
"Hah? Kau tanya apa yang kulakukan? Tentu saja aku akan melawanmu." Huang er menyilangkan tangannya didada. Tatapannya penuh hasrat bertarung.
"Nona, anda sudah melanggar aturan kami. Dalam pertarungan, jika seseorang telah bertarung maka dia tidak bisa bertarung dalam ronde kedua. Anggota lainnya harus menggantikannya. Dan juga siapa yang menyuruhmu untuk maju!" Mata wasit mulai memancarkan niat membunuh. Membuat Huang er yang tadinya bersikap arogan kini jadi sedikit takut. Bagaimana pun ia tidak memikirkan konsekuensi ini.
"Haaish, Gadis itu benar benar ceroboh sekali." Weisi menepuk jidatnya dan sambil menggelengkan kepala. Sekarang tim mereka berada dalam masalah. Bagaimana caranya mereka menangani masalah ini.
"Ta-tapi... Bukankah kau tidak menjelaskannya tadi?" Huang er kemudian memelankan suaranya. Kali ini ia benar menyesal telah bertindak sembrono.
"Hmph.... Kau bilang aku tidak menjelaskannya? Aku akan menjelaskannya setelah ini. tapi, apa yang kau lakukan! Kau sudah merusak semuanya." Semakin wasit itu berbicara, semakin ia menekan mental Huang er.
"Baiklah, tim Busur Surgawi sudah melakukan pelanggaran. Tim ini akan didis...."
"Tuan, bukankah anda terlalu buru buru memutuskannya?" Qin Yan tiba tiba memotong pembicaraannya. Ia bersikap sesopan mungkin agar tidak menyinggung wasit satu ini.
"Huh! Apa maksudmu?" Tanya wasit itu dengan tatapan dingin.
"Maksudku, gadis ini hanya tidak sengaja memasuki arena ini. Jadi ini mungkin hanya kesalahpahaman saja."
"kesalahpahaman? Kau pikir ini tanahmu hingga kau bisa saja ceroboh melakukan sesuatu sesuka hatimu." Wasit mulai melampiaskan kemarahannya. Sebenarnya, ia sudah cukup emosi melihat kelakuan Weisi yang tadi begitu kurang ajar. Ia masih bisa mentoleransi itu. Tapi sekarang, satu anggotanya membuat pelanggaran lain. Bahkan jika itu Weiqing, ia tak bisa melakukan apa apa.
Selain mengangguk, Weiqing tak bisa membantu kelompok yang sudah melanggar aturan ini.
"Tapi tuan, tidakkah anda bisa melihat semangat bertarungnya?" Qin yan berkata lagi.
"Aku memang tahu, ia memang sangat bersemangat melawanmu. Tapi tidakkah ia memperhatikan peraturan?" Wasit itu kembali membantahnya.
Mendengar itu, Qin Yan menggeleng pelan.
"Tuan, lihatlah dia. Bukankah dia peserta baru. Jadi sudah sewajarnya dia melakukan itu. Berilah kesempatan kedua untuknya."
Wasit itu mulai terpengaruh dengan perkataan Qin Yan. Setelah itu, terjadilah tawar menawar antara mereka dalam waktu cukup lama.
"Apa yang mereka bicarakan disana?" Qin ruo sangat penasaran dengan percakapan mereka, hingga tak bisa tahan untuk bertanya. Ia pun melihat Weisi menggelengkan kepala sambil menghela napas.
"Huang er akan tetap bertarung."
"Hah!" Perkataannya kali ini membuat semua rekannya jadi terkejut.
"Apa maksudmu kakak, jangan bilang kau akan menentang wasit?" Berkata Shinzui dengan alis berkerut. Jika saja itu terjadi, maka mereka akan mendapat masalah dari ibu dan kakek mereka. Jadi ia tidak berharap kalau kakaknya ini melakukan hal ceroboh pula. Biarlah mereka didiskualifikasi karena memang mereka melanggar peraturan.
Tapi disini, Weisi hanya menggeleng.
