
Hari mulai menjelang sore. Namun, sudah banyak penonton berkumpul di stadion. Rasanya, mereka tak pulang sama sekali. Setelah selesainya pertandingan pagi, mereka lanjut beristirahat dan makan siang di restoran atau jajanan yang ada dipinggir jalan.
Bahkan mereka tak menyianyiakan waktu untuk hal yang tidak berguna dan lebih memilih untuk menunggu pertarungan.
Lin Fin dan lainnya sudah menunggu dengan cemas di ruangan tunggu khusus mereka. Dari tadi, Qin Yan tidak kembali.
"Bagaimana? Dia sudah datang?" Tanya Lin fin dengan frustasi.
"Belum." Orang yang ditanya yaitu Xiu Xiu, dia dari tadi mencari keberadaan Qin Yan.
"Sial, bagaimana ini?" Akibatnya, Lin Fin hanya memegang dahinya dengan cemas. Beberapa kelompok kerajaan berjalan melewati mereka. Kelompok tersebut adalah kelompok yang akan bertarung sore ini, termasuk kelompok mereka.
Tanpa sengaja, salah satu kelompok yang tidak sengaja lewat, memperhatikan mereka.
"Bukankah dia Lin Fin?"
Mendengar namanya dipanggil, Lin Fin tidak tahan untuk menengok. Ia melihat dua gadis, kakak beradik tengah menatapnya.
"Y-ya. Sepertinya itu dia. Kalau tidak salah dia adalah teman orang itu. Tapi, aneh. Anak itu dimana? Kenapa tidak kelihatan batang hidungnya."
Lin Fin, terperangah. Dahinya cukup berurat melihat kedua gadis itu. Satunya gadis ramah dan baik hati, tapi yang satunya nakal dan agak sombong.
"Kau kenal mereka?" Tanya Tang Liu, ia sedikit menyerngit melihat tingkah kedua gadis itu.
"Tentu saja." Jawab Lin Fin dengan singkat, tapi ia tidak terlalu menghiraukan kedua gadis itu.
Mereka adalah Xu Jiu Jiu dan Xu mi er dari kerajaan Feili. Dua tahun tak bertemu, sifat dari gadis bernama Xu Jiu Jiu itu tidak pernah berubah.
Dengan percaya dirinya, Xu Jiu Jiu mendekati mereka.
"Hei, dimana Qin Yan! Kenapa anak itu tidak ada disini?" Gadis itu menyilangkan tangannya didada. Dagunya sedikit terangkat menyiratkan keangkuhan.
'Sialan! Apakah gadis ini tidak memperhatikan kekuasaan Qin Yan. Kenapa dia tidak sopan seperti ini?' Geram Lin Fin, tapi ia hanya menahannya saja.
"Bukan urusanmu. Kenapa juga kami harus memberi tahu aktivitas kapten kami kepadamu. Pergilah, kau menghalangi pemandangan!" Usir Lin Fin dengan wajah datar. Ia tidak mau banyak berurusan dengan gadis itu, yang dia pusingkan saat ini adalah Qin Yan belum juga datang.
Akhirnya, gadis itu hanya menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia kemudian berjalan mengikuti teman temannya.
"Hmph....! Aku takkan pernah lupa apa yang dilakukan anak itu padaku. Dan sewaktu kerajaan Sunmoon, ayahku telah menanggung malu. Aku akan menghajar anak itu disini!" Gadis itu menginjak kerikil batu sampai hancur, seolah olah kerikil tersebut adalah Qin Yan sendiri.
"Ugh... Sepertinya kapten terlalu banyak mengusik orang." Jung Kyun hanya tersenyum kecut. Lalu Xie Xie datang memegang bahunya.
"Tidak perlu khawatir, mereka hanyalah sekelompok orang orang yang mencari masalah dengan ketua. Lambat laun, mereka akan tersingkirkan juga."
Mendengar hiburan Xie Xie, entah kenapa Lin Fin jadi tertegun.
"Sejak kapan kau pandai menghibur orang. Kukira kau hanya tau makan?"
"Apa kau bilang!!" Seketika Xie Xie jadi tersinggung mendengarnya. Ia hendak maju, namun kakaknya, Xiu Xiu hanya menghentikannya
"Sudahlah, tidak ada gunanya kita bertengkar. Lebih baik, mari kita tunggu ketua dulu."
