LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
pemimpin selanjutnya


__ADS_3

'Itu dia!' Tetua pertama yang masih mempunyai kekuatan menatap Qin Yan dari kejauhan. Saat dia masih tersungkur di sebuah dinding berlubang akibat tubuhnya yang terhempas. Dia memegangi bahunya. Entah kenapa, selain rusuk, bahunya juga mengalami keretakan.


'Aku masih mempunyai kekuatan. Dia hanya tidak tau seberapa kuat kekuatanku.' Batinnya.


Tetua pertama, tetua yang paling tua. Mungkin dia berumur 130 tahun dengan tingkatan yang selama ini selalu terjebak di ranking Raja tingkat 8. Dari dulu dia tidak pernah menerobos lagi dan selalu terjebak di tingkatan tersebut.


Namun tidak bisa dipungkiri, dialah yang terkuat di keluarga ini. Para tetua lain, bahkan patriak sangat menghormatinya. Dia bahkan dikenal sebagai Saintes di keluarga ini.


Jika dia menggunakan seluruh kekuatannya. Dia yakin dapat mengalahkan sosok itu.


Tetua pertama pun berdiri. Namun saat dia hendak menatap Qin Yan, dia juga ternyata mendapat tatapan dari sosok itu. Mata merah dari balik jubah itu langsung membuatnya merinding. Entah karena apa, atau bagaimana. Dia bahkan tidak mampu berkutik. Tatapan itu, bukan sekadar menatap orang biasa. Tapi menatap mangsa. Niat membunuh sosok itu sangat tinggi hingga membuatnya lemas tak berdaya.


Tetua pertama langsung terkenal efek mental yang kuat dan akibatnya dia mungkin akan mengalami trauma yang panjang. Karena Qin Yan sendiri tak segan segan mengeluarkan aura membunuhnya yang bahkan sampai membuat raja iblis merasa takut. Apalagi manusia biasa seperti dirinya yang hanya berada di tahap raja.


********


Kekacauan pun terhenti. Semua anggota keluarga Xiu yang pernah berniat membunuh Xiu Xiu kini sedang ditahan.


Xiu Xiu berjalan ke depan, dimana Xie Xie dan tetua kedua ada dibelakangnya. Kali ini, wajahnya sangat berseri. Dia bahkan sampai tergesa gesa saat berusaha memasuki salah satu kamar didepannya.


Saat dia masuk, dia melihat orang yang sangat dikenalnya. Tang Liu, dua wanita paruh baya yang baru dia ketahui. Ibu Tang Liu dan ibunya Qin Yan. Lalu gadis kecil mungil yang selalu menatap bagian bawah Xie Xie, Tang lili.


Sementara tidak jauh dari mereka. Ada seorang pria tampan yang tengah duduk sambil menikmati teh dengan tenang. Wajah Xiu Xiu langsung bersemangat. Dia langsung berlutut memberi hormat.


"Master!" Xie Xie juga mengikutinya.


"Hm...? Tidakkah kau terlalu bersemangat? Apakah kau sangat merindukanku?" Qin Yan tersenyum. Xiu Xiu juga langsung bergelora karena tak bisa menahan rasa senangnya.


"Ya master. Aku tahu kau belum mati. Aku sangat menyesal saat itu tak bisa membantu mu. Maafkan anak buahmu yang tak bisa apa apa ini." Xiu Xiu menunduk dengan malu.


"Hei... Ayolah. Apakah aku memperhatikan itu? Kau pikir kau bisa membantuku. Kau pasti akan mati saat itu."


"Huh!" Xiu Xiu tertegun. Tapi dia langsung menjawab dengan tegas.


"Tapi master, meskipun nyawaku hilang. Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu." Ucapnya dengan setetes keringat diwajah.


Qin Yan pun tersenyum ramah. Lalu memegang bahu Xiu Xiu. Membantunya berdiri.


"Aku masih hidup. Selain itu, kau juga harus memperkuat dirimu sendiri untuk mengurus diri. Lihatlah tadi, jika bukan aku yang menolong mu tadi kau pasti sudah tidak diketahui lagi situasinya."


Xiu Xiu langsung menggaruk belakang kepalanya dengan malu.


"Maaf. Aku benar benar lemah. Aku akan berjanji untuk menjadi semakin kuat."


