LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
RETAK PART 1


__ADS_3

..........................❤️.........................


...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...


...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....


...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....


...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati dan terimakasih sudah mampir...


..........................❤️.........................


FLASHBACK


Hape Ridwan bergetar dan Ridwan membuka sebuah pesan dengan hati hati, pesan itu dari Alvan yang isinya, "aku menghilang dengan Iqbal agar Citari tidak curiga jadi sepurane nek ngilang tanpa jejak".


Ridwan hanya menghela nafas panjang dan semuanya hampir terbuka cerita ini semua.


Aryani hamil dan bukan anak dari Alvan, sementara itu Iqbal semakin dekat dengan Ridwan dan Alvan, apakah semua bisa membongkar siapa yang menghamili Aryani?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ridwan dan Alvan hampir 1 bulan ini setelah acara pertunangan Alvan dengan Aryani sibuk menyiapkan berhadapan dengan Ujian Nasional 2010 dan bersiap siap untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri juga hingga menyita semua waktunya untuk Citari dan Aryani.


Mungkin Mereka berdua hanya bertemu pujaan hati mereka di sekolah dan itu hanya untuk mencari celah informasi dimana dan siapa yang menghamili Aryani sebegitu entengnya.


"Wan ngapain diem aja? besok latihan kagak kau?!" Alvan melempar donat ke arahnya.


" Entah Van,fokus ke Ujian Nasional dulu ae sek,lagian latihan juga uda aras arasen (gak niat) aku" donat memenuhi mulut Ridwan.


"yauda terserah kau Wan, jangan berfikir ke mana mana dulu otak kau itu" keras suara Alvan sambil menatap seisi kantin sekolah.


"Van, Koe kok nyantai banget dengan kejadian yang menimpa Aryani ***"


"eh Wan nek aku gak salah Lapo Wedi *** (Wan kalau aku tidak salah ngapain takut ***)" ketus Ridwan.


"uduk ngunu ne Van (bukan gitu Van), kalau gak salah ngapain mau menerima perjodohan itu?" Selidik Ridwan.


"Huft panjang ceritanya Van, Andaikan orang tua ku tak bertemu dia saat di rumah dulu mungkin....." Alvan terputus ketika Citari menghampiri mereka.


Ridwan menoleh ke arah wajah Alvan seakan memberikan informasi.


"assalamualaikum wr wb mas Ridwan sayang" manja Citari.


"Van tak cabut sek, ada yang harus aku kerjakan di kelas, jangan lupa masuk kelas kau" tunjuk Alvan ke arah Ridwan.


Kini hanya Ridwan dan Citari yang ada di kantin tersebut, jika di tanya kenapa Ridwan bisa keluar kelas saat pelajaran karena hanya pelajaran Matematika lah yang bisa membuatnya keluar dari kelas.

__ADS_1


"tumben ke sini kamu dik" Ridwan menoleh ke Citari sambil meminum jus Apel nya.


"mau rapat OSIS mas untuk pelepasan siswa kelas 12 bulan Juni besok"


"sekarang bulan?" Ridwan menatap Citari.


"April pertengahan bulan mas dan Mei awal kan mas Ridwan Ujian Nasional jadi semangat ya" melingkar kan tangannya ke pinggang Ridwan.


"iya dik, makasih semangat nya ya" jawab Ridwan malas malas an.


"mas Ridwan akhir akhir ini males banget semakin mendekati Ujian, ada masalah kah mas?" Citari menyelidik.


"Hanya males saja kok sayang" mencium lembut kening Citari.


saat mereka beradu pandang dengan begitu dekatnya tiba tiba Fahira dan Diah datang sambil membawa teman baru.


"Eh Ternyata berduaan di sini kau inces Citari" Diah menaruh sebuah catatan rapat OSIS.


"eh kita pindah yuk jadi obat nyamuk ntar" Fahira cengar cengir ke arah Citari.


"Kalian berdua kok tau aku di sini?" Citari mengambil Kripik yang di pegang Fahira.


"eh siapa itu suruh duduk jangan di suruh berdiri gitu" Ridwan menatap seorang siswi yang datang bersama Fahira dan Diah.


"sayang ku mas Ridwan itu Ella, Ella kenalkan ini mas Ridwan" Citari sambil menggandeng tangan Ella untuk bergabung bersama.


"Ella kak, murid pindahan dari Surabaya" mengulurkan tangan.


"Ridwan kelas 12 IPS 3, salam kenal" Ridwan hanya menjawab dengan senyuman.


Ella siapa lagi dia? apa hanya sekedar siswi biasa atau ada hubungannya dengan semua ini?


dertdertdertdert (hape Ridwan bergetar ada pesan masuk)


"Iqbal?" desisnya pelan.


dertdertdertdert (hape Ridwan bergetar kembali)


"Alvan juga?" Ridwan hanya menatap layar hapenya sambil melihat Ella.


