LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Pintu masuk


__ADS_3

Qin yan pun berdiri, mengeluarkan pisaunya.


"Hei, apa yang kau temukan. Berbaliklah, disini ada paman Ning." Jia ya semakin kesal melihat Qin yan yang terus mengabaikannya.


"Kak, apapun yang terjadi kalian jangan mengkutiku. Tunggu aba abaku, baru kalian bisa bertindak." Qin yan hanya tersenyum padanya sebagai balasan, melepaskan tangan wanita itu.


"Hm..? Apa maksudmu, Apa! Pangeran!" Wajah Jia ya langsung terbelalak, melihat Qin yan melompat kebawah.


"Pangeran! Itu berbahayaaaa!" Teriak Jia ya, ia ingin menyusul Qin yan namun ditahan oleh Xing yun. Bukan main, memangnya siapa juga yang ingin lompat kesana. Itupun kalau ada, mereka akan terbang. Bukan melompat bunuh diri seperti yang Qin yan lakukan, bahkan tidak mempunyai kultivasi apapun.


"Dia melompat? Apa dia gila?" Begitu pula dengan gadis tuanangan Qian yu beserta pamannya. Tindakan nekat Qin yan membuat mereka tidak habis pikir, jurang yang begitu dalam kira kira tiga ratus ribu meter. Qin yan lompat begitu saja.


Tentu saja tindakan Qin yan membuat semua orang jadi heboh, walaupun ini malam hari. Namun semuanya melihat dengan jelas, seorang anak lompat kedalam magma.


"Wah, pangeran Qian yu ingin bunuh diri." Qian san sendiri dari ikut menganga, rasanya Qin yan jatuh begitu lama sampai kepermukaan. Namun, ia juga tersenyum, itu berarti ia akan mati jika masuk kedalam cairan panas itu.


"Tuk. Tuk tuk tuk tuk." Qin yan langsung mendarat diatas lava, anehnya ia tidak terggelam dalam cairan itu. Malah berpijak diatasnya.


'Pijakan air.' Rupanya Qin yan menggunakan teknik miliknya, teknik yang bisa digunakan untuk berpijak diatas air maupun di atas cairan manapun. Meskipun seseorang tidak mempunyai meridian untuk berkultivasi tapi bisa melakukan teknik ini.


Qin yan terus berlari, anehnya, tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan Qin yan. Ia berlari berliku liku, berlari kedepan, kemudian berbalik lompat kebelakang, lalu kesamping kanan atau kiri. Begitulah seterusnya.


"Hah, apa yang dilakukan orang bodoh itu. Kenapa ia hanya berputar putar disana?" Semua orang pada bingung, bahkan tidak sedikit orang yang menganggapnya bodoh. Terkecuali, seorang master pola prasasti yang tengah berdiri diantara mereka tanpa ada yang ketahui.


Ia sedang seriusnya memperhatikan langkah Qin yan.


"Hm... Jadi begitu. Ternyata itu adalah akar pemasalahan ini rupanya. Siapa anak itu, selama ribuan tahun tidak ada mampu memecahkan teka teki itu. Bahkan klan Medusa sekalipun." Ahli master pola itu merupakan seorang wanita, begitu mudah terlihat 40-an. Namun sebenarnya umurnya sudah ratusan, karena ia adalah ahli Jenderal dari Kerajaan Wanshou.


Tiba tiba seekor kucing lucu yang sedang tertidur kini terbangun dibahunya. Matanya ungu, dan didahinya terdapat lambang Trisula malaikat. Dan anehnya, ahli tingkat raja itu malah menghormati kucing itu.


"Nona Zue er, perhatikan langkah anak itu baik baik. Itu adalah kunci untuk masuk kesana."


Seketika kucing itu langsung menggangguk, mata ungunya menyala, mengidentifikasi langkah langkah Qin yan.


'Anak itu menarik.' Ahli tingkat Jenderal tersebut tersenyum dengan begitu penasaran, apakah Qin yan berhasil atau tidak melewati rintangan itu.