"Bagus." Qin Yan pun menepuk bahu anak itu. Lalu tatapannya beralih pada tetua kedua dibelakang Xiu Xiu.


"Ternyata kau mempunyai pelindung yang setia." Qin Yan tersenyum padanya.


Tetua kedua, Xiu Dao yang tengah melamun tentang usia Qin Yan yang begitu muda jadi kembali sadar. Ia pun segera membungkuk sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Salam tuan. Aku tetua kedua, Xiu Dao. Sebelumnya adalah penjaga kepercayaan patriak. Jadi, melindungi tuan muda juga adalah tugasku."


'Aura anak ini begitu kuat.' Tetua kedua sampai sangat gugub saat berada didepannya.


'Dia benar benar aneh.'


"Bagus sekali." Xiu Dao kembali tersadar saat Qin Yan memujinya. Dia pun mengucapkan terima kasih dan kembali dibelakang Qin Yan.


Setelah itu, Qin Yan pun kembali berbalik pada Xiu Xiu.

__ADS_1


"Jadi, sekarang apa yang kau lakukan?" Tanyanya.


Xiu Xiu pun mendadak kembali tenang. Lalu tangannya memberi kode. Dua penjaga langsung masuk membawa Xiu Ge, tetua yang tersisa, bahkan sampai ibu Xiu lan dalam keadaan terikat.


"Umpp... Umpp..." Xiu Ge mendadak ketakutan ketika melihat Qin Yan. Meskipun dimatanya sangat muda, namun tatapan itu seakan telah tertancap di dalam dirinya.


Qin Yan maju mendekati Xiu Ge. Memegangi dagunya dengan senyum tipis.


"Jika kau tak ingin merasakan siksaan ku. Lebih baik, kau ceritakan semuanya."


"Dimana ibuku!" Xiu Xiu tiba tiba berbicara. Menatap Xiu Ge dengan penuh kemarahan. Xiu Ge yang ketakutan jadi semakin panik melihat Xiu Xiu. Ia pun tanpa ragu langsung memberitahukannya.


Qin Yan pun membuka kain yang mengikat mulutnya.


"Ruang bawah tanah rahasia keluarga Xiu." Jawabnya singkat. Qin Yan dan Xiu Xiu jadi saling memandangi.


*******


"Hosh... hosh... hosh...!" Xiu Xiu berlari tanpa sabar melewati lorong koridor yang begitu panjang. Ada banyak cabang, ada banyak pintu kamar, penjara, bahkan perantaian.


"Arah Selatan, bagian kanan. Jam dua!" Qin Yan pun muncul disampingnya dengan mata merahnya yang aktif. Lalu keduanya pun melesat dengan kecepatan tinggi.


Xiu Xiu yang begitu lelah terus berlari sampai akhirnya dia dihadapkan dengan pintu terakhir.


"Brak" Tanpa banyak membuang waktu ia langsung mendobrak pintu itu.


"Hosh...! Hosh...! Hosh...!" Dibalik napas Xiu Xiu yang begitu memburu, keringat bercucuran di akibatkan oleh rasa yang belum pernah ia rasakan. Apakah ini adalah rasa tegang ketika menanti kabar sebenarnya dari sang ibu.


Dan setelah itu, Xiu Xiu melihat seorang wanita kurus sisa tulang di depannya. Dengan kulit kotor, kusam dan hitam. Rambut berantakan tak terurus, serta wajah tirus yang sangat kurus. Tengah tertidur tenang dengan dua tangan di gantung ke atas.


"Ibu!" Xiu Xiu langsung berteriak, dan tanpa sadar mendekatinya. Memotong rantai yang mengikatnya, dan membiarkan ibunya jatuh diperlukannya. Bajunya yang sobek dan lapuk, membuat hati Xiu Xiu begitu teriris. Entah sudah berapa banyak penderitaan yang dilalui ibunya selama ini. hingga dia akhirnya menjadi seperti ini, dalam keadaan yang sangat menyedihkan.


"Ibu.....?"


Qin Yan datang mendekati mereka. Memeriksa tubuh wanita itu.


"Napasnya sangat lemah, dia benar benar sekarat. Kita harus merawatnya segera."


"Um." Xiu Xiu langsung mengangguk.


