
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati membaca nya...
...terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
Assalamualaikum wr wb author ingin menyapa nih, mungkin kalian bertanya "author kenapa ada tulisan cinta tak bertuan segala sih?" ok author jelaskan ya, cerita ini sebuah puzzle cinta yang berakhir tanpa ada cinta yang hinggap di tuanya dan kalau kalian jawab "kenapa sih Thor harus tidak bertuan segala?" karena cinta itu tak harus memiliki kan?
sampai sini faham?.
cerita ini untuk nama tokoh hanya dan alur ceritanya fiktif kecuali tempat nya ya, udah gitu aja selamat menikmati cerita dan sekaligus karya awal saya di noveltoon gaes.
Happy reading 😊😊❤️❤️❤️❤️
..........................❤️.........................
Mereka semua ingin rencana mereka berhasil mematahkan rencana busuk Aryani yang begitu ingin membunuh keluarga besar Mukti dan keluarga besar Wicaksono.
Apakah secercah harapan itu akan berhasil?dan apakah Alvan bisa terlepas dari Aryani beserta jebakan nya yang telah hamil dari orang lain yaitu Rio?
Dua hari lagi Alvan akan menikah dengan Aryani tetapi kenapa mereka tidak selalu bersama? jelas mereka tidak selalu bersama karena pernikahan mereka di lakukan secara diam diam tapi mengandung sarat penghancuran terhadap keluarga besar masing masing.
"yauda pak kita berdua mau balik pulang dulu, assalamualaikum wr wb" Ella mengambil proposal yang telah di tandatangani oleh pak Sony.
"waalaikumsalam wr wb" jawab Mereke berempat serentak.
20 menit kemudian Alvan dan Ridwan pamit untuk mengundurkan diri untuk pulang dan mengambil surat teguran dari sekolah karena telah berkelahi.
" Yauda pak saya mau nemuin Aryani dulu biar gak curiga saya mau menikah dengan nya, assalamualaikum wr wb" Alvan bangkit dari duduk nya dan mencium tangan pak Sony dan pak Dhani.
"waalaikumsalam wr wb hati hati Van dan bawa surat itu untuk jadi bukti kuat ke Aryani juga" suara pak Dhani tegas.
"saya juga pulang pak mau istirahat capek dengan cinta cinta an, ternyata busuk juga teman teman Citari, assalamualaikum wr wb" Ridwan memasang wajah cemberut nya sambil mencium tangan pak Dhani dan pak Sony.
"waalaikumsalam wr wb, jangan gitu, kita semua harus menemukan secercah harapan itu Wan, sudah mendekati Hari H juga lho, ingat jaga kesehatan juga" pak Sony memberi semangat ke Ridwan.
Sementara di luar gerbang terlihat Citari dan Aryani yang telah kembali untuk melihat keadaan sekolah dengan dalih apa Ridwan dan Alvan sudah balik.
Sementara Alvan yang mulai curiga ada Citari dan Aryani datang bersama segera dia foto untuk menjadi bukti.
Ridwan pun menatap Alvan dari kejauhan yang mengeluarkan hape nya.
"ngapain anak celeng itu pakai mengeluarkan hapenya segala" sambil turun dari motor menuju ke tempat Alvan.
Alvan yang melihat Ridwan mengarah ke arahnya segera memberi kode untuk berakting kembali dan Ridwan pun faham kode tersebut ada Aryani atau Citari di dekat situ.
"woy celeng ngapain kau masih di situ, urusan kita belum selesai" Ridwan berlari ke arah Alvan yang turun dari sepeda nya.
"eh celeng manggil celeng dasar orang tak tau diri,sini kau" teriak Alvan sambil memancing pak Sony dan pak Dhani keluar dari ruangan BK.
Pak Dhani yang di Ruang BK pun tau jika ada Citari atau Aryani yang mendekat ke arah sekolah.
"pak Sony dengar kan? mereka berdua akting kembali" sambil menatap pak Sony.
"jadi kita harus akting kembali pak Dhani?"tanya pak Sony.
"jelas dan kali ini harus lebih tegas, bapak siap?" tanya pak Dhani.
"siap sajalah saya" sambil mengambil pemukul baseball.
"mampus tuh anak orang kalau kena itu pak Sony" pak Dhani bergidik ngeri melihat pak Sony membawa tongkat baseball.
"Uda biar semakin real kalau bawa ini kan jelas bakal tambah konsisten untuk berakting" tegas pak Sony.
"iya deh, ampun preman Sekolah" pak Dhani meringis menahan ketakutan.
