LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Bala bantuan menghancurkan kota


__ADS_3

Jauh dari kota, seorang pria kekar. Wajahnya dilapisi tengkorak banteng sebagai penutup wajah. Menuju ke jalan masuk bagian timur kerajaan dengan mengendarai gajah. Ia memikul sebuah palu raksasa, dan tatapannya sangat garang diikuti bekas luka menyeramkan diwajahnya.


Dengan kecepatan yang sangat mengerikan, ia melaju tanpa henti. Menghasilkan debu dibelakang.


Tiba tiba seorang wanita seksi yang hanya memakai bra dan celana pendek sebatas paha, melewatinya didepan. Ia mengendarai seekor elang berkepala botak. Wanita itu juga memakai tengkorak burung sebagai penutup wajahnya, bibirnya hitam dan ia tersenyum kepada pria kekar tersebut.


"Tampaknya didepan ada beberapa penjaga. Apa yang kita lakukan?" Tanya wanita itu.


"Bantai saja." Berkata pria kekar itu dengan tenang, membuat wanita itu tersenyum tipis.


"Apa tadi?" Tanyanya lagi.


"Kubilang, bantai saja mereka."


Setelah ia mengatakan itu, sebuah bumerang hijau melaju dengan cepat ditengah tengah mereka berdua.


"Huh! Ada penyerangan!!" Seorang penjaga pos yang paling depan berteriak dengan keras. Ia membunyikan lonceng sebagai tanda untuk penjaga pos lain.


"Trilililing" Belum lama ia membunyikan bel tersebut, kepalanya langsung terputus akibat bumerang yang melesat dengan cepat.


"Hah! Apa yang terjadi didepan sana?" Berkata penjaga pos bagian kedua. Ketika mendengar bunyi peringatan lonceng, mereka pun jadi waspada. Melihat sebuah bumerang yang menuju kearah mereka, cincin hitam mereka pun akhirnya bangkit. Hendak menangkis bumerang itu. Namun tiba tiba bumerang tersebut berubah menjadi pria kurus yang lidahnya begitu panjang dipenuhi cincin cincin menghiasi wajahnya. Dengan dua bumerang ditangannya ia langsung menebas mereka semua.


"Hahahaha..." Tawanya dengan senang.


"Slash slash" Setelah beberapa orang dipos tersebut dibunuh, ia pun melompat dan menuju kepos lain. Cincin emasnya bangkit, lalu melempar bumerangnya kedepan. Bumerang itu membesar dan menyapu semua yang ada.


"Haaah, dia sudah duluan rupanya." Kedua rekannya dibelakang hanya menghela napas dengan kecewa, penjaga pintu ini benar benar lemah.


Tiga jenderal iblis, mereka bertiga adalah orang yang terkenal akan kesadisan dan pembantaian tanpa rasa kasihan dari sekte Darkdemon. Ketiga iblis ini bahkan mempunyai julukan masing masing, Marmot, Crow, dan eagle. Ketiganya adalah ahli Kaisar tingkat menengah dan merupakan ahli terpecaya yang dikirim oleh Cui xie untuk membantai kerajaan Sunmoon. Bukan hanya mereka bertiga yang dikirim, tapi ratusan prajurit yang terdiri dari beberapa tingkat Kaisar awal, puluhan prajurit tingkat raja, lalu ratusan lain tingkat Jenderal. Melaju dengan cepat menyusul mereka.


Ketika mereka memasuki kerajaan Sunmoon, semua jadi rata. Baik itu bangunan, hutan, pohon, atau pun jalan tersendiri. Mereka mengamuk dengan sejadi jadinya.


Diruangan gelap tanpa cahaya, Lui cha berdiri dihadapan Cui xie yang tengah duduk.


"Kalau bukan informasi yang dikirim oleh sekte Racun, kita mungkin tidak pernah menyadari hal ini. Tapi, sekarang belum terlambat bagi kita untuk menghancurkan kerajaan anak itu. Dia harus mati, tidak ada kesempatan kedua baginya selain dua tahun lalu. Jika dia tetap dibiarkan begitu saja, mungkin sekte kita yang akan hancur."