********


Ruang perawatan. Dimana ibu Xiu Xiu berbaring di atas kasur yang empuk dengan dua selang pengisi oksigen di hidungnya.


"Tenang saja. Kondisinya sudah membaik. Dia hanya mengalami depresi karena tak makan dan minum. Tapi sekarang, situasinya baik baik saja." Tang Liu berbalik pada Xiu Xiu yang dari tadi memegang tangan kurus ibunya. Melihat kekhawatiran anak itu, Tang Liu hanya menghela napas. Dia benar benar mengerti perasaan itu.


Perasaan berharap agar ibunya bisa melihatnya sekarang. Perasaan agar mereka berdua diberi kesempatan untuk saling berbicara. Perasaan untuk merasakan kasih sayang orang tua.


"Krek" Tiba tiba pintu disamping juga terbuka. Qin Yan keluar bersama tetua kedua.


"Master. Bagaimana keadaan ayah saya?" Tanya Xiu Xiu dengan penasaran.


"Seperti yang kuduga, ayahmu di racuni. Jika tidak, tidak mungkin dia akan terbaring lumpuh selama ini."


"Diracuni?" Xiu Xiu terdiam mendengar itu. Tiba tiba rasa kebencian yang mendalam kembali tumbuh di hatinya. ibunya disiksa, tidak diberi makan. ayahnya bahkan diracuni dan diselingkuhi. Xiu Ge benar-benar kejam, sampai tak punya perasaan dalam menjalankan rencana dalam ambisi tujuannya. dia benar-benar menjijikan.


"Tenang saja. Ini sering terjadi pada keluarga besar. Perebutan kedudukan benar benar sangat mencekam hingga salah satu pihak bisa saja menggunakan cara kotor."


Meskipun Qin Yan menenangkannya, tapi Xiu Xiu masih tidak tenang dan masih dipenuhi kebencian. Meski begitu, ia masih mempertahankan ketenangannya. Qin Yan memperhatikannya, dia benar benar pantas menjadi Patriak. Xiu Xiu mewarisi hal itu.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana sekarang?" Tanya Xiu Xiu lagi.


"Kau pikir aku tidak bisa menyembuhkannya? Tenanglah, selama dia berada di tanganku. Dia bisa tertolong." Qin Yan tersenyum. Lalu melanjutkan.


"Dan dari pada itu... Sepertinya kau harus mentata kembali keluarga retak ini."


Setelah mendengar masukan dari masternya. Malamnya, kini Xiu Xiu telah duduk di kursi patriak yang paling tinggi di tengah aula keluarga Xiu. Dengan satu tetua, yakni tetua kedua, Xiu Dao dan beberapa anggota keluarga Xiu di depannya tengah memberi hormat.


Ternyata, keluarga Xiu yang lain ikut di penjara diruang rahasia bersama ibunya. Bisa bisanya Xiu Ge begitu kejam, dia memenjarakan anggota anggota keluarga yang berusaha memberontak padanya tanpa di beri makan maupun minum.


Dan kini, baik anggota keluarga Xiu yang lain yang tadi berusaha membunuh Xiu Xiu, ataupun para tetua yang tersisa sekarang berada di tengah aula dalam keadaan terantai. Mereka di paksa berlutut di hadapan Xiu Xiu. Pada saat ini, sidang pengadilan pun dimulai.


Tetua kedua, Xiu Dao berada didepan Xiu Xiu bertugas sebagai juru bicara. Sementara disamping kiri Xiu Xiu ada Xie Xie yang tengah duduk tegang. Dan kanannya Qin Yan yang tengah menikmati hidangan didepannya. Dengan ditemani dua pelayan seksi yang terus memberikan angin sepoi sepoi. Qin Yan ingin sekali memuaskan diri dikamar bersama dengan mereka jika saja ibunya tidak berada disini.


Sidang pun di mulai. Hasilnya, Xiu Ge bersama para tetua akan di kenai hukuman mati beberapa hari kemudian. Para anggota keluarga Xiu yang menyerang Xiu Xiu sewaktu di arena langsung dikeluarkan dari keluarga Xiu.


