LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Peruhahan Iblis Tipe Neidan


__ADS_3

"Apa!" Tetua katak yang tadi menyerang Qin yan, sekarang malah terkejut dengan apa yang terjadi didalam goa. Ia ingin memeriksa kondisi tersebut, namun Jin kei selalu menghalanginya. Begitu pula dengan ratu mereka yang sedang melawan Medusa, setengah tubuhnya bahkan sudah berubah menjadi batu sejak pertama kali kekuatan Medusa melonjak.



'Gawat! Perasaanku tidak tenang.' Batin mereka dengan panik. Mereka pun langsung mengerahkan seluruh pasukan untuk masuk kedalam goa.


Disisi lain, Qin yan yang sedang mengalami tranformasi. Kini tiba tiba matanya langsung terbuka saat ada yang memanggilnya. Pupil matanya berwarna coreng kuning dengan garis vertikal hitam di tengahnya. Kulitnya pucat dan seluruh tubuhnya dipenuhi api hitam kebiruan. Rambutnya jadi berantakan, tangan kanan Qin yan ditumbuhi sisik dan cakar sementara tangan kirinya dipenuhi ratusan ular hitam. Sebuah kain pita panjang melayang dan melingkari tubuh Qin yan.


'Apa yang sebenarnya terjadi pada Qin yan?' Xing yun sama sekali tidak tau apa yang terjadi padanya. Ia hanya tau Qin yan bertransformasi menjadi iblis, atau lebih tepatnya perubahan iblis tipe Neidan.


"Huh!" Xing yun langsung terkejut saat Qin yan tiba tiba meliriknya, diam diam pun ia langsung mundur karena instingnya mengatakan kalau Qin yan sangat berbahaya sekarang.


Dan benar saja, dalam sekejap. Qin yan tiba tiba muncul didepannya dan langsung menghantamnya kedinding.


"BOOM" Ia langsung terpental sampai tertembus keluar.


"Ukhuk ukhuk" Xing yun langsung memuntahkan darah segar saat tergelatak ditanah. Disaat ini ia bahkan menjadi tempat berpijak dimana ratusan pasukan tengah melewatinya untuk masuk kedalam goa.


"Wuakkhh!!!" Ledakan terjadi sekali, kali ini diikuti dengan ratusan prajurit yang terpental.


Semuanya berbalik pada kondisi tersebut, betapa kagetnya mereka melihat sosok monster muncul dari dalam goa.


"Transformasi iblis Neidan?" Gumam Jin kei tak percaya, ia pun memegang dahinya sendiri.


"Heeeh... Anak itu. Apa dia sembarangan menelan inti core lagi?" Ia hanya menggelengkan kepala melihatnya.


Saat ini lawannya sudah melesat maju, namun Jin kei tidak menghentikannya. Ia penasaran, sekuat apakah tranformasi yang sedang terjadi pada Qin yan.


"Siung" Katak itu melesat dengan kecepatan luar biasa. Namun ia langsung sadar, ratusan ular yang panjang seperti akar sudah mengepungnya. Semua ular itu berasal dari tangan kiri Qin yan.


"Hup hup hup hup" Berkali kali ia menghindari lilitan ular tersebut, sampai akhirnya beberapa ular berhasil menggigitnya.


"Ukh.." Satu hal yang ia pikirkan dari gigitan ini.


Gigitan ini sangat berbisa.


"Slash" Dengan cepat, ia langsung memotong ratusan ular tersebut, hingga tangan Qin yan terlihat seperti terputus.


Ketika hendak ia mencapai wajah Qin yan, ia kaget bukan main. Ada beberapa ular yang cukup besar muncul ditangan kiri Qin yan lagi. Ular itu ada delapan dan mempunyai warna yang berbeda.

__ADS_1


"Wooosh" Delapan ular tersebut langsung menembakan serangan kearahnya.


Katak itu tak punya pilihan lain selain bertahan dengan cara menangkis. Dari delapan kepala ular tersebut mengeluarkan kekuatan yang berbeda. Api, angin, petir, air, cahaya, kegelapan, molekul penghancur dan racun berbahaya.


'Apa apaan ini?' Katak itu kaget melihat efek yang terjadi pada tangannya, ada yang terbakar, kesentrum, membeku sampai terkena racun. Saat ia sadar, rupanya Qin yan sudah berada didepannya. Tangan kanan anak itu hampir mencapai wajahnya.


Dengan gesit, katak tua itu langsung meraih tangan Qin yan dan langsung membatingnya ketanah. Ia ingin melancarkan serangan kedua, namun Jin kei datang dan menghalangi. Disaat mereka semua lengah, Qin yan yang sudah kehilangan kesadaran langsung melesat dan menangkap ratu Medusa.


