LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Identitas Qin yan


__ADS_3

Istana kerajaan Sunmoon..


Kedatangan Qian yu dan Qin yan sangat disambut oleh para penjaga. Bahkan para penjaga gerbang saja tidak menyangka kalau Qian yu masih hidup.


"Bagaimana keadaan raja saat ini?" Tanya Qian yu dengan tenang.


"Lapor pangeran, yang mulia raja saat ini sedang strees. Setelah anda hilang, ia langsung mengerahkan seluruh pasukan untuk mencarimu. Makanya dari tadi malam ia tidak tidur." Jawab mereka sambil berlutut satu kaki.


Mendengar itu, Qian yu hanya menghela napas tak berdaya. Kemudian masuk kedalam istana, tapi sayangnya Qin yan diberhentikan didepan gerbang.


"Dia adalah orang yang telah menyelamatkanku, jadi ijinkan saja dia masuk." Baru setelah Qian yu berbicara seperti itu, Qin yan akhirnya diperbolehkan masuk.


Ia di antar sampai keaula, disana ternyata semua anggota kerajaan sedang berkumpul. Dimana pria paruh baya sedang duduk diatas singgasana.


"Ayah! Aku pulang." Qian yu maju dan memberi hormat pada raja itu. Semua orang berbalik, ada yang memandang kaget, hingga bernapas lega.


Salah satunya seorang anak yang berumur sekitar 16 tahun dipinggiran aula. Diam diam ia menatap Qian yu dengan geram dan penuh kebencian.


"Tuan, dialah yang menyuruhku untuk membunuh pangeran."


Salah satu prajurit bayangan dari keenam pembunuh tadi berbisik ditelinga Qin yan diam diam tanpa diketahui semua orang.


Qin yan mengangguk mendengar laporan itu, namun perhatiannya tidak berfokus anak yang ditunjukan. Tapi, berfokus pada raja yang wajahnya begitu sama dengan wajahnya. Kulit wajah raja itu yang sedikit gelap, serta beberapa kerutan terdapat disamping matanya. Membuat mata Qin yan jadi sayu bergenang air mata.


Kenapa mereka mirip?


Lebih kaget lagi saat dia menyaksikan raja itu turun dari singgasananya, berlari memeluk Qian yu dengan erat. Menangis tersedu sedu tanpa memperhatikan pandangan orang lain tentang dirinya sebagai raja.



"Syukurlah kau baik baik saja." Ucap raja itu mencium kening Qian yu.


'Ayah yang baik.' Qin yan hampir tak bisa menahan air matanya. Namun ia tidak bisa menangis disini, bukankah ini memalukan.


"Eh, Qian yu. Siapa orang yang dibelakangmu?" Tanya raja itu dengan tatapannya mengarah pada Qin yan.


"Oh, dia adalah orang yang telah menyelamatkanku."


Setelah mendengar jawaban Qian yu, sang raja itu berjalan menuju Qin yan. Berbicara dengan sopan.


"Terimah kasih karna telah menyelamatkan pangeran, sebagai ayah aku juga dengan tulus berterimah kasih padamu. Katakan saja apa yang kau inginkan, selagi aku bisa memberikannya maka aku akan berusaha." Sang raja sedikit membungkuk padanya, sementara tatapan orang lain sedikit aneh pada Qin yan. Mungkin karena penampilan, ia jadi sedikit dikucilkan.


Tanpa menunggu waktu lagi, kalau soal masalah ini. Qin yan tidak punya banyak kesabaran, sudah berapa lama ia tidak tau identitasnya.

__ADS_1


"Yang mulia, aku tidak ingin meminta apa apa. Aku hanya ingin berbicara denganmu empat mata."


Perkataan Qin yan barusan langsung membuat ekspresi semua orang jadi berubah, termasuk raja dan Qian yu sendiri. Tidak ada yang tau apa yang mereka pikirkan.