"Citari nanti ikut beli perlengkapan untuk pelepasan kakak kelas kah?" Ella memberikan kertas yang berisikan catatan perlengkapan yang harus di beli.


"temani ya El,baru di Gresik juga nanti kalau ke culik gimana dong gua?" Ella manyun ke arah Diah


"Halah Halah Uda gede minta di temenin segala kau El" Fahira menepuk jidat Ella.


Sementara itu Ridwan masih di sibuk kan beribu pertanyaan dari pesan Iqbal dan Alvan yang berbunyi "MISI MULAI".


"eh semuanya Uda dulu ya, tak kembali ke kelas dulu dik Citari,muach" cium kening Citar.


"woi kakak kelas tak tau aturan main cium di depan inces Diah aja, jadi pingin di cium nih" mulut Diah mencucu.


"udah jangan seperti bebek tuh mulut di maju majuin segala" Fahira menapuk pelan mulut Diah.


"Mikir apa Citari,ngeliat lu seperti kehilangan kak Ridwan" Ella membuyarkan lamunan Citari yang menatap kepergian Ridwan.


"eh Ndak kok, eh Ella kamu dulu Surabaya mana sekolah nya?" Citari membuka percakapan.


"SMP Bintang Timur dan di sini aku ikut ayah mama yang perjalanan bisnis" Ella datar.


"wuih ada anak pebisnis nih " Rino datang langsung melompat ke arah mereka berdua.


"eh ayang bebeb udah di sini" Tangan Diah bergelayut manja di leher Rino.


"kau ngapain ira? cari Diky sampai pulang sekolah pun gak bakal muncul, Diky lagi ketemu pak Dhani terkait kegiatan OSIS dekat dekat ini" sambil melihat ke Fahira yang kebingungan mencari Diky.


Ridwan berjalan enggan untuk kembali ke kelas ,tiba tiba Diky dan Alvan lagi berbicara dan ketika melihat Ridwan yang berjalan ke arah mereka berdua Diky berpamitan ke Alvan untuk balik ke kelas nya.


Diky yang lewat di depan Ridwan hanya tersenyum sambil berlalu seperti angin yang berlalu.


"Nih untuk kamu dari Iqbal dan pelajari semua dengan pelan pelan" Alvan memberikan secarik


kertas ke Ridwan.


Ridwan hanya terpana melihat isi kertas itu dan Alvan berlalu masuk ke kelas.


"ini apa Van? jelaskan saja bisa kau Van?" Ridwan menarik bahu Alvan yang berlalu masuk ke kelas.

__ADS_1


"Baca dulu sepulang sekolah dan mulai detik ini sedikit jauhi Citari sebelum kamu sakit hati lagi" tunjuk Alvan persis ke muka Ridwan.


"Van, aku sudah cinta dan sayang ke Citari sulit untuk membenci nya suatu saat nanti" Ridwan mendengus kesal.


"semoga aja yang di katakan Iqbal tidak benar Wan tentang Citari" Alvan tersenyum ke arah Ridwan.


Ridwan yang memegang kertas itu membaca nya tapi Guru pelajaran Ekonomi datang untuk memulai pelajaran.


"Cih padahal mau baca juga kenapa harus datang segala?" Ridwan memaki dalam hati.


Suasana ruang kelas yang semula ramai kini mendadak sunyi sepi yang ada hanya Guru yang sedang menerangkan pelajaran.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tet..tet..tet (bunyi bel sekolah menandakan pelajaran telah berakhir untuk hari itu)


" cukup sekian pelajaran Ekonomi hari ini anak anak dan jangan lupa tugas nya di kerjakan" suara Bu Rita pun memecah keramaian anak anak yang ingin segera lepas dari kelas.


"iya Bu di usahakan mengerjakan" saut anak IPS kompak.


"harus di kerjakan,faham?" Bu Rita mendelik sangar.


Ridwan hanya malas malas an untuk beranjak dari tempatnya duduk tetapi Alvan yang mengetahui sahabat nya yang jiwa kemalasannya langsung menghampiri


"Woy curut, ngapain diem aja persis patung beranak lima" Alvan menepuk punggung Ridwan.


"******* kau Van, dasar anak ******* kau, mana ada patung beranak ********" Ridwan terkaget dan berusaha mengejar Alvan.


Ridwan dan Alvan saling mengejar dan tiba tiba.


bruak (menabrak anak di depannya)


"maaf kak tidak liat"


.


.


.


.


.


..........................❤️.........................


...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....


..........................❤️.........................

__ADS_1


__ADS_2