
Qin Yan membuka kertas gulungannya lebar lebar. Setelah diperiksa, ia mulai membuat cetakan baru dikertas lain. Agar nanti komponen komponen dari senjata yang ia buat dapat terbentuk dicetakan tersebut.
'Sudah kuduga, cara pembuatan senjata itu berbeda dari cara yang selama ini kami lakukan.' Duan tianlang sedari tadi memperhatikan kinerja Qin Yan menyipitkan matanya dengan serius.
Semua orang mulai mengambil logam yang terpampang didepan mereka, terkecuali Qin Yan yang masih sibuk membuat cetakan cabang.
Duan tianlang kemudian melirik jam pasir disampingnya. Ia mengambil jam pasir itu kemudian membalikkannya.
"Baik, waktu kalian sudah ditetapkan. Jika kalian tidak berhasil membuat senjata kalian disaat pasirnya habis, maka kalian dianggap gagal."
Setelah mendengar perkataannya, para peserta tidak lagi menunggu waktu. Mereka mulai mencairkan logam tersebut satu persatu dengan menggunakan kekuatan mereka. Lalu dituangkan kedalam cetakan. secara otomatis, cairan panas tersebut akan merambat dan mengikuti wilayah wilayah yang sudah tercetak dalam kertas.
Dari awal, kertas tersebut bukanlah kertas biasa. Bahkan cara pembuatannya juga tidak biasa. Terbuat dari kulit beast tingkat Jenderal keatas, dibalut dengan minyak serta cairan yang sangat langka untuk ditemukan. Ini membuat kertas tersebut sangat sensitif terhadap apapun. Namun disaat bersamaan, dapat menyerap logam dan mempunyai ketahanan yang luar bisa agar tidak rusak.
Apalagi tintanya juga bukanlah tinta biasa, perlu takaran dan campuran dari beberapa tinta. Hal tersebut sangat berguna untuk cetakan. Karena ketika mengering, garis garis yang sudah ditetapkan akan menjadi pembatas yang tidak bisa di tembus oleh logam tersebut.
Disaat semua orang mulai mendinginkan logam cari tersebut. Qin Yan sudah selesai dengan pekerjaannya. Kali ini ia pun berjalan menuju logam logam didepan. Dan itu pun tidak lepas dari pengamatan sang tetua. Dibanding mengawasi anak anak yang berbuat curang, mereka lebih tidak perduli, dan lebih memperhatikan kinerja Qin Yan.
'Sial, aku masih belum mengerti mengapa anak itu memisahkan setiap bagian komponen Senjatanya ke kertas lain. Apa rencana anak ini sebenarnya?' Duan tianlang semakin serius memperhatikan gerak gerik Qin Yan. Apalagi melihat anak itu mengambil logam, ia diam diam mencatat semua langkah langkah itu.
'Logam kristal lautan. Titanium biru es, batu besi perak, timah cairan lintah, Kuningan emas kelenturan dan.......' Mata kakek tua itu menyipit, melihat benda terakhir yang di ambil Qin Yan.
'Cairan logam perekat. Tampaknya asosiasi ini bukan hanya namanya saja yang terkenal, tapi semua benda disini rupanya sangat lengkap.' Qin Yan mengangguk puas dengan benda yang telah disediakan. Ia kemudian kembali ketempat duduknya.
Di saat ia baru memulai tahap keduanya, disaat itulah salah satu peserta berhasil menyelesaikan pembuatan.
Zhang lizian, pria tampan berambut biru panjang menempelkan tangannya pada kertas kondolisasi yang sudah dilengkapi soket. Setelah itu, ia menarik sesuatu didalamnya. Dan yang keluar yaitu sebuah perisai dengan rancangan magis yang sudah sempurna.
'Hmm..... Dia menciptakan senjata tingkat 5 yah. Lumayan...' Duan tianlang mengangguk sendiri ketika memujinya. Namun, ekspresi salah satu tetua disamping jauh lebih bangga dibanding dirinya.
"Heng en, apa dia muridmu?" Bisiknya.
"Ya. Senior, meskipun senjata yang ia hasilkan masih terbilang cukup rendah tapi dia benar benar berhasil menciptakannya." Senyum tetua itu dengan malu.
"Jangan bicara seperti itu, umur Lizian baru 25 tahun. Tapi dia sudah menjadi master kondolisasi tingkat Expert. Itu sebuah keajaiban. Kau benar benar guru yang hebat bisa membimbingnya sampai seperti itu."
"Terima kasih senior, dibanding anda... Aku masihlah tidak ada apa apanya." Tetua itu menggosok hidungnya dengan wajah memerah. Ia benar benar gugub setelah di puji seniornya.
"Kau terlalu merendahkan diri Heng en."
"Hehehe....."
