LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
masa lalu


__ADS_3

Xie Xie menjawab. Tetapi pria itu malah tersenyum dingin.


"Hm...? Tapi aku tidak menginginkannya. Aku adalah kapten mereka. Dia tidak akan pergi sesuai perintahku."


"Zaoba! Sudah kubilang jangan campuri urusan orang lain!" Gadis itu berusaha menghempaskan tangan pria itu. Namun karena kekuatannya yang kuat, tangan pria itu tak bisa dilepaskan.


Cincin gadis itu pun bangkit, cincin abu abu melayang naik. Tapi cincin abu abu pria itu juga naik. Dia juga berada diperingkat Saint.


"Apakah kau akan menentang perintah kapten?"


"Persetan dengan perintahmu, kau tidak masuk akal. Kenapa kau menghalangi seseorang? Aku hanya ingin berbicara dengannya!"


"Tetap saja aku tidak mau."


Pertengkaran keduanya menarik perhatian orang orang sekitar. Manajer yang datang langsung berkeringat panik ketika melihat itu. Mereka berada tidak jauh dari pintu masuk pelelangan. Masih berada di taman, ini benar benar akan menjadi masalah besar jika seandainya mereka bertarung. Dan yang paling penting, pria yang menahan gadis itu berasal dari keluarga Zao. Keluarga militer terkuat dikerajaan ini. Tapi bagaimana dia harus menghentikan mereka. Selama mereka tidak bertarung itu tidak apa apa. Sepertinya mereka hanya melakukan pertengkaran kecil antar para kekasih.


Melihat tingkah mereka, Xie Xie kesal. Dia hendak maju dan memukul pria itu namun Qin Yan menghentikannya. Akhirnya Xie Xie mundur. Dia tahu, bahwa Qin Yan jauh lebih tau mana yang lebih terbaik.


Qin Yan maju dengan senyumannya yang berbisa. Memegang pundak pria itu dan mendekatkan wajahnya padanya.


Anehnya ketika disentuh, pria itu malah seperti merinding.


"Tuan, sepertinya anda harus dewasa sedikit. Mereka hanya mau berbicara, anda tidak perlu curiga."


Wajah pria itu pucat. Keringat menetes. Seperti dalam keheningan, bisikan Qin Yan seperti akan membunuhnya kapanpun dia mau. Dia tidak pernah setakut ini sebelumnya. Dia punya banyak ahli kuat dikeluarganya. Tapi didepan pria ini, Zaoba benar benar tidak bisa mempertahankan keberanian nya.


Tanpa sadar dia melepaskan tangannya yang memegang tangan gadis itu. Zaoba diam seperti patung, tidak berani menatap Qin Yan.


"Ayo pergi." Qin Yan berbalik dengan santai. Masalah teratasi. Fei wu agak terkejut melihat pria keras kepala didepan begitu penurut. Namun dia tidak memperdulikan itu, setidaknya ada orang lain yang mampu menekannya.


Mereka pun pergi. Hanya tersisa, kelompok tentara pria dan manajer di halaman.


"Kak Zao. Ada apa? Mengapa anda diam saja. Pria itu membawa Fei wu!" Salah temannya mendesak pria itu. Namun ekspresi pria itu tak berubah. Tetap diam dengan kaku.


Setelah manajer pelelangan memperhatikan lebih lanjut. Ternyata dia melihat ketakutan yang super dalam Dimata pria itu. Dia tertegun, keringatnya menetes dipipi.


'Aku tak pernah melihat tuan Zaoba setakut ini.'


Qin Yan membawa Fei wu kembali masuk kekamar yang mereka sewai. Disana, Xie Xie dan Fei wu diijinkan untuk masuk dan berbicara berdua saja. Sementara yang lain menunggu didepan untuk berjaga.


Xie Xie duduk di pinggir tempat tidur, sementara Fei wu berdiri disamping jendela.