Seorang penasehat datang berbisik ditelinga sang raja.


"Yang mulia, lebih baik anda berhati hati. dia..." Belum lagi ia menyelesaikan pembicaraannya, sang raja sudah mengangkat tangannya.


"Aku mengerti, kau tak perlu khawatir."


Dari depan, Qin yan dapat melihat ketidak senangan diwajah penasehat, ia menatap raja dengan geram, kemudian berbalik pada Qin yan dengan ekspresi yang tenang. Tampaknya diistana ini terjadi konspirasi internal dimana raja tidak mengetahuinya.


"Ayo pergi, biar kuantar kau keruangan pribadi." Raja mempersilahkan Qin yan mengikutinya sampai diruangan dimana memang tidak ada yang mendengar.


Disana sang raja berdiri didepan jendela dan Qin yan berdiri dibelakangnya.



"Katakan apa yang mau kau katakan. Apakah kau mau mengatakan tentang kasus ini?" Ucap sang raja dengan tenang.


Tapi Qin yan menggelengkan kepalanya.


"Bukan yang mulia."


Mendengar itu sang raja langsung berbaik padanya, menatap Qin yan dengan lebih serius.


"Yang mulia! Raja Geritimo telah datang!" Belum sempat Qin yan berbicara, suara sang penasehat terdengar dibalik pintu. Ia mengetuk pintu beberapa kali dan suaranya terdengar seperti sedang panik.


"Suruh dia menunggu dulu, aku masih ada urusan." Jawab raja yang tak ingin meninggalkan Qin yan.


"Tapi yang mulia, raja Geritimo mengatakan ingin berdiskusi tentang pemburuan inti roh api sekarang juga." Perkataan penasehat membuat alis sang raja berkerut, ia menatap Qin yan dengan perasaan bersalah. Qin yan juga mengerti, ia hanya mengangguk dan mengisyaratkan agar ia pergi menemui raja tersebut.


"Aku akan menunggumu dipermandian, apakah kau mengijinkanku untuk mandi?" Tanya Qin yan dengan sopan.


"Tentu saja, nanti akan datang pelayan untuk menjemputmu." Sang raja pun pergi meninggalkan Qin yan diruangan sendiri.


Tidak berlangsung lama dia pergi, pelayan muda pun datang menjemputnya.


"Tuan, aku disuruh yang mulia untuk melayanimu." Ucap pelayan tersebut dengan sopan.


"Baiklah, aku ingin mandi. Cepat tunjukan dimana permandiannya."


Dengan langkah pelan, pelayan itu mengantar Qin yan ketempat permandian yang sudah disiapkan. Di perjalanan, tak sengaja ia bertemu dengan penasehat istana yang juga kebetulan lewat. Saat mereka saling bertatapan, penasehat itu memberikan senyum licik padanya. Tampaknya ia berpikir Qin yan akan dibunuh malam ini. Hanya saja Qin yan tidak menghiraukannya, ia hanya ingin mandi hari ini.

__ADS_1


"Tuan, ini handuknya, dan ini juga sabun serta pembersih rambut khas kerajaan kami, yang mulia juga menyiapkan pakaian ini untuk anda." Pelayan itu memberikan semuanya pada Qin yan.


'Oh, lumayan juga.' Batin Qin yan sedikit tersenyum, mengambil apa yang diberikan pelayan kemudian terjun ke kolam setelah membuka semua pakaiannya.


"Tolong pergilah, aku ingin mandi sendiri." Tidak lupa pula ia menyuruh pelayan itu untuk pergi. Sebenarnya tanpa disuruh pun, pelayan itu akan pergi dengan jijik karena tubuh Qin yan yang begitu bau.


Biarpun begitu, Qin yan juga merasa lega. Karena ia tak mau wajah aslinya diketahui oleh orang. Apalagi wajahnya begitu mirip dengan pangeran mereka.