Disaat mereka tengah bercanda gurau, sebuah cahaya memercik dari salah satu peserta. Para tetua membuka mata lebar lebar, menyaksikan seorang peserta menarik sebuah senjata busur dari dalam gulungannya. Yang lebih menarik, senjata itu sangat berkilau bahkan para tetua sampai terpana.
Permata biru sebesar kerikil tertempel ditengah busur tersebut. Berlian berlian putih memancarkan kilau yang luar biasa. Serta tali busurnya yang terbuat dari benang tembaga. Membuat busur tersebut semakin sempurna.
"Seperti yang diharapkan dari putra Zhou weiqing. Dia benar benar jenius, bisa menciptakan senjata tingkat 7. Itu benar benar tidak bisa dibayangkan." Puji tetua lain, mereka bertepuk tangan dengan penuh kekaguman.
Sementara disisi lain, Zhang lizian hanya diam dengan pencapaian Weisi. Ia kira, ia akan mendapatkan pujian lebih lama dari para tetua. Ternyata pujian itu begitu singkat karena Zhou Weisi merebut itu semua.
"Cih." Ia hanya mengepalkan tangannya, kemudian kembali duduk.
__ADS_1
Beralih ke percakapan tetua.
"Senior, aku dengar... Weisi murid anda, apakah itu benar?" Tanya Heng en disamping. Ia menatap Duan tianlang dengan penuh rasa ingin tahu.
"Benar." Orang tua itu mengangguk, pertanyaan tetua itu mengingatkannya pada masa kecil Zhou Weisi. Seorang bocah yang hobinya mencuri ****** ***** pelayan rumahnya kini telah menjadi dewasa. Mungkin ia sudah melakukan hal mesum tingkat dewasa pula sekarang.
"Haaaaaaah....... Anak itu.." Ia hanya menghela napas memikirkannya. Sifatnya benar benar mirip dengan ayahnya. Namun melihat pencapaiannya hari ini, ia pun juga ikut berbangga. Setelah menjadi guru dari ayahnya, kini ia melakukan hal yang sama pada Weisi. Weisi juga sudah dianggap seperti cucunya.
Tapi..... anak itu. Lebih tepatnya anak yang memakai topeng. Diketahui umurnya baru tujuh belas tahun. Namun berhasil mencetak gulungan yang bahkan tingkat Tier Emperor tak bisa memahaminya. Jika saja dia tidak berada di tingkat Tier God, mungkin ia juga tidak akan mampu. Itu pun, butuh semalaman untuk memahami cetakan itu. Dan sampai saat ini, ia tidak yakin. Apakah cetakan itu benar benar bisa menjadi senjata atau tidak.
Waktu terus berjalan, satu persatu peserta berhasil menciptakan senjata mereka. Bahkan dengan penuh kebanggaan, mereka memamerkannya kepada satu sama lain.
Tidak terasa, kurang lebih dua jam telah berlalu. Dan saat ini Qin Yan masih dalam proses pendinginan logam cair.
Sampai saat ini, tersisa dua orang dalam kompetisi. Jam pasir pun sebentar lagi akan habis. Artinya, kompetisi akan berakhir.
Dan akhirnya, salah satu mereka berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Sebuah senjata yang jauh berbeda dengan orang lain. Bukan pedang, armor, busur atau perisai, tapi sebuah senjata yang terlihat sangat kuno. Namanya Gose croshbow Arrow. Sebuah senjata tangan, dengan dua sayap melintang disamping. Senjata tersebut seukuran lengan, dua buah sayap membentang dengan benang sebagai penghubung. Dipermukaan senjata itu, telah dilengkapi lima anak panah kecil sebagai peluru tembakan.
"Wooaaah....!!" Semua orang terpana ketika melihatnya, bahkan para tetua juga tidak bisa menahan kekaguman mereka.
"Sesuai namanya, klan Tang benar benar pencipta senjata istimewa."
"Itu benar, ternyata klan Tang mengirim penerus mereka untuk berpastisipasi dalam kompetisi ini. Benar benar kesempatan yang langka untuk menyaksikannya membuat salah satu senjata istimewa mereka." Berbagai macam pujian dilontarkan saat melihat senjata hasil ciptaan salah satu peserta yang merupakan seorang gadis.
Disisi lain, gadis tersebut juga menghela napas lega. Kemudian tersenyum melihat senjata buatannya sendiri. Menyadari dirinya menjadi pusat perhatian, raut wajah keangkuhan mulai terpancar diwajahnya. Namun, tidak sengaja perhatiannya tertuju pada pria bertopeng yang sedang membuat senjata tidak jauh darinya.