Cui xie mengangguk setuju mendengar itu. Tiba tiba seorang pria tua berambut hijau maju didepan mereka.


"Mungkin aku juga harus menyusul mereka." Berkata pria tua itu dengan tenang.


"Tetua You Jan, anda tidak bercanda kan?" Tanya Lui cha dengan penuh keterkejutan, namun pria tua itu hanya menatapnya dengan tajam, membuat Lui cha berkeringat dingin.


"Hm... Dari dulu, 100 tahun yang lalu, aku terperangkap dalam tingkat Kaisar rank 7. Bahkan sampai sekarang ini, aku masih tidak bisa menerobos. Cui xie, jika apa yang kau ceritakan tentang anak itu memang ada disana. Maka aku akan melihatnya sendiri, elemen Devoring? Aku baru mendengarnya. Ku kira itu hanya legenda dari sekte yang sudah lama hancur. Havenly demon sect."


Cui xie hanya mendengus tidak senang ketika mendengarnya. Ia pun meringkuk malas, menyandarkan pipinya ditangan.


"Cih, anak itu bahkan lebih dari ekspetasi siapapun. Dia mempunyai elemen tumbuhan mewakili sekte bunga, elemen spasial dan waktu mewakili sekte Lembah Vermillion, Elemen api dan inti roh apinya mewakili Sekte darah merah neraka. Elemen Kegelapan dan newcromantik mewakili kita, perubahan iblis mewakili sekte peerles. Keterampilan pedang mewakili sekte pedang. Melawan anak itu, seperti kita melawan beberapa gabungan sekte saja."


Tetua You jan tertawa pelan mendengar itu, ia menggelengkan kepala melihat Cui xie yang nampak iri.


"Heeeh, muridku. Aku sebagai gurumu, akan membawa anak itu kesini. Kau fokus saja dengan monster yang kita ciptakan." Pria tua itupun akhirnya menghilang menjadi asap hitam.


Perbatasan kerajaan Sunmoon bagian Utara.


Semua tumbuhan menjadi layu sampai akhirnya mati. Bangunan dan lainnya juga seperti itu, mereka meleleh dengan tak wajar. Dikeranakan kabut ungu memenuhi udara disekitar kota bagian Utara tersebut. Dari sana, seorang pria memakai masker khusus yang ia miliki, ia mengeluarkan asap ungu dari dua saluran di masker tersebut. Tangannya membentuk sebuah awan penuh racun diatas sana. Berniat membuat hujan racun untuk meruntuhkan kota ini.


"Aneh, sedari tadi. Aku selalu memeriksa kota ini, namun tidak ada penghuni apapun. Apa yang sebenarnya terjadi, jangan jangan mereka telah mengantisipasi semua warganya." Seorang wanita bermasker juga muncul disamping pria itu. Dipantat wanita itu, terdapat ekor kalajenking yang menari nari dibelakangnya.

__ADS_1


"Mungkin begitu." Berkata pria tersebut dengan tenang. Membuat wanita tersebut sedikit heran.


"Jadi kenapa kau bersikeras menciptakan hujan kematian?" Tanyanya dengan bingung.


"Karna aku ingin menghancurkan semuanya. Master telah mengijikan kita, maka akan kubuat ini semenyenangkan mungkin." Senyum pria itu dibalik maskernya. Ia pun mulai mengumpukan awan.


"BOOOM" Terjadi ledakan disamping mereka, asap mengepul menampilkan seorang pria gemuk dibalik asap tersebut. Setelah terlihat jelas, pria tersebut akhirnya kelihatan. Wajah bagian kirinya adalah wajah manusia, sementara wajah kanannya dipenuhi sisik ular. Sepertinya bukan hanya wajahnya, tapi tubuhnya terbagi menjadi dua bagian fisik yang berbeda. Tangannya yang satu di penuhi sisik dan cakar, kakinya juga seperti itu. Ia juga mempunyai ekor dan mata kirinya adalah mata ular, sementara mata kanannya adalah mata manusia.


"Graaarr!!!" Ia mengamuk sampai aura kejut aumannya menyapu semua bangunan dikota ini.