"Tidak, anak itu tidak pernah gagal dalam bernegosiasi. Bagaimana pun caranya wasit itu akan menyetujui sarannya."
Tidak lama mengatakan itu, wasit sudah mengumumkan kalau Huang er akan tetap bertarung. Membuat rekan setim Weisi jadi tertegun, ternyata spekulasi Weisi tidak salah. Tapi mereka lebih kagum pada Qin Yan yang dapat merayu orang yang sangat taat pada aturan itu.
Saat ini dilapangkan, wasit masih memandangi Qin Yan dengan tatapan tak percaya.
"Tapi, apa kau benar benar yakin? Jika dia masih bertarung, maka kemenanganmu tadi dibatalkan. Apa kau menerimanya?" Tanya wasit dengan alis berkerut .
Sementara Qin Yan hanya mengangguk pelan.
"Tentu."
"Sialan. Kenapa anak jaman sekarang aneh aneh. Dengar yah, setelah kuperiksa dari tadi. Aku tidak merasakan kekuatan kuat didalam tubuhmu. Sejujurnya, menyerahnya anak tadi merupakan suatu keajaiban untukmu. Kau harus menghargai itu. Dan juga jika kau tidak memintaku memaafkan gadis ini, mungkin tim kalian bisa menang tanpa hambatan. Apa kau memang serius ingin melawannya?" Tanya wasit itu lagi, ia benar benar akan memastikan kali ini. Sebenarnya bukan jawaban "ya" yang ia harapkan. Tapi setidaknya anak ini merubah keputusannya. Karena baginya, kelompok Weisi tidak bisa dibandingkan dengan kelompok anak ini.
Namun tetap saja, keputusan anak ini sudah bulat. Membuat wasit hanya menggelengkan tak berdaya.
"Haaish... Sadar keras kepala." Akhirnya wasit mengumumkan.
"Setelah dipertimbangkan, kadet Huang er diberi kesempatan untuk bertarung. Namun, sebagai gantinya. Kadet Qian Yan kehilangan 2 poin kemenangannya. Karena keduanya sudah sepakat, maka mereka berdua diijinkan untuk bertarung." Wasit pun mulai mengintruksikan Huang er.
Diarea penonton, semua sedang kasat kusut membicarakan kebodohan Qin Yan.
"Ceroboh sekali, sudah tau dapat kemenangan. Malah di sia siakan. Dasar orang tak waras, kau pantas mati sialan.!" Semua orang mulai bersorak sorak sekali lagi. Merundung Qin Yan.
Penghinaan yang dilontarkan penonton, membuat Huang er jadi merasa bersalah. Ia jadi kehilangan mood untuk bertarung.
"Tenang saja, tidak usah pedulikan mereka. Dari awal, mereka memang tidak pernah berada dipihakku." Seketika Qin Yan tersenyum kecut, membungkuk formal. Huang er juga melakukan itu.
"Ni Huang er!"
Mereka berdiri untuk beberapa saat. Menunggu instruksi wasit.
Disaat bersamaan, ruangan khusus. Tempat perjudian.
"Ayo ayo! Cepat sebelum mereka memulai pertarungan." Sang pemilik bandar judi mulai merayu para pendatang. Terdapat dua nama disini, Kerajaan Sunmoon dan kerajaan Busur surgawi. Dilihat dari luarnya saja, taruhan kerajaan Busur surgawi jauh lebih banyak. Sementara kerajaan Sunmoon, hampir tidak ada yang bertaruh.
Bahkan sang pemilik bandar saja sampai menggelengkan kepala dengan menghela napas pelan.
"Haaish.... pemenangnya sudah ditentukan. Taruhannya tidak terlalu panas karena pertandingannya tidak akan seru." Entah kenapa pria itu juga kehilangan semangat. Tapi, ini baru permulaan saja, semakin final maka taruhan akan semakin panas.
