LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Gerbang ketiga


__ADS_3

Situasi pertarungan kini semakin panas saja, semua mempunyai lawan masing masing. Disaat ini, pada pertarungan Qin yan. Terlihat jelas, kalau Qin yan mempunyai keunggulan dalam pertarungan kali ini. Hanya satu alasan atas keunggulannya, kakek itu sebenarnya tadi meremehkan Qin yan. Meskipun hanya sejenak, tapi setelah kesempatan yang hanya sesaat itu. Ia tidak mempunyai kesempatan untuk membalas.


Apalagi setelah terkena ledakan bunga lotus milik Qin yan. Kakek itu sekarang berada dikondisi yang buruk. Meskipun ia masih tidak berubah, namun tubuhnya agak rusak setelah menerima serangan terus menerus.


"Anak bajingan!!! Haaaaarrrgghh...!!!" Aura ledakan tingkat akhir Kaisar langsung menyebar. Cincin emas bangkit dan itu mendominasi segalanya. Aura kejut angin bahkan membuat Qin yan mundur beberapa langkah.


"Haaaah..." Tatapan kakek itu sangat marah, kedua tangannya mengeluarkan asap kegelapan yang intens. Ia membentuk ratusan harimau yang dipenuhi aura kegelapan.


Namun tiba tiba, dari bawah air ada yang menarik kedalam. Dari sana Qin yan berubah menjadi tranformasi iblis. Ratusan ular kecil lansung melilitnya, menggigit tubuh kakek itu. Namun kakek itu terlalu kuat, hingga tangan Qin yan saja yang berisikan kepala ular bisa hancur.


"Ukh..." Qin yan mundur menjauh, memegangi tangannya yang mulai beregenerasi. Tanpa menunggu waktu, kakek tua itu langsung menyerangnya. Mereka berdua bertarung di dalam air, namun pada akhirnya Qin yan lebih memilih untuk keluar dari sana.


Diatas permukaan air, rupanya Qin yan sudah ditunggu oleh ratusan harimau bayangan milik pria tua itu. Tampaknya kakek tua itu akan bertarung dengan sangat serius kali ini.


"Hujan pedang petir!" Teriak Qin yan, langit pun dalam sekejap menjadi mendung. Kelap kelip menggelegar langit memenuhi wilayah. Semua orang disekte berbalik keatas, mereka semua tercengang dengan mata membesar. Ribuan pedang petir berwarna biru satu persatu jatuh keluar dari awan bagaikan hujan.


"Astaga...." Semua orang tak bisa menahan untuk berdecak kagum, fenomena seperti ini belum pernah mereka lihat.


"Apakah memang ada skill seperti ini?" Gumam Yuechan tak percaya, Qing zhu hanya terdiam melihat itu. Matanya bergenang menatap ratusan petir tersebut.


"ZZZZTTT....." Saat petir itu jatuh, baik itu mengenai harimau bayangan atau pun mengenai air. Tetap saja, listrik akan merambat keseluruh lautan. Karena air dapat menghantarkan listrik.


"Zzzzzttt... Ctar ctar ctar" Parah harimau bayangan yang mengenai itu, jadi terhenti. Tidak sedikit yang hancur, namun masih banyak yang bertahan dan tetap menerkam Qin yan.


"Slash slash slash" Qin yan pun maju, dua pisau Ying yangnya ia gunakan untuk menebas para harimau itu. Lalu ia meloncat keatas air, menerjang mereka.


'Elemen api, meteor api!!' Qin yan menginjak udara, melaju dengan cepat. Kedua pisau ditangannya semakin tak ada henti hentinya menebas harimau bayangan itu. Ditambah dengan meteor yang jatuh dari atas langit, semakin memperlengkap para hujan pedang petir yang berhamburan.


"Slash slash slash" Potongan potongan bagian tubuh harimau yang tertebas jadi melayang.


"Hembusan api!!!" Qin yan pun mulai mengeluarkan apinya yang membara, menghantam semuanya. Baik itu yang masih utuh atau potongan tubuh mereka. Semuanya hangus tak tersisa.


"PAAANG" Tiba tiba pula, kakek itu muncul didepan Qin yan. Dengan pedang melengkung yang ia punya, kakek tua itu hendak menyerang Qin yan diam diam. Tapi rencananya gagal ketika Qin yan menyadari keberadaannya.