Lalu yang tersisa, kini Xiu Han dan keluarganya. Dan beberapa anggota lain yang wajah mereka begitu kuyuh. Mereka termasuk yang menyerang Xiu Xiu. Namun tidak seperti keluarga Xiu yang dibuang berusaha membela diri dengan berbagai alasan, mereka hanya pasrah menerima nasib.


"Untuk kalian. Kalian akan di penjara atas apa yang kalian lakukan." Xiu Xiu berbicara dengan tenang. Membandingkan antara yang di buang dan tidak. Xiu Xiu tau betul. Diantara para keluarga Xiu yang melawannya tadi sore. Ada yang semangat, ada juga yang begitu ragu dan terpaksa. Dan keluarga yang di penjara ini merupakan orang yang terpaksa melawan Xiu Xiu.


"Tunggu dulu Xiu Xiu." Qin Yan yang sedari tadi hanya santai tak mengganggu tiba tiba mendekati Xiu Xiu. Dengan tatapannya mengarah pada Xiu Han disana.


Pria itu, dia melihat porsi tubuhnya yang penuh otot dan luka yang membekas. Terlihat jelas dibagian sela sela jari itu nampak hancur karena tinju. Qin Yan tau betul, anak ini nasibnya sama dengan Xiu Xiu. Berusaha sendiri dengan kekuatan dan kerja kerasnya.


Dia sampai sekarang pasti penuh perjuangan. Dimana dia harus berlatih tanpa belajar teknik. Berkultivasi tanpa menggunakan exlisir atau ramuan obat.


Qin Yan agak tertarik padanya. Dan tentu dengan semua keluarganya. Qin Yan pun mulai berbisik pada Xiu Xiu.


Xiu Han disana tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi ia benar benar ingin sekali berbicara. Dia ingin keluarganya di lepaskan, biar saja dia yang harus disiksa. Tapi, mengingat perbuatannya tadi sore. Itu pasti bukan hal yang mudah. Xiu Xiu pasti akan menghukum mereka. Dia benar benar tidak tau lagi. Mengapa nasibnya bisa jadi seperti ini. Mengapa status tidak bisa merubah apapun. Akankah dia selalu berada di bawah tekanan orang lain?


Disaat Xiu Han tengah berpikir keras. Xiu Xiu sudah menentukan keputusannya yang baru.


"Baiklah, Xiu Han dan lainnya. Akan kuputuskan. Kalian akan...."


"Tuan!" Kali ini Xiu Xiu kembali terhenti. Ternyata Xiu Han menghentikannya.


"Aku, ingin mengatakan sesuatu. Bolehkan anda mengijinkan?"


"Ya." Jawab Xiu Xiu tenang.


Xiu Han akhirnya menarik napas dalam dalam. Mengumpulkan keberaniannya. Dalam hatinya, ia harus melakukan sesuatu. Tidak boleh terus diam berada dibawah tekanan orang lain.


"Aku.... Ingin menanggung semua kejahatan yang di lakukan keluargaku. Jika anda ingin memenggal atau menyiksaku, silahkan saja. Tapi, kumohon. Lepaskan keluargaku. Tolong, jangan tekan lagi keluargaku." Xiu Han mengatakannya dengan sungguh membuat keluarganya dibelakang jadi tertegun.


"Hei! Apa yang kau lakukan! Xiu Han apa yang kau katakan! Tarik perkataanmu. Bagaimana bisa kau mengatakan itu!"


"Tidak!" Xiu Han kembali berteriak. Ia langsung menggertakan gigi, berbicara mengeluarkan semuanya.


"Tuan, apakah kau akan menerimanya?" Tanya Xiu Han pada Xiu Xiu. Tatapan Xiu Xiu yang tenang membuatnya cemas. Apakah Xiu Xiu tidak menerimanya? Jika itu benar, maka nasibnya benar benar malang.


"Ppfftt....."


Tiba tiba ia mendengar suara tertawaan. Xiu Han berbalik, melihat Xiu Xiu dengan mata membesar.


Apa yang...


"Memangnya siapa yang akan menghukum keluargamu?" Xiu Xiu menjawab dengan lucu diikuti senyum Qin Yan disamping. Mereka berdua memandangi Xiu Han disana.


"Kami, akan memberikanmu kesempatan kedua. Selamat telah bergabung di keluarga Xiu yang baru."

__ADS_1


__ADS_2