"Tuan, aku ingin bertaruh." Tiba tiba terdengar seorang anak disampingnya. Lin Fin kemudian menyerahkan sekantong koin emas. Bukan hanya dia, bahkan Tang Liu dan semua anggota grub sampai mengeluarkan seluruh uang mereka dalam taruhan ini.
"Bocah, akan aku katakan. Tidak berguna kau bertaruh, kemenangan sudah ditentukan. Kerajaan Busur Surgawi lah yang akan menang." Pria itu mengusir mereka dengan tatapan meremehkan ketika melihat mereka bertaruh untuk kerajaan Sunmoon.
"Lebih baik kalian simpan uang itu. Jangan sia siakan!." Lanjutnya lagi.
"Kita lihat saja nanti!!" Mereka langsung menatap pria itu dengan tajam. Hingga membuat pria itu tertegun. Setelah kepergian mereka, pria itu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.
__ADS_1
"Dasar!" Ia hendak kembali menghitung uang, namun tiba tiba ia dikejutkan oleh beberapa gadis yang ikut datang. Bahkan salah satunya adalah putri Weiqing. Membuat pria itu langsung segan.
"Ah, nona nona cantik. Apa ada yang bisa saya bantu?" Senyum pria itu, ketika melihat gadis itu yang tampak cantik dan membuatnya tak tahan dan untuk menelan air liur. Namun, ia harus menjaga sikap, latar belakang mereka bukan main main.
"Kami bertaruh untuk kerajaan Sunmoon. Dan anak ini."
Pria itu langsung melongo.
Para gadis itu datang bertaruh dipihak Qin Yan dan kerajaannya. Membuat pria itu langsung bingung seketika.
Qing Zhu, Zue er, Qiu er, Qin ruo, bahkan gadis lain yang tak bisa disebutkan namanya. Setelah kepergian mereka, pria itu masih tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat.
Ketika tatapan masih kearah gadis gadis itu. Ia kembali dikejutkan oleh seorang gadis yang lebih dewasa. Ia memakai cadar hitam. Dan tampak sangat cantik jika dilihat dari luarnya.
"Kerajaan Sunmoon lagi?" Pria berkumis tipis itu makin ternganga. Ketika melihat gadis tersebut melewatinya, rasa keterkejutannya masih belum hilang. Hanya satu petunjuk yang ia dapat, terlihat jelas ada lambang diikat rambut gadis itu. Lambang bunga Anggrek ungu dari sekte Bunga.
********
"Mulai!" Teriak wasit.
Qin Yan dan Huang er jadi mundur beberapa langkah.
Kali ini Huang er menatap Qin Yan dengan penuh keseriusan.
"Pertama tama, aku berterima kasih karena mau menolongku. Aku akhirnya punya kesempatan untuk mengalahkan mu kali ini."
Huang er mengangkat tinjunya.
"Siung" Tanpa aba aba, ia langsung melesat kearah Qin Yan.
"Huh!" hal itu membuat Qin Yan jadi waspada. Karena tubuhnya yang tersegel, ia sampai tak bisa melihat kecepatan gadis itu.
"Bom"
Saat berikutnya Qin Yan terlempar, hingga Kedinding. Huang er terlihat dengan tangan kirinya yang telah berasap. Ia berhasil memukul perut Qin yan. Tapi ia merasa agak aneh, sejak kapan Qin Yan selemah ini, sampai ia tak bisa menghindari serangannya.
Dibalik debu yang mengepul, Qin Yan mulai berdiri.
'Z, Perkuat tubuhku.'
..."Baik tuan."...
Debu disekitar Qin Yan langsung menghilang. Huang er datang menerjangnya dengan kecepatan kilat.
"BOOM" Kali ini ledakan kembali terdengar, dindingnya jadi berlubang. Namun Qin Yan berada didepan Huang er sambil menghindari tinju itu.
"Eh, kau tidak menahannya? Sebaliknya kau menghindarinya yah. Kenapa kau masih menyembunyikan kekuatanmu hah! Aku benci itu!!" Huang er langsung menarik tangan kanannya kembali, lalu menyerang Qin Yan dengan tinjunya bertubi tubi.