"Aku ingin sekali menghacurkan orang yang telah membantai patriak suku kami. RAAARRR!!" Teriaknya lagi hingga kedua rekannya hanya bisa bertahan dari aura kejut yang luar biasa tersebut.


"Dasar pria gila." Berdecak mulut wanita itu disana.


"Dia memang seperti itu sejak keluarga sisik ular dihancurkan." Jawab pria bermasker disamping.


"Cih, aku juga ingin menghancurkan orang yang sudah memhantai klan Kalajenjingku." Wanita itu pun melipat tangannya didada.


"Ya, aku mengerti itu. Seharusnya kau menyadari kalau klanmu dalam bahaya saat itu. Padahal umurmu sudah tiga ratus tahun tapi kau tak peka pada desamu." Hina pria disampingya lagi. Membuat wanita itu cukup emosi.


"Huh, jangan katakan itu lagi padaku. Kau tidak berada diposisiku, aku berharap kalau keluarga Kabut Beracun mengalami insiden yang sama." Ucap wanita tersebut dengan serius, setelah itu ia pun pergi menjauh. Karena pria itu tampak marah ketika mendengarnya.


Dibelakang, ratusan ahli telah berkumpul dari berbagai klan dari sekte Racun. Masing masing membawa senjata dan mulai membombardir segalanya.


Namun tindakan mereka terhenti saat tau, ratusan prajurit bayangan telah mengepung mereka dari segala sisi.


"Apa ini?" Berkata mereka dengan heran, kening mereka berkerut melihat banyak makhluk yang tak dikenal.


"Apakah mereka kiriman sekte Darkdemon?" Hanya itulah yang ada dipikiran mereka. Berpikir kalau mereka adalah sekutu, rupanya para prajurit bayangan tersebut langsung menyerang tanpa berbicara sedikit pun.


Begitu pula yang dialami pasukan dari sekte Darkdemon. Mereka terhenti diwilayah timur menghadapi ratusan prajurit bayangan yang ada. Sekitar beberapa, prajurit bayangan tersebut juga mempunyai ahli tingkat raja dan Kaisar.


"Kerajaan ini akan segera hancur?" Tawa mereka dengan puas.


Sementara para warga yang tengah berada didalam sekte, menyaksikan semua itu. Mereka semua dipenuhi keringat, tubuh mereka melemas disertai tangisan anak anak. Ketakutan meraja lela diantara mereka semua. Ratu es, Yuechan sendiri ternganga melihat itu. Ia tidak percaya, kekacauan luar biasa ini akan terjadi dihadapannya. Para murid akademi, raja Dandun dan Geritimo, Yue er, She lin, Qian qian dan lainnya. Jejak khawatir terpancar diwajah mereka masing masing melihat ratusan pasukan sekte Darah merah neraka melewati mereka. Menyebarkan api mereka ke masing masing bangunan rumah. Namun tidak satu pun dari mereka yang mengetahui sekte tersebut. Pandangan mereka tertuju di ke akademi didekat sekte.


"Mereka sudah datang." Alis Qin yan berkerut melihat itu, sementara ayahnya dan ibu Qian qian sendiri sudah melemas disana. Qian yu mengepalkan tangannya dengan gemetar, sementara tiga keluarga penghianat bersorak gembira melihat itu.


"Jin kei, tolong lindungi akademi." Teriak Qin yan kepadanya. Jin kei pun mengangguk lalu ia melesat kearah selatan. Berhadapan dengan pasukan sekte Darah merah Neraka.


"Yao chen, pergilah kearah timur dan kau Elfes, pergilah hadang sekte Racun. Biar aku yang tangani disini." Setelah perkataan Qin yan, Elfes dan Yao chen pun mengangguk, mereka menghilang. Elfes melesat pergi kearah Utara sementara Yao chen dibagian Timur. Setelah mereka berdua pergi, Qin yan pun merentangkan kedua tangannya keatas sambil berteriak. Seluruh pasukan sektenya yang tengah bersembunyi akhirnya menampakan diri. Begitu banyak hingga mereka terlihat mengepung ketiga sekte tersebut. Ada tiga tingkat Kaisar awal yaitu kakek Yuisha yang selama ini mengikutinya. Dua orang lainnya berasal dari keluarga Gunung keramat dan suku Maori. Ada juga beberapa ahli tingkat raja dan Jenderal yang tak bisa disebutkan.