"Ptank ptank ptank" Mereka berdua mulai beradu serangan senjata diantara bebatuan meteor dan pedang petir yang berjatuhan. Bertarung tanpa henti, bergerak dengan bebas. Tidak ada satu pun yang bisa menghentikan mereka berdua.


"Hup" Beberapa asap lagi datang menyerang, Qin yan menuju keatas langit untuk menghindari itu semua.


"Huh!" Namun Qin yan terkejut kalau ia ternyata sudah terkepung.

__ADS_1


'Sangkar pelindung!!' Teriak Qin yan.


"BOOOM" Ledakan pun terjadi lagi diatas sana, kakek tua itu tersenyun sinis, mengira kalau serangan itu pasti mengenai Qin yan. Namun setelah asap yang bertebaran menghilang. Kakek itu terkejut, ia mengira anak itu akan terluka. Siapa sangka anak itu malah mempunyai pertahanan yang cukup kuat.


Kakek itu semakin marah, saat Qin yan kembali mendarat dengan aman tanpa terluka apa apa.


'Bocah ini....' Setetes keringat jadi menetes dipipinya yang keriput. Sungguh pertarungan yang begitu lama, sampai saat ini ia masih tak bisa mendapatkan anak ini.


"Aku mungkin akan menghabiskan waktuku disini, dengan bertarung bersama bocah ingusan sepertimu." Pria tua itu mulai melukai pergelangan tangannya. Darah menetes dari sana. Setetes darah itu perlahan berubah menjadi urat nadi yang menjalar dari lengan hingga keleher. Sampai akhirnya bahkan matanya pun ikut berubah.


"Haaaah!!" Asap keluar dari mulut pria tua itu. Matanya seketika menjadi merah, pupilnya sudah tidak kelihatan. Seluruh dahinya dipenuhi urat yang membengkak. Kuku ditangannya tumbuh dan menajam, sekarang ia menatap Qin yan dengan penuh niat membunuh.


"Huh!" Saat Qin yan sadar, pria itu sudah muncul didepannya. Bagai binatang buas yang siap yang menerkam.


"Siut" Qin yan mundur menjauh, meskipun tangannya berhasil dicengkram. Namun itu tidak membuatnya takut. Malah dirinya kembali berubah bertranformasi keperubahan iblis yang pertama diserta gerbang pertama juga ikut aktif.


"Siung."


"Siung"


"Bubububububu..." Kedua mulai menyerang satu sama lain. Siulet merah dan hijau mulai berbentrokan. Terakhir, kaki Qin yan menyala dipenuhi aliran hijau.


"BOOOOOOOMMM" Ledakan terjadi lagi, angin berhembus menerpa semua orang yang juga tengah bertarung. Keduanya terpental, kakek tua itu berguling guling diatas permukaan air. Sementara Qin yan jatuh tenggelam didasar lautan.


"Ukhuk." Qin yan terbatuk sejenak didalam air, ia tak bergerak. Tatapannya sayu menatap keatas air, cahaya matahari terlihat disana. Mungkin itu bukan cahaya matahari, melainkan pedang petirnya yang menyala dan jatuh keair.


Lama sekali, kapan perang ini akan selesai. Qin yan berbalik disekitar, puing puing bebatuan, kayu, pakaian, memenuhi air ini. Siapa sangka, ia malah melihat seorang manusia yang pingsan melewati dirinya. Tentu itu membuat Qin yan terkejut, matanya membesar memperhartikan orang itu. Yah, sekarang dia ingat. Selain dia yang masih bertahan, yang lain terbawa oleh arus air ini.


Memikirkan itu membuat Qin yan tetap termenung, tidak lama kemudian. Suhu tubuhnya naik lagi, kulitnya yang putih langsung dipenuhi sisik. Tanduk muncul didahinya, bahkan seluruh kulitnya juga ikut mengeras. Armor khusus pun terbentuk dikaki dan lengannya. Mata Qin yan terbuka dengan pupil hijau vertikal.


"Wuuuuusshh...." Air pun bergejolak, kakek tua yang sedang melayang disana. Terkejut melihat itu, meskipun ia dalam keadaan liar, namun sedikit kesadarannya masih aktif. Alisnya berkerut ketika melihat sesuatu yang hijau menyala didalam air.