Tidak lama kemudian, akhirnya Qin Yan tiba. Ia mendatangi mereka, karena melihat anggota grubnya itu sedang menunggunya
"Ah, kalian disini." Qin Yan berdiri didepan pintu.
"Kemana saja kau, kami mencarimu kemana mana." Tang Liu mengangkat alisnya, ia tahu kalau anak ini sedang berkencan dengan gadis lain.
"Baiklah, maafkan aku." Qin Yan berjalan dan duduk disamping mereka.
"Siapa lawan kita kali ini." Tanya Qin Yan dengan penasaran.
__ADS_1
di waktu yang bersamaan, Lu Xian selaku membimbing mereka datang dengan beberapa kertas data yang berisi kelompok-kelompok yang bertarung sore ini.
"lawan kita kali ini berasal dari kerajaan Nerta."
******
Akhirnya, pertarungan pun dimulai. Kelompok Qin Yan berada di urutan ketiga. Pertandingan pertama dilakukan oleh Kelompok dari kerajaan Atmosfos melawan kerajaan GreenLand.
Sepintas, Qin Yan melihat kerajaan Greenland. Mereka mempunyai lambang tumbuhan. Jangan jangan anggota kelompok ini mempunyai elemen tumbuhan. Tentu saja, ia berpikir seperti itu. Dilihat dari seragamnya yang berwarna hijau daun. Sepertinya mereka mempunyai hubungan dengan sekte bunga.
akhirnya kedua belah pihak saling berhadapan, Qin Yan bisa melihat wajah ketua mereka masing masing.
"Huh! Sepertinya aku tidak salah lihat?" Jung Kyun menyipitkan matanya, menatap ketua kerajaan Asmosfos. Hal itu menarik perhatian Qin Yan disamping.
"Memangnya ada apa?" Tanya Qin Yan dengan pelan.
"Itu adalah Lao Fu, dia adalah pewaris dari keluarga Bloodwolf. sosok yang terkenal akan kekejaman dan sifatnya yang suka membunuh. Lebih parahnya lagi, konon leluhur mereka adalah seorang bandit. Cara mereka mendapatkan penghasilan benar benar tak lazim. Mereka memeras para bangsawan kaya dan merampok mereka secara halus." Ucap Jung Kyun dengan penuh keseriusan.
"Huh? Apa yang menarik coba." Lin Fin meringkuk malas. Namun itu tidak meruntuhkan semangat anak itu.
"Kau belum dengar sepenuhnya, katanya mereka mempunyai warisan dari turun temurun. Yaitu senjata Sabit darah pembunuh. Katanya sabit tersebut terbuat darah mereka yang dikumpulkan para leluhur demi menciptakan senjata berdarah itu."
"Jadi, mana menurutmu yang menang?" Tanya Qin Yan tertarik.
"Um... Aku juga belum tahu." Jung Kyun menjawabnya dengan linlung. Hal itu sontak membuat Qin Yan dan Lin Fin tertawa bersamaan.
"Apa yang membuatmu bingung. Tadi, kau tampak percaya diri menjelaskan karakteristik anak itu. Sekarang? Haiissh...." Lin Fin hanya menggelengkan kepalanya.
"Bukan begitu. Coba kau lihat ketua kelompok kerajaan Greenland. Dia adalah pria bangsawan yang berasal dari keluarga legendaris. Keluarga Hibiscus klorida. Rata rata mereka mempunyai elemen Tumbuhan legendaris yakni Kaisar tumbuhan gelap. Lao Fu dari keluarga Darah Serigala mungkin kuat, tapi keluarga Hibiscus klorida jauh lebih kuat."
"Hahaha.... Ternyata kita punya informan handal disini." Qin yan merangkul bahu Jung Kyun, tersenyum puas.
"Jadi master....." Xiu Xiu datang kesamping. Qin Yan kemudian mengeluarkan sekantong koin.
"Hah!!" Mendengar itu, Lin Fin dan Jung Kyun langsung terkejut.
"Apa yang anda bilang?"
"Lakukan saja." Qin Yan hanya tersenyum percaya diri lalu menyuruh Xiu Xiu untuk pergi membawa koin.