Untuk melewati jurang tersebut, tidak bisa dilewati dengan cara terbang. Banyak sekali para ahli yang melewatinya dengan cara itu. Namun, mereka semua langsung menjadi mayat dan menjadi persembahan dalam magma tersebut. Makanya ia juga berpikir baik baik untuk melewatinya.


"Oh, dia berhasil?" Matanya langsung terbelalak, melihat Qin yan berhasil mencapai pinggir pintu masuk goa itu.

__ADS_1


"Hah hah hah." Qin yan beristrahat disana, menyeka keringatnya yang bercucuran.


'Cukup sulit juga melewatinya.' Ia menggeleng gelengkan kepala melihat kondisinya saat ini. Jika tubuhnya tidak tersegel, dia tidak akan bisa kehabisan tenaga seperti ini.


Kemudian ia juga memaksakan diri untuk bangkit, menatap Xing yun dari atas sana. Memberikan beberapa isyarat padanya.


"Hei, pegang tanganku." Xing yun langsung memegang tangan Jia ya, menjawab isyarat Qin yan dari kejauhan.


"Apa apaan kau." Wajah Jia ya sedikit memerah, saat Xing yun menarik tangannya.


"Lakukan saja apa yang kusuruh." Senyum Xing yun dengan percaya diri, pandangannya kearah Qin yan.


'Sekarang sudah begini. Mari kita lakukan tahap kedua.' Qin yan mengeluarkan sebuah kuas, mulai mengukis pola ditempat ia pijak.


'Di-dia... Master pola prasasti?' Ahli raja yang ada disana, matanya terbelalak sekali lagi.


'Begitu muda sekali, aku harus menelusuri latar belakangnya.' Diam diam ia juga menandai wajah Qin yan, untuk ditelusuri setelah perburuan ini. Tentu saja, ia sudah terpukau oleh keahlian Qin yan diumur semuda itu.


'Selesai.' Qin yan memasikan kembali kuasnya.


"Pola segel, diaktifkan!" Bersamaan dengan ia mengaktifkan segelnya, tulang jiwa dikaki Xing yun langsung terasa nyeri. Tapi itu bukan apa apa baginya. Selama dua tahun ini, ia berada dibimbingan Qin yan. Anak itu mengajarkan beberapa hal aneh yang bahkan mereka tidak tau selama ini. Tidak, sebenarnya pengetahuan mereka terlalu sempit. Jika dibandingkan dengan pengetahuan Qin yan bagaikan harta.


"Haish... anak itu, pemikirannya tidak masuk akal. Tapi faktanya memang tidak bisa dibantah lagi." Kaki Xing yun kemudian bersinar tersinar, membuat orang yang melihatnya jadi terkejut.


'Apa yang terjadi pada kaki orang ini.' Batin Jia ya dengan alis berkerut, cahaya putih langsung mengepul mereka berdua, bersamaan dengan cahaya putih yang menyala dipola segel dekat Qin yan.


Detik berikutnya mereka berdua menghilang dan muncul didekat Qin yan.


"Apa! Apa yang terjadi." Jia ya terperangah, memeriksa tubuhnya dari atas hingga kebawah. Kemudian menatap Qin yan tak percaya. Kini Xing yun juga melepaskan tangannya.


"I-ini, kita berteleportasi?" Memikirkannya bahkan membuat tidak mengerti lagi.


"Qin... Tidak maksudku pangeran. Kalau masalah untuk sampai disini bukankah bisa berteleportasi atau terbang? Kenapa harus pakai cara khusus?" Tanya Xing yun dengan bingung.


"Masalahnya ada dilautan magma itu." Qin yan menuju kearah lautan lava.


"Disana terdapat segel formasi tingkat tinggi, dimana tingkat kaisar pun tidak akan bisa melewatinya. Formasi itu tampaknya dibuat dari gabungan beberapa ahli tingkat Kaisar. Dan yang penting lagi, mereka memakai segel kuno, sehingga terbang ataupun berteleportasi tidak akan mempan dan hanya menyebabkan kematian."