Aryani yang mengetahui itu segera berlari mencoba melerai mereka berdua dan begitu juga dengan Citari yang berteriak histeris (dih berteriak histeris segala Thor Thor)
"mas Ridwan sudah jangan bertengkar lagi,huhuhuhu"tangis Citari pecah.
Pak Dhani dan pak Sony yang datang sambil membawa tongkat baseball nya langsung melerai mereka dengan merangkul mereka masing masing.
"kalian berdua kapan gak ribu!!!, mau jadi apa kalian hah!!!" hardik pak Sony.
"dia duluan pak bilang saya celeng celeng" Alvan menunjuk ke arah Ridwan.
"kau celeng emang, lu sama Aryani aja persis celeng" teriak Ridwan.
"bisa berhenti? atau saya pukul pakai ini?" pak Sony mengeluarkan tongkat baseball nya.
"dih ngeri juga tuh tongkat ***,yauda pak saya minta maaf pak, awas lu liat besok,gua nikah gak undang lu Wan karena lu teman yang celeng" umpat Alvan.
"Dasar ****** kau anak *****, lu mau undang gua atau kagak seterah lu ***, istri kayak celeng aja belagu" umpat Ridwan.
__ADS_1
"kau bilang seterah, terserah dodol" pak Dhani menonyor kepala Ridwan sambil berbisik.
"biar ada gregetnya gitu pak,hehehehehehe" Ridwan meringis setengah berbisik.
Setelah Alvan menuju Aryani dan Citari menuju Ridwan mereka berdua tenang kembali seolah-olah mereka di tenang kan oleh kekasihnya masing masing.
"maaf mas Ridwan itu apa?" Citari menunjuk kertas yang di dalam tas Ridwan.
"oh itu kertas untuk Ridwan tidak mengikuti acara pelepasan siswa siswi kelas 12 besok Juni, saya mau balik dulu, urus tuh Ridwan dan suruh jadi anak baik,faham?" pak Dhani mengeluarkan suara wibawa nya.
"siap pak, saya pulang dulu ya sama mas Ridwan, assalamualaikum wr wb" sambil mencium tangan pak Dhani.
"saya pulang dulu pak,assalamualaikum wr wb" Ridwan pun pamit.
Ridwan yang melewati depan mobil Aryani dan ada Alvan langsung membuka helm full face nya dan mengacungkan jari tengahnya ke arah Alvan dan Aryani sambil berteriak.
"dasar pasangan ******, bye" jari tengah Ridwan mengacung kembali.
"sayang sudah, mas Alvan mau menikah lho jangan seperti itu" Citari memeluk Ridwan erat.
"ya, kamu naik apa kesini?" selidik Ridwan.
"Hem naik angkot mas karena di rumah kan gak ada yang ngantar, lagian aku juga tadi habis kepikiran kamu terus lho" melanjutkan pelukan nya kembali ke punggung Ridwan.
"semoga tidak berbohong ya" ucap Ridwan dalam hatinya.
Sementara Ridwan dengan Citari,Alvan pun curiga dengan Aryani tetapi wajah Alvan di buat semanis mungkin di depan Aryani (hueks author muntah gaes).
"gimana sayang sudah menemukan gaun pernikahan yang cocok?" Alvan membuka percakapan.
"sudah sayang dan maaf ya selama ini aku hanya cari sendiri gaun pernikahan nya" Aryani berpura pura menangis.
"kan sudah di berikan contoh dari mama ku sayang jadi kan tinggal beli, seharusnya aku yang minta maaf karena jarang buat kamu sayang saat mendekati pernikahan kita" Alvan memeluk Aryani.
"gak apa apa kok sayang itu semua karena kita harus ujian nasional juga kan dan kita harus memberikan yang terbaik juga kan.
"ih calon istri ku perhatian sekali, makasih ya sayang, yauda pulang dulu sana tapi eh siapa itu yang di mobil?" sambil menuju mobil Aryani.
"oh itu sopir baru sayang, yauda yuk pulang, assalamualaikum wr wb calon suamiku" sambil mencium tangan Alvan.
"waalaikumsalam wr wb calon istriku, hati hati ya" melihat ke arah sopir Aryani.
Setelah melihat dari jauh seolah-olah Alvan mengingat sopir itu tapi di mana ya? batin dan otak Alvan saling berpacu untuk mengingat tiba tiba.
Dertdertdertdert (hape Alvan bergetar)
****Iqbal****
Alvan yang kaget langsung mendengus kesal dan menjabat tangan Iqbal.
"ngapain lu sini sana saja SMS segala Bal Iqbal" sambil memberikan rokoknya untuk Iqbal.
"makasih bro,tetep Hati hati ya nanti malam dan besok malam kita ketemu lagi, formasi lengkap,ok bro?" Iqbal menatap Alvan dengan sendu.
