LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

...........................❀️.........................


Selesai mandi malam Ridwan kini segera duduk bersama dengan Alvan, Mas Iqbal, Tantri, Ria dan Tria, sementara Adi, Rian dan Ghani masih dalam perjalanan pulang.


Iqbal yang sedari tadi beradu mulut dengan Tantri kini terdiam untuk makan malam bersama begitu pun dengan Ridwan dan Tria yang kini hanya saling berhadapan tanpa ada kata yang keluar dari bibir mereka berdua.


Ridwan menatap Tria dengan lekat, ada sedikit rasa sakit ketika harus memaksa pertunangan ini, apakah Ridwan harus memaksa pertunangan ini berlanjut? atau mencari cinta terakhir nya tapi siapa dia?


" Wan, makan jangan ngelihat Tria terus, gua percaya lu kangen sama dia tapi makan dulu." Iqbal menyadarkan tatapan Ridwan yang mengarah ke Tria.


" Iya mas, tumben kesini? ada apa?." Ridwan menatap Iqbal.


" Tuh Kunti Tantri yang minta di antar ke sini, lagian gak baik bertunangan lama lama Wan, lu udahan dah yakin kan ke Tria daripada lu sakit hati lagi." gemas Iqbal.


" Insyaallah mas, liat waktu yang menjawab." ujar Ridwan singkat.


" Waktu atau ingin sembuh terlebih dahulu? Wan jangan buat Tria bingung juga dan kalaupun kau ingin menikah muda pun Tria akan menerima" Alvan menjelaskan dengan berapi-api.


" Gundul mu, lha Tria hamil gimana? Tria emang siap meninggalkan bangku SMA nya tanpa selembar ijasah pun? bener Ridwan kaya raya tapi apa lu gak kasian umur Tria yang masih muda menimang anak?" ketus Tantri.


" keluar di luar lah atau pakai kontrasepsi si Ridwan" sambung Iqbal.


" uhuk uhuk,...... maaf keluar di luar?" polos Tria sambil sedikit tersedak.


Alvan dan Iqbal pun tertawa melihat kepolosan Tria kemudian Ridwan hanya melongo mendengar perkataan Iqbal yang terlalu simpel itu.


Ridwan memandang Tria lekat sambil memperhatikan cara untuk belajar mencintai tunangannya itu.


" lho kak Ridwan, Napa mandangin gitu? kakak tau arti keluar di luar?" polos Tria.


" gak usah dengerin mas Iqbal, habis ini tak tunggu di balkon atas, mau tak ajak ngobrol" Ridwan sambil beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya ke lantai dua.


" Tuh anak songong nya minta ampun, gua calon kakak ipar nya aja heran napa Tria mau cowok es batu itu?" gerutu Tantri.


" suka suka dia, lu aja yang gak pernah sakit hati diem saja, mau gua cium lu nenek sihir?" Iqbal menatap tajam ke arah Tantri.


Tantri pun hanya memonyong kan bibirnya dan Ria hanya menatap Tria adik kembarnya dengan penuh perhatian, Makan malam mereka pun telah usai, Tria segera beranjak untuk menyusul calon suaminya untuk ke balkon.


" mau ke Ridwan dek? nih kasihkan, jangan di marahi ya, dia butuh ini untuk menenangkan pikirannya." Alvan memberikan sekotak rokok ke Tria.


" Baik kak, oh ya kak Ridwan suka minum kopi kan? minta tolong buatin ya kak Alvan soalnya aku cuman bisa buat teh." Tria menerima sekotak rokok seraya berjalan ke arah tangga.


Alvan pun mengangguk dan dia tersenyum karena kedekatan Ridwan dengan Tria akan menghambat Ridwan untuk menaruh hati ke cewek lainya.


Tria yang sampai di balkon menatap punggung Ridwan, ingin rasanya dia memeluk dari belakang tapi dia takut Ridwan risih dengan pelukannya, akhirnya....


" Assalamualaikum wr wb, kak..., nih buat kakak." Tria berdiri di samping Ridwan sambil memberikan rokok dari Alvan.


" Makasih, tapi maaf aku gak ngerokok di depan cewek, gimana kabar sekolah mu?" Ridwan memasukkan rokok nya di saku celananya.


" adik boleh jujur kak? terkait di sekolah juga ini tapi kakak jangan marah ya, please." Tria memohon.


" kenapa harus marah? bukannya kita sama sama harus terbuka ya? lagian juga aku egois kok, terlalu memaksakan hatimu untuk aku, bahkan kamu aja manggil nya kakak, gimana aku manggil mu adik juga kan?" Ridwan duduk sambil menatap langit.


" di sekolah ada anak yang suka Tria kak tapi aku hanya menganggap teman gak lebih, kakak mau di panggil apa? sayang, bebeb, honey atau sweety?" Tria bergelayut manja di pundak Ridwan yang tengah menatap langit malam.

