LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Garis bloodline Qian yu


__ADS_3

"Aku... aku..." Qian qian agak gagab melihat pemandangan itu terjadi, raja Kalise yang dulu menekannya secara halus dibalik senyumnya. Sekarang berlutut dengan penuh ketakutan di hadapannya.


'Aku tidak bisa....' Gadis itu menggigit bibirnya sendiri, bukan karena tak mau memaafkan mereka. Tapi ia tak bisa menerimana perlakuan ini karena ia benar benar tidak pantas. Ia selalu takut, mau berkata apa. Maafkan atau tidak itu juga bukan pilihan yang benar. Seorang raja Kalise berlutut tidak pantas disombongkan atau tersenyum bahagia, karena itu sama saja layaknya seperti psikopat. Ia juga tidak makukan hal seperti itu.


Qin yan pun maju kearah mereka, Qian qian yang terus diam akan membuat mereka berlutut begitu lama. Biasanya mereka akan memberontak karena memang sudah keterlaluan.


Sudah cukup, ini sudah cukup untuknya. Setidaknya raja dan anak ini sudah berlutut pada Qian qian, tidak perlu lebih lama lagi. Tidak perduli mau dimaafkan atau tidak, tapi ini benar benar sudah cukup jika dari sudut pandang Qin yan sendiri.


"Ambillah." Qin yan mengeluarkan beberapa kertas pola prasasti, memberikannya pada raja kalise.


"I-ini..." Raja Kalise memeriksa beberapa kertas tersebut, berbeda dari harapannya, ia kira akan diberi kertas Kondolisasi.


"Itu adalah kertas pola prasasti tingkat dua. Aku belum mempunyai kertas Kondolisasi, jadi kuberikan itu dulu. Nanti kertas kondolisasinya akan menyusul."


Mata semua orang jadi terbelalak lagi, kertas pola prasasti kelas dua? Itu lebih membuat mereka terkejut, tadi mereka terkejut karena kedatangan ahli kaisar. Sekarang kertas Pola prasasti, kejutan apa lagi yang lagi yang akan diberikan anak ini.


"Apa ini asli?" Tangan raja Kalise gemetar memegangnya, bukan karena tak pernah melihatnya tapi ia tak menyangka kalau anak kecil ini yang memberikannya.


"Yah, itu asli. Kau bisa mencobanya sendi..." Mata Qin yan langsung terbelalak, tanpa ia sadari rupanya raja Kalise sudah menempelkan kertas itu pada perutnya.


"Kalau begitu mari kita coba padamu?" Raja Kalise tersenyum gembira dengan penuh amarah. Semua orang kemudian menjadi panik, melihat hal itu. Jika Qin yan akan membohongi raja Kalise hari ini, maka akan berbalik padanya.


Kertas itu bersinar, mata semua makin tegang saat melihatnya. Beberapa orang penasaran, apa yang akan terjadi pada anak itu.


"Jue Shong, beraninya kau..." Cincin merah ayah Qin yan pun terbangun, ia langsung menerkam raja Kalise.


"Hahaha... Qian ji, jangan salahkan aku. Putramu ini terlalu banyak bertingkah." Tawa raja Kalise dengan semangat. Betapa tak sabarnya dia menunggu reaksi dari pola tersebut.


"Eh!" Namun ia langsung terkejut saat melihat Qin yan tiba tiba menghilang. Bukan hanya sosoknya, tapi auranya juga menghilang.


"Plak" Tiba tiba wajah raja Kalise tertampar, mereka bingung siapa yang menamparnya.


"Plak plak plak" Tiga kali tamparan lagi membuat raja Kalise jadi tidak tahan.


"Sialan, beraninya kau.. Raaarrgghh...!!" Aura raja Kalise pun langsung meledak, namun ditahan oleh ayah Qin yan.


"Jangan lupa Jue shong, kau ada dimana?" Ucapnya dengan geram.


"Aku tidak peduli ini istanamu Qian ji, aku sudah tidak tahan! Dia sudah mempermalukanku." Tentu raja Kalise juga melawannya.


