LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
NYAWA HIDUP FINAL


__ADS_3

..........................❤️.........................


...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...


...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....


...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....


...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati membaca nya...


...terimakasih sudah mampir...


..........................❤️.........................


Assalamualaikum wr wb para reader,


terimakasih telah mampir dan membaca karya pertama ku nih, di episode kali ini mohon bantuannya untuk vote dan like sebagai dukungan dan semangat untuk author.


Mohon maaf telat update karena hape satu satunya author lagi bermasalah, sekali lagi mohon maaf ya dan selamat membaca.


terimakasih dan selamat menikmati.


..........................❤️.........................


Bagaimana saudara saudara? Sah?” ucap penghulu.


Tiba-tiba suara teriakan keras dari luar ruangan ijab qabul dan di susul 10 orang aparat kepolisian yang menyamar sebagai tamu undangan merangsek masuk ruangan


"tidak sah!!!!" suara itu lantang terdengar keras.


"tangkap keluarga Darin dan Rio , segera!!!" teriak seseorang wanita yang suaranya sering terdengar.


sementara itu Ridwan dan Alvan saling berpandangan dan penuh tanda tanya.mereka berdua tampak bingung dan harus bagaimana.


Ridwan melihat Aryani yang berlari keluar pun tak luput di borgol segera oleh seorang berseragam lengkap.


"eh eh *** *** bojomu ***, woi curut Alvan" Ridwan menonyor kepala Alvan.


"apa sih ***, belum sah ***, Wan kok ada yang hilang ya?" sambil melihat para tamu undangan lari tunggang langgang.


"Van kita keluar dari sini Van, firasat ku gak enak ***" sambil menarik jas Alvan.


"ancuk i jas ku rega ne 35 juta di tarik tarik macam kolor ***" menonyor kepala Ridwan.


"Van ora usah guyon, sopo mau jenenge? Rio? Rio ilang ***" Ridwan berusaha tetap di samping Alvan untuk melindungi dari serangan musuh yang kasat mata.


Tiba-tiba sebuah serangan mendadak di dapatkan dari belakang Ridwan dan Alvan, tapi bukan Ridwan dan Alvan duo karate dari SMA Taruna Nusantara yang menyerah dengan serangan mendadak itu.


"*** kaget, kau gak apa Van?" sambil membantu Alvan untuk berdiri.


"lha Iyo kok iso nyerang teko mburi, dasar kadal gosong" ejek Alvan ke arah penyerangnya.


"jangan banyak omong, hari ini lu berdua dan keluarga lu berdua harus mati" hardik pria itu.

__ADS_1


"tidak semudah itu maimunah, kau sudah terlambat, keluarga kita Uda aman tuh lagi sama polisi, sini maju kalau mau setor kepala botak kau" sinis Ridwan sudah memasang kuda kuda Karate nya.


"cuih macam bayi kau serang belakang, Yeaaa...ha ha ha ha !!


Kau bukan utamakan Tegap gagah perkasa Siapa dia? Alvan Sableng!


Pembela kebenaran, pembasmi kejahatan Inilah dia! Alvan Sableng!


Sikapnya lucu, tingkahnya aneh Seperti orang yang kurang ingatan dan tak sadar Dia selenge'an tapi cinta damai Alvan Sableng disukai banyak orang Alvan Sableng, dasar sableng Ridwan nya gendeng, Alvan sableng!, jurus kunyuk memakan semangka, hiat" Alvan memasang kuda kudanya sambil menatap Ridwan.


"kok sempet sempet e nyanyi raimu ***, Ket kapan aku dadi Sinto gendeng?" protes Ridwan.


"kan kau Sinto gendeng Wan, atau jangan-jangan dia pendekar curut bermata biru dari goa kegelapan?" Alvan mengejek seorang pria yang menyerang nya dari belakang tadi.


"banyak omong kalian berdua, rasakan ini !!" sebuah pukulan menuju Alvan.


Alvan dan Ridwan yang mengetahui gerakan pukulan lawan nya dengan segera Alvan membalikkan pukulan tersebut dengan sebuah tendangan 360"


ilustrasi gambar



Sementara Ridwan yang tepat berada di samping Alvan segera memberikan lemparan untuk lawan nya.


ilustrasi gambar:



(apakah pembaca bisa membayangkan bagaimana nasib dari penyerang Alvan dan Ridwan?, tepat sekali pembaca semuanya,dia persis tempe penyet yang di penyet dengan sambal terasi)


"cuih lhaa kok tiduran kang mas? butuh kasur?" ejek Alvan sambil membuang ludah di depan musuhnya.


"eh kok bubuk toh pendekar curut dari goa hantu" sarkas Ridwan.