__ADS_1


" Alhamdulillah kalau kamu hanya menganggap teman tapi kalau kamu sayang atau suka silahkan di terima saja, panggil aku sesuai hatimu ke aku jangan terlalu lebay" sambung Ridwan sambil menatap Tria lekat.


" jangan gitu, aku menghormati kak Ridwan karena kakak memilih ku sebagai calon istrimu kan kak? Tria sayang kak Ridwan tapi maaf kak sayang dan cinta ku ke kamu selalu ku titip kan dalam doa ku karena aku sendiri berusaha sekuat apapun menggapai hatimu rasanya sangat keras dan dingin kak" Tria mengelus pipi Ridwan yang tengah menatap nya.


Wajah mereka berdua semakin dekat dan lekat, Ridwan terpana melihat tatapan wajah Tria yang telah mendekat ke wajah nya, hingga mereka berdua......


" astaghfirullah, ada yang mau ciuman, Yauda kita balik ke bawah yuk daripada kita setan semuanya." Ria berdiri tepat di pintu balkon dengan Alvan, Tantri dan Iqbal.


" Ealah kita ngapain kesini coba, yuk balik, maaf Wan, lu lanjutkan ciuman nya hahahahahahah" ledek Iqbal.


Ridwan segera menjauhkan wajahnya ketika melihat wajah Tria yang bersemu merah yang tepat di depan nya.


" aku mau tanya boleh? tapi jangan di jawab jika belum yakin" Ridwan berjalan mendekati Tria.


Tria kembali mengangguk dan tersenyum dengan kejadian barusan seakan-akan Ridwan ingin mendaratkan ciuman pertamanya tapi tidak untuk Tria karena dia sadar ciuman pertamanya untuk Dirga masalalu nya.


" kenapa aku sulit mencintai mu dan memberikan hati ini untuk mu Tria? kamu baik, cantik dan tentunya solehah tapi kenapa aku gak bisa untuk adil dengan mu Tria, apa jawaban mu Tria?." Ridwan berjalan ke arah Tria dengan perlahan.


" Aku takut untuk berbicara cinta kedua kalinya kak, aku pernah kecewa dan kakak Ridwan juga pernah di kecewakan bedanya hanya satu kak." tangisTria pecah sambil memeluk Ridwan erat.


" apa bedanya? kamu kenapa menangis gini, coba jujur ke aku" Ridwan mengusap lembut kepala Tria yang menangis di dadanya.


" kak, maafkan aku, aku sudah pernah ciuman bibir dengan Dirga dan ternyata Citari pernah cerita, kakak gak pernah mengecup bibirnya sekali pun dan aku menyesal melakukan nya kak, maafkan aku ya kak" tangis Tria pecah.


Ridwan tersenyum mendengar kan penuturan Tria yang sangat polos hingga akhirnya dia berniat mengerjai Tria....


" jujur aja, Tapi cuman bibir kan? tak berlanjut yang lainya?" senyum nakal Ridwan menatap Tria.


" hah? berlanjut yang lainya? maksudnya kak? sumpah kak gak paham aku." polos Tria.


" astaghfirullah kak Ridwan mesum nya, demi Allah Dan Rasulullah kak, aku saja cuman ciuman gak sampai segitu!!! kak Ridwan jahat!!!" Tria merajuk sambil mendorong tubuh Ridwan untuk menjauh.


Ridwan segera menarik tubuh mungil Tria untuk kembali ke dekapan nya dan menatap lekat Tria dengan penuh keyakinan untuk mencari cinta itu untuknya, hingga....


"itu dariku, jaga dan jangan di bagi" ujar Ridwan setelah mengecup bibir mungil Tria.


" kenapa kakak mencium ku? kita belum halal kak, aku akan jaga tapi jangan pernah kita saling mengkhianati ya kak, Tria sayang kakak" Tria memeluk mesra Ridwan yang telah memberikan ciumannya untuknya semata.


" jangan bagi tuh bibir selain ke aku, karena semoga aku pertama untuk mu dan terakhir untuk mu, panggil aja mas Ridwan biar keliatan mesra, faham sayangku Tria?" Ridwan kembali mengecup bibir mungil Tria yang terlihat seperti candu bagi dia.


" hhmmmpfff,... kak eh mas Ridwan Uda, nanti keterusan gak baik lho, jaga semua untuk ku ya" Tria melepaskan kecupannya Ridwan sambil menatap Ridwan penuh makna.


Kini mereka berdua saling tersenyum dengan posisi kepala saling bertemu dan tangan Tria melingkar di leher Ridwan untuk merasakan apa itu cinta dan sayang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


maafkan author ya, author habis kena tipes juga, jadi insyaallah akan update kembali lagi, jangan lupa jaga kesehatan semua. happy reading guys 😊.


...........................❀️.........................


...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š....


..........................❀️.........................

__ADS_1


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.


__ADS_2