
Assalamualaikum wr wb kepada pembaca yang saya hormati, saya selaku author mohon maaf jika terdapat kemiripan nama tokoh tetapi ini memang hasil karya pertama saya dan sekali lagi Semoga kalian meresapi dalam setiap perjalanan Lika liku jalan cinta Ridwan di cerita LAST LOVE FOR WHOM?
jangan lupa komentar, like dan vote nya, terimakasih, maturnuwun,maturnuhun, Xie Xie, thank you, bedankt, ありがとうございます.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...........................❤️.........................
Pukul 12 malam, Tria telah bangun melihat Ridwan tertidur dengan pulas nya sembari tersenyum ke arahnya,
" kak Ridwan tampan ya, sayang dia selalu tersakiti, tapi aku tak bisa juga untuk memaksa hatiku yang masih ingin dengan Dirga dan Kak Ridwan masih memiliki rasa itu ke Citari juga" lirih Tria tak terasa air matanya terjatuh.
Tria pun berjalan ke arah kamar mandi untuk bergegas melaksanakan tahajud dan shalat istikharah serta bermunajat untuk kesembuhan Ridwan yang hanya di anggap kakak olehnya.
Tria dengan khusyuk nya bermunajat hampir satu setengah jam dia menangis untuk kebaikan masa depan nya kelak tapi dia sebagai manusia biasa hanya bisa berikhtiar dan Istiqomah, dia berjalan ke arah Ridwan dengan masih terpasang mukenah di tubuhnya.
"kak Ridwan bangun sebentar gih, minum obat dulu yuk kak" Tria mencoba membangun kan Ridwan tanpa menyentuh nya.
Selang 5 menit berlalu, Ridwan yang mendengar di panggil pun segera membuka mata dan melihat ke arah sampingnya.....
"astaghfirullah ada kuntilanak" ujar Ridwan kaget.
"astaghfirullah mana kak? " Tria yang terkaget pun berusaha naik ke atas tempat tidur Ridwan dan memeluk nya erat sambil ketakutan.
" eehm dik, bukan muhrim, tuh lepas mukenah nya bikin kaget" jantung Ridwan yang berdegup keras pun berusaha untuk menetralisir pandangan Tria yang mengarah ke dia.
" ih kakak ambil kesempatan dalam kesempitan, nih obatnya kak, bentar mau ganti kerudung dulu di kamar mandi" ujar Tria seraya turun dari ranjang Ridwan sambil memberikan obat yang sudah di siapkan sedari tadi.
" makasih ya" ujar Ridwan singkat sambil mengambil obat tersebut dengan perasaan yang masih tak karuan.
Tiba tiba.......
Prang (gelas air minum terjatuh)
" kak Ridwan!!! kamu tak apa" ujar Tria sambil berlari tergesa-gesa hingga dia lupa tak memakai hijab di depan Ridwan.
Ridwan yang menatap Tria yang tak memakai jilbab nya hanya bisa terpesona melihat Tria yang menghampiri nya...
" Cantik ya, kenapa gak pakai kerudung?" saut Ridwan sambil menatap Tria lebih dalam.
"Astaghfirullah ya Allah, bentar kak, tak pakai kerudung dulu" ujar Tria sambil berlari kembali ke ruang mandi untuk memakai hijab nya.
Sementara itu Ridwan yang sudah menekan bel darurat agar Suster datang membantu nya minum obat dan Office Boy pun membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai.
"Maaf ya kak, tau gitu tadi gak tak tinggal, maaf ya kak" ucap Tria sambil memohon maaf.
" iya gak apa apa santai saja dik, saya yang harus berterima kasih ke kamu telah jagain saya di sini, dah dulu ya saya tidur lagi,agak sakit nih luka" ujar Ridwan sambil mencoba terlelap kembali.
"selamat tidur kak, cepat sembuh ya" ucap lirih Tria menatap Ridwan.
Ridwan kembali terlelap untuk beristirahat dan dia ingin lekas sembuh karena sebentar lagi akan memasuki dunia perkuliahan.
__ADS_1
...........................❤️.........................
Pagi tersebut di ruang inap Ridwan hampir penuh karena datang tiga keluarga besar yang datang, mulai dari keluarga besar Mukti sampai keluarga besar Hadi pun lengkap dengan Adi.
Hampir semua sudah berkumpul, kemudian Ayah Mukti pun membuka pembicaraan Yang sekedar basa basi.
" Mas Ridwan bisa berhenti sebentar? ayah mau ngomong serius nih" ayah Mukti berjalan ke arah Ridwan dan Alvan yang daritadi bergurau di atas kasurnya.
