
..........................β€οΈ.........................
...Assalamualaikum wr wb para reader,...
...terimakasih telah mampir dan membaca karya pertama ku nih, di episode kali ini mohon bantuannya untuk vote dan like sebagai dukungan dan semangat untuk author....
...terimakasih dan selamat menikmati dan happy reading π...
..........................β€οΈ.........................
Juni telah datang, mungkin bagi siswa siswi bulan ini bulan terakhir untuk meluapkan hari dan tahun terakhir di masa putih abu-abu mereka semua,ada raut wajah gembira, sedih karena berpisah dengan teman-teman nya, ada yang lulus langsung menikah pun ada tetapi tidak semua bagi Ridwan, Ridwan pagi itu berjalan gontai ke arah dapur rumahnya untuk mengambil air minum setelah melakukan ritual shubuhan.
"Hem masih jam 04.30, mau ngapain coba, rasanya agak malas ikut acara nanti" bicara sendiri dalam hati.
tiba tiba Asisten rumah tangga membuyarkan lamunan nya yang daritadi memandang gelas berisi air putih dingin.
"lho den Ridwan kenapa diam aja?" tanya Bi Ida sambil menyiapkan sarapan untuk keluarga Mukti.
"eh bibi tak kira kuntilanak, hehehehehehe" kelakar Ridwan.
"hust, Uda ndang mandi, nanti di tunggu Nyonya Inah dan Tuan Mukti jam 06.35 den Ridwan" bi Ida menjelaskan.
"masih jam 04.35 tuh bi, paling ayah mama masih tidur juga" sahut Ridwan sambil mencomot ayam suwir di depannya.
"Uda bangun daritadi Tuan Mukti dan Nyonya Inah den, mau sarapan apa biar bibi masakin kan hari ini den Ridwan lulus SMA Taruna Nusantara" bi Ida menawarkan menu sarapan pagi.
" Susu coklat sama nasi lodeh lauk tempe goreng bi" sahut Ridwan sambil membaca koran di depannya.
"lho kok tempe goreng lagi, ini tadi bibi pagi pagi ke pasar beli Ayam, daging sapi dan sayur sawi, apa den Ridwan gak bosen makan tempe goreng dan sayur lodeh?" ujar bi Ida sambil memotong bahan masakan.
"biarkan bi, Ridwan emang persis ayahnya saat muda dulu, lodeh dan tempe goreng kesukaan nya ayahnya bi, buatkan saja" ujar Mama Inah sambil duduk di seberang Ridwan.
"lha kok muncul? dari mana ma? ayah mana? Ahmad mana?" celingukan mencari ayah dan Ahmad adiknya.
"lagi siap siap untuk pergi ke perpisahan mu nanti" ujar Mama Inah sambil membantu bi Ida memasak.
"yakin ikut? kalau semua tau kalau itu yayasan milik ayah gimana? " gerutu Ridwan.
"ngapain gak yakin, mama sudah bangga kamu telah mengharumkan nama sekolah dan yayasan milik ayah lagian yang tau ayah ketua yayasan kan cuman kepala sekolah, Waka kurikulum, Waka kesiswaan dan para guru" lebar mama Inah.
"sama aja mama Inah istrinya tuan Mukti bin Abdul Zein" cicit Ridwan sambil melotot gak jelas.
"hust Kakek mu Uda meninggal jangan di sebut sebut gitu,pamali itu, dah sana siap siap mandi terus sudah mama siapkan baju kelulusan Uda di kamarmu" usir mama Inah agar Ridwan cepat mandi.
"iya ma, berarti nanti semua ikut?" tanya Ridwan kembali.
"iya jelas lah,kan ini acaranya kamu lulus dari Sekolah juga, ndang mandi!!!!!!" teriak mama Inah.
__ADS_1
Ridwan yang mendengar suara auman mamanya pun lari terbirit-birit takut di anggap anak durhaka nantinya, sesampai di kamarnya dia membuka pintu almari bajunya.
"itu mama ngapain tadi teriak teriak segala, kalau Teriak teriak macam tuh terus bisa lemas nih kuping" ujar Ridwan menggerutu tak jelas.
Tiba tiba pintu kamar nya terbuka dan masuk Ahmad adiknya....
"mas, nih tak kasih video baru,liat setelah acara perpisahan mu nanti, Ndang mandi,mama ngomel ngomel kui lho" ujar Ahmad adik nya sambil melemparkan kaset video.
"opo iki? ***** kah? pemeran nya siapa?" tanya Ridwan polos.
"gundulmu *****, aku wes insyaf liat gitu, hhahahahahhahaha, gak lucu,ndang mandi" ujar Ahmad sambil berlalu meninggalkan Ridwan.
Ridwan sekilas menatap kaset video pemberian adiknya tadi dan berfikir itu hanya video gak jelas juga lagian juga adiknya sering menjebak memberi kaset Video tripel x yang berujung ngomelnya mama Mereka berdua.
"hah, tak mandi aja mumpung masih jam 05.20 juga, enaknya berendam air hangat nih" ujar Ridwan sambil membawa handuk mandinya.
Air shower hangat pun keluar dari tempat persembunyiannya mengalir menuju bathtub kamar mandi Ridwan yang lumayan luas, Ridwan menatap air bathtub itu kemudian tersenyum sendiri karena mengingat setelah ini dia lulus dan semakin menjadi dewasa, akhirnya semua tubuh Ridwan teredam dan tidak lupa Ridwan menghidupkan lagu dari pengeras suara yang di kamar mandinya tersebut.