"Bukan aku yang mempermalukanmu, tapi kaulah yang mempermalukan dirimu sendiri raja Kalise." Qin yan yang tadi menghilang, kini menampakan diri. Wajahnya datar dan tatapannya benar benar dingin.


"Sudah aku bilang, apa yang aku berikan itu bukan barang palsu. Kertas yang kau coba tadi adalah kertas pola prasasti tipe Kamuflase tingkat dua. Bisa menghapuskan jejak dan seluruh auramu. Bahkan rahap Sage tidak bisa menyadarinya." Berkata Qin yan dengan tenang, perkataannya membuat mereka jadi sadar. Kalau dia tidak pernah main main. Apalagi dengan bukti barusan, bahkan raja Dandun dan raja Geritimo jadi tergiur dengan kertas itu.


"Sekarang kau sudah taukan? Aku sebenarnya mau menjelaskannya kertas ditanganmu itu satu persatu, tapi aku tidak berminat lagi. Apa yang kau lakukan tadi sudah membuatku muak melihat wajahmu disini. Pergilah, tidak ada tempat untukmu disini. Tunggu saja bulan depan, akan ku ekspor janjiku padamu." Qin yan pun meninggalkan ruangan, tapi sebelum itu ia berhenti sejenak.


"Raja Dandun, raja Geritimo. Bukankah kalian akan mendiskusikan tentang bisnis itu? Marilah ikut aku, ayah bisakah kau juga menemaniku?" Tawar Qin yan dengan pelan, sikapnya langsung berubah seratus persen. Ketika berhadapan dengan ayahnya ia berubah menjadi anak yang penurut.


"Ah... Baiklah. Penatua Huyan, kuserahkan masalah ini padamu." Ayahnya juga mengangguk, lalu ia meninggalkan mereka. Meninggalkan raja Kalise yang hanya terdiam, dan mereka yang hendak menjebaknya juga ikut terdiam.


Diruangan pribadi.


"Kami benar benar berterimah kasih, sepertinya anda terlalu rendah hati. Harga Kertas Kondolidasi yang dibayar jauh lebih rendah dari harga pasaran. Apa ini tidak merugikan anda?" Tanya raja Geritimo dengan bimbang, ia tak percaya akan mendapatkan harga murah saat bertransaksi dengan anak ini. Harga yang Qin yan tetapkan jauh lebih murah dibanding apa yang mereka kira, tapi melihat anak ini yang begitu serius. Mereka tahu kalau anak ini tidaklah main main. Tapi yang ditakutkan disini, jika harga murah mungkin saja kualitasnya juga hanyalah permainan.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sebenarnya itu memang harga yang pantas untuk diterapkan. Tidak kurang dan tidak terlalu berlebihan. Itu cukup untuk kami, kalau masalah kualitasnya. Saya jamin, pasti kalian juga puas. Hanya saja aku tidak bisa memberi kalian janji. Setiap bulan mungkin akan menghasilkan beberapa kertas saja. Itu memang sudah batas kemampuan kami, jadi mohon dimaklumi."

__ADS_1


"Eeeh.. Tidak perlu berkata seperti itu, pangeran. Kami bahkan sudah bersyukur akan hal itu. Jadi anda tidak perlu merasa seperti itu." Raja Geritimo dan raja Dandun berdiri bersamaan, sikap mereka benar benar begitu jadi berbeda. Tidak ada lagi sikap tegas atau tenang, mereka berusaha mengemangati Qin yan. Dipertemuan ini, mereka tidak menunjukan keangkuhan atau kelebihan mereka, setelah melihat kejadian tadi. Entah kenapa nyali mereka juga ikut menciut ketika berhadapan dengan Qin yan.


"Terima kasih. Sejujurnya, kami sudah mendirikan akademi baru. Aku harap kalian bisa mempromosikan akademi kami dikerajaan kalian, siapa tahu ada yang berminat untuk menimbah ilmu disini."