" bisa yah, ada apa ya yah?" ujar Ridwan yang penuh curiga.
Alvan pun yang faham akan rencana itu segera di mulai pun turun dari ranjangnya dan menarik Tria untuk berdiri di samping Ridwan.
" Le, Mama pengen kamu memiliki tambatan hati baru le, kamu mau kan Mama bahagia?" Mama Inah berbicara sambil menggandeng Ibu Dewi Fatma.
" Tria dengarkan Bunda ya, kamu tau kan dulu kamu di sia sia kan sama Mantan mu kan?, Adek Tria ingin liat Bunda bahagia?" Bunda Dewi pun berjalan ke arah samping Tria.
"Mau bunda, asal bunda bahagia dik Tria mau kok" ujar Tria sambil tersenyum manis.
Ridwan yang tak mengerti apa yang bakal terjadi pun hanya diam, kemudian suara Adi dari luar ruang kamar pun terdengar hingga Iqbal turun tangan sambil mengeluarkan pistol Magnum nya kebelakang tubuhnya karena untuk melindungi semua yang di ruang tersebut....
" maaf Nona, dilarang masuk untuk menjenguk Tuan Ridwan atau anda saya usir paksa" tegas Adi.
"kamu itu hanya bodyguard jangan sok kamu, kamu tau saya masih kekasih Ridwan, faham kau bocah?!!!" wanita itu mendorong Adi hingga terjatuh tepat di bawah kaki Iqbal.
" Dasar kau wanita J*lang, ngapain lu kesini hah?sudah gua bilang lu jauhi Ridwan!!!!" ucap Ridwan sambil menodongkan ke arah pintu.
"Gua masih cinta dia! gua Uda putus tunangan dari Dirga, asal kau tau, wanitanya itu tak pantas untuknya!!!" teriakan wanita itu masih kencang.
" hei kamu jangan sok, kamu hanya anak angkat keluarga besar Wicaksono!!!" ujar suara berat dari seorang laki laki sambil mendorong Iqbal hingga terjatuh.
Ridwan yang penasaran pun menoleh Tria untuk membantu nya turun dari ranjang dan melarang Tria untuk mengikuti nya, Ridwan pun berjalan pelan sementara tiga keluarga besar itu hanya bertanya siapa yang berani ngomong kasar sedemikian rupa...
" mas Iqbal dan Adi siapa mereka?" ujar Ridwan berjongkok untuk menolong Iqbal dan Adi berdiri.
" sayang kamu sudah mendingan? kamu baik baik saja kan?" Citari berusaha memeluk Ridwan yang sudah berdiri.
Tiba tiba.....
ppppllaaaakkk (sebuah tamparan yang tiba tiba datang dari samping tubuh Ridwan untuk menggagalkan pelukan tersebut)
" pergi kalian keluarga J*lang!!!!! kalian berani menyentuh anak ku mati kalian semua!!!" teriak mama Inah sambil ancang ancang untuk menendang 360°.
Ridwan pun menyuruh keluarga besar Citari untuk masuk ke ruang inapnya Dan di ikuti tatapan sinis dari keluarga besar Hadi dan keluarga besar Wicaksono.
"silahkan duduk om Tante, santai saja saya yang menjamin keselamatan kalian di sini, mas Iqbal sini pistol nya pinjam sebentar" Ridwan menarik paksa pistol Magnum milik Iqbal.
Keluarga Besar Citari pun kaget karena ada tiga keluarga besar yang berada di sana, mereka kaget karena tiga keluarga besar tersebut adalah pemegang saham tertinggi di Jawa timur Dan nomo 3 di negeri ini.
" om maaf saya jelaskan terkait Adi ya, dia lebih baik daripada siapapun karena dia sudah menjaga saya sejak kemarin jauh terkena tembakan dari calon mantu om dan Tante yaitu Dirga, yang kedua mas Iqbal anak sah dari om Wicaksono dan Tante Maya jadi jangan ada kata kata anak angkat ya, selama ini saya sangat sabar om Tante dengan anak kalian yaitu Citari, ketidak Kejujurannya Citari dua kali buat saya sakit hati om Tante, apakah harus ada kesempatan ketiga om Tante? perlu kah semua itu? perlu kesempatan itu kembali om Tante setelah dua kali yang hampir merenggut nyawa saya Om Tante, Saya dan Citari sudah putus Om Tante!!! saya hanya ingin bahagia!!! tak hanya perempuan yang harus bahagia!!!! laki laki juga wajib bahagia!!" Ridwan yang terlihat tegar itupun lemas hingga Alvan memeluknya sebagai sahabat nya.
