
Malam itu, bukan hanya Qin Yan yang meninggalkan gerbang kerajaan Angin barat. Melainkan banyak pihak yang mengikuti mereka. Pertama, ribuan pasukan militer dan sekelompok pembunuh bayaran. Lalu sekelompok bandit juga ikut mengikuti mereka karena mendapatkan mangsa yang akan mereka rampok malam ini. Meskipun mereka tidak tau apa yang terjadi, namun malam ini pasti akan menjadi malam paling berdarah. Melihat para pasukan militer yang bergerak tidak biasa yang tentu tidak lain adalah keluarga Zao, beberapa kesatria dan prajurit kerajaan juga mengikuti. Lalu para mata mata dan pengintai dari pelelangan juga mengikuti Qin Yan karena sebuah ketertarikan. Dan terakhir, keluarga Xiu yang juga diam diam melewati jalan rahasia untuk meninggalkan kerajaan itu.
Oh, ternyata satu kelompok juga yang lupa untuk disebutkan. Pergerakan mereka semua tentu menjadi terlihat jelas ketika para kultivator tersebut melesat dari atap ke atap. Song huan dan teman temannya yang tengah jalan jalan malam tidak sengaja melihat mereka. Alis Song huan berkerut. Mereka semua mempunyai kekhawatiran yang sama dihati mereka.
"Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres." Hui ju sang pengendali serangga yang pertama berbicara.
"Hm... Sepertinya kita harus mengikuti mereka. Siapa tau kita akan menonton hal yang menarik." Mon Jung Tertawa usil sementara anjingnya menggonggong setuju. Tapi mereka tidak bergerak karena masih menunggu jawaban Song huan.
"Tuan putri, lebih baik jangan pergi. Aku punya firasat kalau ini bukanlah masalah biasa. Tidak salah lagi, orang yang barusan kita lihat tadi adalah ahli yang kuat. Ini mungkin bukan pertanda baik." Pengawal pribadi Song huan melarang mereka dengan khawatir. Tapi justru itu membuat mereka lebih penasaran.
Tiba tiba beberapa sosok kultivator pun melesat. Tingkat mereka tidak jauh lebih kuat dari tingkat raja. Setelah dilihat lebih jelas, ternyata mereka adalah para tetua dan patriak dari beberapa keluarga bangsawan dikerajaan ini. Salah satunya adalah keluarga Pengendali serangga (Hui) dan pengendali hewan (Mon) yang melesat berdampingan.
Hui ju dan Mon Jung segera mengejar mereka.
"Ayah! Apa yang terjadi sebenarnya?" Mon Jung bertanya penasaran begitu pula Hui ju yang mempunyai pertanyaan sama pada ayahnya.
"Mon Jung, jangan ikuti kami. Cepat kembali ke rumah." Kening Ayah dari anak itu berkerut ketika melihat anaknya ternyata mengikutinya. peringatan itulah yang juga diberikan oleh ayah Hui ju kepada putranya.
"apa?" Hui ju terlihat jadi lebih bingung. namun dalam hati ia tambah penasaran. melihat keringat dingin menetes di pipi ayah mereka, sepertinya memang ada yang tidak beres. sesuatu yang membuat seluruh ahli-ahli terkuat di kerajaan Angin barat keluar, ini bukanlah sesuatu permasalahan kecil.
Tiba tiba pandangan Mon Jung dan Hui ju menjadi serius dan mantap.
"Tidak, aku tetap ingin tahu apa yang terjadi."
"Anak keras kepala! Bukankah ayah telah melarangmu? Cepat kembali!" Ayah Mon Jung dan Hui ju mulai emosi dengan tingkah mereka. Namun belum sempat kedua ayah itu berkata lagi, tiba tiba satu pria lompat ditengah mereka membawa tongkat dengan seujung pisau tajam diatasnya.
"Oh, Chun Hyun. Kau juga pergi?" Mon Jung bertanya ketika melihat anak itu berlari kearah yang sama dengan mereka.
"Ya. Aku melihat anggota keluarga Zao dan keluarga Angin kipas menuju ke gerbang Utara. Mereka bergerak bersamaan."
__ADS_1
"Huh!" Hui ju dan Mon Jung terkejut. Keluarga Zao adalah keluarga Militer terkuat dikerajaan ini, dan keluarga Angin kipas adalah keluarga misterius terkenal dengan profesi mereka sebagai pembunuh bayaran. Mengapa mereka pergi secara bersamaan? Ini membuat mereka makin penasaran.
Sebaliknya ayah Hui ju dan Mon Jung beserta tetua mereka semakin berkeringat.
'Ini memang bukan masalah kecil. Apa yang direncanakan oleh dua keluarga gila itu. Mungkinkah mereka bekerja sama? Tidak, itu tidak mungkin. Tapi itu juga kemungkinan benar. Sial, Apapun yang terjadi, aku harus mengetahui apa yang terjadi.' Mereka lalu melaju kencang tanpa melarang putra mereka lagi.
Disaat bersamaan, putra mahkota mendapat panggilan dari ayahnya, Baginda raja kerajaan Angin barat. Ekspresi raja begitu serius, dia menatap putranya dengan tegas.