"AAAAAAAAARRRGGGGHHHH.......!!!" Teriak Qin yan dengan keras.


"WOOOOSSHH" Air lautan pun bahkan tak bisa menutupi dimana Qin yan berada akibat auranya yang melonjak kelangit. Qin yan berpijak diatas tanah, auranya yang kuat bahkan memukul mundur lautan yang dalam.


Perubahan iblis Neidan kedua aktif, gerbang kedua juga aktif.


"Huh!" Kakek tua itu menutupi matanya dengan tangan ketika angin yang berhembus itu begitu kuat.

__ADS_1


Semua orang diatas sana dapat melihat dengan jelas, ada seorang monster hijau sedang berdiri disana. Ditengah lautan.


'Itu dia.' Keringat Yuechan bercucuran melihat itu. Perubahan over power itu yang membuat Qin yan dapat mengejutkan istri Weiqing yang berada ditingkat Semigod saat itu. Tersimpan dalam ingatannya. Mengingat kekuatan yang mengerikan itu, membuat Yuechan agak berkeringat. Tangannya mengepal dengan erat dan keringat dingin. Ia sendiri yang menyaksikan saat Qin yan bertarung waktu itu.


Bi dai dan Yu zheng yang melihatnya jadi bersemangat. Luar biasa, itulah yang dipikiran mereka. Saat ini Bi dai masih menguasai sesikit teknik tersebut. Tapi jika dia menguasainya dengan baik, maka kekuatannya pasti akan seperti masternya.


'Ada kekuatan yang sekuat ini?' Batin kakek tua itu sambil berusaha agar tidak mundur.


"Siung"


"Hah!" Mata kakek itu terbelalak, saat melihat Qin yan sudah ada disampingnya dengan kakinya yang siap menendang.


"Buakh" Tanpa menghindar sedikit pun, kakek itu hanya menggunakan kedua tangannya untuk menahan terndangan itu.


"BOOOM" Namun diluar dugaannya, tendangan itu begitu kuat hingga tendangannya bisa membela lautan.


"Bububububububu...." Ia pun berguling guling ketanah sampai diperbatasan kota.


"Hah hah hah!!" Kakek itu kembali berdiri dengan kedua tangannya yang dibalut elemen kegelapan. Meskipun begitu, terdapat raut panik diwajahnya. Tendangan macam apa yang membuat dia sampai terlempar kesini, begitu jauh sekali dari tempat bertarung mereka.


"Sial." Ia menggertakan gigi dengan marah ketika melihat tangannya yang menggigil.


"Tidak akan kuampuni!!! HAAAAAAAAAA...." Aura kakek tua itu juga melonjak, air laut yang hendak bersatu kembali mundur kebelakang.


"Siung" Namun belum sampai ia menyempurnakan tekniknya, Qin yan muncul diatas kakek itu. Kali ini kakinya terangkat keatas.


"BOOOOM" Ledakan besar terjadi lagi, debu tebal mengepul. Yao chen yang sedang berusaha menebas tentakel berbalik kearah sana. Jin kei yang bertarung juga terhenti begitu pula dengan Elfes.


"Waaah!!!" semua orang berdecak kagum melihat itu. Mereka benar benar tak menyangka kalau pangeran mereka benar bena kuat.


"WOOSH"


"WOOSH"


Qin yan dan kakek tua itu melompat kembali keatas permukaan air. Kali ini, kakek tua nampak kelelahan. Bukan hanya karena serangan Qin yan, tapi menahan teknik liar seperti itu bukan sesuatu yang muda. Semua teknik liar mempunyai dampak yang merusak tubuh, dan efek yang sangat menyakitkan ketika memakainya.


Namun kakek tua itu makin benci ketika melihat Qin yan yang nampak santai meskipun juga berada dikeadaan liar. Bagaimana bisa ia tidak apa apa. Qin yan juga baru menyadari, kalau ketika memasuki gerbang kedua. Kesadarannya tidak diambil, rupanya tubuhnya sudah menyesuaikan diri karena penerobosannya tadi.


'Kalau begitu....' Qin yan tersenyum ringan.

__ADS_1


"Gerbang ketiga! Diaktifkan!!!"


__ADS_2