" Wan sudah, kembali kau curut ke tempat tidur mu, biar tak atasi mereka, kembali kamu!!" tegas Alvan.
Sementara itu keluarga besar Citari pun hanya tertunduk lemas mendengar penuturan Ridwan yang begitu gamblang nya.
* Citari kenapa datang saat seperti ini? asal kamu tau berapa kali lagi kamu sakiti Ridwan sahabat ku? nih pistol ambil dan tembak ke arah ku asal jangan Ridwan" Alvan memberikan pistol Magnum milik Iqbal ke arah Citari.
Citari tak bergeming hanya tertunduk sambil terisak menangisi semua yang perbuatannya ke Ridwan.
" ngapain nangis? nyesel? kamu kan sudah di beritahu mas Iqbal untuk menjauh dari Ridwan kenapa kau datang bawa keluarga kau? mau cari muka kau? mau dapat kan hati nya Tante Inah lagi? tak semudah itu monyet hutan!!!!, ingat ya kau sudah sering berbohong ke Ridwan dan maaf om dan Tante selaku orangtuanya Citari, kenapa gak pilih Dirga? apa karena Ridwan terlihat seperti anak orang miskin? bukan kah Dirga lebih kaya ya? atau kalian semua ingin mendapatkan harta Ridwan ya? kalau benar berarti kalian tak ubahnya seperti monyet monyet yang berpikiran licik, kau Citari cerita kan alasan mu kesini selain ingin menjenguk Ridwan karena itu alasan basi, faham kau bidadari neraka jahanam?" sarkas Alvan semakin pedas kata katanya.😈😈😈.
Citari pun berusaha berdiri untuk menuju Ridwan tapi....
"maaf Nona Citari jangan mendekat Tuan Ridwan, saya ulangi segera menjauh dari Tuan Ridwan!!!* tegas Adi sambil menghalangi langkah Citari.
Citari pun terhenti Di depan Tria Dan memberikan sebuah liontin pemberian dari Ridwan kemudian dia berkata...
"selamat Tria jaga mas Ridwan dengan liontin ini " Citari mengulurkan liontin tapi tangan Ridwan langsung merebut nya.
" liontin ini hanya kenangan cinta yang kau sia sia kan dan Cerita kan kenapa kamu kesini kembali membawa luka itu?" ucap Ridwan suara nya bergetar.
Semua terdiam melihat adegan liontin yang terpegang erat di tangan Ridwan, hingga suatu suara terdengar.....
" bisakah kita pesan kopi untuk mencarikan solusi nya? saya pikir di sini sudah terbawa emosi masing masing" sebuah suara meluncur dari Ayah Mukti sambil di ikuti papa Wicaksono yang telah menelfon untuk memesan kopi.
"assalamualaikum wr wb dengan delivery order starbuket kopi Indonesia? benar saya Tuan Wicaksono mau memesan Hem 15 kopi dan 15 coklat di kirim ke no 14 RS Semen Gresik ya,jangan lupa rokok Surya nya 20 pack, tolong secepatnya" enteng papa Wicaksono.
"papa edan, suasana panik masih bisa santai ngopi segala" celetuk Alvan.
__ADS_1
"santai lah tole Alvan, papa hanya tidak pantas saja yang punya 40% saham di starbuket membiarkan pemilik saham 60% kehabisan ide untuk suasana seperti ini,benar begitu Mukti?" papa Wicaksono tersenyum ke arah ayah Mukti.
" d*ncuk i malah di sebar, yauda saya terus kan dulu ya, bisa pakai dengan kepala dingin masing masing? jangan pakai dengkul kalau berpikir, ini lah jadinya semua terbawa emosi kan" enteh ayah Mukti sambil membakar rokoknya.
"maaf Om Mukti ini rumah sakit dan janganlah merokok" ujar Iqbal sambil mengingat kan.
"biarkan le, dia pemilik saham 75% di RS Semen Gresik ini kok lagian tuh jendela sudah Di buka sama Adi" enteng papa Wicaksono sambil membakar kan rokok surya milik ayah Mukti.
Semua hanya tercengang mendengar kan saham milik ayah Mukti kecuali mama Inah dan Bunda Maya yang sudah mengetahui nilai saham masing masing dari suaminya.
" coba nak Citari ceritakan kenapa kesini? dan kenapa kok masih mengejar anak ku Ridwan? " ujar ayah Mukti sesantai mungkin.