Pertarungan berlanjut, Qin Yan selalu menjaga jarak. Menghindari tinju gadis itu, atau mungkin sedikit menahannya dengan memanfaatkan tekanan udara.
"Bukh" Sampai akhirnya Qin Yan menemukan celah, ia menendang gadis itu. Meskipun ditangkis, namun memberikan kesempatan bagi Qin Yan untuk menjauh.
"Siung siung" Dua pisau Qin Yan dilemparkan kearahnya. Huang er yang melihat itu, hanya menyerngitkan alisnya.
"Hmph.... Trik lama!" Ia merentangkan kedua tangannya, seketika dua pisau itu langsung terhempas karena angin yang berhembus.
"Sudah kubilang kan. Keluarkan kekuatanmu yang sebenarnya. Aku muak dengan semua tipuan murahanmu ini." Makin lama Huang er makin kesal, pertarungan ini entah kenapa ia merasa dipermainkan. Qin Yan tidak mau bertarung dengan adil dengannya.
'Kenapa dia selalu suka menggunakan trik?' Mata Huang er menatap tajam kearah Qin Yan. Ia melihat anak itu yang menyeringai padanya. Hal itu membuat Huang er jadi tak tenang. Apa yang direncanakan anak ini.
"Huh!" Ia tiba tiba terkejut, dua pisau yang dilemparkan anak itu. Langsung mengeluarkan asap.
'Ledakan asap?' Huang er agak terkejut melihat sekelilingnya dipenuhi asap. Dalam sekejap, asap langsung menutupi seluruh lapangan. Semua penonton mendesah pelan. Mereka kesal kenapa Qin Yan menggunakan trik licik agar penonton tidak bisa menyaksikan pertarungan mereka.
"Hm......." Diatas menara, para master sekte mengamati pertarungan itu. Bahkan mata Weiqing menyala, untuk melihat kedalam asap tersebut. Entah apa yang terjadi, ia bingung kenapa kedua petarung itu hanya berdiri diam.
"Kali ini, trik apa yang dipakai anak itu." Han genyu mengelus janggutnya. Matanya berdecak jijik karena menyaksikan Qin Yan hanya berdiri diam disana. Mereka tahu, kali ini Qin Yan yang akan menang. Tapi mereka penasaran, trik apa yang akan digunakan anak itu untuk mengalahkan lawannya.
Saat mereka memperhatikan Qin Yan, mata mereka agak terkejut. Jelas sekali mereka melihat sesuatu yang janggal.
Dari dalam sana, Qin Yan mengambil kertas kamuflase. ia tahu kalau asap ini tidak akan berlangsung lama. oleh karena itu, Qin Yan langsung menempelkan kertas dipipinya. Dalam sekejap tubuh Qin Yan menghilang.
'Z, buatkanku tubuh Avatar jiwa?'
..."Baik tuan, tunggulah sebentar."...
Saat ketika Z selesai menjawab, asap tersebut tiba tiba tersapu. Qin Yan hanya bisa melihat, Huang er telah mengeskpos dirinya dengan matanya yang menyebalkan.
"Kena kau!!" Tangan kanannya sudah terangkat.
"BOOOOMM" Ledakan terjadi lagi. Qin Yan mundur jauh kebelakang hingga mencapai dinding.
'Uh.... Mata itu menyebalkan sekali.' Qin Yan hanya bisa menutupi wajahnya agar menghalangi tekanan tekanannya.
Disaat ini, meskipun Qin Yan tidak terlihat akibat efek kertas kamuflase. Namun itu tidak berlaku bagi gadis itu.
Absolut eye. Keistimewaan yang langka dari keluarga Sumbu Surgawi (Ni). Mempunyai kemampuan penglihatan diatas rata rata dari penglihatan kultivator biasa. Mata ini dapat melihat sesuatu dari jarak jauh, tembus pandang, bahkan mengetahui musuh yang menghilang sedikit pun. Keluarga ini terkenal sebagai dokter terbaik dikerjakan Busur Surgawi. Hal itu dikarenakan mata itu bisa mendeteksi Meridian, penyakit, atau kerusakan tubuh lainnya. Hingga hal itu menjadi kebanggaan mereka sendiri.