Tidak ada yang tahu apa alasan Qin yan menangkap ratu Medusa. Tapi Jin kei tahu betul, kalau tranformasi iblis membutuhkan wanita untuk dijadikan tumbal. Ia pun langsung menarik Xing yun yang tengah tergeletak, lalu melarikan diri dari suku tersebut. Begitu cepatnya hingga tidak satu pun dari mereka yang bisa menyusul Jin kei.


"Kerahkan semua pasukan kita! Kejar mereka!" Teriak ratu suku itu dengan marah. Tetua mereka sedang berusaha mengejar Jin kei dan Xing yun, sementara bagian mereka yaitu mengejar Qin yan dan Medusa.


"Wosh wosh" Tetua katak melesat sangat kencang, dari belakang ia bisa melihat dengan jelas menggunakan mata ularnya, kalau Jin kei sedang melarikan diri membawa Xing yun. Ia lari kearah yang berbeda, meskipun ia tahu kalau ini adalah peralihan agar dia tidak mendekati Qin yan. Tapi setidaknya ia juga akan menghalanginya agar dia juga tidak menghalangi para pasukannya yang mengejar Qin yan.


Tiba tiba ia langsung terkejut, matanya melihat dengan jelas. Orang yang ia kejar tiba tiba masuk kepintu hitam aneh dan pintu itu tiba tiba tertelan oleh udara. Setelah ia sampai ditempat itu, ia pun sadar. Kalau dia sudah kehilangan orang yang ia cari. Dari jejak, aura, bahkan sosoknya sudah sepenuhnya menghilang.


"Aaaaakkhh....!!!" Ia langsung berteriak dengan marah, melampiaskan semua kemarahannya pada pohon disekitarnya.


Disisi lain, Qin yan yang tengah membawa Medusa. Kini mendarat disebuah padang rumput hijau yang lembut. Dengan kesadaran yang hilang dan napasnya yang berat, Qin yan berusaha menekan Medusa yang ada dibawah tubuhnya.


"Hei, Qin yan! Ap-apa yang kau lakukan lepaskan aku!" Medusa berusaha memberontak karena takut dengan penampilan Qin yan begitu menakutkan.


"Lepaskan aku Mmmmm...." Ia hendak berteriak, namun Qin yan langsung mencium bibir merahnya. Matanya langsung membesar saat Qin yan mengelum bibirnya dengan kasar. Ciuman yang tak pernah rasakan sebelumnya, malah kini direnggut oleh Qin yan dengan sangat tidak normal.


Sampai akhirnya, ia pun pasrah. Apa yang terjadi hari ini telah membuktikan kalau ia tidak lagi menjadi anggota suku Medusa. Karena suku Medusa melarang keras berhubungan dengan manusia, apalagi sampai berhubungan intim. Sampai sekarang, ia bahkan tidak menyangka. Kalau mahkotanya yang selalu ia pegang selama ini akan tercabut oleh seorang pemuda berumur belasan tahun.


Tangan keras Qin yan mulai meremas kasar gunung lembutnya, hisapan kuat bahkan meninggalkan bekas disudut lehernya. Medusa hanya bisa mengerang sakit atas apa yang ia rasakan. Ini sudah namanya penganiayaan. Tapi apa dayanya, ia tak bisa apa apa. Tubuhnya bahkan merespon lebih cepat dari pada pikirannya. Tubuhnya mengejang beberapa kali bagaikan tersengat listrik. Kedua pahanya dipaksa terbuka, dan akhirnya mata Medusa terbelalak. Merasakan sesuatu yang sangat keras dan tajam membobol masuk miliknya.


"Akh.. Aah ah ah~~~ ukh.." Desahan lembut dan keras keluar dari mulut yang sedikit terbuka. Ia pun menutup mata dengan air mata yang berlinang. Meskipun begitu mulutnya tak bisa diam untuk mengeluarkan suara aneh tersebut meskipun ia sudah menahannya.


Tidak jauh dari sana, dimensi gate terbuka. Jin kei muncul membawa Xing yun yang pingsan. Ia diam diam mengawasi mereka dari kejauhan, melihat Medusa yang tampak tersiksa. Ia pun hanya menghela napas tak berdaya, setelah ini ia harus menjelaskan semuanya pada wanita itu.


4 jam berlalu..


Suara Medusa kini menjadi serak akibat teriak terus menerus, kelelahan terpaut diwajahnya yang penuh keringat. Jejak kesakitan belum hilang dari pengalamannya pertama kali. Sampai akhirnya, api ditubuh Qin yan langsung mengalir dalam tubuh Medusa saat Qin yan mengeluarkan klimaksnya kedalam. Api itu mampu membuatnya pulih kembali disertai kultivasinya yang meningkat.