Pertarungan pertama adalah salah satu anggota mereka. Bukan ketuanya. Anggota dari kerajaan Asmosfor adalah seorang pria kurus dengan wajah pucat. Sementara lawannya adalah pria 21 tahun yang kelihatan banyak gaya.
Ketika bertarung, mereka berdua bergelut cukup intens. Dari apa yang dilihat, kedua seperti seimbang.
"Ada disalah satu mereka yang akan tewas." Gumam Qin Yan, Lin Fin dan yang lain hanya mendengarkannya saja. Mereka terlalu fokus pada pertarungan itu.
Tiba tiba datang seorang pria setengah baya mendatanginya. Meskipun umurnya sekitar 35 tahun, namun ia memancarkan aura cendikiawan yang cerdas dan penuh pengetahuan. Tapi terkesan licik dan suka merayu.
"Anda terlihat percaya diri sekali anak muda. Maukah anda bertaruh?"
Ketika ada mengajaknya berbicara, Qin Yan berbalik. Mendapati pria yang tengah memakai kata mata emas. Hanya saja, kaca mata itu hanya menutupi mata Kanannya. Tali emasnya berhubung ketelinga.
"Bertaruh?" Tanya Qin Yan, pria itu mengangguk pelan.
"Ya. Bagimu siapa diantara mereka yang akan tewas?"
"Hm... Terlihat menarik. Baiklah, aku akan memilih. Anak berwajah pucat itu akan mati."
Jawaban Qin Yan membuat alis pria itu menyerngit. Bahkan Lin Fin dan Jung Kyun disamping langsung terkejut. Apa apaan, Qin Yan memilih anak berwajah pucat itu sebagai pemenang, namun disaat bersamaan anak itu juga akan mati. Masuk akal dimana?
Hal yang sama juga dipikirkan oleh pria itu. Akibatnya, ia menganggap Qin Yan sebagai idiot goblok. Tapi, dialah yang pertama datang. Maka tidak sopan jika dia pergi begitu saja.
__ADS_1
"Berapa tawaranmu?"
"50 ribu koin. Kalau tak berani lebih kita batalkan saja."
Pria itu mengira Qin Yan memprovokasinya. Makanya ekspresinya jadi tak senang.
'Dasar goblok. Kita lihat saja bagaimana reaksimu nanti jika kalah.'
"Baiklah, sepakat. Aku akan memilih kalau pria itu tidak mati. Namun dia tetap kalah."
Taruhannya sudah disepakati. Lin Fin dan Jung Kyun tak bisa apa apa. Mereka hanya menghela napas sambil menonton pertarungan. Ketegangan ini, mereka semua merasakannya. Terkecuali Qin Yan yang hanya diam dan tenang. Bahkan, pria itu sampai heran dibuatnya.
'Anak ini... Aneh. Dia sangat tenang. Temperamennya jarang dimiliki banyak orang.' Mau tidak mau, pria itu pun juga memandangi Qin Yan dengan kagum.
Pertarungan berlangsung lebih sengit lagi. Keduanya tampak sekarat. Pada akhirnya, peserta dari kerajaan Greenland mengeluarkan sebuah benih. Benih itu tumbuh dan menjalar. Sampai akhirnya melukai lawan dengan cukup sadis.
Namun wasit, datang menengahi. Setelah peringatan kecil, keduanya tetap bertarung.
Kedua bela pihak mulai khawatir. Mereka memberi isyarat agar peserta tersebut menyerah, karena bisa jadi nyawa mereka akan melayang. Hanya saja, pria pucat dari kerajaan Asmosfor terlalu terprovokasi oleh peserta dari kerajaan Greenland. Akibatnya, pertarungan tidak berhenti semudah itu.
Pertarungan akhirnya mencapai puncak, dimana pria pucat terikat oleh kumpulan tumbuhan menjulang diatas sana. Darah merembesnya kemana mana, sementara kelompok mereka mulai khawatir.
Ternyata, hal yang tidak terduga terjadi. Pria pucat itu tiba tiba menggila, semua orang tahu kalau dia menggunakan jurus rahasia. Yang terjadi setelahnya, pria pucat itu hampir membunuh lawannya.