Setelah diperhatikan lebih lanjut, ia langsung terkejut sekaligus bingung. Senjata apa yang dibuat pemuda itu. Tapi dilihat dari banyaknya komponen penyusun yang sudah tercipta diatas meja, dia jauh lebih tidak mengerti. Senjata macam apa yang akan dia buat, jika komponen penyusunnya begitu banyak.
Beberapa waktu kemudian, akhirnya Qin Yan akan menyelesaikan pembuatan senjatanya. Mulai dari lapisan dalam, pipa saluran, gagang pegangan, sayap penyeimbang, pelatuk, roda pelontar, serta lapisan luar yang keras. Qin Yan menyatukan semuanya menjadi satu dengan timah perekat. Hingga terbentuklah sebuah senjata sederhana namun berbeda dengan yang lain. Cukup kecil dari milik semua orang. Jika dilihat dari luar, senjata ini seperti tidak mempunyai keistimewaan. Tampak seperti biasa biasa saja karena tidak ada keindahan atau keistimewaan lain. Yang membuatnya menarik perhatian hanyalah karena senjata itu tidak pernah mereka lihat selama ini.
"Senjata apa itu? Aneh sekali?"
"Apakah itu senjata? Kenapa terlihat seperti..."
"Ssstt.... diamlah, jangan menghina ciptaan orang lain. Yaaah, walaupun mungkin tidak berguna, hihihi...."
Orang orang mulai menertawai Qin Yan diam diam. Song Huan disamping hanya mengerutkan kening melihat senjata buatan Qin Yan yang aneh. Tampaknya pemikirannya juga sama seperti mereka.
'A-apa! Jadi itu senjatanya?' Berbeda dengan reaksi Duan tianlang. Setetes keringat menetes dipipinya karena terkejut melihat hasil akhir pembuatan senjata serumit itu.
'Aah... Mungkin aku terlalu banyak berharap.' Ia pun mengusap keningnya dengan kecewa dan tanpa ada semangat ia memandangi semua peserta yang berhasil menciptakan senjatanya. Disaat yang sama, jam pasir juga juga sudah selesai.
"Baiklah, aku cukup kagum dengan kalian semua yang dapat menyelesaikan pembuatan senjata sebelum batas waktu penghabisan. Tapi disini, penentu bagi pemenang bukan dinilai dari segi senjata atau siapa yang tercepat membuatnya. Tapi kualitas senjata tersebut, apakah senjata untuk layak dipakai atau tidak. Seperti apa efek serangannya dan seberapa besar kerusakan yang dibuat. Oleh karena itu, kami sudah menyiapkan sesuatu sebagai objek pengujian senjata kalian."
Setelah perkataannya, ia menekan sebuah tombol. Dan didepan mereka semua, muncullah dinding besi putih yang keluar dari bawah tanah. Dinding itu cukup lebar, dan untuk ketebalannya sekitar satu kaki. Semua orang juga bisa merasakan kalau dinding tersebut dilapisi sedikit energi.
"Bagi yang pertama. Zhang lizian, maju dan buktikan senjata buatanmu."
Peserta yang namanya dipanggil kemudian maju kedepan dengan membawa perisai buatannya.
"Salam tetua, karena senjata buatanku adalah armor perak. Aku butuh serangan untuk mengujinya." Pria itu membungkuk dengan penuh kebanggaan, Duan tianlang pun mengangguk. Ia kemudian berbalik pada salah satu tetua. Dan sebagai tanggapan, tetua itu maju berhadapan dengan Zhang lizian sebagai penguji.
__ADS_1
"Bersiaplah." Ucap tetua itu dengan percikan angin ditangannya.
"Um..." Zhang lizian juga mengangguk, dan mempersiapkan perisainya.
Setelah itu, tembakan angin kencang langsung melaju. Perisai Zhang lizian bersinar, dan sekuat tenaga pria itu berusaha menahan serangan itu. Meskipun Zhang lizian berada ditahap Saint, namun serangan yang diberikan tetua setara dengan tingkat Grandmaster. Tanpa penambahan energi, serangan itu tidak memiliki efek apa apa bagi perisai tersebut.
"Tambah efek seranganmu." Ucap Duan tianlang dengan tenang. Setelah itu, tetua tersebut mengangguk. Lalu percikan angin yang lebih besar menghantam perisai milik Zhang lizian.
Angin kencang berhembus diseluruh aula, dan perisai milik Zhang lizian hancur ketika terkena tembakan angin tersebut. Zhang lizian sendiri sampai terdorong beberapa langkah kebelakang. Ia terkejut karena menyadari perisainya tak bisa menangani ujian tetua.
"Zhang lizian, berhasil membuat perisai tingkat 5. Senjata setingkat Grandmaster. Jika kau menggunakan kekuatanmu untuk melapisi perisainya, kau dapat menahan serangan tingkat Saint. Namun, jika tanpa pelapisan energi. Tingkat Elder bisa saja menghancurkannya."