"Tenang saja Pangeran! Akan kuusahakan, akan kukirimkan banyak anak remaja kesini." Raja Dandun berdiri dengan semangat, ia memandang Qin yan dengan penuh gembira. Selayaknya, telah mendapat kesempatan emas.


"Hahah.. Terimah kasih raja Dong fang. Em... Bagaimana denganmu raja Cho tae?"


"Tenang saja pangeran, aku juga akan berusaha." Raja Geritimo juga mengangguk mengiyakan permintaan Qin yan.


Setelah itu, barulah pertemuan mereka akhirnya selesai.


"Kalau begitu sampai disini saja untuk kali ini, sampai bertemu dilain waktu." Qin yan pun berdiri meninggalkan mereka, sementara ayahnya hanya memberikan jempol atas kinerjanya yang benar benar diluar dugaannya. Dengan senang hati, ia pun mengantarkan dua raja itu keluar.


...........


Malamnya, perbatasan kerajaan Sunmoon dan Kalise.


Raja Jue shong, kembali kekerajaan dengan wajah muram dan kusam. Mengingat penghinaan yang dilakukan Qin yan tadi membuatnya benar benar dendam. Sepanjang jalan ia terus mengoceh dan mengoceh, memaki raja Sunmoon dan Qian yu beberapa kali. Karena Qin yan, ia terpaksa harus berlutut didepan gadis yang harusnya ia jadikan lacur. Karena Qin yan, ia harus memaksa putranya yakni Jue ji untuk bersujud pada gadis itu dan membuang harga dirinya. Sebenarnya ia tadi juga sangat keterlaluan pada putranya itu, namun mau bagaimana lagi saat itu ia sangat tertekan sampai tanpa sadar sudah menamparnya dan memperlakukannya begitu.


Semua itu hanya karena anak itu, hanya dia dan cuma dirinya. Memikirkan ekspresi anak itu saat dia mengusirnya tadi, ekspresi jijik dan dingin ketika menghinanya tadi. Membuatnya tak tahan untuk merobek wajahnya. Ia ingin sekali membuat anak itu tak berdaya, hingga ia berlutut dan bersujud, meminta agar diampuni nyawanya. Menyuruhnya menjilat kakinya, dan menginjak injak kepala anak itu didepan ayahnya sendiri.


"Qian yu... Kau brens*k Qian yu! Kau Brens*k!! AKU BERSUMPAH AKAN MEMBALAS SEMUA APA YANG KAU LAKUKAN TADI!!!!!!" Napas raja Kalise tidak beraturan saat mengatakannya.


Perang. Pokoknya hanya perang yang terjadi setelah ini. Jika ia tidak mengembalikan harga dirinya lagi, maka namanya bukan lagi Jue shong. Sebenarnya ia tidak punya wajah untuk kembali ke kerajaan, tapi mau bagaimana lagi. Setelah ini akan ada akan genjatan senjata, pasukannya akan langsung dipersiapkan. Bersiap siap untuk berperang.


"Akan kubuat tanah kerajaan ini jadi rata, Qian ji... Dimana lagi kesombonganmu saat itu. Hehehe... HAHAHAHA..!!!" Ia tertawa seperti orang gila, pengendara kereta saja hampir mengira kalau raja ini sudah tidak waras.


"Eh?" Tiba tiba pengendara kuda itu terhenti, bukannya sengaja. Tapi memang kudanya yang tak mau berjalan.


"Tidak tahu yang mulia? Entah kenapa ku-kudanya berhenti berjalan." Pengendara kuda itu berulang kali memukul pantat sang kuda dengan tali. Namun, bukannya berjalan malah kuda itu mundur ketakutan.


"Eeeh eeeh.. Apa.. apa yang terjadi?" Kudanya berusaha melepaskan diri, berlari kesana kemari hingga hingga keretanya jadi terbalik.


"Sialan! Kenapa bisa begini?" Urat didahi raja Kalise jadi terbentuk, ia menendang kereta dengan kesal.