Dan disaat inilah Huang er mewarisi mata itu. Pupil matanya bergerak gerak, saat melihat siulet yang tengah menjauh darinya.
__ADS_1
Melihat itu, Huang er hanya tersenyum tipis. Lalu pupil matanya langsung mengecil, menembus penglihatan Qin Yan.
Dug....
Jantung Qin Yan langsung terhenti. Ia langsung menghentikan langkahnya sambil memegangi dada kirinya. Matanya membesar dan dipenuhi keringat. Setelah itu ia menyadari, ternyata Huang er sudah berada didepannya.
"Elemen angin! Tinju angin!!"
"Z!!" Teriak Qin Yan tanpa sadar.
Dalam seperkian detik, Z mengirim sinyal balik melalui gelombang udara. Gelombang pusing dirasakan kembali oleh Huang er.
Disaat itu, Qin Yan berhasil mengambil kesempatan. Menyerang perutnya dengan seluruh kekuatannya.
"Bukh"
Penonton hanya melihat, Huang er terpental kebelakang. Saat gadis itu terbangun, ia melihat siulet Qin Yan ada dua. Sekarang ia bingung, dimana yang asli.
"Bagus, mari serang balik!" Qin Yan maju, disertai Avatar jiwanya. Ia membawa dua buah pisau.
'Z, siapkan aku boneka kloning.' Pinta Qin Yan lagi.
..."Baik."...
Huang er terbangun, ia membersihkan debu dipakainya. Meskipun serangan Qin Yan tadi tidak melukainya, tapi ia tetap kesal. Sampai saat ini, ia masih tak bisa mendekati anak itu.
"Heh, kali ini. Aku tidak akan kalah lagi!!" Cincin Hitam langsung bangkit. Selama dua tahun ini, tidak perduli seberapa banyak kesempatan. Ia habiskan untuk latihan. Berkultivasi bahkan lupa tidur. Hanya untuk memenuhi satu hal, yakni bertarung dengan segenap kekuatannya melawan anak ini. Berharap bisa mengalahkannya.
"Hiyaaah!!!" Angin berhembus, Qin Yan dan Avatarnya mundur sejenak.
"Skill pertama, Tornado angin!!" Dua badai angin sekaligus langsung menuju Qin Yan, hendak menghantamnya.
'Astaga! Ini lebih besar dari yang dulu.' Qin Yan sendiri terperangah, melihat badai itu yang begitu besar sampai menguasai lapangan ini. Ia tahu kalau ia tak bisa menghindar. Melempar pisau pun juga tak mempan karena kejut anginnya yang luar biasa.
'Cih, sial sekali.' Terpaksa, Qin Yan mengeluarkan senjata roh. Pedang angin.
"SING SING" Dua buah tebasan berbentuk + langsung dilayangkan. Berbentrokan dengan badai itu. mengakibatkan Ledakan yang sangat dashyat. membuat Huang er mundur kebelakang.
Saat berikutnya, boneka Qin Yan menerjang kearahnya dan menyerang Huang er secara membabi buta.
"Bukh.. bukh.. bukh..." Bahkan sekarang Huang er melawan tiga musuh sekaligus. Qin Yan dan avatar nya juga ikut membantu.
'Elemen angin! sayap angin!' Sepasang sayap muncul dibelakang Huang er. Dia kemudian terbang keatas langit.
'Elemen angin, hembusan penghancur!!'
"Hiyaaah!!" gadis itu meninju kearah boneka Qin Yan. Sementara dua lainnya menghindar samping kiri dan kanan.
Pada akhirnya, boneka itu menahan serangan tersebut. Sementara Qin Yan yang asli melemparkan beberapa pisau. Meskipun pisau itu berhasil ditangani, namun kertas ledakan yang meledak. Menciptakan gelombang kejut yang kuat.