"siap bro tapi jangan sampai kutu kumpret itu tau,yauda bro gua jalan dulu, assalamualaikum wr wb"memeluk Iqbal.
"waalaikumsalam wr wb hati hati bro" balas Iqbal singkat.
Iqbal yang hanya bisa menatap Alvan mulai menjauh darinya itu dia hanya tersenyum lirih dan berbisik lirih.
"Van kamu adik ku, gimana pun juga gua jaga lu sampai darah gua mengalir pun Van" lirih Iqbal.
Kemudian Iqbal segera memacu sepeda motor nya dan mengikuti Alvan memastikan dia aman aman saja meskipun dia mengikuti di belakang Anggota ganknya yang Iqbal suruh untuk menjaga Alvan dari jauh.
Selama mengikuti Alvan dari jauh tak terasa hatinya sakit mengingat dia di buang oleh keluarga Wicaksono tetapi hal itu segera di tepis karena bagaimanapun juga Alvan itu adiknya dan Ridwan itu sahabat nya Alvan juga.
Hampir 25 menit perjalanan mengikuti Alvan dan sampai depan rumahnya dari kejauhan pun masih tetap di awasi oleh Iqbal beserta ganknya.
"kalian ada yang jaga di sini 5 orang dan ini yang jaganya" sambil menyerahkan 10 lembar uang ratusan.
"wih makasih bos, kita jaga Alvan dengan benar benar bos" ucap salah satu anggota ganknya.
"yauda kabari kalau ada apa apa,gua balik dulu assalamualaikum wr wb" Iqbal memacu kendaraannya dan lewat di depan keluarga Wicaksono.
..........................❤️.........................
MALAM H-2 PERNIKAHAN ALVAN
Ella dan Diky yang telah bersiap ke tempat yang di tentukan oleh Iqbal masih harus menunggu di manakah tempat untuk merencanakan semua nya karena Alvan dan Ridwan juga ikut.
dertdertdertdert (notifikasi SMS masuk)
Setelah semua menerima SMS dari Iqbal, Ella bergegas memberikan arahan ke anak buah papanya untuk menyisir dan menetralisir daerah yang akan di kunjungi nya malam ini serta harus berjaga di sana semua tanpa ada yang tahu baik dari Alvan dan Ridwan.
"siap nona Ella,kita berangkat terlebih dahulu" ucap Ajudan papa Ella.
Sementara itu Diky yang melihat adegan Ella memerintahkan anak buah papanya Ella hanya tersenyum melihat tingkah laku Ella.
"kenapa tersenyum kau kak?" ketus Ella.
"dasar semprul, Ajudan punya bokap lu suruh juga jagain lu" sambil menonyor kepala Ella.
__ADS_1
"dih apaan sih kak Diky, gua bantu ayah dalam misinya kali ini kak, udah percaya sama Ella ini" sambil menunggu taksi online yang di pesan nya.
Setelah menunggu hampir 10 menit taksi yang di pesan datang tetapi alangkah kagetnya melihat Anggota Ajudan ayahnya yang duduk di kursi depan.
"Selamat malam nona Ella, lapor untuk malam ini sampai hari H untuk selalu di samping nona Ella dan tuan Diky, laporan selesai" sambil membuka pintu belakang untuk Ella dan Diky.
"terimakasih bapak akan tetapi apakah penjagaan untuk sekitar rumah kak Ridwan dan kak Alvan sudah do perketat?" Diky bertanya ke arah pria yang di depannya.
"Siap untuk semuanya beres tinggal Hari H kita melakukan penyergapan" tegas Pria tersebut.
"Mantap tapi nanti kamu turun agak jauh dan berpura pura membaur dengan anggota lainya, faham kamu?" sambil Ella menambah kan beberapa informasi agar tidak salah tangkap saat kemungkinan terburuk terjadi.
"siap laksanakan nona Ella" sambil memberi hormat ke Ella.
Diky yang daritadi cuman tersenyum kecil langsung tertawa lepas melihat Ella yang sangat di istimewa kan.
"Udah diam kak Diky, gua gepuk juga lu di sini, bang taksi tolong ke arah Cafe Bukit Giri ya, terimakasih" pinta Ella manis.
"siap nona Ella" tegas sopir taksi tersebut.
"sebentar sebentar, kalian berdua anggota yang menyamar?" Ella penuh selidik
"siap demi keamanan nona Ella beserta teman teman nona Ella" tegas kedua pria tersebut.
"hahahahahahah Ella Ella selamat bersenang-senang dengan ajudan bokap lu" tawa Diky lepas.