"Z , berikan aku pil penguat tubuh." Untuk mengembalikan kondisi tubuh Qin yan kekeadaan tubuh prima, ia tidak perlu makan, atau olahraga. Ia hanya perlu mengosumsi satu pil pemberian dari Z. Maka tubuhnya akan kembali keadaan semula, meskipun kultivasinya tidak akan kembali. Tapi setidaknya ia mendapatkan jadi dirinya kembali.


30 menit membersihkan badan, rambut, serta wajah. Kini kulit putih Qin yan yang putih telah kembali. Otot otot dalam tubuhnya juga kelihatan, rambutnya yang acak acakan kini kembali lurus. Tidak ada lagi yang akan memanggilnya paman setelah ini, apalagi memanggilnya gelandangan. Yang ada hanyalah teriakan sayu, serta desahan lembut ketika para wanita melihatnya.


'Lama sekali ia datang.' Namun lama kelamaan, Qin yan sendiri juga kesal atas kedatangan raja yang begitu lama. Diskusi sialan itu benar benar membuatnya tidak tahu bagaimana ia keluar dari permandian ini. Mungkin karena masih ada konspirasi tersembunyi dalam istana ini. Jadi Qin yan tak ingin terlibat didalamnya. Apalagi, pikiran pikiran licik itu bisa saja membuat Qin yan masuk kedalam lubang hanya dengan melihat wajahnya saja.


Karena raja itu tak kunjung datang, Qin yan akhirnya berinisatif untuk pergi diam diam. Jadi ia keluar dari kolam dan mengambil handuknya. Namun belum juga ia memakai pakaian, raja sudah datang dan masuk kedalam permandiannya tanpa ia ketahui. Mereka berdua saling bertatapan dengan mata yang besar.


"Ka-kau..." Raja sendiri membeku disana, sedangkan Qin yan tidak tau apa harus ia lakukan. Jadi, ia hanya memakai pakaian dengan tenang. Menghindari tatapan sang raja.


"Qian yan!."


Qin yan langsung terkejut, menatapnya dengan bingung, ketika mendengar sang raja memanggil nama yang juga ia tidak ketahui. Ia harus menjawab apa. Tapi, kenapa raja itu memanggilnya dengan nama Qian yan?


"Maaf raja, tampaknya anda salah orang. Namaku Qin..."


"Tidak! Kau itu anakku, namamu Qian yan! Aku tidak menyangka kau sendiri yang datang kerumah ini. Sudah lama aku mencari kalian." Belum lagi Qin yan menyelesaikan perkataannya, raja itu langsung memeluknya dengan erat. Menangis tersedu sedu, lalu melepaskannya kembali.


"Ibumu... Tiga tahun yang lalu ia datang padaku. Bercerita tentang kalian, katanya ia mempunyai anak yang hebat."


Perkataan itu membuat mata Qin yan langsung terbelalak.


"Ja-jadi.. ibu datang kesini? Jadi, dimana ibu sekarang?" Tanya Qin yan dengan panik. Tapi, yang ia dapatkan adalah ekspresi raja yang terdiam.


"Hei, katakan sesuatu! Sebenarnya apa yang terjadi?" Qin yan menggoyangkan kedua bahunya. Namun raja tak berbicara sepatah kata pun.


"Jika kau benar benar mempunyai hubungan dengan ibuku. Maka ceritakanlah apa yang terjadi." Tatapan Qin yan menjadi tajam, ia tak sabar lagi dengan apa yang ingin ia dengar.


Pada akhirnya sang raja pun hanya menghela napas panjang. Ia terduduk dipinggir kolam.


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya. Tapi, aku ingin Qian yu juga mendengarnya juga. Tidak apa apa kan?" Tanya ayah Qin yan dengan pelan.


"Ya, tidak masalah."


__ADS_1


*******


Oke ya sluuurr, sudah ku updetkan chapternya. Jangan lupa like, komen, dan vote yah seperti yang diatas.


__ADS_2