Wajah gadis itu sudah banyak berubah. Namun Xie Xie tetap mengenalnya karena wajahnya masa kecil gadis itu ada dikepalanya. Jika dulu dia adalah anak yang ceria dan suka bandel, maka sekarang dia adalah anak yang pendiam dan suka pemarah. Xie Xie tahu perubahan ini, pasti yang terjadi dimasa lalu tidak sesederhana yang dia pikirkan.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Xie Xie bertanya. Gadis itu melihatnya dengan tatapan sebelah mata.

__ADS_1


"Kau benar benar Ingin mengetahuinya?"


"Ya." Jawaban Xie Xie sangat serius.


Gadis itu menghela napas. Dia mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpannya.


"Sebelum ayah ditangkap oleh mereka, dia menitipkan surat ini padaku agar kuberikan untukmu jika ketemu nanti."


Xie Xie mengambil surat kecil itu. Dia memandangi Fei wu sejenak, kemudian dengan pelan membuka kertasnya.


"Xie Xie, maafkan aku telah berbohong padamu selama ini. Aku bukanlah ayah kandungmu. Ibumu juga bukan ibu kandungmu. Beberapa tahun yang lalu, ibumu dikejar oleh anak buah keluarga Xie, salah satu keluarga kuat dari kerajaan Great Blaze. Ibumu menitipkanmu padaku, aku pun merawatmu. Tapi ibumu, aku tidak tau bagaimana kabarnya. Maafkan paman, paman hanyalah pria tidak berguna yang sama sekali tak bisa menyelamatkan ibumu. Tapi, aku yakin sampai sekarang. Bahwa ibumu masih hidup."


Xie Xie terdiam beberapa saat setelah membaca surat itu. Matanya memerah dengan tangannya gemetar. Terlihat air mata ingin mengalir tapi Xie Xie menahannya sekuat tenaga.


"Ja-jadi...! Selama ini..."


Fei wu yang melihatnya hanya menghela napas.


"Setelah ayah dan ibu menitipkanmu ke panti asuhan. Kami melarikan diri sampai ke kerajaan ini. Hanya saja, ketika diperbatasan, kami berhasil ditangkap. Demi menyelamatkanku, ibu harus tewas ditangan mereka. Dan ayah, aku tidak tau bagaimana keadaannya sekarang ini. Aku tidak tau apakah dia masih hidup atau tidak." Tangan gadis itu gemetar dengan kemarahan yang tidak tertahankan. Saat itu, Xie wu melarikan diri sejauh jauhnya dan semampunya setelah dia melihat ibunya terbunuh didepan matanya. Dia berhasil sampai dikerajaan Angin barat berkat ayahnya yang juga mati matian menahan mereka.


Gadis itu hidup sendirian disini. Untuk mendapatkan makan dan minum ia harus berusaha keras. Untungnya dia berhasil masuk ke salah satu akademi ternama dikerajaan ini dan berhasil mencapai profesi ini dengan jerih payahnya sendiri.


Xie Xie tercengang mendengarnya. Tidak disangka, gadis itu mengalami hal yang tidak kalah mengerikannya dengannya.


"Maafkan aku. Ini semua salahku." Akhirnya Xie Xie mengerti. Mengapa saat itu keluarga Xie mengejar mereka. Dan semua itu karena dirinya yang mengatakan kalau marga namanya sama dengan keluarga itu.


Qin Yan dan lainnya menunggu di luar akhirnya mendengar suara pintu terbuka. Fei wu ternyata sudah keluar dengan wajah datar dan dingin. lalu disusul oleh Xie Xie dengan wajah murung dan sedih.


Qin Yan, Xiu Xiu dan Tang Liu mendekatinya. namun anak itu hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata pelan.


"Berikan waktu untukku sendiri." Dia pun pergi tanpa menoleh kemereka. Tapi tidak ada juga yang menghentikannya atau mengejarnya.


Qin Yan dan yang lain memilih untuk pulang ke kediaman keluarga Xiu. Sementara Xie Xie, tidak tau dia sedang pergi kemana. Rupanya dia berada disebuah tempat bermain anak anak dan tengah duduk melamun disana.