Taksi pun berjalan menuju cafe Bukit Giri yang terkenal dengan panorama malam kota Gresik yang begitu indah dan dua anak manusia tersebut masih menyusun serta merencanakan agar tidak semua di katakan di depan Alvan dan Ridwan.
Hampir 10 menit berlalu perjalanan ke Cafe Bukit Giri di lampaui serta telah menunggu Ridwan, Alvan serta Iqbal dengan perasaan yang aman karena melihat pemandangan kota Gresik dari sebuah Bukit Giri.
"assalamualaikum wr wb,halo, maaf ya Ella dan kak Diky datang terlambat" Ella tersenyum manis.
"untung dia perempuan ya Wan kalau laki laki sudah ku hajar nih anak" ketus Alvan.
"jangan macam macam sama dia daripada nyesel kau nanti" Iqbal memperingati Alvan.
"siap komandan Iqbal" Alvan seraya memberikan hormat ke arah Iqbal.
"rapat terakhir ya untuk malam ini karena semua udah mulai harus sibuk dan untuk komunikasi via SMS dan via orang dalam terdekat kalian berdua mas Alvan dan mas Ridwan" ujar Diky memecah suasana diam tersebut.
"maksudnya gimana?" ujar Alvan dan Ridwan hampir bersamaan.
"Ella jelaskan saja bingung mau jelasin nya juga ke mereka berdua" Diky mengangkat tangan tanda menyerah.
Ella pun mengangguk dan mengeluarkan semua dokumen dari tas nya.
"ini orang dalam untuk kak Ridwan namanya pak Tomy bertugas sebagai sopir pribadi sementara sampai Hari H pernikahan kak Alvan dan ini orang dalam untuk kak Alvan namanya pak Lingga yang bertugas sebagai sopir serta pendamping kemana pun kak Alvan pergi kecuali ke toilet, faham kak Ridwan dan kak Alvan?" Ella menyodorkan kedua foto tersebut.
"lha untuk gua mana Ella? kok hanya mereka berdua?" rengek Iqbal.
"udah punya gangster juga ngapain pakai orang dalam untuk jaga lu kak Iqbal?" Ella memprotes sambil memonyongkan bibirnya.
"yauda untuk malam kita harus menyiapkan semuanya secara matang dan untuk kau Alvan jangan pernah keluar tanpa pendampingan dari pak Lingga, faham kau Van?" Iqbal mengepal kan tangannya ke arah Alvan.
"siap komandan Iqbal" tegas Alvan memberi hormat ke Iqbal.
Setelah semua pemberian informasi terkait pelaksanaan untuk pembatalan pernikahan Alvan dan Aryani selesai hampir 2 jam.
Alvan memandang jauh dan sambil berkata.
"bro setelah ini batal dan berhasil batal pernikahan ku dengan Aryani, apakah kita masih bisa berkumpul kembali seperti ini?" Ujar Alvan dengan tatapan kosong.
"Hem bisa" jawab Ridwan, Iqbal, Diky dan Ella serentak.
"kenapa harus gua dan keluarga Ridwan yang di incar sih Bal dan Ella? ada apa sebenarnya?" Alvan menatap Iqbal dan Ella bergantian.
"Van, Uda kita harus fokus, nanti kita berdua yang akan tau jawabannya,hanya kita berdua Van, demi Allah SWT aku sendiri pun hanya pasrah dan yakin ada hikmah di balik ini semua,paham kau Van?" tegas Ridwan.
"oh gitu ya? yauda gua tetep waspada juga deh kalau gitu, makasih ya Bal, makasih ya Diky dan makasih Ella dan makasih untuk sahabat ku Ridwan, kalian semua the best dalam hidup ku" Air mata Alvan jatuh.
Ridwan,Iqbal,Diky dan Ella hanya tersenyum melihat Alvan berbicara seperti itu karena Meraka hanya ingin saling melindungi sesama sahabat maupun teman juga.
Angin berhembus malam itu sehingga mereka semua tidak terasa sudah hampir 4 jam ngobrol dan saat mereka berpisah, mereka menatap satu persatu dan berjabat tangan serta berjanji untuk melindungi sebagai sahabat dan kawan.
..........................❤️.........................
...Assalamualaikum wr wb...
...terimakasih sudah mau mampir dan membaca cerita karya awal saya teman teman....
...jangan lupa ya vote dan like nya untuk membuat author bersemangat untuk memberikan puzzle puzzle cerita cinta yang team pernah berujung ini....
...jangan lupa komentar dan vote nya ya gaes terimakasih gaes....
...wassalamu'alaikum wr wb....
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................❤️.........................
__ADS_1