"Pasukan divisi satu! Pasukan divisi dua! Pasukan divisi tiga! Pasukan divisi empat! Pasukan divisi lima! Pasukan divisi enam!! Buat Formasi acak!!!" Teriak salah seorang komandan yang merupakan panglima dari kerajaan Angin Salju, Qi Lai.


"SERAAAAAANG!!!" Setelah teriakannya selesai.


Semuanya jadi tahambur menyerang pasukan Balck bear dan pasukan sekte Racun yang berhamburan dihalaman istana.


"HIYAAAAAAAAAHHH!!!!!"


"PTANG TIIING TAAANG SPLASH BOOM DUAR" Serangan terjadi dimana mana, pedang saling berbenturan, tombak, panah yang berterbangan, serta serangan serangan lain yang merajela kemana mana.


"Dor dor dor dor dor" Beberapa ahli tingkat Jenderal dibuat kewalahan saat menghadapi senjata rahasia kondolisasi buatan Qin yan. Mereka banyak yang terluka, luka mereka juga cukup parah. Bahkan mampu menembus armor kondolisasi milik mereka.


"Sial, senjata apa itu?" Berkata mereka dengan heran.


"Dor" Tiba tiba salah seorang dari mereka yang berada ditingkat Sage jadi terjatuh. Dengan sebuah peluru menghantam kepalanya.

__ADS_1


"Apa! Siapa yang melakukannya?" Teriak rekannya dengan heran, memeriksa keadaan teman mereka yang sudah tak bernyawa. Namun yang didapat hanya sebuah luka tanpa tahu apa penyebabnya.


Diatas atap, seseorang dengan senjata panjangnya. Mengamati mereka yang bertarung dari kejauhan, membidik mereka satu persatu.


Peluru kecil pun dimasukan kedalam senjata itu, musuh telah dibidik. Ia pun memasukan elemen air didalamnya. Sementara peluru senjata itu dari awal sudah dilengkapi pola kamuflase sehingga tidak diketahui siapapun.


Ketika kepala musuh telah terkunci, mata pria itu menyipit. Lalu pelatuknya ditarik.


"Dor" Suara pun terdengar, bahu dari musuh yang ia targetkan jadi hancur.


"Sial, meleset." Berkata pria itu dengan kecewa. Ia pun mulai membidik lagi. Namun tiba tiba ia merasakan aura dingin dari belakang. Ternyata seorang wanita, prajurit dari sekte Darah merah neraka sudah menemukannya. Tatapannya dingin, dan cincin abu abunya bangkit. Sebuah api muncul ditangannya, hendak membunuh pria itu. Namun tiba tiba penjara tulang langsung memenuhi dirinya.


"Siapa kau?" Tanya wanita itu dengan heran ketika melihat tulang memenuhi tubuhnya. Ia pun berbalik pada Xiang xiang yang sudah bertranformasi menjadi manusia tulang.


"Lawanmu seharusnya aku." Dari tulang ditangannya, api hitam pun muncul. Membuat musuh tercengang melihat itu.


"Inti roh api?" Ucapnya dengan tak percaya, belum lama ucapannya selesai. Xiang xiang sudah berada dihadapannya.


"BOOOM" Penjara tulangnya hancur, wanita itu terpental akibat serangan Xiang xiang.


"Sial, aku seharusnya memakai segel pola kamuflase!" Pria penembak tersebut jadi melarikan diri, menuju rekan rekannya yang lain.


Sementara Xiang xiang tak perduli padanya, tatapannya mengarah pada wanita itu yang menangkis serangannya barusan.


"Wah, kau lumayan kuat juga yah." Ucap wanita itu dengan girang.


