LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
PERINGATAN (?)


__ADS_3

...........................❤️.........................


" Ndak Wan, selamat ya sebentar lagi nikah kamu tapi kita tetap saja bisa berteman kan?." pinta Lidia.


" Ya bisa tapi jangan terlalu dekat, oh ya kemarin itu hanya kasihan ke kamu bukan memberikan perhatian lebih ke kamu juga kok jadi aku hanya ingin berteman tidak lebih , bisa kan?." ucapan Ridwan membuat Alvan tersedak asap rokoknya.


Sadis benar Ridwan mengucapkan kata kata itu di depan seorang cewek yang pernah hampir berciuman dengan nya kemarin tapi Ridwan juga masih labil karena mungkin takut tersakiti ke dua kalinya juga.


Sementara Lidia mendengar ucapan Ridwan tersebut hanya tersenyum getir, berharap cinta nya dan hatinya tak tertinggal di orang yang salah juga seperti Mas Prika tapi Lidia menginginkan Ridwan melepas tunangannya dan menjadi miliknya.


Getir rasanya jika jadi Lidia, di sisi itu Lidia apakah murni ingin hati dan cinta Ridwan atau hanya yang lainya? apakah Tria bisa mendapatkan hati seorang Ridwan yang pernah tersakiti oleh Citari?


Misteri cinta tak akan pernah terungkap dalam perjalanan cinta Ridwan hingga saat ini dan mungkin juga Citari masih mencintai Ridwan karena sering memberikan perhatian dari pesan ke handphone nya.


" Yauda kalau gitu saya pamit dulu, Van yuk balik, beli bakwan dulu ya lapar aku." ajak Ridwan.


Alvan yang mengerti akan sahabat nya itu pun segera menyusul nya sedikit berlari kecil. sementara itu Iqbal dan Tantri yang mendengar percakapan Ridwan dan Lidia tadi beranjak ke meja Lidia dan Vita.


" Boleh kita duduk di sini?, kenalkan ini Tantri tunangan saya, boleh bicara sebentar?" pinta Iqbal.


" Silahkan, ada apa ya kalau boleh tahu?." selidik Lidia.


" Langsung to the point saja, Ridwan itu sudah tak anggap adik dan Alvan itu adik kandung saya, intinya ketika kamu mendekati Ridwan itu lebih baik menjauh saja karena dia sudah bertunangan tapi karena tatap mata mu yang memiliki perasaan lebih ke Ridwan jangan pernah sentuh Ridwan hatinya, maaf saya tidak mengancam tapi saya ingin anda tidak terlalu jauh mengenal Ridwan, faham?." Iqbal menjelaskan sedetail nya.


" Meskipun sudah bertunangan kalau aku sudah mendapatkan hati Ridwan kenapa? ada masalah?." tantang Lidia.


Tantri yang sedikit emosi dengan perkataan Lidia berusaha meluapkan semuanya tapi dia menghormati Iqbal calon suaminya tersebut.


" Ada yang harus di bayar mahal nantinya jika anda dekat dengan Ridwan, yaitu nyawamu!!, faham anda?." tegas Iqbal sambil berdiri untuk meninggalkan Lidia seorang diri.


Adi yang mengerti gerakan Bos Besar nya itu pun segera pamit ke Lidia dan Vita yang tengah sedikit ketakutan mendengar ancaman dari Iqbal.


" Lid, kamu masih ingin dekat dengan Ridwan? seperti nya aku kenal dengan orang itu barusan, dia seperti....." Vita berusaha melanjutkan ucapannya tapi Lidia telah hilang dari samping nya.


...........................❤️.........................


Sementara itu di sebuah rumah lumayan besar ada lima anak sekolah yang emosi karena kemarin telah memergoki tunangan Tria, ya Yudi dan Danis temannya yang memukul Ridwan kini di skorsing karena ulahnya memukul anak dari Keluarga Besar Mukti bernama Ridwan tersebut.