"Kresek kresek" Tiba tiba disekitarnya, semak semak bergoyang. Suara langkah kaki pun terdengar. Anehnya bukan hanya satu tempat suara itu berbunyi, tapi suara itu ada disekelilingnya. Hingga raja Kalise jadi waspada sambil mengangkat Jue ji.


"Siapa! Kalian keluarlah! Jangan menyembunyikan diri kalian." Teriaknya. Dia sekarang ada diperbatasan kerajaan Sunmoon, memikirkan ini ia jadi mengerti siapa yang telah membututinya diam diam.


"Hahaha... Qian ji, aku tidak menyangka yah kalau kau selicik ini. Kau mau membunuhku hah? Coba saja kalau kau bisa, ini! Aku disini! Tunjukan wajahmu dasar kau pengecut, hahaha... Hahaha..." Ia tertawa keras, namun tiba tiba ia membeku saat ia menyaksikan ratusan makhluk hitam berasap sudah mengelilingi seluruh hutan ini.


"Ap-apa ini...?" Berkata raja Kalise dengan penuh keringat, dua prjuritnya juga maju melindunginya. Tapi mereka tidak tau makhluk macam apa yang sedang mereka lawan ini.


Makhluk hitam itu adalah prajurit bayangan milik Qin yan, mereka telah mengepung raja Kalise disini. Sekitar seribu lima ratus pasukan prajurit bayangan, Qin yan kerahkan untuk menjaga perbatasan kerajaan Sunmoon. Sekarang, atas perintahnya. Prajurit bayangan ini akan mengeksekusi mereka berdua.


"Bertahan! Kita harus bertahan!" Teriak raja Kalise saat ratusan prajurit bayangan itu langsung menyerang mereka.


"Ptank ptank ptank" Pertarungan cukup sengit terjadi dihutan itu, namun tidak lama kemudian. Para prajurit bayangan itu berhasil membawa raga sang raja yang masih tersisa sedikit nyawanya.


********


Istana kerajaan Sunmoon.


"Tok tok tok" Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar. Sisa sedikit lagi, Qin yan akhirnya bisa menyelesaikan kertas pola prasasti tingkat 5 untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Sejenak, ia merebahkan diri terlebih dahulu. Memperbaiki napas yang berat dan cepat. Keringat bercucuran diseluruh badannya, serta kelelahan terpaut diwajahnya yang pucat. Untungnya ada Medusa dibelakangnya yang senantiasa memulihkan tubuhnya setiap saat, hingga ia tak terlalu khawatir tentang kelelahan yang berlebihan.


Setelah menelan pil ekstrasi roh, barulah Qin yan pergi membuka pintu. Rupanya Qian yu dan Qian qian sudah menunggunya diluar.


"Oh, masuklah." Ajak Qin yan mempersilahkan mereka.


"Apa ada yang bisa kubantu?" Tanya Qin yan sambil meminum air digelas pemberiak Medusa.


"Um.. Kakak, aku sudah membangkitkan kekuatanku. Bisakah sekarang ajari aku cara berkultivasi?" Tanya Qian yu dengan pelan, sementara Qin yan hanya tersenyum mendengarnya.


"Tentu saja, kenapa tidak bisa. Coba kau lepaskan kristal penerang itu." Qin yan menyuruh anak itu untuk mengambil kristal yang dijadikan penerang di ruangannya.


"Tapi kak, untuk apa ini. Bukankah ruangan jadi gelap?" Qian yu bingung setelah disuruh seprti itu.


"Tidak apa apa, cepat kesinilah."


Qian yu maju kearahnya, lalu memberikan Qin yan kristal itu.


"Hm... Sepertinya kristal ini masih berguna." Pandang Qin yan pada bola bersinar seukuran kepalan tangan itu.


"Coba kau pegang ini, teteskan darahmu kesini, lalu fokus untuk memasukan kekuatan jiwamu kedalamnya." Suruh Qin yan, perkataannya membuat mereka bingung. Bahkan Medusa itu sendiri, mereka pun maju dan ingin melihat apa yang akan terjadi.