Begitulah pertarungan berlanjut, setiap kali Huang er menghindar. Pasti terjadi ledakan. Penonton yang menonton pertarungan tersebut dipenuhi rasa tak takjub.
Beberapa waktu berlalu. Keduanya tampak seimbang. Tapi sebenarnya tidak, Qin Yan mulai kehilangan banyak tenaga. Keringatnya bercucuran dan ia sepertinya tak bisa bertahan lebih lama lagi.
Sementara Huang er, gadis itu nampak tidak apa apa. Masih banyak energi yang tersisa didalam tubuhnya, dan ia selalu memperhatikan sosok siulet yang terhenti disana. Menyadari itu, ia pun tersenyum tipis. Tentu ia tahu kalau itu adalah yang asli.
"Swoosh" Huang er mulai melancarkan serangan balik.
Menyadari itu, Qin Yan hanya mendengus kesal.
'Z, bagaimana pun juga. Atasi mata gadis itu, menyebalkan sekali. Dia bahkan tak mau memberiku waktu untuk istirahat.'
..."Baik tuan. Aku menawarkan sebuah item yang bisa melumpuhkan matanya. Anda bisa memilih."...
'Tidak, jangan item seperti itu. Aku hanya ingin mata gadis itu ditangani sementara saja.'
..."Oh, kalau yang seperti itu. Butuh waktu untuk mencarinya. Tapi tuan bisa menunggu."...
Disaat Qin Yan sadar, tangan Huang er sudah berada dipipinya.
"Brensek!!!" Teriak gadis itu sembari melayangkan tinjunya. Untuk sesaat, Qin Yan merasa dunia berputar. Mulutnya terhenyak, dan ia merasakan kalau rahangnya retak.
"BOOM" Ia langsung menghantam dinding. Tersangkut disana, dalam keadaan lemas. Kertas dipipinya akhirnya terjatuh, menampilkan Qin Yan dalam keadaan menyedihkan.
"Akh... Ukhuk ukhuk" Sejenak, ia memuntahkan darah. Tubuhnya menggigil kesakitan.
Huang er akhirnya tersenyum penuh kemenangan. Mungkinkah Qin Yan akan kalah? Tapi ternyata belum, boneka dan avatarnya masih berusaha menyerangnya.
Akhirnya Qin Yan sadar, kalau dalam hal kekuatan. Dia tidak bisa menyamai Huang er. Tapi, dia tidak bisa menerima itu. Dirinya disegel, maka sudah sepantasnya ia lemah, tapi Qin Yan masih bertekad untuk mengalahkan gadis ini apapun caranya. Kekuatan bukan segalanya, tapi kelicikan bisa saja menjadi kekuatan, tidak perduli seberapa memalukannya. Qin Yan tetap akan menempuh jalan itu.
Akhirnya Qin Yan teringat, Qin Yan ternyata memiliki teknik penyamaran yang ia beli dari Z. Entah kenapa, terbesit rencana licik dikepalanya.
'Mari kita gunakan teknik itu semaksimal mungkin.' Tatapan Qin Yan dipenuhi seringai lebar. Ia pun turun kebawah. Energi Neidan mulai memulihkannya. Meskipun cara ini sangat menjijikan, tapi ia harus mencobanya.
Menyadari kalau Qin Yan, kembali berdiri. Huang er tidak tinggal diam. Ia langsung mengabaikan dua sosok yang melawannya, dan menuju yang asli. Apalagi, ketika Qin Yan mengambil kertas kamuflasenya lagi. Membuat, gadis itu semakin gusar.
"Tidak akan kubiarkan!!" Kecepatannya langsung meningkat signifikan, menerjang Qin Yan dengan matanya yang aktif. Hendak mengirim skillnya lagi.
Disaat itulah, Qin Yan tersenyum penuh kemenangan. Ia merubah gerakan. Tangannya langsung ditangkupkan.
__ADS_1
"Teknik penyamaran! Diaktifkan!"