"apakah kau mengalami masalah anak muda?" wanita paruh baya yang pernah ditabrak Xie Xie tadi datang dan duduk disampingnya. Xie Xie menoleh melihatnya. sebenarnya dia sudah banyak melihat wanita ini berkali-kali. wanita ini sering lewat di pasar, dia selalu membawa sebuah keranjang kecil di punggungnya. terkadang, Xie Xie melihat isi di dalam keranjang itu. entah itu buah, kayu, sampai beberapa hewan kecil.


tampaknya wanita ini mencari makanan di gurun. namun apapun yang dia lakukan, dia selalu bisa mendapatkan uang untuk membeli roti.


pakaian wanita itu sangat lusuh, kulitnya begitu kusam. ia kelihatan seperti seorang nenek-nenek. tapi tidak terlalu begitu tua. Karena hanya ada beberapa keriput diwajahnya.


Xie Xie menghela napas.


"Entahlah. Aku hanya ingin bertanya. Mengapa hidupku seperti ini?"


"Hm...? Kau bertanya tentang alasan hidupmu yang terlalu menyedihkan?" Xie Xie tidak menjawab, melainkan hanya diam menatap langit. Wanita tua itu tersenyum.

__ADS_1


"Di lihat dari kekuatanmu, kau anak yang kuat. Aku beberapa kali melihatmu bertarung. Kultivasimu tidak buruk. Ayah dan ibumu pasti bangga memiliki anak jenius sepertimu."


Xie Xie tertawa pahit.


"Aku tidak punya orang tua. Hanya mempunyai masa lalu yang kelam."


Kini giliran wanita itu yang terdiam. Dia pun mengambil sebuah batu di dekatnya. Lalu memainkan baru itu ditangannya.


"Semua orang juga pasti begitu. Pasti memiliki masa lalu. Kebanyakan orang kuat mempunyai masa lalu yang kelam. Kalau tidak begitu, bagaimana bisa tujuan kita mencapai puncak dari hasrat? Selalu ada dorongan ketika ingin mencapai sesuatu. Ada yang bilang balas dendam, ada yang bilang ini menjadi yang terkuat. Semuanya rata rata seperti itu. Tinggal seperti apakah tindakannya yang akan merubahnya seperti apa." Xie Xie tetap diam, tapi wanita itu masih tetap tersenyum.


"Apakah kau mau mendengar sebuah cerita?"


Baru setelah itu, Xie Xie pun mendongak. Karena tidak punya pekerjaan dan keinginan, anak itu mengangguk.


Ibu itu menceritakan sebuah kehidupan seorang gadis miskin yang ingin bertahan hidup. Ceritanya cukup panjang, singkatnya, dalam cerita itu ia menceritakan kehidupan seorang kakak beradik yang hidup mereka hancur karena kemiskinan. Bermula dari ayahnya yang meninggal karena tak punya uang untuk berobat. Sampai tradegi kelam dimana gadis itu membunuh seorang pria yang tengah memperkosa dan menganiaya ibunya. Demi agar keluarganya bertahan hidup, ibunya menjadi tulang punggung keluarga dan menjadi pelacur. Setelah kematian ibunya, anak gadis itu mulai mengikuti langkahnya.


Karena ia sudah mengetahui kenyataan bahwa begitu kejamnya dunia ini. Yang lemah akan tertindas, dan yang miskin akan tersiksa. Dia banyak melihat status dan tipe manusia. Ada yang kaya, bangsawan, apalagi anggota kerajaan. Ada juga yang miskin, atau yang lebih rendah yakni seorang budak. Dari kedua kelompok manusia itu, ia mulai membedakan tipe tipe mereka. Ada yang licik, kejam, tegas. Sangat sedikit manusia didunia ini yang mempunyai hati nurani.