'Dia bisa memprediksi sampai sejauh ini hanya dengan mengamati?' Batin Xing yun dengan heran, apalagi Jia ya, wajahnya sudah penuh keringat dari tadi. Menatap Qin yan dengan ngeri, tampaknya Qian yu yang dulu ia kenal tidak semengerikan ini.

__ADS_1


"Jadi, apa yang kita lakukan setelah ini." Tanya Xing yun lagi. Melihat Qin yan menunjuk kearah kedua patung manusia setengah ular.


"Mereka berdua berada ditahap Saint, aku tak bisa mengalahkannya sendirian kan?" Senyum Qin yan.


"Pangeran, tampaknya kau salah prediksi. Mana mungkin kita mengalahkan tingkat Saint?" Alis Jia ya langsung berkerut mendengarnya.


"Tenang saja, lakukan sesuai dengan aba abaku. Kalian mempunyai elemen cahaya, dan itu yang paling dibutuhkan dalam hal ini."


Jia ya langsung menelan ludahnya sendiri melihat Qin yan yang tampak percaya diri. Ia masih ragu dengan perkataannya, namun Xing yun datang memegang bahunya.


"Tenang saja, percaya saja pada anak itu."


Jia ya pun menggangguk pelan, apapun yang terjadi. Prioritasnya adalah pangerannya, dan tugasnya adalah melindungi pangeran sampai nyawa terakhir dari musuh musuhnya.


Qin yan pun berjalan masuk kearah pintu tersebut, saat memasuki domain dari kedua patung penjaga itu. Ukiran lantai pun menyala, diikuti dengan mata mereka yang juga langsung aktif. Patung itu bergerak, mengangkat tombak mereka, menyerang Qin yan.


"Pangeran!" Jia ya pun maju, untung Xing yun memegangi tangannya. Mengisyaratkannya untuk bersabar, dibawah wajah wanita itu yang penuh kekhawatiran.


'Gerakan kilat!' Dengan secepat kilat, Qin yan menghindari serang mereka.


'Itu dia!' Dengan cepat pula Qin yan juga menyalakan salah satu obor yang mati di samping pintu masuk tersebut. Kiri kanan, pintu masuk itu sebenarnya terdapat dua obor. Namun satunya menyala dan satunya padam, sekali dilihat saja, Qin yan pun tahu kalau itu adalah kuncinya.


Disaat bor itu menyala, segel yang ada dilautan magma juga mulai nampak dan bersinar. Mulai dari tempat Qin yan berpijak, sampai kepintu masuk tersebut. Segelnya menyala, namun kedua patung itu masih bisa bergerak. Mereka kemudian menyerang Qin yan, karena dia telah menjadi sasaran empuk akibat tak bisa bergerak lagi.


"Lakukan sekarang!" Teriak Qin yan.


Cincin hitam ditangan Xing yun dan Jia ya langsung bersinar. Percikan cahaya pun muncul ditangan mereka. Mereka berdua saling berpegangan tangan.


"Elemen cahaya! Keagungan cahaya!" Cahaya putih pun langsung memenuhi mereka, menutupi pandangan orang lain.


"Apa yang terjadi pada mereka?" Semua orang bertanya tanya, karena mereka tidak bisa melihat apapun.


Disaat cahayanya menghilang, barulah terlihat kalau kedua patung itu sepenuhnya menjadi batu. Qin yan kemudian berjalan, menghantam kedua patung itu. Mengambil salah satu mata mereka yang bersinar masing masing, kemudian menempelkan kedinding dimana ada satu mata yang terus terusan berkedip. Mata itu yang menarik perhatian Qin yan tadi.


Setelah ditempelkan, maka sempurnalah kunci itu. Sebuah relief ratu medusa dengan tiga mata yang bersinar, mampu membuka pintu yang selama ini terkunci. Pintu itu terbuka sendirinya dengan pelan.


Setelah itu, Qin yan jadi menghela napas lega, menatap mereka berdua yang tengah ternganga.


"Ayo masuk, tunggu apalagi."

__ADS_1


__ADS_2