Zhang lizian terdiam setelah mendengar ucapan tetua, ia pun menangkupkan tangannya. Membungkuk dengan hormat.
"Terima kasih tetua Mu. Sebuah kehormatan bisa di uji oleh anda." Setelah itu, ia pun kembali setelah tetua menyuruhnya.
"Zhou Weisi, silahkan maju kedepan." Ucap Duan tianlang kemudian.
Setelah namanya terpanggil, Zhou Weisi maju dengan membawa busur miliknya. Ia dihadapkan dengan dinding tebal didepan. Dengan arahan sang tetua, ia kemudian menarik tali busur dengan pelan. Setelah itu, dengan batuan atribut miliknya. Sebuah anak panah beratribut angin pun muncul. Dengan timing yang tepat, Weisi menyipitkan mata kemudian melepaskan anak panah tersebut.
"Boooom" Dinding tebal tersebut bergetar sesaat, angin berhempas kesamping disekeliling. Setelah beberapa saat, terlihat bekas serangan yang cukup dalam. Dan yang lebih mencengangkan lagi, keberadaan anak panah milik Weisi berada dibelakang dinding. Artinya, anak panahnya tersebut menembus dinding. Cukup terlihat didepan mata, lubang kecil tertembus dimana anak panah berada.
'Fakta bahwa anak panah itu menembus dinding, Weisi tampaknya mengalirkan energi terlalu banyak.' Pikir Qin Yan.
Disaat yang sama, Tetua mengangguk melihat efek serangan dari busur milik Weisi. Sejauh ini, nilai Weisi jauh lebih tinggi dari Zhang lizian.
"Zhou Weisi, berhasil menciptakan senjata tingkat 7. Setara tingkat Saint, dengan efek serangan yang setara dengan tingkat Saint level menengah. Bagus, pencapaian yang cukup mengesankan. Kerja bagus Weisi." Senyum Duan tianlang mengangguk bangga pada Weisi.
"Terima kasih, guru."
"Ya. Silahkan kembali."
Setelah itu, Weisi kembali ke tempatnya disambut dengan tepuk tangan kagum dari peserta lain. Ia kembali dan memamerkan prestasinya didepan Qiu er. Meskipun raut wajah gadis itu terlihat biasa saja, namun ia kagum didalam hatinya dengan bakat anak itu.
Sementara Zhang lizian, seperti biasa. Rasa iri dan dengki setelah melihat Weisi mendapatkan pujian, semakin memuncak. Tapi ia tak bisa apa apa, selain mengepalkan tangan dan memendam amarahnya.
Setelah itu, satu persatu peserta maju sesuai giliran. Qiu er berhasil menciptakan dua buah pisau kembar, dan efek serangannya setara dengan tingkat Master. Sebuah pencapaian cukup tinggi untuk gadis yang berasal dari kota kecil seperti kota Bintang. Ketika pengujiannya selesai, Qin Yan ikut turut bertepuk tangan karena saking senangnya. Perasaan itu muncul karena melihat Qiu er tumbuh menjadi gadis yang kuat dan berbakat.
'Eh....' Baru saat itu Qin Yan menyadari, ia sudah menarik perharian oleh Weisi dan Qiu er, bahkan Song Huan disamping menatapnya dengan dengan heran.
"Maaf." Ucapnya pelan dan sedikit mengalihkan pandangan. Menghindari tatapan mereka.
Qiu er pun kembali dengan pandangannya tetap terarah padanya.
Untuk Song Huan, gadis itu menciptakan sebuah pedang. Dengan efek serangan angin bercampur atribut waktu. Meskipun tidak sekuat Weisi dan yang lain. Namun serangannya mempunyai daya kendali yang cukup mengesankan.
Untuk orang terakhir sebelum Qin Yan. Seorang gadis bernama Tang Yuyun dipanggil kedepan. Entah apa yang berada dipikiran gadis itu, dia menyenggol Qin Yan dengan kasar ketika maju. Dan berdiri didepan Qin Yan, seakan akan memperlihatkan betapa hebatnya dia. Namun hasilnya, efek serangannya setara dengan tingkat Elder. Berhasil memberikan bekas serangan dinding namun tidak berhasil menembusnya. Bisa dibilang tingkatannya berada dibawah Weisi.
Akhirnya, waktu pengujian hampir selesai. Kini peserta terakhir akhirnya dipanggil juga.
"Um.... siapa namamu?" Tanya Duan tianlang dengan bingung. Semua orang akhirnya menatap Qin Yan sekali lagi. Ternyata ada juga momen dimana seorang penguji tidak mengetahui nama peserta yang mengikuti kompetisi buatannya.
__ADS_1
"Panggil aku, Yan Yan."