" maaf om Tante, ini saya berterus terang, saya bukan ingin harta dari mas Ridwan dan harta keluarga nya tapi saya masih cinta dengan mas Ridwan tapi saya tau pasti merasakan bahwa mas Ridwan sudah mencintai Tria dan saya tahu hati yang di paksakan tak kan baik juga, saya hanaya terpaksa bertunangan dengan Dirga karena saya ingin berbakti ke orang tua saja tapi saya berbohong ke mas Ridwan, mas Ridwan pun sudah tak ingin dengan saya lagi, saya ingin melepaskan semuanya tanpa beban dalam hati, saya ingin mencoba membuka hati untuk Dirga om, maaf saya hanya ingin mas Ridwan kembali ke saya " Citari menangis sesenggukan di pelukan Tria yang dari awal duduk di samping Citari.
" nak Citari, pelan pelan saja melupakan nak Ridwan, jangan di paksa karena itu akan sakit lho, tau kan gelas yang sudah pecah tak bisa dibentuk kembali? dan tak ada juga kan kepercayaan bisa di bangun lagi? saya pikir Ridwan juga masih menginginkan Citari kan? benar begitu anak ku?" Ayah Mukti berdiri menatap lekat wajah Ridwan.
" maaf yah, aku sudah tak ingin pecah kembali dalam kesedihan, aku ingin dik Citari melepaskan aku bahkan silahkan membenci ku asal jangan keluarga ku terutama mama ku, dik lepaskan aku, cepat atau lambat kamu akan bisa membuka hati untuk Dirga, maaf ya dik" Suara Ridwan bergetar.
"masih saja bohong kau nak tapi yauda ini keputusan mu" bisik ayah Mukti di dekat telinga Ridwan.
Mereka semua menatap lekat Ridwan, Ridwan kelihatan lemah ketika berurusan dengan Hati, Ridwan tau dia berbohong ke semua orang di ruang inap tersebut tapi rasa sakit hatinya tak ada obat untuk mengobati nya.
" Pah om bentar mau ambil kopi sudah di antar tuh" ucap Alvan sambil nyelonong pergi keluar untuk mengambil kopi kesukaan nya.
.
.
.
.
" silahkan di minum dan semua sudah jelas kan? tak ada lagi hati Ridwan untuk Citari Dan bapak bisa bekerjasama dengan kita berdua asal pure membicarakan bisnis yang mutualisme tanpa membawa nama anak dan mantan mereka, faham kan bapak Dika?" suara berat Ayah Mukti membuyarkan lamunan ayah Dika kemudian di akhiri anggukan darinya.
Setelah 10 menit untuk berbincang santai tapi tidak dengan Ridwan dengan Citari, keluarga Dika pun undur diri dan mengucapkan banyak permohonan maaf atas kelancangan mereka semua sekeluarga, kemudian giliran Citari dan Ridwan berhadapan, Citari pun menghambur kan pelukan ke diri Ridwan di iringi tangisan nya pecah dalam pelukan Ridwan....
" Mas Ridwan maaf, maafkan Citari mas, Citari janji akan berubah untuk menunjukan kalau aku bisa melupakan mu mas* tangis Citari pecah.
"dik Citari, mas juga minta maaf ya,dik bila berat melupakan ku pelan pelan saja dik" Ridwan hanya bersikap tegar tapi hatinya hancur se hancur-hancur nya.
CINTA SIA SIA
Tak akan kumenangis karena langkahmu.
Kisah penghianatan cinta yang menimpaku.
Biarlah kuremas-remas dalam kebencian.
Kan kubuang jauh-jauh tanpa penyesalan.
Telah kau patahkan semua rasa ini.
Cinta dan kasih sayang yang selalu ada.
Telah hancur lebur dan terburai.
Bak dedaunan rontok jatuh berserakan.
Gejolak hati ingin kau pergi.
Menjauh lah tak usah kembali.
Pintu hati ini telah terkunci.
Penghianat cinta tak pantas diberi toleransi.
By: Khibban NurCahyo
Siang readers, mana suaranya? maaf ya episode awal awal ini terlalu cengeng Ridwan tapi ini cerita Ridwan mengenal Cinta dari lawan jenisnya, silahkan sobat readers yang ingin menulis puisi saya tapi jangan lupa tulis nama saya juga selaku penulis puisinya jangan plagiat ya karena ide puisi itu sulit lho apalagi mencakup suasana Hati.
Kalian luar biasa!!!!! Salam Last Love For Whom serial Tetralogi Cinta.
...........................❤️.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....
..........................❤️.........................
__ADS_1
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.