Kultivasi gadis itu terlalu lambat untuk berkembang. Itu dikarenakan dia tidak memiliki sumber daya. Dan untuk mendapatkan sumber daya dibutuhkan uang. Suatu hari, dia tiba tiba diculik oleh beberapa bandit lalu ia dijual ke pusat perdagangan manusia. Dia dibeli oleh seorang bangsawan Dan kali pertamanya di ambil oleh seorang tuan muda tersebut. Tak sengaja ia hamil karena masih belum berpengalaman. Gadis itu memilih untuk melarikan diri. Dia dikejar dan menjadi buronan. Untungnya, dia masih mempunyai adik laki laki. Dan bahkan sempat melahirkan anak itu.


"Itu adalah cerita 21 tahun yang lalu. Kalau di pikir pikir, anak dari gadis itu pastilah seumuran denganmu. Tapi, tidak tau dimana dia dan bagaimana keadaannya sekarang. Dia juga pasti mengalami kehidupan yang berat." Wanita tua itu akhirnya menyelesaikan ceritanya. Ternyata sedari tadi, Xie Xie mendengarnya dengan antusias.


"Aku tak menyangka kehidupan gadis itu akan semiris itu. Memang benar, dunia ini benar benar kejam."


Wanita itu tertawa.


"Didunia ini, masih banyak orang orang yang mempunyai masa lalu kelam. Jika itu memungkinkan, akan lebih lebih kelam dari masa lalu mu. Namun, apa yang mereka lakukan. Dalam keputusasaan mereka banyak yang berjuang demi bertahan hidup agar tak tertindas. Mereka bahkan menggunakan segala cara. Namun, kau tau? Ada saat dimana manusia akan mengorbankan apa saja yang dia miliki demi orang yang disayanginya. Contohnya gadis yang kuceritakan tadi. Dia mengeluarkan semua apa yang dia miliki agar bayinya tetap hidup. Itulah tingkat tertinggi dalam hidup manusia. Meski banyak masalah yang kau hadapi, kau pasti akan melawan mereka jika kau punya sesuatu untuk diperjuangkan. Kau pasti akan mengalami itu. Akan ada saatnya kau mengalami hal tersebut. Yang penting, kau jangan menyerah. Kau harus tetap kuat untuk mengatasi kerasnya hidup. Maka dari itu, yakinlah pasti ada jalan untukmu. Jika tidak ada, buatlah jalan itu sendiri."


Xie Xie menghela napas ketika mendengar cerita itu. Dia semakin berpikir. Tujuan? Apa tujuannya sebenarnya dalam hidupnya. Semua ini, bermulai dari dirinya. Masalahnya adalah identitas nya.


Disaat dia tengah berpikir. Tiba tiba wanita itu mengusap kepalanya.


"Tenanglah, semuanya pasti akan baik baik saja. Kau hanya perlu istirahat, kau pasti sangat lelah kan?"


Tiba tiba Xie Xie menjadi nyaman. Entah kenapa, Xie Xie merasakan perasaan yang akrab pada wanita ini. Tapi, ia tidak tau apa itu. Dia pun menarik napas dan menghembuskannya.


"Aku... Punya seorang paman. Tapi selama ini, dia merawatku sebagai ayah. Keluarga kami awalnya bahagia. Hingga akhirnya, aku membandingkan margaku yang sama dengan keluarga bangsawan. Akibatnya, keluarga bangsawan tersebut tersinggung dan tak terima. kami pun diburu. Dan disitulah mimpi burukku dimulai."


"Hm...? Memangnya apa marga namamu? Mengapa hidupmu hancur hanya karena sebuah nama?"


Xie Xie menjawab dengan pelan.


"Xie Xie. Paman bilang, ini adalah nama yang diberikan oleh ibuku sebelum ia menyerahkan ku padanya. Entah apa yang terjadi saat itu, tapi kurasa kelahiranku sangat tidak diinginkan."


Mata wanita itu membesar.

__ADS_1


"Siapa nama pamanmu itu?" Pertanyaannya yang begitu tiba tiba membuat Xie Xie terkejut.


"Paman? Kalau tida salah namanya...."


__ADS_2