"Buakh Buakh" Lin fin disana sudah melawan salah satu tetua dari keluarga Black bear. Tetua itu berbadan besar, kekar dan seram. Kekuatannya seperti beruang yang perkasa, ditambah dengan tingkata kultivasinya yang berada ditingkat Sage. Lin fin serasa kesulitan melawannya, padahal ia sudah bertranformasi ke perubahan iblis.


"Siuuung... Bom Bom Bom Bom." Sementara Weisi, ia sudah berhadapan dengan salah satu ahli tingkat Jenderal. Senjata panggilannya, membuat para prajurit lain yang terkenal itu jadi terluka parah.


'Sial, apa apaan itu?' Ahli tingkat Jenderal yang melawan Weisi, bahkan kesulitan saat melawannya.


Kemudian weisi merentangkan kedua tangannya lagi, hidungnya mimisan saat ia hendak menciptakan sesuatu. Akhirnya, sosok malaikat bersayap enam, muncul dihadapan para pasukan sekte .


"WOOOOSSHH!!!!" Enam bola cahaya emas keluar dari mulut malaikat itu.


"BOOOM BOOM BOOM BOOM" Enam cahaya itu meledak dan menghancurkan sebagian besar wilayah kota. Beberapa ahli tingkat Sage maupun Jenderal tewas ketika terkena serangan itu.


"Sial, siapa dia sebenarnya?!" Berkata Xing yun dan Yuisha yang sedang bertarung bersama melawan musuh tingkat Saint.


Xie xie dan Xiu xiu yang melihat itu juga dibuat tercengang. Serangan macam apa, padahal anak itu masih berada ditingkat Saint. Namun dia bisa membunuh tingkat Sage, serta Jenderal dalam satu serangan. Situasi ini sama halnya dengan ketua master mereka.


"Hah hah hah! Sial, menciptakan malaikat kematian benar benar membutuhkan banyak tetesan energi Saint." Sekejap, Weisi pun terjatuh. Porsi serangannya setara dengan kekuatan yang dihabiskan. Ia pun terjatuh lemas, dengan keringat bercucuran ditubuhnya.


Namun musuh tidak sekalipun memberinya kesempatan. Apalagi melihat serangannya barusan. Ia semakin ditargetkan saja. Weisi tiba tiba diserang dari belakang namun untungnya ia dapat menghindar dengan skill spasialnya.


"Sial, sekarang aku menjadi pusat perhatian kalian yah." Ia pun tertawa, dirinya dipenuhi aura asap putih. Bayangan virtual beast macan putih muncul dibelakangnya, mengaum lalu menyerang lagi.


"Suuuut..." Cairan racun yang melekat pada jaring jaring laba laba milik Tang liu menyebar dimana mana. Saat ini ia dipenuhi luka, karena ditekan oleh seorang ahli tingkat raja.


"Siapa sebenarnya kau, kenapa kau mempunyai bakat yang mengerikan tentang racun?" Berkata ahli raja itu dengan kagum, ketika melihat Tang liu yang napasnya tidak teratur. Darah mengalir dibahunya, membuat ahli tingkat raja itu tersenyum licik. sepertinya Tang liu terluka cukup parah. Padahal ia saat ini sedang bertranformasi.


"Perubahan itu... Monster sepertimu harusnya berada disekte kami!!" Ahli tingkat raja itu pun melesat dengan cepat, mulai menyerang Tang liu lagi. Gadis itu hanya pasrah menerima keadaan. Ia mengangkat delapan kaki laba labanya kedepan, hendak menangkis serangan wanita tersebut. Karena ia tidak punya cara lain selain bertahan dari kecepatan yang menakutkan seperti itu.


"Ptang" Tiba tiba prajurit bayangan milik Qin yan, yang juga berada ditahap raja langsung datang menolongnya. Menghentikan ahli itu.


Hal itu membuat Tang liu kaget, ia pun berbalik kearah Qin yan. Tatapannya sayu, dan air matanya hampir mengalir. Namun ia menahan itu, dan tatapannya dipenuhi semangat kembali.

__ADS_1


"HAAAHH!!!" Tang liu menarik kaki laba labanya dan langsung menembakan beberapa jaring beracun kearah wanita itu.


__ADS_2