"Bruk" Qin yan pun jatuh lemas dan pingsan dalam pelukan Medusa. Betapa leganya Medusa saat mengetahui ini semua sudah berakhir. Meskipun tubuhnya pulih, mental Medusa begitu lemas. Ia hanya bisa menangis sambil memeluk Qin yan.


Disaat ini, Jin kei pun datang. Xing yun disuruh menunggu ditempat yang jauh.

__ADS_1


Tentu Medusa pun kaget, ia mengambil sisa pakaiannya yang dirobek Qin yan lalu menutupi tubuhnya. Menatap Jin kei dengan tajam.


"Ini pasti rencana kalian kan! Kalian memancingku agar ikut mencari inti Core agar terjadi seperti ini. Kalian para manusia baj*ngan! Seharusnya aku tidak mempercayai kalian begitu saja." Teriak Medusa yang menangis tersedu sedu meratapi kemalangannya.


Jin kei juga menunduk dengan rasa bersalah, sebenarnya ia tak menduga hal ini bisa terjadi. Ia pun segera meminta maaf pada Medusa.


"Maafkan kami, ini benar benar salah kami. Tapi kami tidak bermaksud begitu, kami tidak pernah bermaksud membuatmu seperti ini."


"Lalu apa! bagaimana bisa aku seperti ini! Kalian juga belum tentu mengembalikan waktu seperti sedia kala! Kalian para manusia tidak pantas untuk dipercaya." Medusa hendak berdiri, namun kepalanya pusing bukan kepalang. Kekuatan besar melonjak dari dalam dirinya. Dan ia pun sadar, kalau kekuatan itu adalah kekuatan milik dewa mereka.


"Apa yang... apa yang sebenarnya terjadi?" Mata Medusa terbelalak dengan ngeri, kemudian ia pun menatap Jin kei dengan tajam. Ia rasa Jin kei bisa menjawab rasa gundah dihatinya.


"Jelaskan apa sebenarnya yang terjadi" Ucapnya dengan dingin. Melihat Jin kei hanya menghela napas kemudian menghela napas.


"Qin yan mengalami perubahan iblis."


Jawaban Jin kei membuat mata Medusa terbelalak. Ia menutup mulutnya tak percaya.


"Ja-jadi dia..." Tentu ia tahu apa itu yang namanya perubahan iblis, katanya perubahan itu adalah legenda yang hanya akan muncul pada beberapa orang saja didunia ini dalam ribuan tahun sekali. Perubahan yang terjadi pada saat kebangkitan, dan mencari tumbal sebagai wadahnya untuk menampung kekuatannya yang begitu besar. Peruhahan iblis lebih terkenal sejak Zhou weiqing yang mengalami hal tersebut. Tentunya ia juga menggunakan tumbal, bahkan sampai dua mengorbankan dua tumbal sekaligus. Namun sekarang tumbal itu telah menjadi istri sahnya dimata dunia.


Perubahan iblis itu lebih terkenal lagi saat terjadi pada Qin yan. Perubahan iblis Kyubi dan perubahan iblis Kyuki. Namun baru kali ini, Medusa menyaksikan apa yang namanya perubahan iblis itu. Bahkan malah menjadi tumbal dari yang perubahan iblis tersebut.


"Tapi kenapa kekuatan dewa kami ada dalam dirinya?" Medusa heran, mengapa kekuatan dewanya bisa ada dalam diri Qin yan.


"Itu karena Qin yan telah dipilih untuk mewarisi kekuatannya, sejujurnya dia tadi tidak mempunyai kesadaran. Makanya ia jadi menyerang sesuka hati tanpa ada yang mengontrol." Jawab Jin kei sambil menunduk.


"Aku mengerti itu, tapi kalian tetap tidak bisa menghindari kesalahan atas apa yang kalian lakukan padaku." Bentak Medusa.


"Yah aku tahu, tapi bisa kupastikan kalau Qin yan akan bertanggung jawab padamu. Dia tidak pernah mencampakan kesalahannya." Ia pun berusaha menenangkan Medusa.


"Kemana matamu! Cepat menunduk!" Medusa kembali menutupi bagian tubuhnya. Membuat Jin kei kembali menunduk dengan rasa tak berdaya.


"Berikan aku pakaian."


Ia pun memberikan pakaian yang ada dalam cincin penyimpanan milik Qin yan ketika ratu Medusa memintanya.


"Cepat berbalik." Sekali lagi, Jin kei melaksanakan apa yang diperintahkan. Dibelakangnya Medusa berusaha memakai pakaian yang diberikan.


'Pakain manusia memang aneh.' Batin medusa yang tak nyaman memakai pakaian milik Qin yan. Lalu ia pun berbalik pada Jin kei yang dari tadi membelakanginya.

__ADS_1


"Jangan kejar aku, aku hanya mau sendiri." Ia pun pergi dengan berjalan mengangkang. Betapa perihnya hingga medusa meringis pelan.



__ADS_2