'Metode apa yang anak ini gunakan?' Batin Medusa dengan bingung.


Tanpa ragu pun Qian yu melakukan persis dengan apa yang Qin yan suruh. Ia meneteskan darahnya kedalam kristal itu, memegangnya lalu menyuntikan energi jiwanya sambil menutup mata.


Di luar pemikiran mereka, kertas itu bersinar terang. Namun bukan sebagai penerang, karena kristal itu bersinar didalam. Pusaran air pun terbentuk dalam kristal itu, diikuti dengan pusaran api diatasnya. Mereka berputar seiras sampai akhirnya dua putaran api tersebut membentuk sebuah ikan Koi berwarna biru dan merah.


'Hah! Apa ini?' Batin Qin yan dengan heran. Ia memandangi kedua ikan itu.


'Kenapa garis bloodline anak ini malah Ikan roh Ying yang?' Pandang Qin yan dengan bingung pada dua ikan didalam kristal itu. Melihat tanduk kecil di atas kepala ikan tersebut, membuat Qin yan mengerti. Kalau garis bloodline anak ini hampir sama dengannya. Ia juga saat itu membangkitkan ikan roh, tapi itu adalah ikan roh kekosongan tanpa atribut. Sementara garis bloodline anak ini dilengkapi dengan atribut es dan api.


Dari hasil pemeriksaannya, saat ini Qin yue er lah yang mempunyai garis darah mengerikan diantara mereka. Pasalnya, gadis itu malah membangkitkan ular naga bersirip ikan, Leviathan. Namun jika dipikir pikir masing masing garis bloodline ini pasti mempunyai keunikan masing masing.


"Qin yan, apa sebenarnya yang kau lakukan? Dan kristal penerang ini..." Tanya Medusa dengan bingung.


"Ini adalah kristal jiwa pendeteksi garis Bloodline? Kau tau garis bloodline?" Qin yan balik bertanya padanya.


"Y-ya, tentu. Leluhur kami selalu membahas tentang garis Bloodline tersebut. Para beast mempunyai garis bloodline tersendiri. Begitulah katanya."


Qin yan mengangguk, ia pun tersenyum padanya.


"Yah, seperti halnya beast yang punya garis bloodline. Manusia juga punya garis Bloodline, tapi itu sangat tersembunyi, dan sulit untuk dibangkitkan. Palingan, itu hanya bisa dintip seperti ini. Berbeda dengan para beast yang memang sudah bangkit sejak lahir."


Mata Medusa membesar mendengarkannya, ia tak pernah dengar hal yang seperti ini. Setahunya hanya Beast yang mempunyai garis Bloodline, sementata manusia belum ada yang mengetahuinya. Jadi dengan lampu penerang ini mereka bisa mengetahui garis bloodline seseorang. Ia pun jadi memandangi Qin yan dengan penuh rasa ingin tahu.


"Jadi, dengan kristal ini kita dapat mengetahui garis bloodline manusia. Apakah itu juga berlaku untuk Beast?" Tanya Medusa lagi, tapi Qin yan hanya menggeleng.


"Tidak, kristal ini tidak bekerja pada beast. Karena tadi sudah kubilang kan, garis bloodline beast sudah ada sejak lahir. Kau seharusnya mengerti itu. Sementara manusia masih tertidur, mereka akan bangkit disaat saat tertentu. Ditambah lagi, garis bloodline manusia itu berbeda beda. Jauh lebih berbeda dari Beast yang dengan mudahnya ditentukan oleh tipe keturunannya."


Penjelasan Qin yan membuat Medusa terdiam, tidak lagi berkomentar apa apa.


"Jadi, pemeriksaan ini untuk apa?" Tanya Qian qian yang dari tadi terus mengamati.


Qin yan menghela nafas panjang terlebih dahulu, meminum sisa air digelas.

__ADS_1


"Ini berguna untuk menentukan buku budidaya apa yang cocok untuk kita sesuai dengan garis bloodline yang dimiliki."


__ADS_2