" Sial, anak orang paling kaya yang gua pukul, kau punya rencana Yud? dia tunangannya Tria juga apa kamu tidak terbakar rasa cemburu melihat Tria mu di rebut oleh dia?." Danis membakar emosi Yudi.


" Cih, gua bilang Bang Iqbal habis tuh anak, liat saja nanti, ini sudah jam berapa dan kenapa kakak ku belum pulang kuliah juga sih!!!." umpat Yudi yang menunggu kedatangan kakaknya.


Sebuah mobil Mercedes Benz hitam masuk ke pekarangan rumah Yudi, ada dua manusia yang berada di dalam mobil tersebut sementara itu mobil Lidia yang di kendarai Vita berada tepat di belakang mobil Mercedes Benz hitam tersebut.


" Dirga? kapan sudah bebas dia ya? apa kesini dengan Citari?, dahlah pusing mikirnya, Vit pulang atau di rumah dulu?." Lidia menawarkan ke Vita.


" Di sini aja dulu, itu Dirga kan yang sudah hampir beberapa bulan di penjara kan? tapi kok sudah bebas?." selidik Vita.


" Uda diem aja, nanti di tanya aja, yuk masuk Vit." ajak Lidia.


Dirga sudah bebas dengan jaminan dari Ridwan dan keluarganya sementara ayah Dirga tetap di penjara dan di pindahkan ke lapas Sleman jauh dari keluarga nya. Dirga yang mengakui kesalahannya pun saat ini sudah benar benar insyaf untuk berbuat jahat mengingat keluarganya juga terkena imbasnya terkait dengan kasus kakak sepupu nya yaitu Aryani.


Dirga menatap kekasihnya disampingnya, ya benar Citari, dia telah sedikit banyak melupakan Ridwan dan mengikhlaskan Ridwan pergi dari kehidupannya begitu juga Dirga yang dulu pernah dengan Tria pun kini sudah mencintai dan sayang ke Citari.

__ADS_1


" Sayang, turun yuk, ini rumah nya Lidia dan Yudi, orang tua mereka masih ada saudara jauh dari mama, yuk ku kenal kan dengan mereka." pinta Dirga.


" Jangan malam malam ini sudah sore lho Beb, ingat besok sekolah, aku bersyukur Bebeb sudah berubah jadi lebih baik, yauda yuk turun." ajak Citari penuh senyuman.


Citari dan Dirga pun turun dari mobil Mercedes Benz nya dan di ikuti senyum penuh perubahan karena mereka berdua kini saling memiliki dan mencintai satu sama lain meskipun nantinya mereka akan bertemu kembali dengan Ridwan.


" Woi, Dirga, datang gak salam, lu kapan keluar dari penjara? cerita dikit lah." pinta Lidia sedikit berlari mengejar Dirga.


* Oh itu kak Lidia, ingat Beb kita di sini silaturahim bukan ghibah, faham?." ujar Citari mengingat kan Dirga.


" Iya sayang pasti aku ingat itu semua saran mu dan saran dari mas Ridwan, udah jangan khawatir, aku padamu kok." gombal Dirga sambil menggandeng erat tangan Citari.


" Woi, tuli atau budek ya kau Dirga, kapan keluar penjara Lu?." Lidia meninju bahu Dirga.


" Baru juga datang, kenapa gak di persilahkan masuk dulu? Tamu mu lho gua mbak." protes Dirga.


" Iya sih, eh kamu tunangannya Dirga itu kan? wah bener ya kamu cantik ternyata, ayo sini masuk, assalamualaikum wr wb, halo ada orang di rumah?." teriak Lidia sambil membuka pintu rumahnya.


di dalam rumah sudah ada Yudi dan Danis beserta tiga orang teman sekolah nya, mereka sedikit terkejut melihat kedatangan Dirga yang beritanya masih di penjara.


" lho, sejak kapan lu keluar dari penjara Dir?, bukannya lu harus empat tahun di penjara ya?." tanya Yudi sambil melirik ke arah Citari.