Seorang datang setengah berlari menuju Alvan dana Ridwan dengan membawa pisau lipat untuk menyerang mereka berdua. tapi Alvan dana Ridwan yang masih fokus ke musuhnya yang terkapar tidak menyadari seorang tersebut menuju ke arah mereka berdua.


"Alvan Ridwan awassssss" teriak seseorang dan langsung merangkul Alvan dan Ridwan untuk melindungi dari tusukan pisau dan mengenai punggung dari Iqbal.


"Bal kenapa kau Bal?!!!" Ridwan merengkuh tubuh Ridwan yang hampir jatuh.


"Wan, Iqbal tertusuk Wan!!" teriak Alvan.


Ridwan langsung mengejar orang yang melarikan diri tapi percuma tendangan Ridwan yang mengenai tepat mengenai di belakang kepala penyerang tersebut.


"polisi tangkap dia!!!" teriak Ridwan seraya mengunci orang tersebut.


"woi namamu siapa?!!!!, siapa namamu hah!!!" teriak Ridwan seraya memberikan pukulan tepat di wajah nya.


"mas Wan stop, dia Rio mas Wan, stop mas Wan!!!" Citari berteriak sambil menggandeng Ella di sampingnya.


"tangkap dia juga pak" seru Ella sambil menunjuk Citari.


"maksud kamu apa El? salahku apa El? , mas Ridwan tolong bantu lepas kan aku mas" menatap Ridwan sambil menangis.

__ADS_1


"El lepaskan dia El!!" teriak Ridwan.


"diam kak!!! dia ikut terlibat kak! kalau mau lengkapnya nanti ke kantor polisi saja kak" Ella berlalu ke arah Iqbal yang bersimbah darah.


Sementara itu Alvan yang memeluk Iqbal bersimbah darah hanya menunggu ambulan datang dan sementara Ridwan bingung melihat kekasihnya Citari pergi di gelandang polisi.


"El Uda telfon ambulans?" panik Alvan sambil melotot ke arah Ella.


"kakak bisa tenang? ambulan sudah menuju ke sini kak, tekan daerah keluar darah nya dan terus ajak ngobrol agar tidak pingsan kak Iqbal" sambil membantu menekan luka Iqbal.


"El Ella, woi Citari kenapa di bawa polisi bengek!!!" emosi Ridwan.


"nanti setelah kak Iqbal di bawa ke rumah sakit setelah itu kak Ridwan tak antar ke kantor polisi ya" lembut Ella sambil menekan luka Iqbal.


Sementara Ridwan memikirkan keadaan Citari yang di gelandang polisi tiba tiba dia melihat Diky memborgol tangannya dengan Fahira serta Diah.


"kalian bertiga jangan bergurau, ngapain di borgol mereka Diky!!" bentak Ridwan.


"memang mereka berdua ikut andil dalam kejadian ini semua mas Ridwan dan biar setelah ini mereka semua ikut ke kantor polisi, Ella nih file dokumen percakapan Fahira, Citari dan Diah, dengarkan ke mereka semua, gua mau cari polisi dulu biar di buka borgol nya" ketus Diky.


"Thank you Diky, sabar ya dan maaf kuncinya tadi hilang kemana aku lupa hehehehehehe" Ella meringis ke arah Diky.


"eh tuh ambulan nya, cepat bawa mas Iqbal ke rumah sakit" Seru Diky.


Ella yang dari tadi menatap Ridwan dan Alvan yang saling risau kenapa semua ini terjadi seketika berteriak.


"lu kalian berdua!! kak Ridwan dan kak Alvan bisa diam kagak hah?? itu ambulan Uda datang!!! nanti tak ajak ke kantor polisi dan sekarang biar kak Iqbal selamat!! paham kalian!!!" gertak Ella.


"iya El iya, santai jangan teriak teriak, Van pegang lukanya dan bantu angkat" Ridwan mengangkat tubuh Iqbal yang sudah mulai melemas.


"oke Wan, Bal tahan ya, gua temani sama Ridwan ke rumah sakit ya" Alvan sedikit panik melihat Iqbal pingsan.


"Yang penting nyawa hidup kakak lu selamat kak Alvan" sahut Ella sambil menatap tajam Alvan.


Alvan yang mendengar kata Kakak seakan tak percaya dengan semua itu tapi dia tak memikirkan apapun hanya ingin Iqbal selamat saat ini.....


to be continued...........


..........................❤️.........................


...Assalamualaikum wr wb...


...terimakasih sudah mau mampir dan membaca cerita karya awal saya teman teman....


...jangan lupa ya vote dan like nya untuk membuat author bersemangat untuk memberikan puzzle puzzle cerita cinta yang team pernah berujung ini....


...jangan lupa komentar dan vote nya ya gaes terimakasih gaes....


...wassalamu'alaikum wr wb....


..........................❤️.........................


...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....

__ADS_1


..........................❤️.........................


__ADS_2