Untungnya peserta dari kerajaan Greenland dengan cepat mengakui kekalahan. Wasit pun datang menyematkannya, hanya saja pria pucat itu tidak berhenti. Hingga akhirnya, ketuanya sendiri datang dan membunuhnya.
"Kau sudah melakukan tugasmu."
Semua orang yang mendengar itu jadi terkejut bukan main. Seorang ketua membunuh anggotanya sendiri. Benar benar kejam sekali. Namun ekspresi pria itu biasa biasa saja. Itu terlihat jelas, kalau ia sudah melakukannya banyak kali. Meskipun ia mendapat cemoohan dari banyak orang. Namun pria itu tetap tidak terpengaruh .
Samar samar, Qin Yan melihat. Darah orang yang terbunuh mengalir dan masuk kedalam lengan baju pria. Qin Yan berasumsi, pasti karena senjata Sabit darah yang dikatakan oleh Jung Kyun.
Kemudian Qin Yan berbalik, pada pria disampingnya. Ia mengulurkan tangan, meminta uang.
"Aku menang."
Pria tersebut mendesah kesal, wajahnya muram. Mana bisa ia kalah dalam taruhan ini. Dipikir berapa kali pun ia masih tak mengerti, mana mungkin ia salah menebak. Apakah anak ini dapat menentukan masa depan?
Namun ia tak bisa melakukan apa apa, lagian koin 50 ribu bukanlah apa apa untuknya.
Namun, sebelum ia menyerahkannya pada Qin Yan. Pria itu menarik koinnya kembali.
"Bagaimana kalau kita bertaruh lagi. Siapa yang menang dalam pertandingan selanjutnya. Jumlah taruhannya akan digandakan."
"Sepakat!" Tanpa pikir panjang Qin Yan langsung menyetujuinya. Hal yang tidak diketahui bahwa Qin Yan saat ini sebenarnya tidak mempunyai uang sama sekali. Karena semua uangnya digunakan dalam pembangunan kerajaan. Namun ia beruntung bisa melihat pria idiot ini datang cuma dan memberikannya uang.
Lin Fin dan Jung Kyun semakin cemas disamping. Qin Yan sudah terjebak terlalu dalam. Apalagi melihat seringai jahat diwajah pria itu, membuat mereka tak tenang. Namun Qin Yan tetap menghentikan mereka. Dan mengatakan tidak apa apa.
Akhirnya, pertarungan berlanjut. Pertarungan kedua dimenangkan oleh kerajaan Greenland. Dan babak ketiga adalah pertarungan antar kapten.
Pertarungan sangat sengit dan intens, keduanya mengeluarkan semua yang dimilki. Tidak tanggung tanggung, pertarungan pertama ini sangat menghibur penonton.
Qin Yan lebih memperhatikan pria yang bernama Shi Jang. Dia adalah ketua kerajaan Greenland. Sesuai apa yang dikatakan Jung Kyun, anak itu mempunyai kendali tentang tumbuhan. Namun, tumbuhan itu dapat menghisap darah manusia dan memperkuat penggunaannya. Hal ini menjadi kelemahan bagi Lao Fu si pengguna darah.
Pada akhirnya pertarungan pun dimenangkan oleh kerajaan Greenland. Hal yang menakjubkan yaitu Qin Yan banyak memeras uang dari pria yang mendatanginya.
Semakin dia kalah, semakin dia menggandakan uangnya. Akibatnya, Qin Yan meraup keuntungan sebesar 500 ribu koin karena melewati empat babak. Ditambah dengan taruhan di bandar judi, Qin Yan memenangkan setidaknya 5 juta lebih koin emas.
Pertarungan grub selanjutnya, pria itu sudah menghilang entah kemana. Jung Kyun dan Lin Fin hanya bisa tertawa lucu saat melihat itu, tentunya pria tersebut melarikan diri karena sudah kehabisan uang.
Dipertarungan kedua ini, taruhannya agak membosankan. Pasalnya, yang bertarung kali ini adalah kelompok kerajaan Busur Surgawi. Dan lawannya hanyalah kerajaan kecil, akibat mereka dengan mudah dikalahkan. Lagi pula, semua taruhan dibebankan pada kerajaan Elit ini. Maka semua tampak tidak menyenangkan.
__ADS_1
Akhirnya, waktu pertarungan kelompok Qin Yan akhirnya tiba.