Mohon maaf telat update karena hape satu satunya author lagi bermasalah, sekali lagi mohon maaf ya dan selamat membaca.
terimakasih dan selamat menikmati.
..........................❤️.........................
"kenapa kamu ikut dalam masalah ini? kamu kenapa cepat berubah Citari" ucapannya dalam hati sambil mengusap foto Citari.
kenapa harus dia semata dan kenapa itu semua terjadi apakah semua harus tetap menjadi apa yang di ingin kan nya??
Ridwan berjalan ke arah kamar mandi rasanya dia tak ingin untuk mengguyur badanya yang sedang memikirkan semuanya barusan tetapi hari ini dia harus mengungkap semua yang menghantam kehidupan nya dengan Citari kekasihnya, apakah dia kecewa dengan semua masalah bertubu-tubi ini atau kah dia bersyukur karena sebentar lagi akan terbuka semua topeng mereka yang terlihat baik di depan nya saja?
Setiap guyuran air membuatnya terus berpikir tentang semua rentetan masalah setelah dia menyatakan cinta ke Citari dan sampai titik nya di mana Alvan harus menerima perjodohan yang di lakukan keluarga besar Darin.
“huft segar sekali air dingin ini tapi otak ku tak segar kembali” Gerutu Ridwan dalam hati.
Pintu kamar Ridwan di ketuk oleh seseorang yang mengantarkan sebuah setelan Jas dan kemeja putih beserta celana jeans hitam.
“ngapain kamu antar dik? Ribet amat jadi orang” ketus Ridwan ke arah Ahmad.
“dih pakai saja, itu di suru mama dan lagian itu acara sakral pula mas” Ahmad mendelik tajam.
“pakai baju biasa gak oleh ta?” ketus Ridwan.
“uda pakai aja, sudah jam 07.30 juga, di tunggu sama mama ayah di ruang tamu” Ahmad merapikan rambutnya.
__ADS_1
Ridwan segera memakai setelan nya dengan rapi dan segera bergegas turun untuk bergabung dengan mama ayahnya di ruang tamu untuk bersiap pergi ke pernikahan Alvan dan Citari.
Derdderderderdrdedrderd (hape Ridwan bergetar dan dua pesan masuk dari temanya)
Iqbal
Dampingi Alvan ya Ridwan dan tunggu kejutanya agar kamu tau sebenarnya siapa Citari itu.
Ella
Mas Ridwan nanti lindungi Alvan dan keluarga besarnya ya, jangan kaget nanti ketika semua sudah terbongkar.
Ridwan hanya menghela nafas panjang dan memasukkan kembali hapenya di saku jas ny, dia menuruni anak tangga untuk segera bergabung dengan keluarganya yang bersiap untuk berangkat bersama.
“Ma, Ridwan dah siap, yuk berangkat” ucap Ridwan sambil memandang Mama dan Ayah nya bergantian.
“Aduh anak mama tampan sekali dan sepertinya sudah siap nikah nih yah” Mama Inah tersenyum sambil melihat ke arah Suaminya.
“wah benar sekali ucapan mama mu mas tapi kalau bisa kuliah dulu biar bisa gantikan ayah di bisnis keluarga kita nanti” Ayah Mukti menepuk mantap bahu Ridwan.
“dih malas nikah dulu, toh ujung-ujung nya pasti tersakiti” celetuk Ridwan.
“terus ngapain kau pacaran mas? Gunanya pacaran apa?” gemas Ahmad menatap Ridwan.
“dasar, tak sumpahin kau mas,nanti gak bakal move on dari cewek yang pernah hadir dalam hidup mu” serapah Ahmad.