"Kau tau mengapa aku memanggilmu kesini?"
"Ya ayah. Song Hang mengerti, ada pergerakan besar yang dilakukan oleh keluarga bangsawan malam ini. Mereka semua menuju gerbang Utara, sepertinya sesuatu akan terjadi." Tuan muda putra mahkota menjawab hormat dengan berlutut satu kaki dan menundukkan kepalanya.
Baginda raja mengangguk. Lalu seorang pria tua muncul dibelakang putra mahkota tersebut.
"Aku ingin kau menyelidiki ini. Jika ada sesuatu yang sangat merugikan kerajaan kita, kau harus menghentikannya. Paman Song akan menjagamu dan membantumu apapun yang terjadi."
"Baik! Baginda raja!" Putranya menjawab tegas. Lalu dia pun pergi melesat melaksanakan perintah raja.
"Yang mulia, keluarga Xiu telah mengosongkan kediaman mereka."
"Apa!" Kening raja berkerut. Mungkinkah keluarga Xiu adalah penyebab dari pergerakan massal ini? Tiba tiba ia berkeringat dingin. Dan segera memerintahkan wanita itu.
"Cepat kau cari Song huan, pulangkan dan jaga dia didalam istana. Ini bukanlah masalah kecil. Aku harus menghentikan mereka apapun yang terjadi."
"Baik." Wanita bertopeng tersebut kembali menghilang. Dan raja pun mengambil armor serta tombak panjang yang ia miliki. Seorang wanita paruh baya cantik mengenakan gaun permaisuri datang mencarinya. Tapi sebelum mendekati raja, dia sudah dihentikan oleh tangan raja yang naik keatas. Raja berbicara tanpa menoleh kebelakang.
"Song Hye, kau harus menjaga Song huan. Aku akan melihat situasi diluar sana."
Wanita itu tidak mengatakan apa apa atau pun membantah. Dia menunduk namun jejak kekhawatiran terpaut diwajahnya.
__ADS_1
"Tapi, berjanjilah untuk kembali."
Raja tersenyum, namun ia tidak bergeming ataupun berbalik kebelakang. Ia malah pergi mengambil kuda dengan diikuti puluhan prajurit terkuatnya. Lalu pergi meninggalkan istana.
Wanita bertopeng yang diperintahkan raja untuk mencari Song huan malah menjadi khawatir. Karna gadis itu ternyata sudah berada jauh didepan sana.
Malam yang tenang, semua orang tengah tertidur, ada juga yang sedang "beraktifitas" malam. Namun, mereka tidak menyadari apapun. Bahwa banyak orang menginjak atap mereka dan pergi menuju ke arah Utara. Mereka menuju ke arah yang sama. Dan tepat didepan mereka. Ada Qin Yan yang sudah menunggu, dan duduk santai diatas tebing. Didepannya lagi, klonnya beserta Tang Liu dan lainnya menuju kerajaan Great Blaze.
Disaat itu juga, seekor elang yang terbang jauh diatas langit sedang melintas. Terdapat pria pucat dengan mata ular tengah menatap para manusia yang seperti semut menuju ke arah yang sama dengannya.
"Master Fin. Kita akan menuju kemana." Seorang pria berkacamata bertanya dengan pelan.
"Hm.... Aku merasakan dua anjing yang kuciptakan waktu itu." Pria pucat tersebut tersenyum tipis.
"Xiu Xiu, Xie Xie." Dia menyebut nama kedua anak itu sambil memandangi wajah mereka. Xie Xie dan Xiu Xiu tampak sangat serius. Jejak senyum masih terpaut diwajah pria pucat itu. Ternyata anjing yang dia ciptakan dulu sudah dewasa rupanya.
"Huh!" Tiba tiba pria pucat itu terkejut. Karena ia tidak menyangka kalau Xie Xie berbalik dan menatapnya. Senyumnya semakin lebar, namun kali ini, ia agak tertegun ketika melihat tatapan itu. Seakan akan, tatapan itu sangat berbeda dari yang dulu.
"Menarik."
...........
"Ah sial."
"Fei wu, apakah kau memang akan pergi mengikuti anak itu?" Seorang gadis berpakaian tentara bertanya pada gadis berambut hitam didepannya. Dia bertanya dengan khawatir karena sahabatnya telah melakukan sesuatu yang besar. Dia telah melarikan diri diam diam dari kamp, dan berniat untuk mengikuti Xie Xie.
"Nien, terima kasih telah mengantarku sampai kesini. Pulanglah dan katakan pada komandan, bahwa aku akan pergi dan takkan kembali lagi." Fei wu berkata dengan tenang tanpa ekspresi apapun.
"Fei wu, pikirkan ini dulu baik baik. Ini bisa saja merubah hidupmu, bukankah kau nyaman disini? Hidup sebagai tentara wanita yang melindungi negara." Air mata gadis dibelakang Fei wu mulai menggenang.
__ADS_1
"Tidak, hidup Nyaman tidak selalu baik. Aku berasal dari sana. Mungkin sudah waktunya bagiku untuk kembali." Fei wu mengepalkan tangannya dan dengan erat menggerakkan gigi.
"Keluarga Xie, tunggu aku. Aku akan datang mengunjungi kalian."