" Matanya lho jaga, katanya punya cewek tapi gak bisa jaga matanya, panjang ceritanya aku bisa keluar dan intinya aku sudah berubah untuk jadi pribadi yang lebih baik juga, nih kenal kan tunangan ku Yud, namanya Citari, Citari ini sepupuku ini Yudi dan dia Lidia, kenapa pada kumpul kumpul nih?." selidik Dirga.


" gua emosi Dir, cewek gua di rebut orang sok kaya, pakai Lamborghini Aventador pula, cih gua pukul tuh anak kalau ketemu." umpat Yudi.


" lha kok lu sama seperti kakak lu Yud? kakak lu juga bertepuk sebelah tangan juga pas di kampus tadi, hahahahaahaahaaaha adik kakak kok apes bareng." tawa Vita meledak.


" Namanya Tria Ifadah Dewi mbak Lid, anaknya kalem cantik dan mempesona tapi sepertinya gua bunuh tunangannya dulu biar bisa mendapatkan Tria, emang cowok yang gantikan Mas Prika mu siapa mbak Lid?." Yudi bertanya balik ke arah Lidia yang berjalan membawa minuman untuk di hidangkan ke Dirga dan Citari.


" Oh namanya Ridwan Setya Mukti, anaknya cakep, dingin dan tentunya lebih kaya raya dari kita dan cerdas pula anaknya." Lidia berusaha mengagumi Ridwan sambil membayangkan di peluk erat olehnya.


Dirga dan Citari yang sedang minum pun tersedak mendengar dua nama yang sangat familiar bagi mereka berdua, Dirga yang merupakan mantan dari Tria dan Citari mantan Ridwan juga.


" kalian berdua kenapa? sirup nya manis kan? manis kok ini." selidik Lidia sambil menyicip segelas untuk nya.


" Lidia kenal sama Ridwan? dan Yudi kenal sama Tria? saran ku satu jangan sampai melukai mereka berdua." singkat Dirga.


" lha kenapa? bukankah cinta itu harus di perjuangkan kan mas Dirga, toh Tria juga masih tunangan kok begitu juga cowok targetnya mbak Lidia juga masih tunangan juga, yang pasti gua akan minta bantuan sama Bos Besar Iqbal saya juga lah untuk membunuh tunangan Tria, simpel kan hahahahahahaha." tawa Yudi keras.


" Wah, Lidia kamu bisa minta bantuan Bos nya Yudi juga tuh untuk menyingkirkan tunangannya Ridwan, bagaimana saran ku? bagus kan?." ucap Vita sambil tersenyum jahat.


Dirga dan Citari yang mendengar rencana mereka pun saling bertatapan dan saling memberi kode untuk diam hingga akhirnya....


* Yudi, Lidia, jangan lakukan rencana kalian karena itu mustahil juga, itu saran ku dan permisi kita mau balik, assalamualaikum wr wb." ucap Dirga sambil menggandeng tangan Citari.


Semua menjawab salam Dirga di ikuti pandangan ke Dirga dan Citari yang mengarah ke pintu rumah, Lidia yang menangkap gelagat aneh dari Dirga pun hanya menyimpulkan kecil arti ucapan tersebut, dia berencana akan memisahkan Ridwan dengan tunangannya begitu juga Yudi yang akan meminta bantuan Iqbal untuk melenyapkan tunangan Tria.


Apakah Ridwan dan Tria yang mulai menanamkan benih benih cinta mereka akan terpisah begitu saja? apakah Lidia dan Yudi berhasil memisahkan mereka berdua? terkadang cinta itu tak adil ketika kita melihat orang yang kita cintai dan sayangi mendapatkan hati yang lainya.


Apakah cinta dan kasih sayang itu ada bagi yang suci jiwanya? ataukah harus memang di paksakan untuk mencintai orang yang kita sayang?


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ridwan mampukah bertahan demi Tria? apakah Alvan juga mampu mendapatkan cinta Ria juga? Lidia dan Yudi seakan-akan ingin merebut hati dan perhatian dari mereka berdua.


...........................❤️.........................


...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....


..........................❤️.........................


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.

__ADS_1


__ADS_2