Ridwan hanya tersenyum sinis mendengar adiknya mengucapkan sumpah serapahnya tersebut, entah kenapa hatinya berteriak bahwa Citari kekasihnya saat ini bakal berkhianat kembali ke hatinya yang sudah ingin memilikinya untuk sampai akhir hayatnya. (bucin terus nih Ridwan)
Apakah ada alasan lagi dari Citari untuk tidak cinta lagi terhadap Ridwan kembali? Apakah cinta itu penting bagi semua manusia dan pasangan lawan jenisnya? Bagaimana jika salah satu ada yang berkhianat dengan semua itu? Apakah cinta itu bulshit semata? Semua itu berputar di kepala Ridwan saat ini mengingat Citari telah pernah berkhianat ke hatinya.
“Woi mas wes sampai ndang turun jangan melamun saja” teriak Ahmad berusaha membuyarkan lamunan Ridwan.
“eh wes nyampai toh? Yauda duluan aja dik nanti aku susul” Ucap Ridwan sambil melihat kembali hapenya.
Ridwan turun dan menyusuri taman rumah Alvan yang sudah di penuhi undangan dari pebisnis dalam kota maupun luar kota, tentu karena keluarga besar Wicaksono adalah pebisnis no 2 di Gresik dan no 1 masih terpegang oleh keluarga besar Mukti keluarga besar dari Ridwan dan Ahmad adiknya.
Berpasang mata melihat Ridwan yang berjalan dan mengagumi nya tetapi Ridwan hanya tersenyum membalasa tatapan kagum mereka semua, hingga akhirnya sebuah suara dari sebuah pengeras suara membuat dia mencari sumber suaranya akan tetapi hape nya bergetar menandakan sebuah panggilan…..
“hallo kenapa Bal?” sambil mencari tempat sepi untuk meredakan kebisingan.
“……….” Iqbal memberikan instruksi.
__ADS_1
“oh oke oke Bal” Ridwan mengantongi hapenya di saku atas jas nya.
Ridwan berjalan kearah tempat Alvan akan melaksanakan ijab qabulnya dan dia melihat ada seorang yang di curigai tepat berada di belakang Alvan.
“Woi Wan sini kau, duduk sini temani aku cuk” rengek Alvan.
“cuk itu siapa ***, kok firasat gak enak gini cuk” bisik Ridwan.
“mungkin keluarga besarnya Aryani Wan, sudah sini saja duduk sini cuk” Alvan menarik lengan Ridwan untuk segera duduk di sampingnya.
Akhirnya dua sahabat itu duduk untuk mempercepat acara ijab qabul tersebut mungkin karena Aryani ingin di miliki sama Alvan tapi Aryani kan sudah bunting 4 bulan ngapain harus di miliki Alvan atau Alvan yang pengen memiliki Aryani ? (Author otaknya ngeres sekali saudara saudara pembaca dan apakah Author sudah memiliki tambatan hati dengan kekasihnya saudara saudara? Entahlah emang author wajah petapa genit).
Penghulu menggenggam erat tangan Alvan dan mengucapakan……
“ Saya nikahkan dan kawin kan saudara Alvan bin Wicaksono dengan saudari Ayani binti Darin dengan seperangkat alat sholat dan uang tunai 450 juta di bayar tunai”
Kemudian Alvan menggenggam erat tangan penghulu kemudian menarik nafas dalam dalam kemudian…….
“saya terima nikah dan kawinnya Aryani binti Darin dengan seperangkat alat sholat dan uang tunai 450 juta di bayar tunai” Sekali tarikan nafas dan tegas dari Alvan Bin Wicaksono.
“bagaimana saudara saudara? Sah?” ucap penghulu.
Tiba-tiba suara teriakan keras dari luar ruangan ijab qabul dan di susul 10 orang aparat kepolisian yang menyamar sebagai tamu undangan merangsek masuk ruangan
To be continued……
..........................❤️.........................
...Assalamualaikum wr wb...
...terimakasih sudah mau mampir dan membaca cerita karya awal saya teman teman....
...jangan lupa ya vote dan like nya untuk membuat author bersemangat untuk memberikan puzzle puzzle cerita cinta yang team pernah berujung ini....
...jangan lupa komentar dan vote nya ya gaes terimakasih gaes....
...wassalamu'alaikum wr wb....
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
__ADS_1
..........................❤️.........................