..........................β€οΈ.........................
Jam menunjukkan pukul 06.15, sementara itu keluarga besar Mukti sangat sibuk menyiapkan hari kelulusan anak pertama mereka yang pertama, maklum anak pertama mereka yang pertama hampir 15 tahun menunggu di karuniai anak,jadi serba apapun di minta anak pertama tersebut langsung di iya kan tapi anak pertamanya sudah beranjak dewasa yaitu Ridwan saat ini sudah bersiap memakai setelan bajunya dengan warna kesukaan nya yaitu hitam legam.
"wih Uda siap siap makan nih" Ridwan melangkah ke arah kedua orangtuanya.
"salam kek, selamat pagi kek, langsung nyembur siap makan,dasar mas aneh" gerutu Ridwan.
"yauda hati hati jangan ngebut" singkat ayah Mukti.
"lho kok di izinkan sih yah?" protes mama Inah.
"udah Ma, biarkan saja, Uda gede Ridwan" singkat ayah Mukti kembali.
"makasih yah, makasih ma, kok tempe goreng ku ilang?" ujar Ridwan sambil menoleh ke arah piring Ahmad.
"tuh ayam goreng, aku pengen tempe goreng hari ini" Ahmad melotot tajam ke arah Ridwan.
"untung masih pagi Uda siang tak banting kau" gerutu Ridwan sambil mengambil ayam goreng.
Kedua orang tua Ridwan Dan Ahmad tersenyum melihat kedua anak nya sudah tumbuh dewasa, Ahmad masih duduk di kelas 10 SMAN 1 Gresik dan terdaftar sebagai murid teladan juara olimpiade matematika dan fisika sementara kakak nya Ridwan sudah juara berturut-turut dalam bidang karate nasional maupun internasional.
"bi Ida habis ini semua ajak makan ya dan jam 12 nanti harus sudah siap siap semua karena saya mau mengadakan syukuran kelulusan Ridwan" ujar Mama ke arah bibi Ida.
"nggih nyonya, maturnuwun sudah di ajak nanti" ujar bi Ida sambil menaruh susu coklat untuk Ridwan.
"lha jam 12 aku mau liat dan cari kontrakan lho ma di Surabaya" ketus Ridwan.
"ngapain kontrak, sudah ayah belikan rumah di citra raya dan kamu tempati dengan Alvan" ayah Mukti membakar rokok nya.
__ADS_1
"Halah mesti wes, tak manut ae wes" gerutu Ridwan.
Semuanya tertawa melihat Ridwan yang bermuka masam pagi itu. Alvan yang sudah datang pun menunggu di teras rumah karena malas melepas sepatu untuk masuk ke rumah Ridwan.
"ma yah , Ridwan berangkat dulu, tuh curut tempur sudah nunggu" ujar Ridwan sambil menunjuk kamera CCTV.
"hati hati jangan ngebut,faham mas?" ujar Mama Ina.
"oke Mama Ina, assalamu'alaikum wr wb, Ridwan berangkat" Ridwan berlari kecil ke arah teras.
..........................β€οΈ.........................
Aula Sekolah SMA Taruna Nusantara yang begitu luas hampir satu ukuran lapangan sepakbola pun mulai ramai dengan siswa siswi kelas 12 dan orangtuanya masing-masing terlihat juga beberapa OSIS yang menyiapkan segala nya untuk persiapan perpisahan kakak kelas mereka, sepasang mata melihat Ridwan dan Alvan berjalan untuk segera bergabung dengan wisudawan lainya.
"mas Ridwan bisa ngomong sebentar?" ujar Citari sambil menarik lengan Ridwan manja.
"eh Van tak tunggu di ruang aula aja ya,tuh urus Citari mu" Alvan melambaikan tangan.
" ada apa? " singkat Ridwan.
"nanti bisa minta Waktu nya sampai akhir September besok, please" ujar Citari sambil mengerjap kan mata nya.
"iya asal izin sama tunangan mu tuh Dirga uda nunggu kamu, aku ke aula dulu,bye" dingin Ridwan.
Dirga melihat Ridwan dengan tatapan amarahnya dan menarik paksa Citari untuk menjauhi Ridwan.
"heh Kamu itu tunangan ku kenapa tak hormat sedikit pun dengan ku? ingat! keluarga mu memiliki hutang banyak faham kau!?!" gertak Dirga.
Citari yang mendengar itu pun menangis sesenggukan sambil menatap foto dirinya dan Ridwan di layar hapenya.
Perayaan perpisahan sekolah pun berakhir dengan begitu meriahnya dan memberikan kesan mendalam bagi alumni mereka semua. Alvan dan Ridwan pun mendapat penghargaan sebagai penerima beasiswa non akademis dari kementerian pendidikan Nasional, raut wajah Ridwan dan Alvan merasa puas karena telah mengharumkan nama sekolah mereka.
Tetapi berbeda dengan Dirga yang mencoba menyusun rencana untuk memisahkan Ridwan dan tunangannya yaitu Citari.
Apakah akan yang terjadi dengan Ridwan kembali para pembaca yang setia? apakah Ridwan bisa memeluk kembali Citari atau kan kandas kesekian kalinya? tetep stay on di LAST LOVE FOR WHOM?
..........................β€οΈ.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader ππππππ....
..........................β€οΈ.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................β€οΈ.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπππ.
__ADS_1